Renungan: JANGAN TAKUT

Takut - PenulisHidupku.Com - 1

“Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu, kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya! Aku tidak takut, apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” – Mazmur 56:4-5

Rasa takut sepertinya sudah menjadi bagian dari hidup kita, ada rasa takut yang negatif seperti takut akan ketinggian, kegelapan dan takut menghadapi masa depan, tetapi ada juga rasa takut yang positif, seperti takut akan Tuhan. Ketakutan akan menguasai kita apabila kita tidak melawannya dan untuk melawan rasa takut adalah dengan percaya Tuhan. Kenapa kita harus melawan rasa takut yang negatif? Karena kita tidak mungkin terus menerus bersembunyi, melarikan diri dari keadaan, namun sebaliknya kita harus dengan tegar menghadapi segala situasi yang menakutkan kita dengan iman, percaya kepada Tuhan

Tuhan kita adalah Allah yang hidup, Allah yang omnipoten dan omnipresen, Dia jauh lebih besar dari semua permasalahan yang kita hadapi, Daud memberi teladan dalam hal ini, dia berkata, waktu aku takut, aku percaya kepada Tuhan, apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku? Yesaya berkata, “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu, Aku akan meneguhkan bahkan menolong engkau, Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan”

Itulah janji Tuhan bagi kita, itulah bentuk kepedulian kita. Percaya itu berbicara masalah iman, orang yang kurang beriman tentu lebih dikuasai rasa takut daripada menyerahkan situasinya kepada Tuhan. Jika Tuhan yang kita percayai sanggup melakukan segala perkara, mengapa kita tetap bimbang dan takut? Yesus pernah menegur Petrus yang hampir tenggelam, Dia mengatakan, “hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” Petrus tertuju pada situasi yang menakutkan dia, ketakutan akan semakin menjajah kita apabila arah pandangan kita hanya tertuju kepada masalah, bukan kepada Tuhan

Tuhan Yesus memberkati


Segala hormat dan kemuliaan bagi Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
Terima kasih kepada saudari Widya Helen untuk renungannya.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *