BERSABAR

Bersabar - PenulisHidupku.Com - 1

“Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.” – Amsal 26:32

Banyak orang berkata, “Aku cukup sabar menghadapi masalah ini.”, namun ada juga yang berkata, “Kesabaranku ada batasnya.” Sejauh mana kita dapat mengerti arti kata sabar itu? Saat dihadapkan pada situasi yang memancing emosi kita mejadi meledak, mampukah kita bersabar? Ataukah kita langsung naik pitam dan memaki, mengumbar amarah kita?

Kesabaran adalah salah satu buah roh yang harus kita miliki. Memang tidak mudah bagi seseorang untuk menguasai dirinya dengan tetap bersabar, entah itu bersabar menghadapi suami yang kasar, atau anak – anak yang memberontak, ataupun teman yang tempramen. Terlebih lagi sabar dalam menantikan janji Tuhan dalam hidup kita.

“Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh.”_ (Hab 2:3).

Menanti sesuatu yang kita harapkan terkadang menjenuhkan dan membutuhkan kesabaran, oleh sebab itu kita perlu melatih diri bagaimana menjadi orang yang sabar di segala situasi. Problem yang kita hadapi adalah salah satu ujian untuk melatih kesabaran kita. Tidak jarang kita seringkali memakai logika dari pada memakai iman. Kita masih saja mereka – reka sesuatu dengan jalan pikiran kita sendiri, hingga akhirnya mencari jalan pintas. Kita harus sabar menunggu pertolongan dari Tuhan (Pengkhotbah 3:11).

Jika kita tahu apa yang kita harapkan berharga bagi kita, tentulah kita mau bersabar menantikannya dan pastilah kita tidak akan mudah menyerah begitu saja.


Segala hormat pujian dan kemuliaan bagi Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus.
Terima kasih kepada bro Mex Hien atas kiriman renungannya.

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter

Meminjam Sepatu Orang Lain

Sepatu - PenulisHidupku.com - 1

Beberapa minggu terakhir ini saya belajar banyak hal mengenai EMPATI, BERSABAR, dan MENDENGARKAN orang lain baik di dalam lingkungan keluarga, pergaulan, pekerjaan, dan persekutuan. Terkadang tidak mudah, apalagi bila orang yang kita hadapi sedang tinggi emosinya atau pun sedang down. Saat seperti itulah saya diingatkan dalam perenungan bahwa saya harus tetap bersabar dalam mengasihi mereka, tetap tulus tanpa pamrih, dan kasih yang sejati tidak pernah dipaksakan. Ada satu konsep bagus dari empati yang kerap kali kita dengar yakni MEMINJAM SEPATU ORANG LAIN.

Artinya kalau kita berdiri di posisi orang tersebut, apakah yang akan kita lakukan ? Untuk itu kita tidak bisa mengesampingkan masa lalu orang yang kita hadapi. Itu sebabnya juga kita tidak boleh cepat menghakimi orang lain (walaupun godaannya besar), dan haruslah kita BERSABAR UNTUK MEMAHAMI mereka dengan BANYAK MENDENGAR. Saya berkesimpulan dari setiap mereka yang saya dengarkan bahwa kalau saya berdiri di posisi mereka mungkin saya juga akan bereaksi dengan hal yang sama kalau tidak lebih buruk.

Ternyata setiap dari mereka berbuat TERBAIK SEJAUH YANG MEREKA MENGERTI, dengan SEBISA MEREKA menggunakan SEGALA YANG MEREKA MILIKI. Banyak dari mereka memendam sakit hati dan begitu asing dengan bahasa kasih yang saya mengerti. Karenanya saya tidak bisa dan memaksakan cara pandang saya kepada mereka. Setelah saya memahami mereka, barulah saya bawa mereka dalam doa kepada Tuhan. Kalau kita merendahkan hati kita di hadapan Tuhan, pasti solusi Dia berikan, dan tinggal saya sampaikan saja kepada orang tersebut.

Tetapi keinginan untuk berubah itu datangnya dari orang yang kita tolong. Dan kalau pun dia bisa berubah, yang berjasa besar adalah Tuhan dan diri orang yang bersangkutan. Bagaimana dengan kita ? Hadiah kita yang terbesar bukanlah dalam bentuk apresiasi dari orang yang telah kita bantu, melainkan ketika Tuhan berbisik kepada kita “selamat ya, kerja yang bagus“. Menjadi partner kerja Tuhan di dalam kehidupan sehari – hari adalah sesuatu yang luar biasa. Karenanya mari kita mulai memperhatikan orang di sekitar kita tanpa perduli perbedaan agama, status ekonomi, pendidikan, ras, dan hal lainnya. Atau paling tidak mari mulai dari lingkungan keluarga kita terlebih dahulu.

Tidak semua sepatu yang kita temui bermerk mahal dan dalam kondisi bagus. Terkadang di dalam sepasang sepatu usang yang berlubang terdapat butiran kerikil kecil yang menyakitkan telapak kaki ketika kita berjalan, dan itulah cara yang Tuhan berikan agar kita bisa memahami penderitaan orang lain tanpa harus melaluinya sendirian. Dengan kasih yang Tuhan berikan mari kita mematahkan keinginan untuk menghakimi orang lain, dan mulai MEMINJAM SEPATU MEREKA sehingga kita bisa menjadi PERPANJANGAN TANGANNYA.

Selamat beraktivitas dan Tuhan memberkati 🙂


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 29 Juli 2014, 9:54 WIB.
Segala hormat dan kemuliaan bagi Tuhan. Silahkan disebarluaskan karena gak ada hak cipta.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.