Kisah Gue: Menemani Mee Yon, Seorang Sahabat Dari Dunia Gemerlap – Bagian 3

Dugem

(tulisan ini adalah sambungan dari tulisan sebelumnya di link ini)

Catatan penulis: sulit bagi gua untuk menulis tulisan ini… beberapa hari ini gua memikirkan apa kata – kata yang tepat… karena ada bagian – bagian dimana gua harus menelanjangi perasaan gua yang dalam. Semoga hanya nama Tuhan Yesus saja yang dipermuliakan… Dialah sang pemulih hidup ini.


Sambil menunggu kedatangan Euna, untuk beberapa saat gua hanya bisa termenung sendiri dan suara tawa ketiga para sahabat seakan hilang di dalam lamunan yang sunyi. Di dalam pikiran gua mulai diputar kembali sebuah cuplikan perjalanan hidup masa lalu gua yang boleh dibilang berantakan dan sangat memalukan. Duh… seandainya waktu boleh berbalik diputar, gua mau sekali merubah keputusan – keputusan yang pernah gua ambil. Seperti yang ko Hartono pernah bilang “kalau Tuhan ijinkan kita dapat merubah masa lalu, mungkin gua yang akan ngantri di barisan paling depan“.

PenyesalanSegala yang gua perbuat dahulu dalam hubungan dengan wanita berpusat kepada ke-egoisan gua sendiri. IT IS ALL ABOUT ME, ME, and ME. Entah berapa banyak wanita yang gua permainkan perasaan-nya baik sengaja maupun tidak disengaja. Habis manis sepah dibuang… demikianlah gua berpindah dari satu hati ke hati yang lain… walau maksud hasrat mengejar cinta dan mencurahkan hidup gua kepada seseorang pujaan sampai putih semua rambut ini… namun entah mengapa pada akhirnya… justru merekalah yang akhirnya selalu terluka.

KesepianJujur gua merasa sedih sekali ketika gua memikirkan ini. Gua tidak mau hal – hal seperti ini terjadi. Gua merasa bersalah… tidak hanya kepada Euna, tetapi juga kepada banyak wanita lainnya. Jujur pula bukan maksud gua untuk menyakiti mereka… pada dasarnya gua memiliki masalah mendasar yang lebih dalam… GUA ADALAH SEORANG YANG BEGITU MUDAH MERASA KESEPIAN (bukan konotasi hal – hal seksual)… GUA SANGAT TAKUT MERASA SENDIRIAN… karenanya gua gak mampu mengatakan “TIDAK” kepada para wanita yang tertarik dengan gua… yang penting ada seseorang yang menemani… dan sebisa gua… gua akan terus maksimalkan / perpanjang moment gua tidak sendirian ini… karena somehow gua sadar betul…this show will not last long and will eventually end. Rasanya memang memalukan… kok seorang cowok labil dan gak berprinsip. Tapi itulah jujur yang bisa gua katakan mengenai kelemahan gua. Pada akhirnya… cepat atau lambat… para wanita itu sendiri merasa ragu apakah gua benar – benar serius dengan mereka… dan tidak sedikit dari mereka MULAI MENCOBAI PERASAAN / KESERIUSAN GUA… dan seperti biasa… ITULAH KESEMPATAN / ALASAN GUA UNTUK MENGAKHIRI SEBUAH HUBUNGAN…atas dasar absen-nya rasa percaya dari pihak sang wanita. Episode tersebut selalu berakhir dengan para wanita harus membayar harga dengan perasaan yang terluka… tidak jarang kata – kata kasar seperti “fuck off” gua terima. AND I WALK AWAY FREE… like Johny Walker… “just keep on walking”.

Patah HatiJujur sampai hari ini gua katakan “SEPANJANG HIDUP GUA (sampai tulisan ini dibuat), GUA TIDAK PERNAH MENEMBAK WANITA UNTUK MENGATAKAN I LOVE YOU.. I WANT TO BE YOUR BOYFRIEND… walau sering dalam hati gua berharap gua memiliki keberanian untuk melakukannya“. Para wanita tersebut datang dengan sendirinya ke dalam hidup gua. Mereka yang memberikan kode – kode inisitatif tertarik… and I just follow through dengan tindakan, I thought there are few things that are not necessary to be mentioned through words. Pada tahun – tahun dimana gua terhilang, begitu banyak dari mereka yang berlomba – lomba untuk menjadi pacar gua, namun sepertinya wanita mana pun tidak bisa bertahan lama di dalam pelukan gua… dan yang lambat laun membuat gua menjadi DINGIN… tidak percaya kepada cinta, tidak percaya kepada keintiman, dan akhirnya berujung kepada kebiasaan memperlakukan wanita sebagai suatu obyek piala kemenangan. Gua sempat berpikir “ITULAH KUTUK GUA”.

JuanDi dalam sejarah gua, sampai sejauh ini (dimana tulisan ini dimuat), hanya ada 2 orang wanita yang berhasil melewati zona – zona rumit di hati ini dan akhirnya gua ijinkan mereka masuk ke dalam perasaan yang begitu dalam… daerah di hati yang begitu sensitif dan vurnerable… dimana GUA MENGAMBIL RESIKO UNTUK TERLUKA… sesuatu yang selama ini gua lindungi, namun kepada kedua orang inilah gua merasakan cinta… dan demi mereka gua RELA MEMBERIKAN APA PUN. Walaupun jujur seperti gua katakan sebelumnya… gua gak pernah menembak mereka dengan kata – kata. Namun pada akhirnya merekalah yang berhasil menjadi pacar di dalam hidup gua. Lalu bagaimana dengan para wanita lainnya ? Well the truth is… they don’t even come close to be someone worth remembered in my heart… duh kejam yah… but that is the truth… when I was lost years ago… 🙁

Chimge

Malam itu di East Coast, akhirnya gua cuma bisa menyadari bahwa SEMUA ITU SALAH GUA. Dari suatu kesalahan yang terlihat lugu… hanya karena gua begitu lemah, tidak berprinsip, dan gak berani mengatakan TIDAK… menjadikan gua akhirnya berubah menjadi seseorang yang pandai melukai perasaan begitu banyak wanita.

Mungkin sulit bagi banyak orang untuk mengerti perasaan di hati ini… perasaan yang gua bawa selama ini ketika berburu cinta (DIMANA GUA TAKUT MERASA SEPI) dan… yang membuat hubungan gua dengan mantan pacar kedua gagal dengan cara yang sangat menyakitkan. Tapi ada satu lagu yang bisa mengerti gua. Sebuah lagu dari Linkin Park yang berjudul “Pushing Me Away”:

PUSHING ME AWAY

I’ve lied to you
The same way that I always do
This is the last smile
That I’ll fake for the sake of being with you
The sacrifice of hiding in a lie
The sacrifice is never knowing

[Chorus]
Why I never walked away
Why I played myself this way
Now I see your testing me pushes me away
Why I never walked away
Why I played myself this way
Now I see your testing me pushes me away

I’ve tried like you
To do everything you wanted too
This is the last time
I’ll take the blame for the sake of being with you
The sacrifice of hiding in a lie
The sacrifice is never knowing

Sejak Februari 2010… gua berkeputusan untuk hidup baru dan meminta maaf kepada para wanita yang pernah gua lukai jika Tuhan memberikan gua kesempatan (lain kali gua akan cerita dalam tulisan berikutnya… itu pun benar – benar sangat menarik). Pada dasarnya Tuhan kita begitu luar biasa baiknya… jika kita ingin berubah menjadi orang yang lebih baik… Tuhan kita begitu setia berjalan menemani kita. Dan Dia juga memfasilitasi berbagai peluang (kesempatan) agar kita bisa berubah.

Saat itu ketika gua memutuskan untuk bertemu dengan Euna, di benak gua hanya terpikirkan “GUA HANYA MAU MINTA MAAF”. Sama dengan beberapa wanita yang sudah gua adakan pemberesan… malam itu karena kebaikan Tuhan… adalah giliran Euna. Tidak ada suatu hal yang kebetulan di dalam kamusNya Tuhan kita yang maha besar.

I Am Sorry

Setelah beberapa saat berlalu, ponsel Mee Yon kemudian berdering dan membangunkan gua dari lamunan. Mee Yon kemudian berkata kepada kita semua “Euna is at Mac Donald and she is coming here”. Itu artinya gua akan bertemu dengan dia dalam waktu kurang dari 5 menit. Dapat gua rasakan hati gua sedikit dug – dug-an… BUT I HAVE TO DO IT… inilah tekad gua. Gua kemudian bangkit dari kursi, kemudian mengambil sebuah kursi kosong dan gua letakan di ujung meja untuk Euna. Lalu gua menghampiri pelayan bar di counter dan meminta kepadanya sebuah gelas kecil. Gua tahu bahwa Euna yang gua kenal tidak suka minum bir menggunakan gelas yang besar. Dan gua kembali duduk di kursi gua sambil menggenggam gelas kecil di bawah meja.

Wanita Korea Yg CuteWaktu yang dinantikan pun tiba… Soon Yi berbisik kepada gua sambil tersenyum “Here she comes…” Seseorang wanita berambut panjang berwarna coklat, dan berwajah imut datang menghampiri kita. Dia terlihat begitu cantik, anggun, dan mempesona. Langkah kakinya terhenti beberapa meter dari meja kita ketika matanya memandang gua dan kebingungan bisa tertulis di atas wajahnya. Mee Yon dengan ramahnya berkata kepadanya “Euna, come here…have a seat”. Dan akhirnya dia pun duduk namun diam tidak bersuara sedikit pun. Dong Sun yang supel mencoba melumerkan suasana dengan memperkenalkan dirinya “Hi. My name is Dong Sun, and this is my friend Handy”. Euna kemudian berkata dengan pelan sambil sedikit menunduk “I know him”. Dan sambil tersenyum gua sambut dia “Hi Euna. It is so nice to meet you again, you look so lovely tonight… as usual”. Namun…dia masih saja terdiam. Dia sungguh cute banget seperti anak kecil :).

Kemudian gua katakan kepadanya (sebenarnya dalam bahasa Inggris, tapi dalam tulisan ini gua tulis pakai bahasa Indonesia):

Euna, gua baru saja bercerita kepada teman – teman di sini mengenai masa lalu kita. Dan gua berharap loe tidak merasa gak enak (uncomfortable). Loe berada di tengah – tengah para sahabat yang bisa menerima loe apa adanya, sama dengan mereka menerima gua sebagaimana gua ada. Kalau sekarang kita bisa bertemu kembali ini bukanlah suatu kebetulan. Yang di atas sana (Tuhan) pasti memiliki rencana yang tersendiri. Hari ini gua mendapatkan sebuah kejutan manis dimana ketiga sahabat dekat gua ternyata mengenal satu sama lain… padahal kita berempat tidak pernah menghabiskan waktu bersama seperti sekarang ini.

Sebelum loe datang kemari…gua sempat merasa gak enak juga dan jujur gua mau kabur. Tetapi para sahabat di meja inilah yang mendorong gua untuk tetap diam dan bertemu dengan loe. Sempat pula tadi gua terdiam memikirkan mau bicara apa ketika berjumpa dengan loe… dan sekarang gua tahu apa yang harus gua katakan. Malam ini juga gua mau membereskan sesuatu dengan loe… di hadapan para sahabat kita.

I love my little sisterEuna… ubba mau minta maaf… beberapa tahun yang lalu gua menjauhi loe tanpa meninggalkan sepatah kata pun… bahkan loe sempat memergoki gua di sebuah klub malam bersama wanita lain. Gua tidak ada alasan untuk membela diri. Malam ini gua akui itu semua salah gua. Tetapi kalau Euna mau mendengar perasaan ubba, inilah yang gua rasakan: gua selalu menyayangi loe… namun bukan sebagai kekasih, tetapi sebagai seorang kakak yang mengasihi seorang adik. Bukannya gua merasa loe tidak menarik… jangan salah… sesungguhnya loe adalah tipe gua banget. Tetapi permasalahannya gua ini adalah sampah yang sungguh gak layak untuk mendapatkan tempat istimewa di hati loe… baik Soon Yi maupun Mee Yon bisa bersaksi mengenai gua. Ada begitu banyak lelaki yang jauh lebih baik dari gua di luar sana dan bisa membuat loe sungguh – sungguh bahagia.

Sambil menunduk menatap meja, sama seperti yang pernah gua lakukan kepada mantan pacar kedua gua… gua berikan Euna my best wishes.

SmileEuna yang ubba kenal begitu ceria… harapan ubba keceriaan yang sama terus terpancar melalui senyuman dari bibir yang mungil itu. Itulah suatu daya tarik inner beauty yang Euna miliki… melebihi dari wajah Euna yang cantik dan tubuh yang seksi.

Euna yang ubba kenal begitu polos… harapan ubba Euna menjaga diri baik – baik jangan terlalu mudah percaya kepada rayuan lelaki. Selidiki dahulu motivasi orang itu… dan jangan pernah mengundang dia naik ke atas ranjang sampai Euna yakin dia benar – benar mengasihi Euna dan bertanggung jawab.

Princess BarbieEuna yang ubba kenal begitu manja… harapan ubba Euna menemukan seorang kekasih yang bisa memanjakan dan memperlakukan Euna seperti tuan putri, tetapi juga jangan sampai Euna perlakukan dia sebagai budak.

Euna yang ubba kenal begitu optimis akan masa depan… harapan ubba Euna menemukan seorang kekasih yang bisa mendukung karir impian Euna sebagai seorang fashion designer dan semoga dia percaya sepenuhnya kepada Euna ketika berpergian ke berbagai negara mengadakan perjalanan bisnis.

Euna yang ubba kenal juga sangat menyayangi anak kecil… harapan ubba… Euna menemukan seseorang kekasih yang juga bersedia memiliki banyak anak. Ubba sangat yakin Euna akan menjadi seorang ibu yang sangat baik.

Bahu Tempat KuMenangisEuna yang ubba kenal juga gampang stress dan sedih… harapan ubba adalah Euna menemukan seseorang pria dengan bahu yang kuat yang bersedia menjadi topangan Euna untuk menangis dan rela mendengarkan keluh kesah Euna.

Ubba akan selalu mendoakan Euna dan semoga Euna selalu bahagia. Walaupun ubba gak selalu ada di samping Euna, tetapi Tuhan yang ubba kenal selalu mengasihi dan menyertai Euna.

Maukah Euna memaafkan ubba ? (sambil gua menyodorkan gelas kecil yang gua genggam selama beberapa menit di bawah meja).

GelasKetika Euna melihat gelas kecil itu dia hanya bisa tersenyum, sambil air mata mulai mengalir membasahi pipinya. Sambil menatap gua dia menggangguk dan berkata “Yes ubba… I forgive you”. Sambil tersenyum dengan wajah yang basah karena air mata bercampur maskara yang luntur… my Euna terlihat begitu imut sekali. Lalu gua sodorkan kepada Euna sehelai tissue.

Mata Soon Yi terlihat berkaca – kaca menahan air mata, dan Dong Sun berkata “In Korea we settle all problems with drinking… come come… lets bottoms up”. Kita semua tersenyum dan minum bersama. Sementara itu dapat kurasakan tangan kanan Mee Yon menggenggam tangan kiri gua di bawah meja dengan lembut. Dan kemudian dia berbisik “I am so proud of you…”

Tak lama Dong Sun memesan tower yang keempat pada malam itu. Gua pun sesaat masuk kembali dalam dunia gua. Kali ini gua bersyukur “masalah dengan satu wanita lagi telah dibereskan… Tuhan… bersama denganMu aku akan tuntaskan tugasku untuk meminta maaf kepada semua wanita yang pernah kusakiti… tolong Tuhan pertemukan diriku dengan mereka (para wanita yang lainnya) sekali lagi“. Sambil meneguk bir, gua berkata dalam hati “Cheers… my Lord… You are my hero !

Malam itu kita bercanda ria dan saling menyambung cerita hidup kita masing – masing… apalagi di hadapan Soon Yi, Mee Yon, dan Euna… ada banyak sekali yang harus gua ceritakan. Di dalam perbincangan itu juga gua menemukan Euna sampai saat ini masih single, dia melalukan operasi kecantikan + perbesar payudara, dia jujur berkata gua adalah lelaki pertama yang dia suka, dan ternyata di malam gua bertemu dengan dia di night club ketika gua dicium Tseegii, dia juga pergi ke sana bersama dengan seorang lelaki Singapura yang dijodohkan oleh sepupunya. Satu hal yang membuat gua terkagum dengan Tuhan adalah ketika Euna berkata “tomorrow I will go back to Korea… I am so glad to meet with you again ubba… this is really the highlight of my holiday trip this time”. Tuhan tidak pernah terburu – buru, dan juga tidak pernah terlambat… waktunya sungguh amat sangat pas dan segala sesuatu adalah indah pada waktunya.

Waktunya Tuhan

Malam itu di East coast kita berlima total menghabiskan 6 tower… total hampir 300 dollar Singapur kita bayar. Gua dan Dong Sun juga bertukaran nomor ponsel. Dia begitu senang bisa berkenalan dengan gua dan mengundang gua untuk mampir ke restorannya. Dia berjanji akan memberikan gua minuman yang bernama “Popunsa” (gak tau bener tulisnya apa tidak)… yang katanya sangat berkhasiat memberikan keperkasaan kepada pria… walau sebenernya kalau gituan mah gua gak perlu sama sekali… hehehe. Karena besok adalah waktunya Euna kembali ke Korea dan Mee Yon sudah gatal dengan night club di Singapura, akhirnya kita memutuskan untuk pergi ke clarke quay untuk RONDE KEDUA.


Clarke QuaySampai di Clarke Quay kita masuk ke Shanghai Dolly… dan sudah beberapa bulan gua tidak mampir ke sana. Entah kenapa pada malam itu kita berlima diberikan FREE ENTRANCE. Kita kemudian mengambil meja yang tidak jauh dari panggung. Di tempat itu ada banyak sekali pasangan – pasangan muda bersama dengan para wanita dari China (yang adalah wanita bayaran). Dan beberapa dari mereka sudah mabuk berat sehingga jalan saja sampai terjatuh – jatuh dan menabrak meja. Ada satu wanita China cantik di sofa belakang yang benar – benar teler tak sadarkan diri, jeans-nya dibiarkan melorot sambil mempertontonkan G-STRING yang dia kenakan… dan sementara lelaki berhidung belang yang bersamanya sibuk memasukan tanggannya ke dalam pakaian wanita ini untuk meraba – raba tubuhnya… sambil memberikan ciuman yang terlihat dipaksakan. Gua juga sempat berpikir “kalau gua jadi bokap ini cewek… gua bakalan khawatir banget anak cewek gua gak pulang malem – malem begini dan hangout sama cowok gak bener”. Inilah situasi dunia malam… dunia gemerlap (dugem) di Singapura… yang dahulu begitu mempesona gua… tetapi sekarang puji Tuhan gua bisa keluar dan lepas dari dunia ini.

Ember BirKita berlima kemudian order bir botolan yang ditaruh di dalam ember kecil. Gua sudah lama tidak minum seperti ini, dan tadi di East Coast setiap dari kita masing – masing telah menghabiskan sedikitnya 1 tower. Mee Yon terlihat mulai mabuk dan dia masih saja terus – menerus minum. Soon Yi sang ratu minum dan pacarnya Dong Sun… sama sekali tidak kena efek alkohol… bagi mereka ini semua adalah minuman anak kecil. Sementara Euna pun masih oke – oke saja. Kita berlima berdansa ria… secara bergilir Soon Yi dan Euna menarik gua untuk berdansa berduaan… namun Mee Yon tidak mau kalah dia menarik gua dan membawa gua untuk nari di atas panggung. Semua orang di klub melihat kita berdua dan beberapa orang di meja depan bersorak bagi kita… kita dance selama satu lagu di sana… Mee Yon benar – benar luar biasa gerakannya… ck ck ck… mantab deh.

Dancing on The Floor

Sesudah itu gua dicekokin minum lagi oleh Dong Sun. Kebiasaan Korea adalah kalau seseorang meminta kita minum bersama kita tidak boleh menolak karena itu dianggap tidak sopan. Akhirnya gua merasa mual dan dua kali luber cuci perut di toilet sampe terduduk di lantai toilet… duh dah lama gak minum sampe muntah – muntah begini. Kembalinya gua ke meja, gua sudah menemukan Mee Yon teler dengan wajah tertidur di atas meja. Euna kemudian berbisik kepada gua “take her home”, dan gua rangkul Mee Yon sambil membantunya berjalan. Surprisingly Euna kemudian bilang ke gua “Ubba… I see you again ok. Maybe this year you go to Korea. I will wait for you there”. Dan dia memberikan kecupan dari bibir mungilnya di pipi gua. Gua hanya bisa tersenyum dan pergi pulang bersama dengan Mee Yon.


Sampai di taksi gua baru sadar bahwa gua tidak tahu Mee Yon tinggal di hotel yang mana, dan gua juga gak merasa etis untuk membuka tasnya Mee Yon untuk mencari tahu nama hotel… walaupun mungkin di atas access card hotel tertera nama hotelnya. Karenanya gua bilang ke supir taksi untuk membawa kita berdua pulang ke rumah gua di dekat Dhobby Ghaut. Di dalam taksi Mee Yon tertidur di atas paha gua sambil gua mendengar suaranya setengah mengigau “I miss you… I miss you”. Sesampai kita berdua di apartment, gua tidurkan Mee Yon sebentar di sofa depan sambil gua membuka pintu kamar. Ketika kita berdua akan memasuki kamar tidur… gua tiba – tiba gua teringat sama nyokap. Di dalam hati gua bilang “sori mami… saya membawa perempuan masuk ke dalam kamar lagi“. Gua dan Mee Yon berjalan sudah sangat sempoyongan. Di kamar gua ada 1 ranjang Queen size dan ada satu kasur kecil… namun gua serasa gak ada energi lagi untuk menarik kasur kecil dari bawah kolong ranjang. Selain itu sofa merah di kamar gua juga dipenuhi oleh buku – buku renungan lentera jiwa edisi Maret-April 2012 dan juga beberapa kemeja kotor.

My Bed

Kemudian Mee Yon dan gua merebahkan diri di atas ranjang… kita tiduran bersama. Komputer gua yang tidak pernah dimatikan selama beberapa hari tiba – tiba memainkan sebuah playlist dari Jason Mraz. Sambil terbaring menatap langit – langit kamar, gua dan Mee Yon mendengarkan lagu ini.

I’M YOURS

Well you done done me and you bet i felt it
I tried to get you but you’re so hot that i melted
I fell right through the cracks
And i’m trying to get back
Before the cool done run out
I’ll be giving it my bestest
Nothin’s going to stop me but devine intervention
I reckon its again my turn to win some or learn some

But I won’t hesitate no more
No more it cannot wait, i’m yours

Well open up your mind and see like me
Open up your plans and damn you’re free
Look into your heart and you’ll find love love love love
Listen to the music of the moment people, dance and sing
We’re just one big family
Its our godforsaken right to be loved love loved love love

So i won’t hesitate no more
No more it cannot wait i’m sure
Theres no need to complicate
Our time is short
this is our fate, i’m yours

I’ve been spending way too long checking my tongue in the mirror
And bendin over backwards just to try to see it clearer
My breath fogged up the glass
So i drew a new face and laughed
I guess what i’m sayin is there ain’t no better reason
To rid yourself of vanity and just go with the seasons
Its what we aim to do
Our name is our virtue

I won’t hesitate no more
No more it cannot wait i’m sure
Theres no need to complicate
Our time is short
It cannot wait, i’m yours

Tak lama kemudian satu tangan Mee Yon merangkul gua… sementara satu tangan lainnya memasuki kemeja dan diletakkan di atas dada gua. Akhirnya kita pun saling berpelukan…

(bersambung)

Bagian keempat: di sini


Thanks to Mee Yon (TMSaaRa) for the wonderful evening.
Terima kasih kepada YouTube untuk klip videonya.
Terima kasih kepada band favorit gua, Linkin Park untuk lagunya “You Pushes Me Away”.
Terima kasih kepada Jason Mraz, untuk lagunya “I’m Yours”
Beberapa nama sengaja disamarkan untuk melindungi privasi.
Ditulis oleh Handy Tirta Saputra dari pengalaman pribadi yang terjadi pada tanggal 9 Februari 2012.
Segala hormat dan kemuliaan hanya bagi Dia, Tuhan Yesus Kristus, yang kita kasihi dan taati.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

ARTIKEL LAIN YANG TERKAIT:

2 thoughts on “Kisah Gue: Menemani Mee Yon, Seorang Sahabat Dari Dunia Gemerlap – Bagian 3

  1. Pingback: Kisah Gue: Menemani Mee Yon, Seorang Sahabat Dari Dunia Gemerlap – Bagian 2 | Penulis Hidupku

  2. Pingback: Kisah Gue: Menemani Mee Yon, Seorang Sahabat Dari Dunia Gemerlap – Bagian 4 (Terakhir) | Penulis Hidupku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *