Kisah Gue: Menemani Mee Yon, Seorang Sahabat Dari Dunia Gemerlap – Bagian 1

Clubbing

Hari Kamis tanggal 9 Februari 2012. Saat itu jam menunjukkan pukul 4.10 sore dan gua sedang mempersiapkan sebuah laporan di kantor. Tiba – tiba blackberry berdering sambil menunjukkan sebuah nomor telepon yang tidak dikenal. Dengan rasa sedikit penasaran gua angkat telpon masuk tersebut dan ternyata yang menelpon adalah seorang teman wanita dari Korea yang sudah cukup lama tidak berjumpa. Anggaplah namanya Mee Yon (sengaja gua samarkan karena suatu hal) dan dia adalah seorang auditor yang bekerja di sebuah perusahaan multi nasional di Beijing.

Gua sudah kenal Mee Yon selama 2 tahun lebih sebagai seorang teman, dikenalkan oleh mantan pacar gua yang kedua. Walaupun banyak sekali perbedaan latar belakang kebudayaan antara gua dan Mee Yon, kita boleh dibilang cukup akrab dan saling menghargai persahabatan kita selama ini. Sama dengan gua dahulu, dia juga suka sekali dengan dugem dan hang out bareng – bareng teman sampe pagi. Sama Mee Yon gua bisa jujur apa adanya, segala kejelekan gua di masa lalu boleh bilang hampir semuanya dia tahu. Dia adalah seorang teman yang tidak pernah menghakimi maupun menggurui gua.

Sate Lau Pa Sat
Sate Lau Pa Sat

Mee Yon berusia enam tahun lebih muda dari gua (tahun ini dia berusia 26 tahun) dan terakhir kalinya gua bertemu dengannya adalah sekitar 7 bulan yang lalu di Lau Pa Sat, Singapura ketika dinner makan sate bertiga bersama dengan satu orang teman wanita lagi bernama Ohin dari Mongolia. Saat itu Mee Yon masih pacaran dengan seorang pria Singapura, anggaplah namanya Brandon (juga sengaja disamarkan), yang dulu juga merupakan sahabat dugem gua di sini.

Seperti biasa Mee Yon terdengar begitu ceria ketika berbicara dengan gua melalui telpon pada sore hari itu. Dia berkata bahwa dia baru tiba di Singapura pada malam sebelumnya dan sedang dalam perjalanan bisnis di sini. Hari Senin berikutnya baru dia akan mulai bekerja, dan selama beberapa hari pertama (weekend) dia ingin “catch up” dengan para sahabatnya di sini, termasuk salah satunya adalah gua. Mee Yong kemudian mengajak gua untuk ketemuan setelah gua pulang kantor. Dan gua setuju saja, lagipula gua juga tidak ada acara atau pun janji dengan siapa pun pada sore harinya.

BBMSore hari itu dalam perjalanan pulang ke rumah, gua chatting dengan saudari seiman yang bernama Laura dari gereja NDFI. Dia baru saja menjalani proses pemeriksaan dokter dan kita ngobrol mengenai beberapa hal soal valentine melalui black berry messenger. Sebelum gua bertemu dengan Mee Yon perasaan gua benar – benar kurang enak, dan gua bilang hal ini juga ke Laura. Entah kenapa tiba – tiba jantung gua berdegup kencang sekali. Gua kemudian berdoa dan entah kenapa gua justru dapat semacam kesan bahwa gua sebaiknya tidak bertemu dengan Mee Yon. Tapi karena gua merasa sudah janji dengan dia, gua pikir apa salahnya sih ketemu. Rencana awal gua adalah ngajak dia dinner kemudian nonton film di bioskop.

Dalam perjalanan gua menjemput Mee Yon dari rumah kawannya di taksi, sempat gua flash back mengenai hubungan gua dengan dia selama ini.

Sebenarnya di malam terakhir gua ketemu dengannya beberapa bulan yang lalu di Lau Pa Sat sempat terjadi sesuatu. Malam itu ketika Ohin (teman dari Mongolia) pergi ke toilet, Mee Yon bertanya kepada gua dengan serius “what do you think about me ?” Dan seperti biasa gua selalu muter – muter dalam menjawab sebuah pertanyaan yang berhubungan dengan perasaan. Gua bilang ke dia “you are a nice FRIEND, very smart, very beautiful, bla bla bla…”

Kemudian dia sekali lagi mempertegas “in your heart I am just a friend ?” Dan gua bilang sambil tersenyum “of course lah”. Entah karena mungkin dia sedikit mabuk pada malam itu, dia kemudian memegang tangan gua, dan sambil menatap mata gua dia berkata  “tomorrow I will go back to China and I do not know when I will see you again like this. I want you to know that I wish that you are my boyfriend”. Gua hanya mencoba sopan dan tidak mau melukai perasaan dia dengan bilang “You are such a good lady, but on the other hand I am still not ready to start a new relationship (saat itu gua baru putus dengan mantan pacar gua yang kedua selama kurang lebih setengah tahun dan gua belum bisa melupakan dia), and Brandon is such a nice guy…”.

Patah HatiMee Yon memotong gua sambil berkata “He and I broke up last week…”. Gua hanya bisa terkejut karena itu adalah pertama kalinya gua tahu bahwa mereka sudah putus dan gua cuma bisa mencoba menghibur dia pada malam itu. Gua ingat betul dia selanjutnya berkata “you are such a nice man, can you keep me company and hold me in your arms tonight ?” Well… gua gak gitu ngerti deh maksud dia saat itu apa… yang pasti saat Ohin kembali dari toilet, gua sengaja bikin alasan untuk bergegas pulang. Dan itu adalah perjumpaan gua terakhir kalinya dengan Mee Yon sampai… pada hari malam hari itu (Kamis, 9 Feb 2012) di mana gua akan menjemput dia.

Saat itu di dalam taksi gua merasa gugup. Tidak pernah terpikir oleh gua bahwa kita akan bertemu lagi muka tatap muka. Terakhir kali kita chatting lewat Internet juga kalau tidak salah satu bulan sebelumnya. Gua katakan kepada Laura melalui BBM “I feel butterfly in my stomach” dan dia katakan “tenang ko… inhale… exhale”. Senang juga punya saudari seiman yang bisa menasehati gua. Setelah sampai di dekat kediaman rumah kawannya, gua menunggu selama 5 menit, sampai akhirnya gua melihat dari kejauhan sosok seorang wanita yang cukup tinggi langsing (170 cm). Tak salah lagi… itulah Mee Yon. Rasanya very odd… gua salaman tangan dengannya. Dia sangat berbeda dari beberapa bulan sebelumnya. Terlihat lebih ceria dan gua berpikir dalam hati “mungkin dia sudah pulih dari hubungan sebelumnya bersama dengan Brandon”. Secara fisik ada beberapa perubahan, dia memotong rambutnya menjadi pendek, dibandingkan sebelumnya pipinya terlihat lebih gemuk (kalau ini gua hanya simpan dalam hati… gak butuh dikomentarin hehehe), dan matanya terlihat berbeda karena operasi kecantikan.

BBQ KoreaSecara keseluruhan malam itu dia terlihat menawan sambil mengenakan rok mini dan bersepatu high heels. Kemudian dia mengajak gua dinner di sebuah restoran Korea yang cukup terkenal. Sambil berjalan kaki ke sana dia mulai cerita banyak hal dan gaya bawel-nya yang khas mulai keluar. Gua mulai merasa comfortable dan tanpa kerasa gua pun juga bisa jadi “the real me again”. Gua sebenarnya tidak begitu suka makanan Korea dan Mee Yon juga tahu gua sangat anti dengan Kim Chi. Malam itu kita makan daging sapi yang dibakar – bakar kemudian dimakan sambil dilipat dengan selada + bawang putih + cabe hijau + bawang bombay + lain lainnya. Kita juga pesan kaki babi yang sudah diiris kecil – kecil… semacam cold dish gitu. Kita bicara banyak hal dan wah kita mulai tertawakan ini itu. Saat itu gua sengaja menghindari segala topik pembicaraan yang serius. I really had good time with her.

Setelah dinner, Mee Yon mengajak gua ke East Coast (tepi pantai) karena sudah setahun lebih dia tidak ke sana. Sampai di sana, dia membeli sekotak bir Heinekken di seven eleven dan kemudian pergi ke toilet terdekat di Mac Donald. Sambil menunggu Mee Yon di dekat toilet, tiba – tiba melintas seorang wanita yang tidak asing bagi gua. Nama wanita itu adalah Annie dan dia adalah salah satu mantan teman dugem gua yang sudah sekitar 5 atau 6 tahun tidak bertemu. Langsung saja gua panggil dia dan kita berbincang – bincang selama beberapa menit. Annie begitu senang bisa bertemu dengan gua. Tak lama setelah itu seorang anak lelaki datang menghampiri Annie. Gua bertanya kepada Annie siapa anak itu. Dan dia menjawab “this is my son”, kemudian mereka permisi pergi dahulu karena suaminya sedang menunggu di lapangan parkir. Dari percakapan singkat itu ternyata sama dengan gua, Annie sudah tidak lagi suka dengan dugem maupun bergaul dengan teman – teman lama yang sekarang ini sudah berpencar ke sana sini. Untuk Annie… she moves on… dia tinggalkan dunia gemerlap setelah menikah. Ternyata orang benar – benar bisa berubah… demikian kata gua dalam hati.

Pantai Pada Malam HariSetelah Mee Yon keluar dari toilet, kita berdua berjalan menuju pantai, dan kemudian duduk di atas pasir sambil bertelanjang kaki. Melihat keadaan pantai yang begitu tenang dan cahaya terang dari bulan yang hampir purnama, gua tertawa kecil di dalam hati serasa mendapatkan de ja vu, karena beberapa hari sebelumnya gua menulis sebuah blog entry mengenai pengalaman gua dengan Melissa si gadis SARAF di pantai (linknya: http://www.penulishidupku.com/?p=330). Di tepi pantai itulah kita mulai berbicara mengenai hal – hal yang serius. Terutama pergumulan kita masing – masing dalam melupakan mantan pacar kita. Dia berbicara mengenai Brandon, dan gua berbicara mengenai my dede. Saat itu sudah setahun lebih 3 bulan gua single tanpa seorang pacar. Gua katakan kepada Mee Yon… “puji Tuhan ada banyak kegiatan yang membuat gua lupa akan kesepian yang ada, dan ternyata rasa sakit di hati tersebut berangsur – angsur mulai terkikis oleh waktu”. Dia hanya bisa mengangguk setuju, sambil membukakan kaleng bir kedua buat gua.

Gua kemudian tunjukkan beberapa foto yang gua simpan di iPhone sehubungan dengan hobi fotografi yang gua geluti selama setahun terakhir. Dan ada satu foto yang gua ambil di dalam gereja. Dia berkata kepada gua “Are you Christian ?” Dan giliran gua kali ini yang mengangguk. Gua baru sadar bahwa selama ini kita TIDAK PERNAH berbicara mengenai agama maupun kepercayaan. Dan gua pakai moment itu untuk menanyakan apakah dia juga seorang umat Kristiani. Dan dia menjawab “I used too… when I was a kid”. Dia kemudian menyanyikan sebuah lagu pujian dalam bahasa Korea yang dahulu dia nyanyikan di sekolah minggu. Suatu pujian yang sederhana namun sangat sempurna untuk mengisi moment kebersamaan kita di tepi pantai itu karena pada saat itulah gua merasakan betapa baiknya Tuhan kita yang telah membantu gua dalam proses pemulihan hidup ini.

Yesus dan Anak Kecil

Kemudian Mee Yon dengan sedih berkata kepada gua “Handy… I am alone now…” Gua hanya bisa memeluk dia (in a friendly and caring way) dan mencoba menghibur dia. Gua tahu betul masa lalunya… sekarang di usianya yang ke 26 tahun, dia sudah tidak memiliki kedua orang tuanya. Mama-nya meninggal di awal tahun 2011 karena penyakit, sementara papanya sudah meninggal ketika dia masih kecil, dan dia adalah seorang anak tunggal. Gua hanya berbisik “you have many friends… and I will always be your good friend”. Mee Yon kemudian menyeka air matanya dan sambil tersenyum dia berkata “so when are you going to introduce me to your new girl friend ?” Dan sambil tersenyum gua jawab “soon… soon…”.

Lee Hyori
Penyayi Korea, Lee Hyori

Mee Yon kemudian mengatakan dia ada seorang teman wanita dari Korea yang sangat cantik sekali mirip dengan Korean pop star dan sekarang ini masih single. Gua kira dia sengaja melebih – lebihkan, sampai akhirnya Mee Yon tunjukkan foto wanita tersebut. Ketika gua lihat… ternyata wanita itu sungguh – sungguh terlihat sangat cantik dan seksi. Lebih tepatnya dia sangat mirip sekali dengan penyanyi Korea yang bernama Lee Hyori. Walaupun sepertinya wajahnya sudah tidak ori (karena operasi plastik)… ehem ehem… gua sih gak nolak kalau dapat cewek kayak begitu sebagai pacar hehehe. Mee Yon bilang dia kenal dekat dengan wanita ini dan dia tanya mau gak gua dikenalin ke dia. Gua dengan cepat say “YES “dan saat itu juga Mee Yon langsung menelpon wanita tersebut di Korea melalui ponselnya. Awalnya Mee Yon ngomong bahasa Korea yang gua gak mengerti, tapi sepertinya introduction mengenai gua. Kemudian dia menyerahkan ponselnya kepada gua sambil berkata “she wants to talk to you”. Gua pun mulai berkenalan dengan wanita tersebut melalui ponsel. Satu hal yang membuat gua terpukau… bahasa Inggris wanita ini sangat bagus sekali… benar – benar aksen Amerika. Gua merasa cukup comfortable dan gua mulai nge-joke… wow… suara tawa wanita ini benar – benar manis sekali. Setelah hampir 5 menit kita berbicara lewat telepon sambil diselingi canda tawa… akhirnya dia berkata “I am going to come to Singapore next month and I hope you don’t mind to meet me”… wow gua merasa senang sekali.

Gua berterima kasih sama Mee Yon atas bantuannya. Dan dengan manis dia berkata “that is what friends are for”… kemudian kita cheers dan meneguk kaleng bir terakhir. Kita melanjutkan percakapan kita mengenai kehidupan dan banyak hal yang cukup dalam. Tak lama setelah itu ponsel Mee Yon berdering dan dia berbicara selama kurang lebih 3 menit dengan seseorang. Mee Yon kemudian bilang kepada gua “I have not met this friend for a long time, can she come to join us ?” Gua sama sekali tidak keberatan. Dan setengah jam kemudian teman Mee Yon datang bersama dengan pacarnya. Ketika bertemu dengan mereka gua sangat terkejut ! Oh Tuhan…

(bersambung…)

Bagian kedua: di sini


Thanks to Mee Yon (TMSaaRa) for the wonderful evening.
Ditulis oleh Handy Tirta Saputra dari pengalaman pribadi yang terjadi pada tanggal 9 Februari 2012.
Segala hormat dan kemuliaan hanya bagi Dia, Tuhan Yesus Kristus, yang kita kasihi dan taati.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

8 thoughts on “Kisah Gue: Menemani Mee Yon, Seorang Sahabat Dari Dunia Gemerlap – Bagian 1

  1. Pingback: Kisah Gue: Menemai Mee Yon, Seorang Sahabat Dari Dunia Gemerlap – Bagian 2 | Penulis Hidupku

  2. Pingback: Kisah Gue: Menemani Mee Yon, Seorang Sahabat Dari Dunia Gemerlap – Bagian 4 (Terakhir) | Penulis Hidupku

  3. Pingback: Video Musik 2NE1 – Fire – [Berkesan Bagi Gua] – Bahasa Korea | Penulis Hidupku

  4. Pingback: Diary 7 Agustus 2012 – Mee Yon Akan Datang Lagi Berkunjung Ke Singapura | Penulis Hidupku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *