Akhir Zaman – Oleh Pdt. Rubin Ong

Rubin Ong - PenulisHidupku.com - 1

“Gadis – gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, sedangkan gadis – gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli – buli mereka.” – (Matius 25:3)

Pada hari – hari ini bukan saja akhir zaman melainkan pengujung dari akhir zaman. Pesan Tuhan melalui para nabi – nabiNya di seluruh dunia menyampaikan pesan yang sama. Tanda – tanda akhir zaman yang disampaikan Tuhan Yesus di Matius 24, semua sudah tergenapi.

Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan .Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru. ada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku,dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci. Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh duniamenjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”– (Matius 24: 6-14)

Tiga perumpamaan sebelum Anak manusia (Tuhan Yesus) datang untuk kali yang kedua yaitu

  • Perumpamaan pertama: “Gadis – gadis yang bijaksana dan gadis – gadis yang bodoh”. Kekristenan digambarkan dalam perumpamaan “gadis – gadis bodoh dan gadis – gadis bijaksana”. Dalam perumpamaan tersebut Tuhan menyebutkan bukan lima gadis pandai tetapi lima gadis bijaksana, karena untuk mengukur bodoh atau pintar bukan karena gelar melainkan karakternya. Dua kelompok gadis tersebut memiliki kesamaan yaitu sama – sama menunggu. Kata “menunggu” itu akan membuat kita capek, lelah, dan membosankan.
  • Perumpamaan yang kedua: perumpamaan tentang TALENTA.
  • Perumpamaan yang ketiga: penghakiman terakhir

Tiga perumpamaan menghadapi kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali adalah sebagai berikut:

  1. Perumpamaan gadis – gadis yang bijaksana dan gadis – gadis yang bodoh serta membangun cadangan tabungan yang kuat dan dalam Tuhan (Matius 25:1-3). Doa adalah cadangan yang konsisten, bagi setiap orang yang hidup pada akhir zaman ini. Cadangan yang konsisten dan kuat itu adalah seperti gadis – gadis yang membawa cadangan minyak saat menantikan mempelai pria dalam perumpamaan ini. Minyak cadangan yang di bawah gadis yang bijaksana itu memiliki arti sebagai kedalaman hubungan dengan Tuhan Yesus. Doa adalah tabungan yang harus kita bangun dengan kuat. Prinsip Doa adalah bahwa tanpa Tuhan kita tidak dapat melakukan apa pun, tetapi juga tanpa kita Tuhan tidak mau melakukan apa pun. Bangun doa yang kuat, dan renungkan Firman Tuhan siang malam, worship yang kuat. Kekristenan bukanlah aktifitas agama, melainkan membangun cadangan yang kuat di dalam Tuhan. Dalam membangun tabungan cadangan kita tidak akan kelihatan oleh banyak orang karena tersembunyi.
  2. Perumpamaan tetang TALENTA (Matius 25:14-30) – Multiplikasi Talenta yang Tuhan percayakan. Tuhan mempercayakan kita TALENTA harus dibarengi dengan satu kata TANGGUNG JAWAB. Karena itu yang diberi kepercayaan adalah orang – orang yang memiliki kerendahan hati. Salah satu contoh adalah pelayanan yang dibangun oleh William Bood yang menolong orang – orang yang miskin, sampai hari ini masih bertumbuh dan berkembang hampir selama 200 tahun. Hidup ini adalah kepercayaan karena itu lakukan dengan penuh tanggung jawab dan multiplikasikan. “Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba – hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka” – (Matius 25:19). Setiap talenta yang diberikan Tuhan kepada kita perlu dimultiplikasikan, karena itu Tuhan sampai pada waktunya akan diadakan perhitungan. Tuhan tidak menghendaki kita pasif, tetapi harus bertindak dan melakukan apa yang dipercayakan Tuhan dalam hidup kita. Kesetiaan itu bukan sekedar duduk di gereja, tetapi kesetiaan itu harus menghasilkan sesuatu. Pekerjaan Tuhan itu sangat besar, percaya bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita.
  3. Perumpamaan Akhir Zaman (Matius 25:31-46) – Hidup harus memberi jawaban. “Dan Raja itu akan menjawab mereka : Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” (Matius 25:40). Orang Kristen pada hari terakhir akan dibagi dua yaitu domba dan kambing. Kekristenan bukan hanya sebagai teori saja, tetapi Kekristenan itu adalah melakukan apa yang diperintahkan Tuhan, menolong orang yang paling miskin adalah hal yang termulia dari Tuhan. Akhir zaman adalah tibanya waktu bahwa Tuhan akan mengadakan perhitungan buat apa yang kita lakukan selama kita hidup dalam dunia ini. Masa dan waktu itu tiba hanya ada dua tempat yang menjadi tujuan kita yaitu surga dan neraka kekal. Apa yang kita bangun dan lakukan selama hidup ini biarlah membawa tujuan kita ke surga.

Tiga perumpamaan ini akan mengajarkan kita supaya kita mengutamakan Tuhan dalam hidup ini, dengan melalukan perintah Tuhan, supaya pada hari terakhir kita hidup, nama kita ditemukan Tuhan sebagai pribadi yang dikenal Tuhan, karena melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuhan. Amin.


Segala hormat, pujian, dan kemuliaan terutama kepada Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
Terima kasih kepada pdt. Rubin Ong atas sharing firmanNya yang diberikan pada tanggal 12 Oktober 2014 di ibadah raya GBI PRJ Pluit.
Terima kasih kepada gereja GBI PRJ Pluit atas ringkasan khotbahnya yang sangat memberkati.
Terima kasih kepada sabda.org atas ayat Alkitab yang siap copy paste.

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *