Kisah Gue: Menemani Mee Yon, Seorang Sahabat Dari Dunia Gemerlap – Bagian 2

Klub Malam

(tulisan ini adalah sambungan dari tulisan sebelumnya di link ini)

Gua berterima kasih kepada Mee Yon atas bantuannya. Dan dengan manis dia berkata “that is what friends are for”… kemudian kita cheers dan meneguk kaleng bir terakhir. Kita melanjutkan percakapan kita mengenai kehidupan dan banyak hal yang cukup dalam. Ternyata ada banyak sekali hal yang terjadi di dalam hidup ini yang seringkali kita lupa untuk mensyukuri. Terkadang dibutuhkan sebuah perbincangan… dengan seseorang yang dekat untuk membantu kita melihat betapa baiknya Tuhan dalam hidup kita.  Tangan Tuhan yang kuat baru terlihat besar dan perkasa ketika kita sudah melalui suatu masa yang tidak enak untuk dilalui. Rasa syukur itulah yang melekat di hati gua saat bersama dengan Mee Yon di tepi pantai.

Tak lama setelah itu ponsel Mee Yon berdering dan dia berbicara selama kurang lebih 3 menit dengan seseorang. Mee Yon kemudian bilang kepada gua “I have not met this friend for a long time, can she come to join us ?” Gua sama sekali tidak keberatan. Dan setengah jam kemudian teman Mee Yon datang bersama dengan pacarnya. Ketika bertemu dengan mereka gua sangat terkejut ! Oh Tuhan…

Boneka KoreaDi hadapan gua berdiri seorang wanita Korea yang begitu familiar. Dia berambut panjang, berwajah manis, dan tinggi badannya sekitar 165 cm. Dia sendiri juga terlihat sedikit terkejut ketika melihat gua. Bersama dengannya adalah seorang lelaki Korea berusia sekitar 30 tahun-an. Mee Yon kemudian memperkenalkan gua dengan mereka berdua. “Hi. I am Handy” demikian sapa gua. “My name is Dong Sun” kata sang pria dengan ramahnya. Sang wanita familiar itu tersenyum kepada gua dan dia berkata “I believe you still remember me ?” Dan jawab gua “Yes… you are Soon Yi.” Mee Yon bertanya kepada kita berdua “Oh, you know each other ?” Soon Yi dan gua menjawab serentak “Yes”.

TomatBiar jelas, gua ceritakan yah sedikit latar belakang antara Soon Yi dengan gua yang cukup menarik.

Soon Yi seumuran dengan Mee Yon, sangat bawel, dan lucu. Dia tinggal dan bekerja di Seoul sebagai regional marketing executive. Perusahaannya sering mengirimnya business trip ke Singapura untuk melakukan sales training. Gua sudah mengenal dia selama setahun lebih dan setiap kali dia datang kemari pasti dia ngajak gua ketemuan dan minum. Dia memberi gua panggilan “TOMATO” karena wajah gua gampang merah kalau minum alkohol. Sementara Soon Yi adalah seorang peminum kelas berat yang tidak akan pernah terlihat merah sedikit pun. Tidak hanya kuat minum, dia juga tidak akan pernah berhenti minum sampai benar – benar teler tak sadarkan diri. Sudah beberapa kali gua menemani dia minum dan saksikan sendiri kekuatannya.

Gua pernah mencatat, untuk membuat seorang Soon Yi teler dibutuhkan paling tidak 4 botol soju kecil, 2 tower bir,  4 botol bir kecil, 1 botol Martel, 1 botol Henessy, 1 botol wine merah, dan 1 botol absolute vodka. Itu semua adalah JATAH DIA SENDIRIAN untuk diminum dari pukul 9 malam sampai 5 pagi di berbagai tempat dimulai dari sebuah restoran Korea kemudian KTV, lalu lanjut lagi ke 3 buah night clubs di Singapura, dan terakhir berhenti di rumah gua.

Minuman Keras

Hubungan gua dengan Soon Yi hanyalah sebatas teman minum dan lucunya kita hanya saling menceritakan kejelekan hidup kita masing – masing. Dengan gamblang gua menceritakan masa lalu gua yang kurang baik, dan Soon Yi juga menceritakan masa lalu hidupnya sebagai seorang “player” (cepat berganti pasangan demi kepuasan seks). Melalui ratusan jam yang gua habiskan bersama dia melalui acara minum, gua mengetahui hampir semua “tahi – tahinya” dia. Namun puji Tuhan gua dan Soon Yi mengenal batas kita masing – masing… kita benar – benar menghargai satu sama lain sebagai sesama teman minum. Sampai hari ini kita tidak pernah melakukan hal – hal yang bersifat seksual.

Teman Baik

Namun ada satu kebiasaan Soon Yi, yakni dia sering menginap di kamar gua. Kedengarannya memang woooooh…. waaaaaaah… tapi tidak seperti yang banyak orang pikirkan. Kita selalu tidur di ranjang yang terpisah dan terus – terang kita benar – benar merasa sebagai sahabat baik. Dia selalu ke rumah dan kamar gua dengan membawa minuman – minuman. Biasanya kita minum pas hari Jumat malam dan ketika sepupu gua (yang juga room mate) kembali ke Indonesia. Saking seringnya dia nginap di rumah gua, baju – baju + perlengkapan mandi dia juga taruh di dalam lemari gua. Boleh dibilang rumah gua adalah rumah keduanya di Singapura.

Ketika ditanya kenapa dia sering nginap di rumah gua, dia menjawab “I don’t feel at home when I stay in the hotel. And I want to be with you because you are such a nice listener.”  Sekali dia pernah bilang ke gua ” you can not become my boyfriend because you are way too nice and… you know all the dirts in my life… but you are trully my best friend… I need someone like you, who can listen to me and make me feel relieved … please always be like who you are right now, and continue our friendship forever“.  Saking dekatnya dengan gua dia juga sering ganti baju di depan gua (tidak sampai bugil) tapi somehow gua sama sekali tidak tergoda karena memang gak pernah kepikiran yang “aneh – aneh ” soal dia.

Suatu hari bokap gua datang berkunjung ke Singapura dan mau menginap di kamar gua. Gua dan Soon Yi masih teler sampai jam 8 malam padahal pesawat bokap landing jam 9… gua harus memaksa diri gua dan Soon Yi untuk bangun. Kita berdua mencoba bersih – bersih kamar sebisanya, semua botol – botol minuman, kartu poker, dan puntung- puntung rokok kita buang keluar. Namun ada satu yang ketinggalan yakni sekitar 12 kaleng bir masih ada di dekat tempat sampah di dalam kamar, yang akhirnya ketahuan sama bokap. Tapi seperti biasa bokap gua mah cool – cool aja. Nyokap gua juga pernah datang ke kamar gua untuk membantu bersih – bersih (karena gua terlalu malas). Nyokap menemukan celana dalam wanita di dalam lemari, ketika lantai disapu ada beberapa helai rambut wanita panjang berwarna coklat, dan di rak sepatu ada sepasang sepatu high heels. Gua tahu betul semuanya adalah peninggalan si Soon Yi cuma yah gua pura – pura bego aja. Saat diinterogasi sama nyokap dan popo (nenek) gua bingung mau jawabnya gimana… mulut gua cuma bisa mengap – mengap kayak ikan mas koki… hehehe.

Celana Dalam Wanita

Tower BirOk… back to East Coast again… bersama Mee Yon, Soon Yi, dan Dong Sun. Soon Yi terlihat kurusan dan lebih cantik. Bergandengan mesra dengan Dong Sun, mereka terlihat sebagai pasangan yang sangat serasi. Dalam hati gua berpikir “ini cowoknya yang mana yah ?” sambil mencoba menerka – nerka karena gua kan tahu hampir semua pengalaman dia dengan para cowok yang disebutnya sebagai “kekasih”. Sambil berjalan menuju ke sebuah bar kecil di dekat East Coast kita saling terpukau betapa kecilnya dunia ini. Sementara gua kenal Soon Yi dan Mee Yon, ternyata selama ini mereka adalah teman kuliah di Korea… wow. Sampai di bar kita kemudian pesan 1 Tower bir Heinekken untuk pemanasan.

Untuk ice breaker gua mulai bercanda ringan… ternyata Dong Sun juga memiliki selera humor yang tinggi… jadi gampang nyambung dan asik. Kurang dari 5 menit kita berempat sudah tertawa dengan heboh dan merasakan comfortable dengan satu sama lain. Soon Yi kemudian menceritakan bagaimana dia bisa kenal dengan gua (tentunya bagian – bagian yang rada woooooh…. waaaaaah… dihilangkan lah sama dia).

Tanpa sengaja gua keceplosan menceritakan suatu pengalaman dimana gua benar – benar teler sehabis minum dan dibawa pulang oleh Soon Yi ke rumah gua… sebelum gua selesai bicara… dapat gua rasakan kaki gua diinjak dan mata Soon Yi memandang gua dengan sebuah tatapan tajam. Oooops… hampir saja gua keceplosan… langsung aja gua banting setir… dan cerita gua berakhir begini “so I was drunk… and then this woman… don’t know from where… sent me home”. Dong Sun terlihat bingung… dan bilang “how did she know where you stay ?”. Dan gua kan gak pinter bohong… gua cuma bilang “I don’t know… maybe she is an angel… or all this while she has been stalking me hehehe”. Kemudian gua ngajak cheers untuk mengalihkan perhatian…. (emangnya cuma pers Indonesia saja yang bisa nutup – nutupin berita sensitif hehehe).

Setelah itu giliran Mee Yon menjelaskan bagaimana dia mengenal Soon Yi. Ceritanya sih tidak ada yang istimewa… ternyata mereka dahulu satu universitas di Korea. Dong Sun kemudian bertanya apakah gua dan Mee Yon adalah sepasang kekasih. Sebelum gua menjawab Mee Yon terlebih dulu berkata “his friend was my boy friend… Handy is my best friend”. Sambil tersenyum gua bercanda nakal “actually before you two came,  I tried to score some points with her (Mee Yon)… who knows I may get lucky and end up very happy tomorrow morning”. Mee Yon pun menjawab dengan bercanda “well… you just need to ask”. Sambil berpura – pura kegirangan gua bilang “wohooo… I got her consent… hey you two are the witnessess ok… oh gee… the trick from the book really works”. Dong Sun hanya bisa tersenyum – senyum sampai mukanya merah melihat kelakuan gua dan Mee Yon.

Kemudian giliran Soon Yi menambahkan “Handy is my best friend too, he is a little bit crazy… but he has very good heart. I hope you two (Dong Sun dan gua) can be good friends too”. Dong Sun kemudian berkata “he is very funny and cute… I rarely feel comfortable with someone in first time meeting”. Dan jawab gua “be careful brother (Dong Sun)… soon or later you will fall in love with me and kick Soon Yi out… beware… that is my curse !!!” Dan kita semua kemudian tertawa terbahak – bahak dan cheers for “bottoms up”. Wah gua sudah lama tidak minum dan senang – senang seperti ini… I felt very much alive.

Biar lebih mantab, gua berikan intro sedikit mengenai Dong Sun yah.

ChicUbbaDong Sun berusia 33 tahun, memiliki sebuah restoran Korea di Singapura, dan sudah mengenal Soon Yi selama 10 bulan, namun dia tidak tahu kalau selama itu Soon Yi juga diam – diam ada beberapa pacar lainnya di Korea. Namun gua tidak akan pernah membocorkan rahasia itu kepada Dong Sun… karena ini adalah masalah integritas gua dengan Soon Yi. Nama restoran yang Dong Sun miliki adalah “chicken <something something>….” gitu… pokoknya ada hubungannya dengan ayam. Karenanya Soon Yi memanggil Dong Sun “chickubba”, yang sebenarnya terdiri dari 2 kata, yakni chicken (ayam) + ubba (saudara lelaki lebih tua dalam bahasa Korea)… hasilnya disingkat chickubba (baca: chikopa). Dong Sun adalah seorang pria yang dewasa, ramah, dan tidak terlalu tampan (kalau dibanding gua… bias neh… hehehe). Dan dia mengaku sangat kuat minum karena sering menjamu para tamu dan rekan – rekan bisnis. Dalam hati gua juga berpikir “kuat minum itu hukumnya mutlak harus kalau mau jadi pacarnya Soon Yi” hehehe.

Oh yah, Mee Yon juga memiliki sebuah kebiasaan lucu… karena mencoba sopan dia suka mengganti kata – kata sensitif seperti “kiss, make love, well… semuanya dari kamus kata – kata gituan” dengan 2 kata, yakni “tung-tung-tung” dan “ping-ping-ping”. Jadi kalau Mee Yon mau berkata “I want to kiss you” dia akan berkata “I want to ping-ping-ping you”. Jadi tanpa sadar dia bercerita begini kepada kita mengenai pengalaman dia di sebuah night club di Korea:

… the waitress introduced me to this guy… only after 5 minutes he already tried to ping-ping-ping me… maybe he was drunk… after that he said loudly: do you want to tung-tung-tung with me ?

Gua dan Soon Yi sih tidak kaget karena memang begitulah Mee Yon. Tetapi Dong Sun yang jelas – jelas kagak ngerti apa – apa masih saja ikut ketawa – ketawa, sampe akhirnya gua tembak “You laugh so loud brother… do you really understand what she is talking about ?” Dan sambil malu – malu dan tertawa kecil dia cuma bisa menggeleng – geleng kepala. Kita semua tertawa lucu dan cheers “bottoms up” lagi.

Setelah dijelaskan arti ping-ping-ping dan tung-tung-tung, Dong Sun kemudian berbisik kepada Soon Yi “later I want tung-tung-tung with you”… pipi Soon Yi saat itu langsung memerah… dan giliran gua berkata “now it is your turn to become TOMATO”. Tak lama kemudian ponsel Mee Yon berdering dan dia berbicara dengan seseorang melalui telpon selama beberapa menit. Kemudian Mee Yon berkata kepada Soon Yi “Euna wants to come here”. Soon Yi menjawab “ok… ask her to come now, maybe we can introduce her to Handy”. Gua cuma bisa tersenyum – senyum saja… ternyata tidak hanya bonyok dan temen – temen di gereja yang kepo soal hubungan gua dengan wanita… mantan teman dugem gua aja begitu… I feel so blessed that they care about me that much.

Dukungan Para Teman

Karena gua denger namanya Euna… gua kemudian bercerita kepada mereka mengenai pengalaman gua dengan seorang gadis yang juga bernama Euna.

Singkat cerita… beberapa tahun yang lalu sebelum gua kenal mantan pacar gua yang kedua, gua pernah dijodohkan dengan seorang mahasiswi Korea bernama Euna (berumur 10 tahun lebih muda dari gua) yang sedang liburan di Singapura selama sebulan. Gua kemudian pdkt dengan dia… setelah kenal dekat selama seminggu dan beberapa kali kita pergi dugem di night club, dia minta gua anterin dia pulang ke apartment dia tinggal (milik saudara sepupunya) di daerah Bukit Timah, dan ngajak gua masuk ke kamarnya.

Sampai di kamar dia minta gua pijat punggungnya pakai Johnson baby oil… dia melepas pakaiannya termasuk bra dan hanya tinggal celana dalam… katanya sih supaya tidak kena minyak… jujur gua katakan… aduh melihat tubuhnya setengah bugil… jujur sebagai cowok gua tergoda habis – habisan deh… apalagi saat itu gua boleh dibilang masih dalam masa backslide dan jauh dari Tuhan… so saat itu yang namanya Firman Tuhan udah gak nempel lagi di kepala dan di hati. Euna kemudian tiduran tengkurap sambil tangan gua bermain minyak di belakang badannya.

Terapi Pijat

Setelah gua pijat punggung, kaki, dan pahanya. Tanpa disuruh Euna malah membalikan badannya… kemudian dia memeluk dan memberi kecupan di bibir gua. Saat itu gua cuma merasa aneh… karena gua aja belum nembak dia buat di ajak resmi pacaran… tapi kok sudah memasuki tahap keintiman seperti ini… bukannya gua sok suci… tapi saat itu gua berpikir “I want a relationship… not a one night stand… kalau Euna bener – bener bakalan jadi pasangan gua… kapan saja kan gua bisa berhubungan dengan dia di masa mendatang. Dia ini masih muda… masih anak kecil… (saat itu 19 tahun)… gua gak tega… dia lebih kecil dari pada adik kandung gua sendiri.” Gua cuma bilang ke Euna “My little sister… I care about you, this is your cousin’s apartment (my excuse). I don’t think it is appropriate to do it (make out) here. You sleep now and I go home”. Tetapi dengan manjanya Euna malah bilang ke gua “Ubba… just sleep beside me tonight ok… please please”. Dan dia pun tidur di dalam pelukan gua malam itu. Percayalah kita tidak melakukan hal – hal yang seksual. Dan pada pagi harinya gua meninggalkan apartment itu dengan mengendap – endap kayak maling karena takut ketahuan saudara sepupunya.

Dansa Di Night ClubSejak gua menginap di tempat Euna, selama beberapa hari kemudian gua mulai menjauh darinya karena saat itu gua berpikir jarak umur kita terlalu jauh, dan lagi pula setelah liburannya selesai dia harus balik ke Korea untuk melanjutkan kuliah… gua gak siap buat hubungan jarak jauh. Sekitar seminggu setelah gua pijat Euna, gua diajak minum – minum di sebuah night club di Clarke Quay oleh serombongan teman – teman. Di antara teman – teman di sana, ada satu cewek Mongolia bernama Tseegii yang sangat seksi. Sepanjang malam gua berdansa dengan dia… gua kan tidak bisa dansa… tapi Tseegii goyangannya mantab banget. Setelah selesai dansa… Tseegii gak tau kenapa malah mencium pipi gua… dan tiba – tiba gua melihat Euna juga berada di bar tersebut sedang memandang gua. Mata kita saling bertemu… kemudian dia memalingkan muka… dan menghilang di tengah kerumunan orang banyak. Itulah terakhir kali gua bertemu dengan Euna sekitar 3 – 4 tahun yang lalu.

Ketika gua akhiri cerita gua… Mee Yon, Soon Yi, dan Dong Sun pada terdiam… di meja kita berempat terasa sunyi. Kemudian Soon Yi bilang “I think our Euna has mentioned similar story to me before”… Gua penasaran… dan berpikir “apakah mungkin dia orang yang sama ? malam hari ini saja gua sudah kaget kalau Mee Yon dan Soon Yi adalah teman… kalau benar itu adalah Euna yang gua kenal… malam ini gua berarti kena jackpot“. Soon Yi kemudian membuka iPhone-nya dan berkata… “I have her picture here… do you want to see ?” Gua masih berpikir “ah mustahil lah orang yang sama”.

KagetKetika gua melihat fotonya… gua sangat terkejut sekali…”IT IS THE SAME PERSON !!!“… Gua masih ingat dengan wajahnya, walaupun wanita di foto itu rambutnya lebih panjang dari Euna yang gua ingat, gua yakin 100% dia adalah orang yang sama. Gua kemudian bilang ke Mee Yon “then I better leave. I don’t think it is appropriate for me to meet her” sambil mengeluarkan dompet untuk membayar minuman. Tetapi Mee Yon mencegah gua sambil berkata “No. You have to stay. BE A MAN and meet her“. Soon Yi juga berkata “please stay…”. Sementara Dong Sun dengan senangnya bilang “wow…this is very exciting”. Akhirnya gua memutuskan untuk tetap duduk di sana… sambil menunggu kedatangan Euna… gua gak tau bagaimana reaksi dia nanti…

(bersambung)

Bagian ketiga: di sini

 


Thanks to Mee Yon (TMSaaRa) for the wonderful evening.
Beberapa nama sengaja disamarkan untuk melindungi privasi.
Ditulis oleh Handy Tirta Saputra dari pengalaman pribadi yang terjadi pada tanggal 9 Februari 2012.
Segala hormat dan kemuliaan hanya bagi Dia, Tuhan Yesus Kristus, yang kita kasihi dan taati.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

5 thoughts on “Kisah Gue: Menemani Mee Yon, Seorang Sahabat Dari Dunia Gemerlap – Bagian 2

  1. Pingback: Kisah Gue: Menemai Mee Yon, Seorang Sahabat Dari Dunia Gemerlap – Bagian 1 | Penulis Hidupku

  2. Pingback: Kisah Gue: Menemani Mee Yon, Seorang Sahabat Dari Dunia Gemerlap – Bagian 3 | Penulis Hidupku

  3. Pingback: Kisah Gue: Menemani Mee Yon, Seorang Sahabat Dari Dunia Gemerlap – Bagian 4 (Terakhir) | Penulis Hidupku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *