KELUH KESAHKU

Kesedihan - PenulisHidupku.Com - 1

KELUH KESAHKU

Di titik ini aku terpuruk
Di titik ini nampak habis sudah harapanku
Tergeletak kini aku di tanah
Wajahku beralaskan kerikil dan debu

Mataku kini serasa gelap
Dan kerongkonganku kering tak bersuara
Ya Tuhan …
Hanya di dalam hati saja dapatku berbisik

Semangat yang patah,
Rasa sedih dan kecewa,
Telah merobek sendi hatiku
Dan ini semua tak tersembunyi dariMu

Kuingin menjerit…
Dan melampiaskan keluh kesahku
Dan dari dasar hatiku yang terdalam
Aku memanggil NamaMu

Orang lain merendahkanku
Mencemooh dan mencibirku
Bahkan yang terdekat pun…
Kini sudah menjauh daripadaku

Kuingat Engkau berkata…
Manusia melihat rupa
Namun Engkau melihat isi hatiku
Dan inilah hatiku ya Tuhan… untuk penilaianMu

Hatiku kini penuh dengan keluh kesah
Penuh dengan luka
Dan dengan jujur kukatakan
Sedikit lagi… aku akan putus asa

Yang fasik,
Yang jahat,
Dan yang curang,
Justru sedang berdansa ria di depanku

Mereka yang melayaniMu untuk diri sendiri
Sedang berdiri di tempat tinggi
Dan kini mereka menuntut yang lain…
Menjadi pelayan mereka

Tetapi aku yang mengandalkanMu
Yang menantikanMu,
dan yang percaya kepadaMu,
tetap memanggil namaMu

Bukan untuk pembenaran
Bukan untuk keadilan
Bukan juga untuk penghiburan
Melainkan hanya untuk menarik perhatianMu

Aku berjalan bersamaMu
Berusaha dengan giat dan berharap hanya kepadaMu
Tetapi mendekati klimaks
Lagi dan lagi aku dijegal…

Aku percaya Engkau memberkati
Tetapi nyatanya aku seperti dalam kutuk
Aku percaya Engkau adil dan terhormat
Tetapi nyatanya aku sedang dihina

Sejenak aku bingung
Sejenak aku bimbang
Sejenak aku bertanya “Mengapa ?”
Lalu aku mengingat Ayub…

Walau sedihku tak kupungkiri
Sakitku tak kusembunyikan
Dan Engkau melihatku…
Telanjang apa adanya

Tak berani aku berbuat lancang…
Tak berani aku mendahuluiMu…
Hormat dan seganku padaMu…
Masih tersisa sampai di titik ini

Inilah aku Tuhan…
Inilah aku apa adanya…
Keberhasilan mungkin menjauh daripadaku
Tapi hatiku masih tertuju padaMu

Jika bukan bagianku
Untuk berhasil dan diberkati..,
Maka kuterima seluruh kehendakMu
Walau aku tidak mengerti

Pasti keluh kesahku ini salah
Dan seharusnya tiada arti bagiMu
Juga pasti Engkau itu baik
Walau kini aku tidak mengerti

Manis pahit, berkat kutuk, dan sebab akibat
Tak lagi kupahami
Bahkan pribadiMu seperti tanda tanya nan membesar
Kulihat dan kualami hanya kedaulatanMu… semau kehendakMu…

Dan inilah aku apa adanya
Tiada topeng…
Tiada manipulasi…
Dan telanjang bulat di mataMu

Ya Tuhan Allahku yang dahsyat dan perkasa…
Kunantikan setetes embun dariMu
Untuk membasahi tanah keringku ini
Engkau tahu jika tidak sebentar lagi aku akan mati

Saat ini sudah habis seluruh dayaku
Dan aku terbaring lesu dalam debu
Kunantikan Engkau ya Tuhan
Kasihinilah anakMu ini

Seluruh keturunanku
Akan mengenal perbuatanMu
Bahwa tanpa Engkau
Sungguh aku tidak ada apa apa

Dan apa pun yang ada padaku
Semuanya berasal dariMu
Kini keputusan ada di tanganMu
Ampunilah aku ya Tuhan atas keluh kesahku ini

Saat ini selesai sudah bagianku
Hanya Engkau yang bisa menolongku
Di titik ini aku terpuruk
Di titik ini nampak habis sudah harapanku

Masih tergeletak aku di tanah
Dengan wajah beralaskan kerikil dan tebu
Dan di titik ini… yang tersisa padaku adalah…
TETAP KUPERCAYA


Segala hormat dan pujian bagi Allah Bapa, Allah Putera, dan Allah Roh Kudus.
Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 8 Sept 2017

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter

PERBEDAAN ANTARA PERCAYA DAN IMAN

PERCAYA DAN BERIMAN - PENULISHIDUPKU.COM - 1

Di dalam artikel sebelumnya kita sudah membahas 2 macam percaya yakni BELIEVE dan TRUST. Bagi yang belum sempat membacanya bisa membacanya terlebih dahulu di link di bawah ini:

PERCAYA: BELIEVE ATAU TRUST ?

Kali ini kita akan membahas perbedaan antara kata percaya dan iman. Jika kita perhatikan percaya (believe / trust) adalah kata kerja, sementara iman (faith) adalah kata benda. Untuk membuat suatu perbandingan maka kita perlu menyetarakan kedua jenis kata tersebut.

Kata benda dari percaya believe adalah kepercayaan (belief). Dan kata benda dari percaya trust adalah kepercayaan (trust) (tetap sama).

Kepercayaan (belief) adalah rasa yakin yang diperoleh dari perkataan / pernyataan orang lain, atau pun hasil dari pemahaman kita.

Kepercayaan (trust) adalah rasa yakin terhadap kemampuan pihak lain sehingga kita siap menanggung apa pun resikonya; dan rasa yakin ini seringkali disertai dengan tindakan.

Lalu bagaimana dengan iman (faith) ? Mari kita lihat beberapa ayat soal iman untuk mendukung pelajaran kita hari ini:

1. Definisi iman: “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan, dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat” – (Ibrani 11:1).

2. Pentingnya iman: “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia” – (Ibrani 11:6).

3. Cara mendapatkan iman: “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus” – (Roma 10:17).

4. Tidak semua pemilik iman melakukan follow up tindakan: “Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati” – (Yakobus 12:7).

HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN (BELIEF) DAN IMAN (FAITH)

Iman adalah kepercayaan (belief) yang diperoleh dari pendengaran akan Firman Kristus; sifatnya BUTA (tidak harus melihat lebih dahulu); dan berkembang menjadi KEPASTIAN.

Jadi hubungan antara iiman (faith) dan belief: iman adalah perpanjangan dari kepercayaan / rasa percaya (belief) yang menjadi KEPASTIAN.

Jika ada satu kata yang tepat untuk menggantikan iman adalah KEPASTIAN (certainty). Untuk itu kita perlu sadari bahwa ketika kita bicara soal kepastian, nilai kemungkinan (probabilitas) nya adalah 100%. Jadi iman itu harus percaya penuh 100% bahwa Tuhan PASTI memberikan apa yang kita harapkan, dan Tuhan TIDAK MUNGKIN GAGAL memberikannya .

“Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan [iman], kamu akan menerimanya” – (Yohanes 15:7)

“Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu TELAH MENERIMANYA [kepastian] , maka hal itu akan diberikan kepadamu” – (Markus 11:24)

Dengan pemahaman baru ini saya tantang saudara untuk membaca kembali setiap ayat di Alkitab yang ada kata iman-nya, dan saudara pasti akan terkagum – kagum.

Jadi apa artinya kita bisa minta kepada Tuhan apa saja seenaknya lalu Tuhan pasti memberikannya kepada kita ? Tentu tidak.

Ingat bahwa iman bersumber dari Firman Kristus. Mendengarkan dan memahami Firman Kristus ini membuat kita mengenal pribadi Yesus sehingga kita tahu persis sifat Allah. Pemahaman akan sifat Allah inilah yang memberikan kita pemahaman apa yang Allah suka, dan apa yang tidak Allah suka. Kita juga memahami posisi kita sebagai ciptaan (yang menyembah), dan Allah sebagai Tuhan (yang disembah). Pemahaman posisi ini juga yang menyadarkan kita untuk tidak kurang ajar sama Tuhan. Jadi ingatlah kita tidak bisa berdoa memaksa Tuhan melakukan sesuatu yang Dia benci (ini namanya mencobai Tuhan). Kalau kita berani melakukan itu, artinya Firman Kristus belum tertanam di dalam diri kita.

“Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu” – (Yakobus 4:3)

Tentunya ketika kita masih bayi rohani kita banyak melakukan trial and error (coba coba) dalam doa kita sambil meraba raba dalam pengenalan akan Tuhan. Tetapi ketika kita mulai bertumbuh secara rohani melalui FirmanNya, kita mulai meminta apa yang Allah suka, karena apa yang Allah suka bukan hanya baik bagi kita tetapi juga sempurna bagi kita.

Dan inilah kunci dari kepastian kita bahwa doa kita pasti dikabulkan: melalui Firman Kristus kita semakin mengetahui pribadi sang pemberi, dan memiliki pengalaman pribadi bersama denganNya, apa yang kita minta otomatis hanya yang Dia suka. Marilah kita baca ayat pendukung ini:

“Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya” – (Yohanes 15:7).

Maksud dari firman Tuhan tinggal di dalam kita adalah BUKAN SEKEDAR PERNAH MEMBACA ALKITAB, tetapi MENGHIDUPI FIRMAN TUHAN SETIAP SAAT (MERENUNGKAN DAN MELAKUKAN FIRMAN TUHAN) SEPERTI TUHAN YESUS. Dan hanya dengan cara inilah kita dikatakan bersatu dengan Tuhan Yesus.

Jadi iman adalah KEPASTIAN bahwa Allah akan melakukan apa yang kita harapkan bagi kita. Saya berikan ilustrasi iman itu seperti saudara memenangkan undian lotere. Ketika saudara lihat di koran bahwa saudara adalah pemenangnya, dapat dipastikan bahwa hadiahnya adalah milik saudara. Yang perlu saudara lakukan adalah mengklaimnya, artinya saudara perlu datang ke kantor pemberi lotere tersebut untuk mengambil hadiahnya. Kegiatan untuk pergi ke kantor lotere itulah tindakannya / perbuatan sebagai follow up dari kepastian. Betapa bodohnya bila saudara memenangkan lotere tetapi tidak mengambil tindakan untuk pergi ke kantor dan tidak mengklaim hadiahnya. Itu sama saja dengan saudara tidak mendapatkan apa – apa.

Sekarang mari kita baca ayat di bawah ini.

“Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?” – (Yakobus 2:20).

“Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati” – (Yakobus 12:7).

“Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna” – (Yakobus 2:22).

Jika kita sudah dapat kepastian maka kita harus melakukan perbuatan supaya kita mendapatkan keuntungannya.

Sebelumnya kita sudah bandingkan KEPERCAYAAN (BELIEF) dan IMAN (FAITH). Lalu bagaimana perbedaan antara KEPERCAYAAN (TRUST) dan IMAN (FAITH).

PERBANDINGAN ANTARA KEPERCAYAAN (TRUST) DAN IMAN (FAITH)

Iman tidak pernah mempertimbangkan faktor gagal, karena adanya kepastian / keyakinan penuh (100%). Orang yang beriman seringkali terdengar / terlihat keras kepala atau bodoh karena mereka sangat bergantung kepada kekuatan Tuhan.

“supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah” – (1 Kor 2:5).

Iman (faith):

  • Yakin pasti, tidak mungkin gagal.
  • 100% percaya penuh bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.

Kepercayaan (trust):

  • Tetap yakin walau ada resiko gagal.
  • Walau apa yang diharapkan tidak terjadi, tetap setia dan bergantung kepada Tuhan.

Iman dan kepercayaan trust adalah 2 hal yang berbeda, walau bedanya sangat tipis. Keduanya perlu kita miliki dalam pertumbuhan rohani kita agar kita menjadi dewasa dan serupa dengan Tuhan Yesus.

Semoga artikel ini menjadi suatu masukan yang berharga bagi saudara sekalian. Tuhan Yesus memberkati.


Segala hormat dan pujian bagi Allah Bapa, Allah Putera, dan Allah Roh Kudus.
Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 24 Agustus 2017.
Silahkan dikopi dan disebarluaskan. Tidak ada hak cipta.

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter

PERCAYA: BELIEVE ATAU TRUST ?

Di dalam bahasa Inggris ada 2 macam kata percaya, yakni BELIEVE dan TRUST. Sepintas arti keduanya nampak serupa, tetapi bila kita cermati maknanya, ternyata ada perbedaan. Agar lebih mudah menyelaminya, saya akan memberikan sebuah ilustrasi.

Berjalan di Atas Tali - PenulisHidupku.Com - 1

Bayangkan saudara sedang menghadiri sebuah pertunjukan sirkus. Di sana ada seorang pemain akrobat yang ahli berjalan di atas sebuah tali. Dan pada malam itu dia akan memamerkan kembali keahliannya. Sebelum mulai, ia bertanya kepada para penonton “dengan pengalaman saya di bidang ini selama 25 tahun, percayakah saudara bahwa saya bisa melalui tali ini dan sampai di ujung sana dengan selamat ?”. Jika saudara percaya bahwa pemain akrobat itu bisa melakukan atraksinya dengan baik dan selamat, maka yang saudara lakukan itu yang disebut sebagai percaya BELIEVE.

Selanjutnya pemain akrobat itu bertanya kembali “jika para hadirin percaya kepada saya, saya meminta salah satu dari kalian untuk duduk di atas pundak saya, dan kita berdua akan melewati tali ini sampai di ujung”. Jika saudara masih percaya kepada kemampuan sang pemain akrobat, dan memutuskan untuk berani berpartisipasi dengannya, maka itu yang disebut sebagai percaya TRUST.

Dari penjelasan contoh di atas, kita bisa melihat ada perbedaan antara BELIEVE dan TRUST. Pada hari ini saya tidak akan mengupas semuanya, tetapi akan menunjukan saja beberapa point pentingnya.

  1. BELIEVE itu cukup percaya kepada perkataan orang lain atau hasil dari pemahaman kita sendiri, dan TRUST itu percaya yang seringkali diikuti dengan tindakan.Percaya Trust - PenulisHidupku.Com - 1
  2. TRUST memiliki faktor resiko dan konsekuensi lebih tinggi daripada BELIEVE. TRUST seringkali membuat diri kita berada di posisi rentan, dan orang yang kita percayai bisa saja melukai atau merugikan kita. Contoh: seseorang sedang kesulitan keuangan. Temannya yang pertama BELIEVE atas kondisinya dan menunjukan rasa prihatin. Temannya yang kedua meminjamkan uangnya kepadanya dan TRUST bahwa orang itu akan mengembalikannya suatu hari nanti.

Kira – kira menurut saudara, di dunia ini dalam hubungannya dengan Tuhan Yesus, mana yang lebih banyak ? mereka yang percaya BELIEVE atau mereka percaya TRUST ? Mari kita simak secara singkat orang – orang yang mengikuti Yesus 2000 tahun yang lalu. Ketika Yesus mengajar ada ribuan orang yang datang dan mengikuti dia (BELIEVE). Dari ribuan orang tersebut ada puluhan orang yang menjadi muridNya setia menemani, mengikuti, dan melayani (BELIEVE). Lalu dari puluhan murid itu dia memiliki 12 murid yang bergaul sangat dekat denganNya (BELIEVE). Dari 12 murid itu ada 3 orang yang benar – benar masuk di dalam ring (lingkaran) 1 Nya (BELIEVE). Dari 3 murid itu hanya 1 orang yang setia menemani Yesus sampai di kayu salib tanpa menghiraukan keselamatan dirinya sendiri (TRUST).

Yesus dan Yohanes - PenulisHidupku.Com - 1

Pada zaman Tuhan Yesus melayani di bumi sudah membuktikan bahwa lebih banyak orang yang percaya BELIEVE daripada yang percaya TRUST. Mari kita perhatikan kisah – kisah lainnya di Alkitab soal TRUST kepada Tuhan dan BELIEVE kepada Tuhan dalam kaitannya dengan manifestasi kuasa Tuhan.

  1. Bangsa Israel percaya BELIEVE mengenai Yahweh sebagai satu – satunya Tuhan Allah yang mereka sembah, dan juga sudah mengalami mujizat Tuhan yang luar biasa (10 tulah di Mesir, air laut terbelah, tiang api, tiang awan, mana dari langit, dll). Suatu hari Tuhan memerintahkan mereka untuk menyerang Kanaan. Lalu bagaimana respon mereka ? Mereka berkata “tunggu dulu… sebaiknya kita kirim dulu pengintai”. Ketika mereka memutuskan untuk mengirim pengintai ini sama sekali bertentangan dengan esensi percaya TRUST. Dan hasilnya adalah bangsa Israel muter – muter di padang gurun selama 40 tahun.
  2. Kisah Abraham mempersembahkan Ishak -> TRUST kepada Tuhan.Abraham dan Ishak - PenulisHidupku.Com - 1
  3. Kisah Yakub menemui Esau -> TRUST kepada Tuhan.
  4. Kisah Gideon berperang dengan 300 tentara saja -> TRUST kepada Tuhan.
  5. Kisah Daud melawan Goliath -> TRUST kepada Tuhan.Daud Melawan Goliath - PenulisHidupku.Com - 1
  6. Kisah Daniel di gua singa -> TRUST kepada Tuhan.
  7. Kisah Sadarkh, Mesakh, dan Abednego di perapian -> TRUST kepada Tuhan.
  8. Kisah Ester menghadapi raja Ahasiweros -> TRUST kepada Tuhan.
  9. Kisah Yesus menyuruh orang lumpuh untuk bangkit dan berjalan -> TRUST kepada Tuhan.
  10. Kisah Petrus berjalan di atas air -> TRUST kepada Tuhan.
  11. Kisah Yesus menghadapi salib dan berdoa di taman Getsemani -> TRUST kepada Tuhan.
  12. Dan masih banyak lainnya.

Kedahsyatan Tuhan justru dimanifestasikan melalui percaya TRUST, bukan sekedar percaya BELIEVE.

Jejak Di Atas Pasir - PenulisHidupku.Com - 1

Saya ingat pernah menerima email soal puisi “JEJAK DI ATAS PASIR”. Dalam puisi itu penulis menggambarkan perjalanannya bersama dengan Tuhan di dalam musim kehidupannya. Dalam sebagian besar hidupnya dia melihat ada 2 pasang jejak telapak kaki, tetapi ketika dia menengok ke belakang dan melihat lembah dan tempat – tempat yang sukar, dia hanya melihat 1 pasang jejak telapak kaki. Dia kemudian bertanya kepada Tuhan “mengapa justru di situasi tersulit Engkau meninggalkan aku sendiran?”. Lalu Tuhan menjawab “AnakKu, Aku selalu ada bersama denganmu. Justru di dalam situasi sulit itu Aku sedang menggendongmu”.

Puisi itu mengingatkan saya apa yang harus saya perbuat ketika saya sedang digendong . Kembali lagi ke percaya TRUST. Ketika kita berada di atas pundak sang ahli sirkus ilahi yang berjalan di atas tali, kita hanya perlu BERDIAM (BE STILL). Kata diam di sini bukan berarti pasif secara fisik dan harafiah, kata diam yang dimaksud di sini adalah suasana hati yang tenang karena sadar Tuhan sedang menggendong kita.

Di dalam hidup ini kita seringkali diperhadapkan dengan tempat – tempat yang perlu kita sebrangi agar mencapai tujuan (destiny) yang Tuhan tetapkan. Dan terkadang sarana yang digunakan itu adalah SHORT CUT (JALAN PINTAS), yang terlihat hanya seperti seutas tali. Kita memiliki pilihan untuk menolak untuk menyeberang dan diam di tempat kita berada, selamanya tidak sampai kepada tujuan hidup kita. Atau jika kita memutuskan untuk mengambil resiko, dengan 2 pilihan lagi di tangan yakni: mau berjalan dengan kekuatan sendiri (walau tidak ada pengalaman sama sekali) atau memilih digendong oleh seseorang yang ahli. Dua duanya sama sama terlihat seram bukan ?

Saya pribadi pernah berkali – kali berjalan dengan kekuatan sendiri mencoba menyeberangi tali – tali seperti itu kemudian jatuh. Hasilnya sangat menyakitkan. Saya kini sadar bahwa untuk sampai kepada destiny yang Tuhan telah tetapkan, saya tidak bisa lagi bergantung atau mengandalkan kekuatan sendiri. Solusi terbaik sebenarnya adalah digendong oleh Tuhan dan mempercayakan diri saya ke dalam pemeliharaan Tuhan. Itulah percaya TRUST.

TRUST tumbuh dari RELATIONSHIP (hubungan). Dan relationship tumbuh dari pengenalan. Itu sebabnya saya terus menerus menggali, mengenal, dan mengalami Tuhan. Karena Tuhan begitu dalam untuk diselami, dan kita tidak akan pernah habis mengenal Dia. Semakin kita mengenal Dia semakin kita diangkat ke dimensi pengalaman yang lebih lagi. Lalu bagaimana caranya untuk bisa kenal Tuhan ? Tidak ada cara lain kecuali kembali lagi ke hal yang dasar. Ya betul, mengenal Tuhan bukanlah hal yang rumit, jika tidak hanya orang – orang pintar saja dong yang bisa kenal Tuhan.

Rumus Percaya Trust - PenulisHidupku.Com - 1

Untuk mengenal Tuhan kita harus kembali kepada FirmanNya. Tuhan sudah membeberkan semua rahasia kepribadianNya di sana. Baca, renungkan, dan mintalah bantuan Roh Kudus untuk mengalami kuasaNya. TRUST yang dibangun secara konsisten akan membentuk kita, dan kita tidak perlu takut lagi terhadap goncangan dan rintangan. Dengan TRUST kepada Tuhan yang benar (Tuhan Yesus), kita bisa mengklaim setiap janji janji Tuhan dan dimampukan untuk hidup sesuai kebenaranNya.

Artikel lanjutan:
PERBEDAAN ANTARA PERCAYA DAN IMAN


Segala hormat dan pujian bagi Allah Bapa, Allah Putera, dan Allah Roh Kudus.
Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 14 Agustus 2017.
Silahkan dikopi dan disebarluaskan. Tidak ada hak cipta.

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter

ZAMAN HAKIM HAKIM & APA YANG DAPAT KITA PELAJARI DARINYA

Hakim Hakim - PenulisHidupku.Com - 1

Zaman Hakim – Hakim adalah periode bangsa Israel yang dimulai dari meninggalnya Yosua sampai Saul diangkat menjadi raja pertama Israel. Keseluruhan zaman ini lamanya sekitar 430 tahun dan itu bukanlah waktu yang singkat. Indonesia pernah dijajah oleh bangsa Belanda selama 300 tahun lebih, dan apa yang dialami oleh bangsa Israel itu lebih lama juga boleh dikatakan lebih parah dari bangsa Indonesia. Pada zaman Hakim Hakim ini bangsa Israel dihadapkan oleh tekanan dan penindasan dari bangsa – bangsa lain di sekitar Kanaan.

Hal yang menarik dalam perjalanan bangsa Israel adalah tekanan dan masalah masalah ini mereka hadapi justru ketika mereka sudah tinggal di tanah perjanjian yang kaya akan susu dan madunya. Dahulu ketika mereka masih berjalan di padang gurun selama 40 tahun tidak pernah mereka ditindas dan ditekan bangsa lain seperti ini. Dalam zaman Hakim Hakim ini Tuhan masih memberikan belas kasihanNya dengan memakai segelintir umat pilihanNya untuk membawa keadilan bagi bangsa Israel. Mereka lah yang kemudian disebut sebagai para Hakim.

Kondisi rohani umat Israel dalam zaman Hakim Hakim ini cukup bobrok. Berkali kali kita menemukan kalimat “Tetapi orang Israel melakukan apa yang jahat di mata Tuhan…”, terutama sebelum Tuhan mengangkat seorang Hakim yang baru.

Kita mungkin bertanya mengapa Tuhan mengizinkan bangsa Israel ditekan dengan begitu kuatnya oleh bangsa asing dan mengapa Israel berlaku jahat dimata Tuhan. Mari kita bahas secara singkat.

1. Tidak adanya pemimpin yang intim dengan Tuhan.

Tugas pemimpin tidaklah mudah. Pemimpin yang baik harus bisa menegur, dan mendisiplinkan, ketika pengikutnya mulai melenceng. Setelah kematian Yosua bangsa Israel tidak memiliki pemimpin yg intim dengan Tuhan, yang berani memaksakan terlaksananya rencana Tuhan apa pun harganya.

2. Tidak taat sepenuhnya.

Bangsa Israel tidak sepenuhnya menghalau bangsa bangsa lain sesuai dengan perintah Tuhan. Mereka mengizinkan mereka tinggal di tanah Kanaan atas dasar pertimbangan sosial, ekonomi, dsb. Mereka lebih percaya kepada pemahaman logika mereka dibandingkan dengan rencana Tuhan. Baca: Hakim Hakim 1:27-36.

Itu sebabnya bangsa bangsa lain itu mempengaruhi bangsa Israel melalui asimilasi budaya dan penyembahan berhala. Sehingga bangsa bangsa itu menjadi duri dalam daging dan jerat bagi orang Israel. Baca: Hakim – Hakim 2.

Kehidupan berhala dan pengaruh jahat dari bangsa lain inilah yang malah menjadikan bangsa Israel melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Dan karena hati mereka menjauh dari Tuhan maka Tuhan juga menarik perisai perlindunganNya dari bangsa Israel. Kondisi inilah yang menyebabkan bangsa lain berani melawan dan menekan bangsa Israel.

Apa yang dapat kita pelajari dari zaman Hakim Hakim ini bagi kita:

1. Cari, hormati, dan tunduk kepada pimpinan (terutama pemimpin rohani) yang hidup intim dengan Tuhan.

Siapa pun mereka, entah gembala gereja, bapak rohani, dsb. Carilah pemimpin yang hidupnya menempel dengan Tuhan.

Buktinya dapat dilihat dari:
– apakah hidupnya sesuai dengan Firman Tuhan
– apakah dia punya integritas dan tidak bisa kompromi mengenai prinsip prinsip Tuhan
– apakah dia menjadi berkat dan teladan bagi keluarganya sendiri.

Jika kita menemukan pemimpin seperti itu maka belajarlah untuk dipimpin dan relakan mereka untuk menegur, mengkoreksi, dan mendisiplinkan kita. Melalui mereka Tuhan membentuk kita dan menjauhkan kita dari godaan berhala berhala dalam hidup kita.

2. Taat sepenuhnya, dan cabut berhala sampai ke akar akarnya.

Ketaatan yang setengah setengah sama saja dengan tidak taat. Pengertian ini kita dapatkan dari pemahaman akan hukum Taurat.

Tidak taat dgn sepenuhnya adalah masalah yang sangat serius bagi Tuhan. Kalau kita baca selanjutnya di Alkitab, raja Saul ditolak oleh Tuhan karena masalah ini.

Berhala adalah segala sesuatu yang kita anggap lebih penting dari Tuhan. Itu bisa uang, pekerjaan kita, kehormatan, bahkan hal hal yang baik seperti keluarga, kesehatan, dsb.

Segala sesuatunya tidak boleh lebih penting dari Tuhan, dengan cara itulah kita tahu bahwa kita bebas dari berhala.

3. Bergantung kepada kuat kuasa Roh Kudus.

Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Termasuk membawa perubahan dalam hidup kita. Kebiasaan lama yang sudah membatu pun bisa dirubah ketika kita memiliki kemauan dan meminta bantuan Roh Kudus (penolong kita). Roh Kudus akan memampukan kita melakukan perubahan.

Perubahan apa saja ?

  • Perubahan untuk menghentikan kebiasaan dosa.
  • Perubahan untuk menghindari / lari dari pergaulan yang buruk.

Pastikan hari ini kita berdoa minta bantuan Roh Kudus untuk:

  • bisa konsisten membaca dan hidup di dalam Firman Tuhan.
  • mendapatkan pemimpin rohani yang intim dengan Tuhan.
  • rela untuk taat sepenuhnya walau tidak masuk akal dan bertentangan dengan logika kita.

Ingat… sama seperti bangsa Israel pada zaman Hakim Hakim kita juga tidak perlu hidup dalam keadaan yang kalah dan terdesak. Jika kita ikuti aturan main Tuhan kita bisa hidup dalam keadaan berkemenangan dan aktif menyerang dalam membawa perubahan (asimilasi budaya Kristus) dalam hidup orang banyak.

Terus semangat membaca Alkitab. Be strong in the Lord in the power of His might.


Segala hormat dan kemuliaan bagi Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus.
Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 17 Juli 2017.
Tidak ada hak cipta silahkan dikopi dan disebarluaskan.

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter