Kepemimpinan Untuk Memasuki Tanah Perjanjian

kepemimpinan-penulishidupku-com-1

Salam sejahtera kepada para pembaca blog penulishidupku yang terhormat. Sebelumnya saya ingin menuturkan mohon maaf karena sudah cukup lama tidak memberikan karya goresan di media ini. Kondisi tersebut lantaran berbagai kegairahan lain yang menyedot perhatian dan nadi saya, yang sudah pasti setingkat pula dari segi prioritasnya. Namun pada hari yang luar biasa baik ini saya dapat meluangkan waktu untuk memeram sebuah pemikiran, dan menuangkannya dalam bentuk coretan elektronik. Segala hormat, puji syukur, dan kemuliaan saya persembahkan hanya kepada Tuhan kita yang Maha Agung, atas segala kebaikan dan kesetiaanNya yang tanpa batas dan tiada tanding.

Melalui kasih setiaNya Roh Tuhan memandu saya, yang penuh dengan kekurangan, pada akhir – akhir ini kepada satu citra mengenai kepemimpinan. Ketika saya membuka lembaran demi lembaran harian digital, mata saya terpikat kepada berita – berita terkait kepemimpinan. Beberapa contoh di antaranya: hasil kinerja presiden kita yang terkasih (saat ini: bapak Jokowi yang baru saja melalui 2 tahun masa kepemimpinannya), jerih payah seorang bang Ahok (saat ini: sebagai gubernur DKI dan sedang menyiapkan diri untuk pemilihan gubernur DKI tahun 2017), dan juga pertarungan kampanye sengit di negeri paman Sam antara 2 kandidat ikonik (saat ini: Hillary Clinton vs Donald Trump). Selain itu organisasi yang saya cintai, yakni Full Gospel Business Men’s Fellowship International (FGBMFI) juga baru saja menyelesaikan konvensi nasional untuk memilih presiden nasional FGBMFI yang baru (saat ini: dari pak Bernard Njotoraharjo serah terima kepada bapak Ardian E Kristanto).

jokowi-ahok-hillary-clinton-donald-trump-bernard-njotorahardjo-ardian-e-kristanto-penulishidupku-com-1

Pada pagi hari ini (30 Oktober 2016) dalam perenungan pribadi saya, sambil setengah badan bersembunyi di balik selimut, Roh Tuhan memimpin saya untuk membuka Holy Pad. Dari sana Dia menjelaskan mengenai salah satu perkara yang dapat bertunas di dalam suatu kepemimpinan yakni PERSELISIHAN. Dimana bila tidak segera diobati dapat membuahkan PERPECAHAN, dan mengakibatkan kegagalan mencapai garis finish tanah perjanjian. Saya akan mencoba mengutarakan Firman Tuhan ini sesuai dengan urutan yang saya peroleh.

Mazmur 95:8 – “Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun,”

Ayat yang baru kita baca memberikan kita sebuah amanat agar kita tidak mengeraskan hati, dan juga memberikan kita referensi historis terhadap Meriba dan Masa. Saya pribadi sangat suka membaca dan medalami sejarah, karena dari sana kita bisa belajar untuk tidak mengulangi kesalahan – kesalahan masa lampau, dan mengulangi kembali keberhasilan – keberhasilan sebelumnya. Itu sebabnya kita perlu mengetahui apa sih yang sebenarnya terjadi di Masa dan di Meriba. Sesuatu yang signifikan dan besar pasti terjadi di Meriba dan Masa yang berhubungan dengan kekerasan hati sehingga Roh Tuhan melalui pemazmur memperingatkan kita semua mengenai hal ini.

BAGIAN 1: KEKERASAN HATI DI MERIBA DAN MASA

Puji Tuhan keterangan mengenai Masa dan Meriba dapat kita temui dalam Keluaran 17. Kita baca perikopnya “Di Masa dan di Meriba”, dan kita akan baca ayat – ayatnya dari ayat 1 hingga ayat 7.

Keluaran 17: 1 – “Kemudian berangkatlah segenap jemaah Israel dari padang gurun Sin, berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, sesuai dengan titah TUHAN, lalu berkemahlah mereka di Rafidim, tetapi di sana tidak ada air untuk diminum bangsa itu.”

Sedikit latar belakang: saat itu Tuhan memakai Musa untuk menjadi panglima dari bangsa Israel. (Catatan: dan sampai hari ini di kalangan bangsa Yahudi, Musa masih diakui sebagai salah satu nabi, dan pemimpin terbesar pada era Perjanjian Lama). Walau secara de facto Musa memimpin bangsa Israel, saat itu sebenarnya Tuhanlah yang secara de jure menjadi panglima tertinggi. Dan di dalam ekseskusi mandatNya Tuhan banyak berbicara kepada Musa, sehingga jabatan Musa dalam struktur organisasi Tuhan pada saat itu adalah sebagai wakil Tuhan dan juru bicaraNya.

rafidim-penulishidupku-com-1

Kita baca bersama – sama di dalam ayat pertama bahwa bangsa Israel berjalan dari padang gurun, suatu tempat yang pastinya terik, kering, dan tidak nyaman. Jangan lupa juga selain manusia, bangsa Israel turut membawa serta ternak mereka, sehingga persediaan air yang dibutuhkan setiap harinya sangatlah banyak. Dan dikatakan mereka berjalan dari satu lokasi ke lokasi lain MENURUTI KEHENDAK TUHAN (di dalam Alkitab ditulis “sesuai dengan titah TUHAN”). Hingga pada suatu hari sampailah mereka di suatu tempat yang bernama Rafidim. Tidak seperti tempat – tempat perhentian sebelumnya, di Rafidim terjadi sesuatu, yakni tidak ada air untuk diminum bangsa Israel. Dan ini adalah SEBUAH MASALAH BESAR. Yang kemudian menjadi bahan baku perselisihan antara Musa dan pengikutnya.

kekeringan-penulishidupku-com-1

Seringkali kita sebagai pemimpin, kita merasa sudah menuruti kehendak Tuhan dengan sungguh – sungguh, tetapi kok masih tetap juga dihadapkan dengan berbagai masalah dan tantangan yang begitu pelik. Kenapa kita tidak bisa 100% memahami maksud Tuhan itu apa ketika kita menghadapinya ?

Keluaran 17:2-3 – “Jadi mulailah mereka itu bertengkar dengan Musa, kata mereka: “Berikanlah air kepada kami, supaya kami dapat minum.” Tetapi Musa berkata kepada mereka: “Mengapakah kamu bertengkar dengan aku? Mengapakah kamu mencobai TUHAN?” Hauslah bangsa itu akan air di sana; bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa dan berkata: “Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?”

Melalui ayat yang kedua dan ketiga ini, mari kita gunakan imajinasi kita sesaat. Dalam kondisi dihadang oleh masalah yang sulit, bangsa Israel meminta kepada Musa air untuk diminum. Secara manusia ini adalah hal yang wajar, dimana pengikut meminta pemimpinnya untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi. Namun di tempat itu secara alam memang tidak ada air. Coba kita bayangkan rasa frustrasi dari bangsa Israel sehingga mereka kemudian menyalahkan Musa. Dalam salah satu Alkitab bahasa Inggris ditulis “but tormented by thirst, they continued to argue with Moses”, artinya “tersiksa oleh kehausan, mereka melanjutkan perdebatan dengan Musa”. Musa sebagai pemimpin yang ditunjuk Tuhan juga akhirnya merasa kesal karena orang – orang yang dipimpinnya melawan, menentang, menyudutkan, dan bahkan menyalahkan dia. Padahal Musa kan hanya mengikuti apa yang Tuhan mau.

Dan memikat sekali untuk kita selami bahwa ketika kita bersungut – sungut, bertengkar / berselisih, dan melawan pemimpin yang diangkat oleh Tuhan, itu artinya kita sama saja dengan mencobai Tuhan dan melawan Tuhan. Teman – teman yang terkasih, yang ada di dalam pelayanan di medan mana pun entah gereja, organisasi, yayasan, keluarga, marketplace, dll. Ingatlah ini baik – baik: Jangan pernah menanduk pimpinan kita. Tetapi belajarlah untuk TUNDUK, sebagaimana Tuhan kehendaki. Kalau memang pimpinan kita itu yang tidak benar di mata Tuhan dan dia masih berkeras hati tidak mau bertobat, maka skenario Saul dan Daud dapat terjadi. Tuhan sendiri yang akan menurunkan orang itu dengan paksa, dan menaikan orang lain yang Ia kehendaki sebagai gantinya.

pemimpin-memang-beda-penulishidupku-com-1

Terus terang ini adalah hal yang sulit dan menurut saya juga dalam. Sebagai manusia kita lebih suka menyalahkan apa dan siapa saja yang kelihatan. Dan pemimpin adalah posisi yang paling mudah untuk dihujani oleh kritikan, ejekan, kesalah pahaman, dan penolakan. Karenanya sebagai pemimpin, kita harus 100% sadar dengan mata terbuka bahwa kita harus memiliki hati yang rela untuk menerima masukan – masukan yang tidak enak didengar dari pengikut kita.

Keluaran 17:4-7 “Lalu berseru-serulah Musa kepada TUHAN, katanya: “Apakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu!” Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Berjalanlah di depan bangsa itu dan bawalah beserta engkau beberapa orang dari antara para tua-tua Israel; bawalah juga di tanganmu tongkatmu yang kaupakai memukul sungai Nil dan pergilah. Maka Aku akan berdiri di sana di depanmu di atas gunung batu di Horeb; haruslah kaupukul  gunung batu itu dan dari dalamnya akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum.” Demikianlah diperbuat Musa di depan mata tua-tua Israel.”

Dalam ayat 4 sampai 7 ini kita perlu pelajari reaksi Musa terhadap peliknya masalah yang ia hadapi. Musa lalu BERDOA kepada Tuhan. Dan Tuhan MENJAWAB dia untuk memberikan solusi. Kita ingat dan sudah kita bayangkan sebelumnya bahwa tidak ada air minum untuk bangsa Israel beserta ternaknya adalah SUATU MASALAH YANG BERAT. Mari kita lihat cara Tuhan menyelesaikan masalah yang besar ini. Ada 2 bagian yakni PERSIAPAN dan PELAKSANAAN.

Berdoa - PenulisHidupku.Com - 1

BAGIAN PERSIAPAN

  • Berjalan di depan bangsa Israel. Seorang pemimpin harus BERADA DI DEPAN, MEMIMPIN MENGHADAPI MASALAH. Seorang pemimpin TIDAK BOLEH BERSEMBUNYI DI BELAKANG KETIKA ADA MASALAH (contoh: Saul ketika menghadapi Goliath).

leader-vs-boss-penulishidupku-com-1

  • Bawalah beberapa orang dari antara para tua-tua Israel. Libatkanlah middle management / orang – orang di posisi manajemen tengah dan senior. Seorang pemimpin harus menunjukkan bahwa dia tidak bisa bergerak sendirian. Kerentanan inilah yang membuat pengikut dan pendukungnya merasa dibutuhkan, memiliki peran, dan bisa memberikan kontribusi terbaik.

  kerjasama-penulishidupku-com-1

  • Bawalah juga di tanganmu tongkatmu yang kaupakai memukul sungai Nil. Tongkat yang Musa pegang adalah simbol kekuasaan dan keperkasaan Tuhan. Tongkat yang sama adalah benda peringatan bahwa Tuhan pernah membebaskan mereka dari penindasan kuku besi bangsa Mesir. Seorang pemimpin tidak boleh jauh dari tongkatnya. Seorang pemimpin harus terus mengingat keperkasaan dan kedahsyatan pertolongan Tuhan terhadap dirinya pada masa lalu. Karena dari situlah akan muncul Roh yang dimiliki Daud. (Catatan: Daud berani menghadapi Goliath karena Daud ingat Tuhan memberikannya kekuatan melawan beruang dan singa). Begitu pula dengan Yosua ketika Tuhan berkata kepadanya untuk meneguhkan dan menguatkan hati untuk menyebrangi sungai Yordan. (Catatan: saat itu Yosua pasti mengingat keperkasaan Tuhan yang pernah ia saksikan dan alami sebelumnya ketika Musa masih hidup).

  musa-dan-tongkatnya-penulishidupku-com-1

  • Pergilah. Beranjaklah, bergeraklah setelah Tuhan memberikan kita langkah – langkah yang harus kita tempuh, jangan kita menunda – nunda.

Ketika bagian persiapan itu Musa lakukan dengan seksama, maka TUHAN KEMUDIAN BERDIRI DI DEPAN (Catatan: di Alkitab ditulis “maka Aku akan berdiri di sana di depanmu…”). Kebenaran dan pencerahan ini bermakna sangat dalam. Setelah kita lakukan bagian kita yang dapat kita perketat dalam satu kata, yakni TAAT, maka Tuhan sendiri akan berdiri di depan kita. Artinya Tuhan sebagai pemimpin yang agung turun tangan menghadapi dan berurusan dengan masalah serta tantangan kita.

BAGIAN PELAKSANAAN

  • Pukul batu sehingga bangsa Israel bisa minum. Di titik ini kita akan bergerak dalam kuasa ilahi Tuhan. MujizatNya Dia nyatakan untuk kepentingan orang banyak. Cara – cara yang Tuhan pakai SANGATLAH SEDERHANA, bahkan bisa dilakukan oleh anak kecil. TujuanNya adalah supaya kita tahu bahwa Tuhanlah yang melakukan itu semua. Yuk kita tengok contoh – contoh lainnya: Musa mengangkat tongkat, mengarahkan kepada air laut Terberau, supaya bangsa Israel bisa lewat dan terlepas dari kerjaran bangsa Mesir, Yesus mengucap syukur lalu memecah – mecah roti supaya 5000 orang lelaki bisa makan, Yosua dan pasukan nya menggunakan sangkakala mengitari Yerikho sehingga bangsa Israel bisa merebut tanah perjanjian, Gideon memenangkan perang hanya dengan 300 prajurit dilengkapi sangkakala, buyung, dan sulut, dan masih banyak lagi mujizat luar biasa yang bisa kita baca di Alkitab.

  musa-di-masa-dan-meriba-penulishidupku-com-1

SEBUAH MASALAH YANG BESAR, TERNYATA JALAN KELUARNYA SEDERHANA KETIKA KITA HADAPI BERSAMA DENGAN TUHAN. Setiap pemimpin yang ingin bekerja secara efektif dan berhasil haruslah melibatkan Tuhan. Kunci inilah yang perlu kita pegang. Semakin besar masalah terlihat, semakin bergegas harus kita merapat kepada Tuhan, karena dari Dialah sumber pertolongan dan jalan keluar.

Keluaran 17:7 – Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan mengatakan: “Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?

Masa berarti “menguji / mencobai”, dan Meriba berarti “berselisih / berdebat”. Dalam hal ini bangsa Israel berselisih dengan Musa dan mencobai Tuhan. Padahal dalam peristiwa – peristiwa sebelumnya sudah jelas bagiamana Tuhan membimbing, menyertai, dan membela bangsa Israel.

Mari kita ulangi lagi peristiwa di Masa dan Meriba. Sewaktu bangsa Israel tidak menjumpai air untuk diminum, mereka mulai bertengkar dan menuduh Musa apakah kepemimpinannya benar – benar disetujui Allah. Mereka bersungut – sungut kepada Musa, petugas allah, dan dengan demikian mereka mencobai Allah sendiri. Dalam perselisihan itu terdapat ancaman perpecahan. Jadi selain tidak adanya air, Musa juga dihadapkan kepada masalah yang lebih besar yakni perpecahan kepemimpinan bangsa Israel. Dan kunci jawaban yang dimiliki Musa dalam menghadapi persoalan ini adalah dengan cara BERDOA.

BAGIAN 2: MEMASUKI TANAH PERJANJIAN TUHAN

tanah-perjanjian-kanaan-penulishidupku-com-1

Sekarang kita akan melanjutkan Firman Tuhan dalam kitab Mazmur 95, dengan perikop Hormatilah Tuhan dan taatilah Dia.

Mazmur 95:8-11 – “Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun, pada waktu nenek moyangmu mencobai Aku, menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku. Empat puluh tahun Aku jemu kepada angkatan itu, maka kata-Ku: “Mereka suatu bangsa yang sesat hati, dan mereka itu tidak mengenal jalan-Ku. Sebab itu Aku bersumpah dalam murka-Ku: “Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku.””

Mazmur 95:8-11 adalah suatu Firman yang begitu keras, dan harus kita sikapi dengan sangat serius. Ini adalah pesan bagi kita semua para pemimpin maupun para pengikut. Tuhan tidak suka kita mempertanyakan apakah Dia benar – benar ada bersama dengan kita, ketika dengan jelas sudah melihat pembelaan dan kebaikanNya. Tuhan tidak suka ketika kita meragukan Dia. Masalah dan tantangan yang kita hadapi adalah bagian dari proses yang Tuhan izinkan terjadi sebelum memasuki tanah perjanjian. Tetapi kalau kita meragukan Dia, bisa jadi seperti sebagian besar bangsa Israel, kita malah tidak masuk ke dalam tanah pernjanjian tersebut.

PEMIMPIN BISA SAJA TIDAK DIIZINKAN MASUK KE TANAH PERJANJIAN

Kalau kita pelajari lebih lanjut, Musa sebagai pemimpin yang besar dari bangsa Israel pada akhirnya tidak diizinkan Tuhan untuk memasuki tanah perjanjian. Karena Musa tidak berhasil menjaga hatinya ketika berhadapan dengan para pengikutnya yang bersungut – sungut soal air minum lagi lagi di Meriba, dan di dalam kekesalannya dia tidak menghormati kekudusan Tuhan (Bilangan 20:2-13). Ini adalah pelajaran yang sangat penting bagi setiap pemimpin. Walau kelihatannya cuma kesalahan yang kecil, ternyata Tuhan menuntut standard yang lebih tinggi dari para pemimpin dibandingkan dari para pengikut.

musa-tidak-memasuki-tanah-perjanjian-penulishidupku-com-1

Sebagai para pemimpin kita harus menyadari hal ini bahwa tanggung jawab kepemimpinan yang Tuhan berikan kepada kita sangatlah serius. Dibutuhkan suatu kepatuhan dan ketaatan yang sungguh – sungguh. Kita juga harus senantiasa menjaga hati kita agar tidak tercemar oleh kekuatiran, kemarahan, iri hati, dan sifat – sifat kedagingan lainnya.

Galatia 4:19-21 – “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan,kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”

Pemimpin tidak boleh menyalah gunakan posisi dan kekuasaannya. Bahkan orang sehebat Daud pun bisa jatuh di bidang ini ketika dia jatuh hati kepada Batsyeba. Janganlah kita lupa bahwa posisi kepemimpinan tersebut kita pegang hanya atas dasar seizin dari Tuhan yang maha kuasa. Bila kita berlaku sewenang – wenang dan tidak mau bertobat, maka kita akan dicopot dari jabatan itu secara paksa olehNya.

KEPEMIMPINAN adalah bagian dari PELAYANAN dan PANGGILAN HIDUP. Alkitab mengatakan bahwa kita anak – anak Tuhan pada akhirnya akan hidup memerintah bersama dengan Dia. Hidup yang kita jalani ini adalah suatu bagian proses menuju ke arah itu. Pemimpin yang melayani, itulah yang Tuhan cari.

BAGIAN 3: RANGKUMAN PENTING

Berikut adalah rangkuman penting dari Firman yang kita bahas di atas.

  • Seringkali kita sebagai pemimpin maupun pengikut tidak mengerti mengapa harus menghadapi masalah dan tantangan, padahal kita sudah taat dan setia kepada Tuhan. Kita perlu imani bahwa Tuhan selalu punya alasan yang jelas dan kuat untuk setiap hal yang terjadi di dalam hidup kita. Ingatlah:
    • Tuhan selalu aktif hadir dan terlibat di dalam semua proses, yang ujungnya adalah untuk kebaikan kita juga (Roma 8:28).
    • Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil (Matius 19:26)
    • Tuhan selalu pegang kendali (Yesaya 41:10, Mazmur 23:4, Mazmur 91)
    • Dia tidak pernah meninggalkan kita (Ulangan 31:6)
    • Tidak ada satu pun yang bisa memisahkan kita dari Tuhan (Roma 8:38-39)
  • Masalah dan tantangan adalah bagian dari prosesnya Tuhan, suatu ujian sebelum kita memasuki tanah perjanjian. Melalui proses tersebut kita bertumbuh secara rohani, kapasitas kita diperbesar, kita menjadi lebih berhikmat, dan karakter kita semakin serupa dengan Kristus Yesus.

  Pertolongan Tuhan Yesus Yang Memampukan - PenulisHidupku.Com - 1

  • Tuhan sengaja menghadapkan kita dengan masalah dan tantangan yang terlihat besar, karena kalau masalah dan tantangannya terlihat kecil kita bisa saja tidak lagi mengandalkan Tuhan dalam menyelesaikannya. Walau pun masalah dan tantangan terlihat besar bahkan rumit serta pelik, masalah dan tantangan itu tidak akan pernah melampaui batas kekuatan kita, dan Allah yang setia akan memberikan kita jalan keluar (1 Korintus 10:13). Dan jalan keluar dari Tuhan selalu yang paling efektif, dan terbaik.
  • Kepemimpinan yang baik bukan berarti terjadi dengan absen-nya masalah. Keberhasilan seorang pemimpin justru diuji saat dia menghadapi masalah dan tantangan. Dari keputusan – keputusannyalah kita dapat mengetahui apakah dia adalah seorang pemimpin yang baik.

  abraham-lincoln-penulishidupku-com-1

  • Diragukan oleh para pengikut adalah hal yang biasa dialami oleh setiap pemimpin. Ketika kita diragukan kita tidak boleh melawannya dengan kemampuan maupun kekuatan dari posisi yang kita miliki. Pemimpin yang hanya bisa bertindak atas nama wewenang dan otoritas adalah pemimpin yang lemah. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang rendah hati. Rendah hati ini memiliki pengertian sebagai berikut:
    • Menyadari dia tidak bisa apa – apa sendirian.
    • Dia membutuhkan Tuhan, dan dia terbiasa bergaul intim dengan Tuhan.
    • Dia suka berdoa, juga merenungkan dan melakukan FirmanNya.
    • Dia mau mendengarkan masukan – masukan yang tidak enak didengar dari para pengikutnya.
    • Dia membutuhkan dan mau bekerjasama dengan orang lain.
    • Dia mendahulukan kepentingan orang banyak daripada kepentingannya sendiri.
    • Dia bersedia melayani semua pengikutnya tanpa pandang muka.
    • Dia mengembalikan segala hormat dan pujian kepada Tuhan.

  nelson-mandela-pemimpin-yang-rendah-hati-penulishidupku-com-1

  • Tuhan selalu menuntut lebih dari setiap pemimpin, dibandingkan dari para pengikutnya.
  • KEPEMIMPINAN = PELAYANAN. Jadilah seperti Tuhan Yesus, pemimpin yang melayani.

  yesus-rendah-hati-membasuh-kaki-para-murid-kepemimpinan-dengan-hati-melayani-penulishidupku-com-1

BAGIAN 4: KESIMPULAN

Saudara – saudari yang terkasih di dalam Kristus Yesus. Tantangan dan masalah yang kita hadapi boleh banyak dan datang bertubi – tubi. Walau demikian janganlah pernah kita lari dari masalah maupun tantangan tersebut, dan tidak perlu juga kita merasa kecewa, atau pun kuatir. HADAPILAH semuanya bersama Tuhan, selalu hidup di dalam KETAATAN akan FirmanNya, dan BERDOALAH kepada Tuhan untuk mendapatkan jalan keluarnya. Di balik itu semua ada jalan menuju ke tanah perjanjian.

Berdoa - Penulishidupku.Com - 1

Kita hanya bisa memasuki tanah perjanjian bila kita:

  • Mengandalkan dan mengikutsertakan Tuhan.
  • Menghadapi dan menang atas masalah dan tantangan.
  • Menjaga hati kita.

Segala hormat dan pujian hanya bagi Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 30 Oktober 2016. Tulisan ini tidak ada hak ciptanya. Silahkan dikopi, dan disebarluaskan tanpa seijin penulis, karena semuanya berasal dari Tuhan, oleh Tuhan, dan kembali lagi untuk kemuliaan Tuhan

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *