Diary 26 Oktober 2017 – Baca Baca Diary Online

DIARY - PENULISHIDUPKU.COM - 1

Hari ini pekerjaan gua agak santai. Para mitra kerja sepakat tidak terlalu mengganggu gua hari ini supaya gua bisa fokus kepada beberapa proyek yang sedang gua tangani. Iseng – iseng hari ini gua membaca diary – diary gua di blog ini. Ternyata sudah setahun lebih tidak menuliskan diary.

Senyuman demi senyuman terlukis di wajah gua, dan gua sadar TUHAN SUNGGUH SANGAT BAIK. Melalui bacaan diary hari ini gua jadi diingatkan TUHANLAH SUNGGUH SANG PENULIS HIDUP GUA.


Segala hormat dan pujian bagi Allah Bapa, Allah Putera, dan Allah Roh Kudus.
Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 26 Oktober 2017

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter

PEMERINTAH RI AKAN GENJOT PENERIMAAN PAJAK TAHUN 2018

Perpajakan Indonesia 2018 - PenulisHidupku.Com - 1

Negara kita sedang terus membangun, dan untuk itu dibutuhkan dana yang besar. Salah satu pendapatan utama pemerintah adalah melalui pajak. Berbicara mengenai pajak seringkali kita menyinggung mengenai masalah KERELAAN. Apakah kita rela untuk membayarkan sebagian dari hasil jerih payah kita kepada pemerintah ?

Bang Aming penjual bakso gerobak di Jelambar berkata “Kalau ada hasil pembangunannya boleh lah kita bayar itu pajak. Tapi kalau duitnya dikorup buat apa kita bikin mereka gendut ?”.

Bagi kita umat Kristiani berbicara mengenai pajak agak mirip mirip berbicara mengenai perpuluhan (mengembalikan 10% pendapatan kita untuk keperluan rumah Tuhan). Kalau di Alkitab berbicara mengenai perpuluhan jelas ada ayat jaminanNya.

Mal 3:10 – “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan UJILAH AKU, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.”

Kata UJILAH AKU itu memberikan kita suatu kepastian bahwa untuk masalah perpuluhan kita berurusan langsung dengan Tuhan dan bukan dengan institusi gereja atau pun organisasi pelayanan. Sehingga untuk perpuluhan orang biasanya LEBIH RELA untuk memberi, apalagi dijanjikan berkat. Lalu bagaimana dengan pajak ? Kalau kita gali ternyata ada ayat di Alkitab juga berbicara mengenai pajak.

Roma 13:7 – “Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.”

Sekali lagi kita tersandung dengan masalah kerelaan. Apakah kita rela membayarkan pajak kepada pemerintah. Emangnya siapa itu pemerintah ? Ternyata Alkitab memposisikan pemerintah itu dengan posisi yang sangat terhormat.

Roma 13:4 – “Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat.”

Mari kita renungkan sesaat. Wow… pemerintah adalah hamba Allah. Saya ulangi lagi PEMERINTAH = HAMBA ALLAH. Tuhan sudah memberikan pemerintah WEWENANG UNTUK MEMBALASKAN MURKA ALLAH KEPADA MEREKA YANG BERBUAT JAHAT. Dan kalau kita teliti banyak aturan – aturan negara di dunia ini memiliki bobot moralitas yang tidak jauh berbeda dengan hukumNya Tuhan.

Aturan main yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai hamba Tuhan adalah kita harus membayar pajak. Karena pajak akan digunakan untuk membangun dan memajukan negara. Ketika negara maju dan sejahtera, kita pun akan ikut menjadi lebih sejahtera. Tuhan memberkati sebuah bangsa dan negara melalui tangan pemerintah juga. Jika kita melawan pemerintah maka kita melawan Tuhan.

Kini kembali lagi kepada kerelaan. Saya akui awalnya saya pribadi juga gak rela. Tapi sebagai anak Tuhan ketika ada pertempuran di batin mengenai kerelaan, kita bisa mengalahkannya dengan ketaatan. Dan ketaatan / penundukan / menurut itu adalah sifat dari Roh. Karenanya untuk bisa taat dan rela kita butuh bantuan dari Roh Kudus.

Roma 13:5 – “Sebab itu perlu kita menaklukkan diri, bukan saja oleh karena kemurkaan Allah, tetapi juga oleh karena suara hati kita.”

Saya percaya setiap anak Tuhan yang dipenuhi oleh Firman Allah dan Roh Kudus suara hatinya akan berkata “MARI KITA BAYAR PAJAK, MARI KITA BANGUN NEGARA INDONESIA. INDONESIA JAYA MENJADI MERCUSUAR MENERANGI DUNIA“.

Kalau kita bisa taat kepada Tuhan yang tidak kelihatan soal membayar perpuluhan, harusnya kita juga bisa membayar pajak kepada pemerintah yang jelas – jelas kelihatan. Saya percaya orang yang terbiasa membayar perpuluhan pasti juga taat pajak. Dan ada korelasi di antara keduanya. Tapi ini topik mungkin untuk pembahasan di lain waktu.

Sebagai penutup dan agar tersenyum sedikit. Katanya dirjen pajak: “YESUS JUGA BAYAR PAJAK” 😀

YESUS JUGA BAYAR PAJAK - PENULISHIDUPKU.COM - 1


Segala hormat dan pujian bagi Allah Bapa, Allah Putera, dan Allah Roh Kudus.
Terima kasih kepada pak CW atas info beritanya

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter

KELUH KESAHKU

Kesedihan - PenulisHidupku.Com - 1

KELUH KESAHKU

Di titik ini aku terpuruk
Di titik ini nampak habis sudah harapanku
Tergeletak kini aku di tanah
Wajahku beralaskan kerikil dan debu

Mataku kini serasa gelap
Dan kerongkonganku kering tak bersuara
Ya Tuhan …
Hanya di dalam hati saja dapatku berbisik

Semangat yang patah,
Rasa sedih dan kecewa,
Telah merobek sendi hatiku
Dan ini semua tak tersembunyi dariMu

Kuingin menjerit…
Dan melampiaskan keluh kesahku
Dan dari dasar hatiku yang terdalam
Aku memanggil NamaMu

Orang lain merendahkanku
Mencemooh dan mencibirku
Bahkan yang terdekat pun…
Kini sudah menjauh daripadaku

Kuingat Engkau berkata…
Manusia melihat rupa
Namun Engkau melihat isi hatiku
Dan inilah hatiku ya Tuhan… untuk penilaianMu

Hatiku kini penuh dengan keluh kesah
Penuh dengan luka
Dan dengan jujur kukatakan
Sedikit lagi… aku akan putus asa

Yang fasik,
Yang jahat,
Dan yang curang,
Justru sedang berdansa ria di depanku

Mereka yang melayaniMu untuk diri sendiri
Sedang berdiri di tempat tinggi
Dan kini mereka menuntut yang lain…
Menjadi pelayan mereka

Tetapi aku yang mengandalkanMu
Yang menantikanMu,
dan yang percaya kepadaMu,
tetap memanggil namaMu

Bukan untuk pembenaran
Bukan untuk keadilan
Bukan juga untuk penghiburan
Melainkan hanya untuk menarik perhatianMu

Aku berjalan bersamaMu
Berusaha dengan giat dan berharap hanya kepadaMu
Tetapi mendekati klimaks
Lagi dan lagi aku dijegal…

Aku percaya Engkau memberkati
Tetapi nyatanya aku seperti dalam kutuk
Aku percaya Engkau adil dan terhormat
Tetapi nyatanya aku sedang dihina

Sejenak aku bingung
Sejenak aku bimbang
Sejenak aku bertanya “Mengapa ?”
Lalu aku mengingat Ayub…

Walau sedihku tak kupungkiri
Sakitku tak kusembunyikan
Dan Engkau melihatku…
Telanjang apa adanya

Tak berani aku berbuat lancang…
Tak berani aku mendahuluiMu…
Hormat dan seganku padaMu…
Masih tersisa sampai di titik ini

Inilah aku Tuhan…
Inilah aku apa adanya…
Keberhasilan mungkin menjauh daripadaku
Tapi hatiku masih tertuju padaMu

Jika bukan bagianku
Untuk berhasil dan diberkati..,
Maka kuterima seluruh kehendakMu
Walau aku tidak mengerti

Pasti keluh kesahku ini salah
Dan seharusnya tiada arti bagiMu
Juga pasti Engkau itu baik
Walau kini aku tidak mengerti

Manis pahit, berkat kutuk, dan sebab akibat
Tak lagi kupahami
Bahkan pribadiMu seperti tanda tanya nan membesar
Kulihat dan kualami hanya kedaulatanMu… semau kehendakMu…

Dan inilah aku apa adanya
Tiada topeng…
Tiada manipulasi…
Dan telanjang bulat di mataMu

Ya Tuhan Allahku yang dahsyat dan perkasa…
Kunantikan setetes embun dariMu
Untuk membasahi tanah keringku ini
Engkau tahu jika tidak sebentar lagi aku akan mati

Saat ini sudah habis seluruh dayaku
Dan aku terbaring lesu dalam debu
Kunantikan Engkau ya Tuhan
Kasihinilah anakMu ini

Seluruh keturunanku
Akan mengenal perbuatanMu
Bahwa tanpa Engkau
Sungguh aku tidak ada apa apa

Dan apa pun yang ada padaku
Semuanya berasal dariMu
Kini keputusan ada di tanganMu
Ampunilah aku ya Tuhan atas keluh kesahku ini

Saat ini selesai sudah bagianku
Hanya Engkau yang bisa menolongku
Di titik ini aku terpuruk
Di titik ini nampak habis sudah harapanku

Masih tergeletak aku di tanah
Dengan wajah beralaskan kerikil dan tebu
Dan di titik ini… yang tersisa padaku adalah…
TETAP KUPERCAYA


Segala hormat dan pujian bagi Allah Bapa, Allah Putera, dan Allah Roh Kudus.
Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 8 Sept 2017

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter

PERBEDAAN ANTARA PERCAYA DAN IMAN

PERCAYA DAN BERIMAN - PENULISHIDUPKU.COM - 1

Di dalam artikel sebelumnya kita sudah membahas 2 macam percaya yakni BELIEVE dan TRUST. Bagi yang belum sempat membacanya bisa membacanya terlebih dahulu di link di bawah ini:

PERCAYA: BELIEVE ATAU TRUST ?

Kali ini kita akan membahas perbedaan antara kata percaya dan iman. Jika kita perhatikan percaya (believe / trust) adalah kata kerja, sementara iman (faith) adalah kata benda. Untuk membuat suatu perbandingan maka kita perlu menyetarakan kedua jenis kata tersebut.

Kata benda dari percaya believe adalah kepercayaan (belief). Dan kata benda dari percaya trust adalah kepercayaan (trust) (tetap sama).

Kepercayaan (belief) adalah rasa yakin yang diperoleh dari perkataan / pernyataan orang lain, atau pun hasil dari pemahaman kita.

Kepercayaan (trust) adalah rasa yakin terhadap kemampuan pihak lain sehingga kita siap menanggung apa pun resikonya; dan rasa yakin ini seringkali disertai dengan tindakan.

Lalu bagaimana dengan iman (faith) ? Mari kita lihat beberapa ayat soal iman untuk mendukung pelajaran kita hari ini:

1. Definisi iman: “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan, dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat” – (Ibrani 11:1).

2. Pentingnya iman: “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia” – (Ibrani 11:6).

3. Cara mendapatkan iman: “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus” – (Roma 10:17).

4. Tidak semua pemilik iman melakukan follow up tindakan: “Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati” – (Yakobus 12:7).

HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN (BELIEF) DAN IMAN (FAITH)

Iman adalah kepercayaan (belief) yang diperoleh dari pendengaran akan Firman Kristus; sifatnya BUTA (tidak harus melihat lebih dahulu); dan berkembang menjadi KEPASTIAN.

Jadi hubungan antara iiman (faith) dan belief: iman adalah perpanjangan dari kepercayaan / rasa percaya (belief) yang menjadi KEPASTIAN.

Jika ada satu kata yang tepat untuk menggantikan iman adalah KEPASTIAN (certainty). Untuk itu kita perlu sadari bahwa ketika kita bicara soal kepastian, nilai kemungkinan (probabilitas) nya adalah 100%. Jadi iman itu harus percaya penuh 100% bahwa Tuhan PASTI memberikan apa yang kita harapkan, dan Tuhan TIDAK MUNGKIN GAGAL memberikannya .

“Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan [iman], kamu akan menerimanya” – (Yohanes 15:7)

“Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu TELAH MENERIMANYA [kepastian] , maka hal itu akan diberikan kepadamu” – (Markus 11:24)

Dengan pemahaman baru ini saya tantang saudara untuk membaca kembali setiap ayat di Alkitab yang ada kata iman-nya, dan saudara pasti akan terkagum – kagum.

Jadi apa artinya kita bisa minta kepada Tuhan apa saja seenaknya lalu Tuhan pasti memberikannya kepada kita ? Tentu tidak.

Ingat bahwa iman bersumber dari Firman Kristus. Mendengarkan dan memahami Firman Kristus ini membuat kita mengenal pribadi Yesus sehingga kita tahu persis sifat Allah. Pemahaman akan sifat Allah inilah yang memberikan kita pemahaman apa yang Allah suka, dan apa yang tidak Allah suka. Kita juga memahami posisi kita sebagai ciptaan (yang menyembah), dan Allah sebagai Tuhan (yang disembah). Pemahaman posisi ini juga yang menyadarkan kita untuk tidak kurang ajar sama Tuhan. Jadi ingatlah kita tidak bisa berdoa memaksa Tuhan melakukan sesuatu yang Dia benci (ini namanya mencobai Tuhan). Kalau kita berani melakukan itu, artinya Firman Kristus belum tertanam di dalam diri kita.

“Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu” – (Yakobus 4:3)

Tentunya ketika kita masih bayi rohani kita banyak melakukan trial and error (coba coba) dalam doa kita sambil meraba raba dalam pengenalan akan Tuhan. Tetapi ketika kita mulai bertumbuh secara rohani melalui FirmanNya, kita mulai meminta apa yang Allah suka, karena apa yang Allah suka bukan hanya baik bagi kita tetapi juga sempurna bagi kita.

Dan inilah kunci dari kepastian kita bahwa doa kita pasti dikabulkan: melalui Firman Kristus kita semakin mengetahui pribadi sang pemberi, dan memiliki pengalaman pribadi bersama denganNya, apa yang kita minta otomatis hanya yang Dia suka. Marilah kita baca ayat pendukung ini:

“Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya” – (Yohanes 15:7).

Maksud dari firman Tuhan tinggal di dalam kita adalah BUKAN SEKEDAR PERNAH MEMBACA ALKITAB, tetapi MENGHIDUPI FIRMAN TUHAN SETIAP SAAT (MERENUNGKAN DAN MELAKUKAN FIRMAN TUHAN) SEPERTI TUHAN YESUS. Dan hanya dengan cara inilah kita dikatakan bersatu dengan Tuhan Yesus.

Jadi iman adalah KEPASTIAN bahwa Allah akan melakukan apa yang kita harapkan bagi kita. Saya berikan ilustrasi iman itu seperti saudara memenangkan undian lotere. Ketika saudara lihat di koran bahwa saudara adalah pemenangnya, dapat dipastikan bahwa hadiahnya adalah milik saudara. Yang perlu saudara lakukan adalah mengklaimnya, artinya saudara perlu datang ke kantor pemberi lotere tersebut untuk mengambil hadiahnya. Kegiatan untuk pergi ke kantor lotere itulah tindakannya / perbuatan sebagai follow up dari kepastian. Betapa bodohnya bila saudara memenangkan lotere tetapi tidak mengambil tindakan untuk pergi ke kantor dan tidak mengklaim hadiahnya. Itu sama saja dengan saudara tidak mendapatkan apa – apa.

Sekarang mari kita baca ayat di bawah ini.

“Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?” – (Yakobus 2:20).

“Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati” – (Yakobus 12:7).

“Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna” – (Yakobus 2:22).

Jika kita sudah dapat kepastian maka kita harus melakukan perbuatan supaya kita mendapatkan keuntungannya.

Sebelumnya kita sudah bandingkan KEPERCAYAAN (BELIEF) dan IMAN (FAITH). Lalu bagaimana perbedaan antara KEPERCAYAAN (TRUST) dan IMAN (FAITH).

PERBANDINGAN ANTARA KEPERCAYAAN (TRUST) DAN IMAN (FAITH)

Iman tidak pernah mempertimbangkan faktor gagal, karena adanya kepastian / keyakinan penuh (100%). Orang yang beriman seringkali terdengar / terlihat keras kepala atau bodoh karena mereka sangat bergantung kepada kekuatan Tuhan.

“supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah” – (1 Kor 2:5).

Iman (faith):

  • Yakin pasti, tidak mungkin gagal.
  • 100% percaya penuh bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.

Kepercayaan (trust):

  • Tetap yakin walau ada resiko gagal.
  • Walau apa yang diharapkan tidak terjadi, tetap setia dan bergantung kepada Tuhan.

Iman dan kepercayaan trust adalah 2 hal yang berbeda, walau bedanya sangat tipis. Keduanya perlu kita miliki dalam pertumbuhan rohani kita agar kita menjadi dewasa dan serupa dengan Tuhan Yesus.

Semoga artikel ini menjadi suatu masukan yang berharga bagi saudara sekalian. Tuhan Yesus memberkati.


Segala hormat dan pujian bagi Allah Bapa, Allah Putera, dan Allah Roh Kudus.
Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 24 Agustus 2017.
Silahkan dikopi dan disebarluaskan. Tidak ada hak cipta.

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter