ZAMAN HAKIM HAKIM & APA YANG DAPAT KITA PELAJARI DARINYA

Hakim Hakim - PenulisHidupku.Com - 1

Zaman Hakim – Hakim adalah periode bangsa Israel yang dimulai dari meninggalnya Yosua sampai Saul diangkat menjadi raja pertama Israel. Keseluruhan zaman ini lamanya sekitar 430 tahun dan itu bukanlah waktu yang singkat. Indonesia pernah dijajah oleh bangsa Belanda selama 300 tahun lebih, dan apa yang dialami oleh bangsa Israel itu lebih lama juga boleh dikatakan lebih parah dari bangsa Indonesia. Pada zaman Hakim Hakim ini bangsa Israel dihadapkan oleh tekanan dan penindasan dari bangsa – bangsa lain di sekitar Kanaan.

Hal yang menarik dalam perjalanan bangsa Israel adalah tekanan dan masalah masalah ini mereka hadapi justru ketika mereka sudah tinggal di tanah perjanjian yang kaya akan susu dan madunya. Dahulu ketika mereka masih berjalan di padang gurun selama 40 tahun tidak pernah mereka ditindas dan ditekan bangsa lain seperti ini. Dalam zaman Hakim Hakim ini Tuhan masih memberikan belas kasihanNya dengan memakai segelintir umat pilihanNya untuk membawa keadilan bagi bangsa Israel. Mereka lah yang kemudian disebut sebagai para Hakim.

Kondisi rohani umat Israel dalam zaman Hakim Hakim ini cukup bobrok. Berkali kali kita menemukan kalimat “Tetapi orang Israel melakukan apa yang jahat di mata Tuhan…”, terutama sebelum Tuhan mengangkat seorang Hakim yang baru.

Kita mungkin bertanya mengapa Tuhan mengizinkan bangsa Israel ditekan dengan begitu kuatnya oleh bangsa asing dan mengapa Israel berlaku jahat dimata Tuhan. Mari kita bahas secara singkat.

1. Tidak adanya pemimpin yang intim dengan Tuhan.

Tugas pemimpin tidaklah mudah. Pemimpin yang baik harus bisa menegur, dan mendisiplinkan, ketika pengikutnya mulai melenceng. Setelah kematian Yosua bangsa Israel tidak memiliki pemimpin yg intim dengan Tuhan, yang berani memaksakan terlaksananya rencana Tuhan apa pun harganya.

2. Tidak taat sepenuhnya.

Bangsa Israel tidak sepenuhnya menghalau bangsa bangsa lain sesuai dengan perintah Tuhan. Mereka mengizinkan mereka tinggal di tanah Kanaan atas dasar pertimbangan sosial, ekonomi, dsb. Mereka lebih percaya kepada pemahaman logika mereka dibandingkan dengan rencana Tuhan. Baca: Hakim Hakim 1:27-36.

Itu sebabnya bangsa bangsa lain itu mempengaruhi bangsa Israel melalui asimilasi budaya dan penyembahan berhala. Sehingga bangsa bangsa itu menjadi duri dalam daging dan jerat bagi orang Israel. Baca: Hakim – Hakim 2.

Kehidupan berhala dan pengaruh jahat dari bangsa lain inilah yang malah menjadikan bangsa Israel melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Dan karena hati mereka menjauh dari Tuhan maka Tuhan juga menarik perisai perlindunganNya dari bangsa Israel. Kondisi inilah yang menyebabkan bangsa lain berani melawan dan menekan bangsa Israel.

Apa yang dapat kita pelajari dari zaman Hakim Hakim ini bagi kita:

1. Cari, hormati, dan tunduk kepada pimpinan (terutama pemimpin rohani) yang hidup intim dengan Tuhan.

Siapa pun mereka, entah gembala gereja, bapak rohani, dsb. Carilah pemimpin yang hidupnya menempel dengan Tuhan.

Buktinya dapat dilihat dari:
– apakah hidupnya sesuai dengan Firman Tuhan
– apakah dia punya integritas dan tidak bisa kompromi mengenai prinsip prinsip Tuhan
– apakah dia menjadi berkat dan teladan bagi keluarganya sendiri.

Jika kita menemukan pemimpin seperti itu maka belajarlah untuk dipimpin dan relakan mereka untuk menegur, mengkoreksi, dan mendisiplinkan kita. Melalui mereka Tuhan membentuk kita dan menjauhkan kita dari godaan berhala berhala dalam hidup kita.

2. Taat sepenuhnya, dan cabut berhala sampai ke akar akarnya.

Ketaatan yang setengah setengah sama saja dengan tidak taat. Pengertian ini kita dapatkan dari pemahaman akan hukum Taurat.

Tidak taat dgn sepenuhnya adalah masalah yang sangat serius bagi Tuhan. Kalau kita baca selanjutnya di Alkitab, raja Saul ditolak oleh Tuhan karena masalah ini.

Berhala adalah segala sesuatu yang kita anggap lebih penting dari Tuhan. Itu bisa uang, pekerjaan kita, kehormatan, bahkan hal hal yang baik seperti keluarga, kesehatan, dsb.

Segala sesuatunya tidak boleh lebih penting dari Tuhan, dengan cara itulah kita tahu bahwa kita bebas dari berhala.

3. Bergantung kepada kuat kuasa Roh Kudus.

Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Termasuk membawa perubahan dalam hidup kita. Kebiasaan lama yang sudah membatu pun bisa dirubah ketika kita memiliki kemauan dan meminta bantuan Roh Kudus (penolong kita). Roh Kudus akan memampukan kita melakukan perubahan.

Perubahan apa saja ?

  • Perubahan untuk menghentikan kebiasaan dosa.
  • Perubahan untuk menghindari / lari dari pergaulan yang buruk.

Pastikan hari ini kita berdoa minta bantuan Roh Kudus untuk:

  • bisa konsisten membaca dan hidup di dalam Firman Tuhan.
  • mendapatkan pemimpin rohani yang intim dengan Tuhan.
  • rela untuk taat sepenuhnya walau tidak masuk akal dan bertentangan dengan logika kita.

Ingat… sama seperti bangsa Israel pada zaman Hakim Hakim kita juga tidak perlu hidup dalam keadaan yang kalah dan terdesak. Jika kita ikuti aturan main Tuhan kita bisa hidup dalam keadaan berkemenangan dan aktif menyerang dalam membawa perubahan (asimilasi budaya Kristus) dalam hidup orang banyak.

Terus semangat membaca Alkitab. Be strong in the Lord in the power of His might.


Segala hormat dan kemuliaan bagi Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus.
Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 17 Juli 2017.
Tidak ada hak cipta silahkan dikopi dan disebarluaskan.

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *