Kesaksian Pak Yuyung Harjanto: HATI YANG BARU

Burung Merpati - Kedamaian - PenulisHidupku.com - 1

Kesaksian ini diperoleh dari pertemuan chapter FGBMFI (Full Gospel Business Men’s Fellowship International) di chapter Mediterania PIK, Hotel 88 Grogol pada tanggal 10 September 2014. Semoga menjadi berkat bagi para pembaca.

Sama dengan kebanyakan dari anggota FGBMFI, dimana para business men itu tidak terlepas dari berbagai macam gangguan dan godaan kehidupan, begitu pula perjalanan rohani pak Yuyung awalnya tidak mulus. Beliau suka minum, menggunakan obat, dan juga terjebak di dalam kehidupan malam. Kehidupan tersebut mempengaruhi dan sempat merusak kehidupan rumah tangga dan juga finansial beliau. Singkat cerita melalui pertolongan Tuhan yang ajaib, pak Yuyung diundang untuk datang menghadiri sebuah pertemuan FGBMFI, suatu persekutuan antar denominasi yang dikhususkan untuk menjangkau para pria yang belum kenal Yesus maupun sedang lari dari Yesus.

Melalui wadah FGBMFI inilah pak Yuyung bertobat, dan kemudian bertumbuh di sebuah gereja lokal. Hidupnya mengalami perubahan, dan pemulihan demi pemulihan pun dia alami baik dari segi keluarga maupun keuangan. Singkat cerita pak Yuyung pun memulai usaha sandwich bakar. Semua berjalan dengan baik, dan pak Yuyung aktif melayani di dalam wadah FGBMFI ini. Beliau juga pernah menjabat sebagai presiden chapter.

Suatu hari pak Yuyung merasakan nyeri di uluh hati, dan awalnya beliau tidak terlalu pusingkan. Tetapi setelah bertahun – tahun kondisinya semakin bertambah parah. Akhirnya melalui diagnosa dokter, dikatakan bahwa kondisi hati pak Yuyung sudah dalam kondisi kritis dan sangat mengancam hidup. Pak Yuyung percaya itu adalah akibat dari kebiasan mengkonsumsi minuman beralkohol sebelumnya. Melalui doa dan berbagai macam pergumulan, akhirnya diputuskanlah pak Yuyung untuk berangkat ke China untuk dirawat di sana dan diambil tindakan transplan hati. Pak Yuyung menjelaskan bahwa prosedur transplan hati itu tidak mudah, apalagi hati yang ditransplan itu diambil dari donor yang baru saja meninggal dunia dan harus segera diadakan operasi transplan dalam waktu kurang 5 jam supaya kondisi hati itu tidak keburu rusak.

Sebelum menghadapi proses transplan tersebut, pak Yuyung harus banyak sabar menunggu, sementara kondisinya sudah semakin parah. Tubuhnya menjadi kurus, dan kulitnya menguning. Seringkali pula dia mengalami rasa gatal yang hebat dari ujung kaki sampai ujung kepala selama berhari – hari karena salah satu kandungan di dalam tubuh pak Yuyung sangat begitu tinggi jauh melampaui batas orang normal. Dan rasa gatal itu pun harus dia alami berhari – hari secara non stop sehingga dia merasa begitu menderita.

Berkat pertolongan Tuhan, tiba – tiba donor yang cocok pun tersedia. Segera hari itu juga setelah diinformasikan pak Yuyung memasuki ruang operasi di rumah sakit di Tianjing China. Operasi berlangsung berjam – jam, dan puji Tuhan dinyatakan berhasil. Setelah itu pak Yuyung harus memasuki masa pemulihan, sambil ditemani dengan anak serta istrinya. Setelah memasuki beberapa jenis tes dari pihak rumah sakit, pak Yuyung dinyatakan sudah boleh meninggalkan rumah sakit. Ada kelegaan di dalam diri pak Yuyung berserta dengan keluarga, namun mereka tetap putuskan untuk tidak segera kembali ke Indonesia dan menginap terlebih dahulu di sebuah hotel di kota Tianjin tersebut.

Setelah beberapa hari ternyata kondisi pak Yuyung kembali tidak membaik. Dan setelah diadakan pemeriksaan oleh dokter rumah sakit, pak Yuyung harus segera kembali memasuki rawat inap. Melalui berbagai macam tes, akhirnya dokter menyimpulkan bahwa transplan hati sebelumnya gagal. Mendengar itu pak Yuyung dan istri begitu kaget seperti mendengar petir di siang bolong. Beliau begitu sedih, dan selama beberapa hari berikutnya beliau merasa begitu tertekan. Dokter menyarankan untuk diadakan tindakan operasi transplan hati yang kedua kalinya. Namun pak Yuyung dan keluarga sudah merasa tidak mampu lagi secara finansial. Pengeluaran sudah begitu banyak dan pak Yuyung sudah hampir menyerah.

Di tengah – tengah pergumulan itu, teman – teman FGBMFI membanjiri pak Yuyung dan keluarga dengan banyak pesan – pesan serta doa yang menguatkan. Suatu waktu salah satu dari anggota senior FGBMFI chapter garmen, bapak Ronny Sukamto menelepon beliau. Pak Ronny Sukamto menanyakan apa vonis dokter dan bagaimana kondisi iman pak Yuyung. Pak Yuyung menjelaskan apa yang dokter telah sampaikan mengenai operasi transplan kedua, dan mengenai imannya beliau mengatakan “saya tetap beriman kepada Tuhan Yesus Kristus pak. Kalau saya mati itu pun artinya saya kembali ke pangkuanNya. Tetapi saya tidak mau mati di China pak. Lebih baik saya mati di Indonesia saja”.

Pak Ronny bersyukur atas jawaban yang pak Yuyung berikan, dan dia berkata kepada pak Yuyung agar terus berharap kepada Tuhan Yesus. Di belakang layar pak Ronny menggerakan begitu banyak anggota FGBMFI untuk saweran untuk membantu pak Yuyung. Hanya dalam 3 hari seluruh dana yang dibutuhkan untuk diadakannya operasi transplan hati yang kedua telah terkumpul. Uang tersebut kemudiakan diserahkan kepada keluarga pak Yuyung. Pak Yuyung begitu terharu dan serasa tidak percaya. Pak Ronny mengatakan kepada pak Yuyung agar terus pertahankan iman kepada Tuhan Yesus Kristus, dan seluruh anggota FGBMFI mendukung pak Yuyung melalui doa.

Setengah masalah sudah teratasi, namun proses masa menunggu donor yang cocok pun dimulai kembali. Tidak ada kejelasan dan tidak bisa diprediksi kapan donor yang cocok akan tiba. Yang bisa dilakukan oleh pak Yuyung adalah berdoa, sambil menunggu, menunggu, dan menunggu. Belum lagi kondisi tubuhnya begitu lemah, dan semakin membuatnya menderita. Dia begitu kesakitan sampai tidak bisa tidur. Dalam situasi itu iblis berbisik kepadanya “sudah deh Yung elu nyerah saja, sebelum transplan hati itu datang, elu bakalan mati duluan”. Namun pak Yuyung terus tekun berdoa dan beriman kepada Tuhan Yesus di dalam pergumulan hebat yang dia alami baik secara fisik, jiwa, maupun rohani.

Suatu waktu pak Yuyung diingatkan bahwa dia ternyata butuh mengadakan pemberesan dengan paman-nya yang pernah melukai perasaan dia begitu mendalam. Pak Yuyung sudah melupakan masalah tersebut, namun rasa sakit di hati tersebut masih ada. Pak Yuyung pun berkata kepada dirinya sendiri bahwa hidup dan matinya itu ada di tangan Tuhan, tetapi dia harus melalukan permohonan maaf kepada paman-nya sehingga paman-nya itu pun bisa merasakan kelegaan. Di dalam situasi yang begitu sulit, pak Yuyung memilih untuk melalukan praktek kasih Yesus Kristus, untuk terus memberkati jiwa lain, dan tidak berfokus kepada dirinya sendiri.

Singkat cerita setelah pak Yuyung memohon dan memohon kepada paman-nya melalui telepon, akhirnya pamannya tersebut terbang dari Malaysia ke China. Ketika bertemu dengan pamannya, pak Yuyung langsung berlutut dan memohon ampun karena dia menyimpan rasa sakit hati. Ternyata yang seharusnya butuh diampuni adalah paman-nya tersebut yang sudah pernah melukai dia. Di sana mereka saling memohon maaf, berpelukan, dan menangis. Pak Yuyung katakan bahwa sesudah itu dia mengalami suatu kelegaan yang luar biasa, yang tidak dapat dilukiskan dengan kata – kata. Dia kemudian berdoa kepada Tuhan “Tuhan… sekarang aku siap untuk mati. Kalau aku mati aku bertemu dengan Engkau, dan kalau aku hidup… aku pun hidup hanya untuk Engkau. Terjadilah kehendakMu atas hidupku”

Paman pak Yuyung menemani beliau dan keluarga selama beberapa hari. Dan dia begitu aktif dalam mendesak para dokter dan pihak rumah sakit agar pak Yuyung dirawat dengan lebih baik lagi. Beberapa waktu setelah pamannya kembali pulang, pak Yuyung mendapatkan kabar gembira bahwa transplan hati yang kedua sedang menuju ke Rumah Sakit. Beberapa jam kemudian pak Yuyung memasuki ruang operasi untuk kedua kali. Di dalam hatinya dia terus – menerus memanggil nama Yesus…

Singkat cerita operasi kali ini berjalan dengan lancar, dan setelah melalui masa pemulihan serta berbagai macam tes yang terus menerus diulang – ulang, pihak para dokter di China menyatakan bahwa kondisi hati pak Yuyung sudah 100% baik… puji Tuhan !

Pak Yuyung telah kembali ke rumah Bapa di surga pada tanggal 13 November 2014, namun pada akhir hidupnya dia selalu setia melayani Tuhan. Tulisan mengenai berita duka bisa dibaca DI SINI


Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus.
Terima kasih kepada pak Yuyung Harjanto atas kesaksian yang luar biasa.
Terima kasih kepada FGBMFI chapter Mediterania PIK, Hotel 88 Grogol atas chapter meetingnya.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *