Kesaksian Istri dan Kakak Ipar Bro Susanto BL (Bun Susanto) Mengenai Kebaikan Tuhan

Lani - Istri Bun Susanto - Susanto BL - PenulisHidupku.Com - 1

KESAKSIAN ISTRI BRO SUSANTO BL (LANY)

Malam itu kami tiba di hotel Club Bali sekitar jam 10 malam. Kami tidak langsung tidur, dan kami masih saling mengobrol. Sekitar pukul 12 malam terdengar bunyi keras dan tiba – tiba terasa guncangan. Lampu mati dan kami tidak tahu dengan pasti apa yang sedang terjadi. Tak lama guncangan pun berhenti. Puji Tuhan kami sekeluarga diberikan ketenangan. Santo kemudian meminta kami sekeluarga untuk tetap tenang dan tidak panik, supaya tidak kehabisan oksigen. Kami kemudian melakukan absensi dan diketahui bahwa kami sekeluarga masih hidup. Santo juga meminta kami agar mencoba menjelaskan kondisi masing – masing. Kondisi saya sulit bergerak, namun puji Tuhan anak kedua serta ketiga kami dalam kondisi aman bersama dengan saya. Dan anak saya yang sulung (Natasha) berada di pelukan Santo karena malam itu mereka tidur satu ranjang.

Puji Tuhan anak – anak saya tidak satu pun yang menangis. Kami meraba – raba mencari handphone untuk dijadikan lampu karena kondisi sangat gelap. Tetapi saya tidak bisa menemukannya, dan saya hanya bisa menunggu. Santo kemudian mengajak kita semua untuk berdoa. Dia berkata dengan iman bahwa Tuhan pasti menyelamatkan kita semua. Beberapa saat kemudian terjadilah guncangan lagi, dan dapat dirasakan reruntuhan di atas kami semakin mendesak ke bawah. Saat itu saya mendengar Santo berkata sesak, lalu dia kembali berdoa. Saya belum pernah mendengar Santo berdoa seperti itu. Dan tak lama kemudian dia tidak bersuara lagi.

Singkat cerita malam itu sebagian besar dari kami berhasil diselamatkan. Santo, Dewi, dan Natasha masih terjebak di dalam reruntuhan. Kami tahu dibutuhkan alat berat untuk mengangkat puing – puing serta reruntuhan itu semua. Saya tak henti – hentinya berdoa untuk keselamatan mereka yang masih terjebak di dalam. Pagi harinya berbagai bantuan mulai berdatangan. Teman – teman Santo, dan pdt. Leornado Syamsuri sudah berada di lokasi. Mereka semua mengupayakan evakuasi, dan membantu membuat saya tenang. Kami masih terus berdoa dan percaya Tuhan akan lakukan yang terbaik.

Saya merasakan damai sejahtera yang luar biasa walaupun secara akal manusia saya tahu saya sedang menghadapi masalah. Saya percaya bahwa di dalam segala hal Tuhan tetap memegang kendali. Tuhan sudah menyelamatkan nyawa saya dan kedua anak saya. Saya percaya Tuhan mampu menyelamatkan suami dan anak sulung saya yang masih terjepit di bawah reruntuhan.

Puji Tuhan akhirnya anak saya Natasha dan asisten rumah tangga saya Dewi berhasil diselamatkan. Namun saya mendengar bahwa kondisi Santo masih belum jelas, dan akhirnya dikatakan evakuasi Santo harus ditunda hingga esok harinya. Saat itu saya merasa sangat sedih, namun puji Tuhan, Tuhan memberikan saya kedamaian dan ketenangan. Iman saya diperkuat, dan saya kemudian berpikir bahwa kalau seandainya Santo dipanggil Tuhan pun, itu adalah hadiah terindah untuk Santo karena dia bertemu dengan Tuhan yang begitu dia kasihi. Keluarga saya kemudian memaksa saya untuk beristirahat. Handphone saya disita dan saya tidak diperbolehkan menonton TV.

Singkat cerita baru pagi ini Santo dievakuasi dan seperti yang kalian semua ketahui, Tuhan berkehendak lain. Walau demikian saya merasa tenang dan damai. Sekali lagi saya katakan… Tuhan itu baik. Dia telah memberikan yang terbaik bagi kami sekeluarga, walaupun sampai kini kami masih belum mengerti. Kami percaya Santo sudah tenang dan bersuka cita. Dia telah memenangkan pertandingan dan dia telah memelihara iman.

Santo pernah berkata bahwa ketakutannya yang paling besar adalah bila anak – anak dan keturunannya hidup jauh dari Tuhan. Santo berkata bahwa warisan yang ingin diberikan olehnya kepada anak – anak dan keturunannya adalah warisan iman. Dia ingin memberikan contoh dan teladan bahwa papa mereka begitu mengasihi Tuhan dan hidup untuk Tuhan. Dia ingin agar anak – anaknya mengikuti jejaknya tetap beriman kepada Tuhan Yesus sampai akhir.

Yang saya kuatirkan saat ini adalah saat ini anak – anak saya masih kecil dan mereka harus bertumbuh besar tanpa papanya. Suatu saat ketika teman – teman mereka menanyakan mengenai papa mereka, apa yang akan mereka katakan ? Karenanya saya meminta bantuan kepada teman – teman sekalian untuk menuliskan kesan dan pesan mengenai Santo. Itu adalah pemberian yang tidak ternilai bagi keluarga kami, dan dari situlah anak – anak saya bisa tahu bahwa papanya adalah orang hebat dan telah memberkati banyak orang.

Sekali lagi kami dari pihak keluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada semua teman – teman yang telah membantu kami. Kiranya Tuhan membalaskan kebaikan kalian semua. Tuhan Yesus memberkati.

Ipar Bun Susanto - Susanto BL - PenulisHidupku.Com - 1

KESAKSIAN KAKAK IPAR BRO SUSANTO BL

Melanjutkan kesaksian adik saya (Lany), saya akan bersaksi melalui perspektif saya ketika musibah tersebut terjadi. Sebelum kejadian itu terjadi saya berdoa bersama dengan mama dari Santo. Kami mendoakan banyak hal termasuk mendoakan kota dan mengklaim bahwa tanah yang kami injak ada hadirat Tuhan di sana. Saya, mamanya Santo, dan asisten rumah tangga (Dewi) berada di satu kamar. Sementara Santo sekeluarga berada di kamar sebelah. Supir kami tidur di ruang tamu.

Sekitar jam 12 an saya mendengar bunyi yang keras seperti barang jatuh. Dan tiba – tiba terjadi getaran hebat lalu lampu mati. Dalam kondisi yang seharusnya panik, puji Tuhan kami semua diberikan ketenangan dan dapat berpikir dengan jernih. Kami saling memanggil dan berkomunikasi. Dari situ saya mengetahui bahwa dari antara kami semua yang terjebak di dalam, hanya sayalah yang paling leluasa untuk bergerak. Saat itu saya berpikir bahwa masalah pertama yang harus kami hadapi adalah keterbatasan oksigen.

Saya meraba – raba reruntuhan di sekitar saya, dan dari sana saya sadar bahwa kondisi reruntuhan itu begitu parah. Saya kemudian mencoba mencari handphone saya namun saya tidak bisa menemukannya. Asisten rumah tangga kami, Dewi, berhasil menemukan handphonenya dan memberikan handphone itu kepada saya. Dari handphone Dewi saya berhasil mendapatkan cahaya kecil dan dari sana saya begitu terkejut betapa hancurnya ruangan dimana kami berada.

Perkataan pertama yang saya ucapkan setelah melihat hebatnya kerusakan yang ada adalah PUJI TUHAN kita selamat. Dari situ saya melihat bahwa saya dan mamanya Santo terlindung dari timpahan material dann puing – puing karena Tuhan ijinkan bagian – bagian reruntuhan yang besar itu membentuk segitiga seperti kemah pas di atas kami. Kembali saya ucapkan puji Tuhan ketika saya menyadari hal itu. Kemudian saya melihat bahwa ruangan kami sudah tidak ada pintu, semuanya sudah dipenuhi oleh reruntuhan.

Saat itu saya juga mendengar aliran air dan merasakan basah. Saya kemudian berpikir bahwa sekarang kami diperhadapkan oleh masalah kedua yakni air yang dapat membuat kami semua tenggelam. Aliran air begitu besar dan saya merasa bahwa posisi Dewi yang paling terancam karena dia tidur di ranjang bagian bawah. Saya coba tarik dia tetapi tidak bisa karena yang menimpa Dewi bukanlah batu – batu kecil melainkan bagian reruntuhan yang besar. Saya kemudian menyadari bahwa kami membutuhkan peralatan berat untuk bisa keluar dari sana. Saya mempersiapkan diri dan memberitahukan kepada keluarga saya di ruang sebelah mengenai kondisi kami semua saat itu dan bahwa kami semua harus bertahan hingga bantuan tiba.

Saya kemudian tidak sengaja melihat ada lubang dan di balik lubang itu saya melihat langit malam. Saya kemudian menjerit Puji Tuhan karena artinya adanya oksigen masuk dan kami semua tidak akan kehabisan oksigen. Saya juga sempat berbincang – bincang dengan Santo dan menanyakan keadaan dia. Dia dalam posisi tertindih namun dia masih dapat berkomunikasi dengan saya. Singkat cerita puji Tuhan akhirnya saya mendapatkan celah untuk keluar. Dan saya kemudian berlari mencari pertolongan.

Di tengah jalan saya bertemu dengan warga sekitar yang sedang membawa senter. Ternyata mereka telah diinformasikan terlebih dahulu oleh supir kami yang terlebih dahulu berhasil melarikan diri dari ruang tamu dimana dia tidur ketika kejadian itu terjadi. Sampai saat itu saya masih belum tahu apa yang penyebab sebenarnya. Ketika saya pergi mencari bantuan terjadi guncangan sekali lagi di dalam reruntuhan bangunan. Dengan bantuan warga Puji Tuhan adik saya (Lany), mamanya Santo, dan kedua anak Santo berhasil diselamatkan. Santo, Natasha, dan Dewi masih terjebak di dalam. Saat itu saya sudah tidak mendengar suara Santo.

Natasha mengatakan Santo pingsan, sementara Dewi masih bersuara. Kami harus menunggu sampai tim penyelamat tiba, dan seperti kalian ketahui selanjutnya Natasha dan Dewi pun berhasil diselamatkan. Walau akhirnya Santo dipanggil oleh Tuhan, kami tetap bersyukur karena nama Tuhan dipermuliakan. Begitu banyak mujizat dan pertolongan Tuhan dari apa yang kami sekeluarga lalui. Kami menjadi semakin dekat di dalam suasana duka ini. Santo juga mengorbankan nyawanya demi anaknya. Anak – anak Santo akan tumbuh besar mengetahui bahwa papanya begitu mengasihi mereka.

Santo sudah mengalami suka cita bersama dengan Tuhan di surga. Dan kami sudah bisa menerima kepergiannya. Banyak orang berkata kami kuat dan tabah. Saya mau katakan bahwa kekuatan kami berasal dari Tuhan. Walau kami belum sepenuhnya mengerti apa rencana Tuhan selanjutnya bagi kami. Tetapi kami tetap beriman dan percaya bahwa Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi kami.

ARTIKEL MENGENAI BRO SUSANTO BL:
Acara Tribute To Young Heroes: Mengenang Bun Susanto (Susanto BL) dan Min Min (Tjang Tji Tjung)
Video Klip: Mengenang Bun Susanto (Susanto BL)
Pelepasan Bro Bun Susanto (Susanto BL) Diiringi oleh Teman – Teman dari FGBMFI
Pdt. Leornado Syamsuri Mengenang Brother Susanto BL (Bun Susanto)
Kesan dan Pesan dari Para Senior FGBMFI Mengenai Bun Susanto (Susanto BL)
Pelayanan Bun Susanto (Susanto BL) Saat Bersekolah Minggu: Menyapu Lantai Gereja
Kesaksian Bro Yuhandi Mengenai Bro Susanto BL (Bun Susanto)
Kesaksian Aliung Mengenai Bro Susanto BL (Bun Susanto)
Kesaksian Istri dan Kakak Ipar Bro Susanto BL (Bun Susanto) Mengenai Kebaikan Tuhan
Ribuan Orang Memberikan Penghormatan Kepada Bun Susanto (Susanto BL)
Ucapan Dari Teman – Teman FGBMFI Mengenai Berita Duka Bro Susanto BL (Bun Susanto)
Kesaksian Susanto BL (Bun Susanto): Hidup Yang Diberkati
Selamat Jalan Our Brother Susanto BL (Bun Susanto)


Segala hormat dan puji syukur hanya bagi Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *