Iman Yang Dapat Didengar – Oleh Daniel Tan

Daniel Tan - FGBMFI Jakarta Utara Leaders Breakfast Meeting - Season City Royal Jade - PenulisHidupku.Com - 1

Efesus 1:15-17 – Karena itu, setelah aku MENDENGAR TENTANG IMANMU dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.

Ayat ini duliskan oleh Paulus kepada jemaat di Efesus mengenai iman mereka yang sampai ke telinganya. Iman yang dapat didengar artinya adalah iman yang menghasilkan perbuatan yang baik, sehingga menjadi bahan perbincangan banyak orang. Kekristenan pada dasarnya adalah perubahan hidup dan juga membagikan hidup. Orang lain di sekeliling kita harusnya bisa merasakan dan sangat diberkati oleh kehadiran kita bila kita adalah orang Kristen. Sebab kemana – mana kita berada kita akan selalu melakukan perbuatan baik sesuai dengan yang Tuhan ajarkan melalui FirmanNya.

Lukas 10:25-36Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: “Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?” Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Kata Yesus kepadanya: “Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.” Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: “Dan siapakah sesamaku manusia?” Jawab Yesus: “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati. Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali. Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?” Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!”

Orang Samaria Yang Baik Hati - PenulisHidupku.com - 1

Di dalam perumpamaan mengenai orang Samaria yang baik hati Tuhan Yesus memberikan suatu penjelasan yang baik sekali mengenai PERBUATAN BAIK. Ada 3 orang yang mau kita sorot dalam cerita ini:
1. Imam. Mungkin kalau jaman sekarang disebutnya pendeta. Dia lewat di jalan itu, melihat orang yang menderita, lalu kembali berjalan.
2. Lewi. Ada 12 bani Israel, dan Tuhan mengkhususkan satu bani yakni Lewi untuk menjadi pemuji dan penyembah Allah. Mungkin kalau jaman sekarang disebutnya Worship Leader. Dia lewat di jalan itu, melihat orang yang menderita, lalu kembali berjalan.
3. Samaria. Secara historis orang Samaria memiliki kasta lebih rendah daripada orang Yahudi pada jaman itu. Mungkin kalau jaman sekarang disebutnya sebagai orang yang non Kristiani. Dia lewat di jalan itu, melihat orang yang menderita, NAMUN DIA TIDAK KEMBALI BERJALAN. Dia tidak cuek, melainkan dia perduli. Dia TERGERAK OLEH BELAS KASIHAN, lalu menolongnya. Tidak hanya mengobati, namun orang ini pun membawa ke penginapan. Dari kata “2 dinar” bisa kita simpulkan orang Samaria ini bukanlah orang yang kaya, tetapi DIA JUGA MEMBERIKAN UANGNYA untuk menolong orang yang kesusahan tersebut.

Melalui orang Samaria ini kita dapat pelajari 3 hal penting:
1. Perbuatan kasih harus apa adanya, bukan ada apanya. Firman Tuhan mengajarkan bahwa kita harus MENGASIHI SEMUA ORANG… ya betul… termasuk bila orang tersebut berbeda agama dengan kita. Tuhan tidak mengajarkan kita untuk pilih – pilih berdasarkan suku, ras, status sosial, dan apa pun juga. Kita juga tidak perlu menghitung laba ruginya ketika membantu dan mengasihi orang lain. Cukuplah kita berfokus kepada DIA BUTUH APA.
2. Dimana dan kapan pun kita berada, marilah kita belajar untuk menjadi bagian dari solusi dan bukan bagian dari masalah.
3. Dimana dan kapan pun kita berada, marilah kita selalu bisa memberikan motivasi dan harapan kepada orang lain.

Tuhan Yesus memberkati !


Segala hormat dan kemuliaan bagi Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus.
Terima kasih kepada brother Daniel Tan atas sharingnya.
Sharing ini disampaikan dalam pertemuan makan pagi para leaders FGBMFI Jakarta Utara pada tanggal 19 November 2014.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *