PERCAYA: BELIEVE ATAU TRUST ?

Di dalam bahasa Inggris ada 2 macam kata percaya, yakni BELIEVE dan TRUST. Sepintas arti keduanya nampak serupa, tetapi bila kita cermati maknanya, ternyata ada perbedaan. Agar lebih mudah menyelaminya, saya akan memberikan sebuah ilustrasi.

Berjalan di Atas Tali - PenulisHidupku.Com - 1

Bayangkan saudara sedang menghadiri sebuah pertunjukan sirkus. Di sana ada seorang pemain akrobat yang ahli berjalan di atas sebuah tali. Dan pada malam itu dia akan memamerkan kembali keahliannya. Sebelum mulai, ia bertanya kepada para penonton “dengan pengalaman saya di bidang ini selama 25 tahun, percayakah saudara bahwa saya bisa melalui tali ini dan sampai di ujung sana dengan selamat ?”. Jika saudara percaya bahwa pemain akrobat itu bisa melakukan atraksinya dengan baik dan selamat, maka yang saudara lakukan itu yang disebut sebagai percaya BELIEVE.

Selanjutnya pemain akrobat itu bertanya kembali “jika para hadirin percaya kepada saya, saya meminta salah satu dari kalian untuk duduk di atas pundak saya, dan kita berdua akan melewati tali ini sampai di ujung”. Jika saudara masih percaya kepada kemampuan sang pemain akrobat, dan memutuskan untuk berani berpartisipasi dengannya, maka itu yang disebut sebagai percaya TRUST.

Dari penjelasan contoh di atas, kita bisa melihat ada perbedaan antara BELIEVE dan TRUST. Pada hari ini saya tidak akan mengupas semuanya, tetapi akan menunjukan saja beberapa point pentingnya.

  1. BELIEVE itu cukup percaya kepada perkataan orang lain atau hasil dari pemahaman kita sendiri, dan TRUST itu percaya yang seringkali diikuti dengan tindakan.Percaya Trust - PenulisHidupku.Com - 1
  2. TRUST memiliki faktor resiko dan konsekuensi lebih tinggi daripada BELIEVE. TRUST seringkali membuat diri kita berada di posisi rentan, dan orang yang kita percayai bisa saja melukai atau merugikan kita. Contoh: seseorang sedang kesulitan keuangan. Temannya yang pertama BELIEVE atas kondisinya dan menunjukan rasa prihatin. Temannya yang kedua meminjamkan uangnya kepadanya dan TRUST bahwa orang itu akan mengembalikannya suatu hari nanti.

Kira – kira menurut saudara, di dunia ini dalam hubungannya dengan Tuhan Yesus, mana yang lebih banyak ? mereka yang percaya BELIEVE atau mereka percaya TRUST ? Mari kita simak secara singkat orang – orang yang mengikuti Yesus 2000 tahun yang lalu. Ketika Yesus mengajar ada ribuan orang yang datang dan mengikuti dia (BELIEVE). Dari ribuan orang tersebut ada puluhan orang yang menjadi muridNya setia menemani, mengikuti, dan melayani (BELIEVE). Lalu dari puluhan murid itu dia memiliki 12 murid yang bergaul sangat dekat denganNya (BELIEVE). Dari 12 murid itu ada 3 orang yang benar – benar masuk di dalam ring (lingkaran) 1 Nya (BELIEVE). Dari 3 murid itu hanya 1 orang yang setia menemani Yesus sampai di kayu salib tanpa menghiraukan keselamatan dirinya sendiri (TRUST).

Yesus dan Yohanes - PenulisHidupku.Com - 1

Pada zaman Tuhan Yesus melayani di bumi sudah membuktikan bahwa lebih banyak orang yang percaya BELIEVE daripada yang percaya TRUST. Mari kita perhatikan kisah – kisah lainnya di Alkitab soal TRUST kepada Tuhan dan BELIEVE kepada Tuhan dalam kaitannya dengan manifestasi kuasa Tuhan.

  1. Bangsa Israel percaya BELIEVE mengenai Yahweh sebagai satu – satunya Tuhan Allah yang mereka sembah, dan juga sudah mengalami mujizat Tuhan yang luar biasa (10 tulah di Mesir, air laut terbelah, tiang api, tiang awan, mana dari langit, dll). Suatu hari Tuhan memerintahkan mereka untuk menyerang Kanaan. Lalu bagaimana respon mereka ? Mereka berkata “tunggu dulu… sebaiknya kita kirim dulu pengintai”. Ketika mereka memutuskan untuk mengirim pengintai ini sama sekali bertentangan dengan esensi percaya TRUST. Dan hasilnya adalah bangsa Israel muter – muter di padang gurun selama 40 tahun.
  2. Kisah Abraham mempersembahkan Ishak -> TRUST kepada Tuhan.Abraham dan Ishak - PenulisHidupku.Com - 1
  3. Kisah Yakub menemui Esau -> TRUST kepada Tuhan.
  4. Kisah Gideon berperang dengan 300 tentara saja -> TRUST kepada Tuhan.
  5. Kisah Daud melawan Goliath -> TRUST kepada Tuhan.Daud Melawan Goliath - PenulisHidupku.Com - 1
  6. Kisah Daniel di gua singa -> TRUST kepada Tuhan.
  7. Kisah Sadarkh, Mesakh, dan Abednego di perapian -> TRUST kepada Tuhan.
  8. Kisah Ester menghadapi raja Ahasiweros -> TRUST kepada Tuhan.
  9. Kisah Yesus menyuruh orang lumpuh untuk bangkit dan berjalan -> TRUST kepada Tuhan.
  10. Kisah Petrus berjalan di atas air -> TRUST kepada Tuhan.
  11. Kisah Yesus menghadapi salib dan berdoa di taman Getsemani -> TRUST kepada Tuhan.
  12. Dan masih banyak lainnya.

Kedahsyatan Tuhan justru dimanifestasikan melalui percaya TRUST, bukan sekedar percaya BELIEVE.

Jejak Di Atas Pasir - PenulisHidupku.Com - 1

Saya ingat pernah menerima email soal puisi “JEJAK DI ATAS PASIR”. Dalam puisi itu penulis menggambarkan perjalanannya bersama dengan Tuhan di dalam musim kehidupannya. Dalam sebagian besar hidupnya dia melihat ada 2 pasang jejak telapak kaki, tetapi ketika dia menengok ke belakang dan melihat lembah dan tempat – tempat yang sukar, dia hanya melihat 1 pasang jejak telapak kaki. Dia kemudian bertanya kepada Tuhan “mengapa justru di situasi tersulit Engkau meninggalkan aku sendiran?”. Lalu Tuhan menjawab “AnakKu, Aku selalu ada bersama denganmu. Justru di dalam situasi sulit itu Aku sedang menggendongmu”.

Puisi itu mengingatkan saya apa yang harus saya perbuat ketika saya sedang digendong . Kembali lagi ke percaya TRUST. Ketika kita berada di atas pundak sang ahli sirkus ilahi yang berjalan di atas tali, kita hanya perlu BERDIAM (BE STILL). Kata diam di sini bukan berarti pasif secara fisik dan harafiah, kata diam yang dimaksud di sini adalah suasana hati yang tenang karena sadar Tuhan sedang menggendong kita.

Di dalam hidup ini kita seringkali diperhadapkan dengan tempat – tempat yang perlu kita sebrangi agar mencapai tujuan (destiny) yang Tuhan tetapkan. Dan terkadang sarana yang digunakan itu adalah SHORT CUT (JALAN PINTAS), yang terlihat hanya seperti seutas tali. Kita memiliki pilihan untuk menolak untuk menyeberang dan diam di tempat kita berada, selamanya tidak sampai kepada tujuan hidup kita. Atau jika kita memutuskan untuk mengambil resiko, dengan 2 pilihan lagi di tangan yakni: mau berjalan dengan kekuatan sendiri (walau tidak ada pengalaman sama sekali) atau memilih digendong oleh seseorang yang ahli. Dua duanya sama sama terlihat seram bukan ?

Saya pribadi pernah berkali – kali berjalan dengan kekuatan sendiri mencoba menyeberangi tali – tali seperti itu kemudian jatuh. Hasilnya sangat menyakitkan. Saya kini sadar bahwa untuk sampai kepada destiny yang Tuhan telah tetapkan, saya tidak bisa lagi bergantung atau mengandalkan kekuatan sendiri. Solusi terbaik sebenarnya adalah digendong oleh Tuhan dan mempercayakan diri saya ke dalam pemeliharaan Tuhan. Itulah percaya TRUST.

TRUST tumbuh dari RELATIONSHIP (hubungan). Dan relationship tumbuh dari pengenalan. Itu sebabnya saya terus menerus menggali, mengenal, dan mengalami Tuhan. Karena Tuhan begitu dalam untuk diselami, dan kita tidak akan pernah habis mengenal Dia. Semakin kita mengenal Dia semakin kita diangkat ke dimensi pengalaman yang lebih lagi. Lalu bagaimana caranya untuk bisa kenal Tuhan ? Tidak ada cara lain kecuali kembali lagi ke hal yang dasar. Ya betul, mengenal Tuhan bukanlah hal yang rumit, jika tidak hanya orang – orang pintar saja dong yang bisa kenal Tuhan.

Rumus Percaya Trust - PenulisHidupku.Com - 1

Untuk mengenal Tuhan kita harus kembali kepada FirmanNya. Tuhan sudah membeberkan semua rahasia kepribadianNya di sana. Baca, renungkan, dan mintalah bantuan Roh Kudus untuk mengalami kuasaNya. TRUST yang dibangun secara konsisten akan membentuk kita, dan kita tidak perlu takut lagi terhadap goncangan dan rintangan. Dengan TRUST kepada Tuhan yang benar (Tuhan Yesus), kita bisa mengklaim setiap janji janji Tuhan dan dimampukan untuk hidup sesuai kebenaranNya.

Artikel lanjutan:
PERBEDAAN ANTARA PERCAYA DAN IMAN


Segala hormat dan pujian bagi Allah Bapa, Allah Putera, dan Allah Roh Kudus.
Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 14 Agustus 2017.
Silahkan dikopi dan disebarluaskan. Tidak ada hak cipta.

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter

ZAMAN HAKIM HAKIM & APA YANG DAPAT KITA PELAJARI DARINYA

Hakim Hakim - PenulisHidupku.Com - 1

Zaman Hakim – Hakim adalah periode bangsa Israel yang dimulai dari meninggalnya Yosua sampai Saul diangkat menjadi raja pertama Israel. Keseluruhan zaman ini lamanya sekitar 430 tahun dan itu bukanlah waktu yang singkat. Indonesia pernah dijajah oleh bangsa Belanda selama 300 tahun lebih, dan apa yang dialami oleh bangsa Israel itu lebih lama juga boleh dikatakan lebih parah dari bangsa Indonesia. Pada zaman Hakim Hakim ini bangsa Israel dihadapkan oleh tekanan dan penindasan dari bangsa – bangsa lain di sekitar Kanaan.

Hal yang menarik dalam perjalanan bangsa Israel adalah tekanan dan masalah masalah ini mereka hadapi justru ketika mereka sudah tinggal di tanah perjanjian yang kaya akan susu dan madunya. Dahulu ketika mereka masih berjalan di padang gurun selama 40 tahun tidak pernah mereka ditindas dan ditekan bangsa lain seperti ini. Dalam zaman Hakim Hakim ini Tuhan masih memberikan belas kasihanNya dengan memakai segelintir umat pilihanNya untuk membawa keadilan bagi bangsa Israel. Mereka lah yang kemudian disebut sebagai para Hakim.

Kondisi rohani umat Israel dalam zaman Hakim Hakim ini cukup bobrok. Berkali kali kita menemukan kalimat “Tetapi orang Israel melakukan apa yang jahat di mata Tuhan…”, terutama sebelum Tuhan mengangkat seorang Hakim yang baru.

Kita mungkin bertanya mengapa Tuhan mengizinkan bangsa Israel ditekan dengan begitu kuatnya oleh bangsa asing dan mengapa Israel berlaku jahat dimata Tuhan. Mari kita bahas secara singkat.

1. Tidak adanya pemimpin yang intim dengan Tuhan.

Tugas pemimpin tidaklah mudah. Pemimpin yang baik harus bisa menegur, dan mendisiplinkan, ketika pengikutnya mulai melenceng. Setelah kematian Yosua bangsa Israel tidak memiliki pemimpin yg intim dengan Tuhan, yang berani memaksakan terlaksananya rencana Tuhan apa pun harganya.

2. Tidak taat sepenuhnya.

Bangsa Israel tidak sepenuhnya menghalau bangsa bangsa lain sesuai dengan perintah Tuhan. Mereka mengizinkan mereka tinggal di tanah Kanaan atas dasar pertimbangan sosial, ekonomi, dsb. Mereka lebih percaya kepada pemahaman logika mereka dibandingkan dengan rencana Tuhan. Baca: Hakim Hakim 1:27-36.

Itu sebabnya bangsa bangsa lain itu mempengaruhi bangsa Israel melalui asimilasi budaya dan penyembahan berhala. Sehingga bangsa bangsa itu menjadi duri dalam daging dan jerat bagi orang Israel. Baca: Hakim – Hakim 2.

Kehidupan berhala dan pengaruh jahat dari bangsa lain inilah yang malah menjadikan bangsa Israel melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Dan karena hati mereka menjauh dari Tuhan maka Tuhan juga menarik perisai perlindunganNya dari bangsa Israel. Kondisi inilah yang menyebabkan bangsa lain berani melawan dan menekan bangsa Israel.

Apa yang dapat kita pelajari dari zaman Hakim Hakim ini bagi kita:

1. Cari, hormati, dan tunduk kepada pimpinan (terutama pemimpin rohani) yang hidup intim dengan Tuhan.

Siapa pun mereka, entah gembala gereja, bapak rohani, dsb. Carilah pemimpin yang hidupnya menempel dengan Tuhan.

Buktinya dapat dilihat dari:
– apakah hidupnya sesuai dengan Firman Tuhan
– apakah dia punya integritas dan tidak bisa kompromi mengenai prinsip prinsip Tuhan
– apakah dia menjadi berkat dan teladan bagi keluarganya sendiri.

Jika kita menemukan pemimpin seperti itu maka belajarlah untuk dipimpin dan relakan mereka untuk menegur, mengkoreksi, dan mendisiplinkan kita. Melalui mereka Tuhan membentuk kita dan menjauhkan kita dari godaan berhala berhala dalam hidup kita.

2. Taat sepenuhnya, dan cabut berhala sampai ke akar akarnya.

Ketaatan yang setengah setengah sama saja dengan tidak taat. Pengertian ini kita dapatkan dari pemahaman akan hukum Taurat.

Tidak taat dgn sepenuhnya adalah masalah yang sangat serius bagi Tuhan. Kalau kita baca selanjutnya di Alkitab, raja Saul ditolak oleh Tuhan karena masalah ini.

Berhala adalah segala sesuatu yang kita anggap lebih penting dari Tuhan. Itu bisa uang, pekerjaan kita, kehormatan, bahkan hal hal yang baik seperti keluarga, kesehatan, dsb.

Segala sesuatunya tidak boleh lebih penting dari Tuhan, dengan cara itulah kita tahu bahwa kita bebas dari berhala.

3. Bergantung kepada kuat kuasa Roh Kudus.

Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Termasuk membawa perubahan dalam hidup kita. Kebiasaan lama yang sudah membatu pun bisa dirubah ketika kita memiliki kemauan dan meminta bantuan Roh Kudus (penolong kita). Roh Kudus akan memampukan kita melakukan perubahan.

Perubahan apa saja ?

  • Perubahan untuk menghentikan kebiasaan dosa.
  • Perubahan untuk menghindari / lari dari pergaulan yang buruk.

Pastikan hari ini kita berdoa minta bantuan Roh Kudus untuk:

  • bisa konsisten membaca dan hidup di dalam Firman Tuhan.
  • mendapatkan pemimpin rohani yang intim dengan Tuhan.
  • rela untuk taat sepenuhnya walau tidak masuk akal dan bertentangan dengan logika kita.

Ingat… sama seperti bangsa Israel pada zaman Hakim Hakim kita juga tidak perlu hidup dalam keadaan yang kalah dan terdesak. Jika kita ikuti aturan main Tuhan kita bisa hidup dalam keadaan berkemenangan dan aktif menyerang dalam membawa perubahan (asimilasi budaya Kristus) dalam hidup orang banyak.

Terus semangat membaca Alkitab. Be strong in the Lord in the power of His might.


Segala hormat dan kemuliaan bagi Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus.
Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 17 Juli 2017.
Tidak ada hak cipta silahkan dikopi dan disebarluaskan.

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter

Terus Berkarya Bang Ahok

Ahok - PenulisHidupku.Com - 1

Sudah berbulan – bulan tidak menulis di blog ini. Dan ada banyak sekali perubahan yang terjadi di Indonesia. Bagi banyak pembaca blog ini pasti tahu saya adalah salah satu orang yang mendukung bapak Ahok dalam Pilkada DKI 2017. Hari ini saya ingin memberikan komentar saya perihal kondisi yang terjadi.

TANGGAPAN SAYA

Terus terang saya merasa sedih melihat pak Ahok gagal melanjutkan kepemimpinannya sebagai gubernur Jakarta, dan ketika pengadilan menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara atas kesalahan penistaan agama, saya lebih sedih lagi. Sesaat hati saya berkata “INI TIDAK ADIL”. Tetapi pengadilan sudah diadakan secara transparan, dan walau situasi sosial politik Indonesia yang saat itu memanas juga memberikan faktor X tersendiri, saya pun akhirnya harus rela untuk menerima kenyataan yang ada. Negara kita adalah negara hukum. Semua WNI harus taat dan tunduk terhadap hukum NKRI.

KEBESARAN SEORANG AHOK

Justru di sinilah saya belajar dari seorang Ahok. Dia adalah seorang yang benar – benar ksatria. Tidak lari dari masalah, dan taat hukum. Dia adalah seorang pemimpin sejati, yang mengabdi kepada bangsa dan negara, dan rela berkorban bagi kepentingan masyarakat banyak. Pepatah mengatakan tidak ada gading yang tidak retak. Pak Ahok memang tidak luput dari banyak kekurangan, namun kesediaan beliau mengakui kelemahannya di depan publik mengajarkan kepada saya soal kerendahan hati. Kesantunan memang bagian dari kerendahan hati, tetapi berani mengakui kekurangan itu adalah esensi kerendahan hati yang lebih mendalam.

Doa saya untuk pak Ahok agar beliau terus berkarya walau saat ini berada dalam penjara. Para rasul hebat di Alkitab pun sudah merasakan hal yang sama atas dasar kebenaran yang mereka yakini. Bahkan seorang Nelson Mandela pun menunjukkan bahwa seorang mantan napi juga bisa menjadi seorang presiden. Saya doakan nasib yang sama membawa pak Ahok ke kursi kepresidenan RI suatu hari kelak.

Ahok - PenulisHidupku.Com - 2

Saya percaya ketika pak Ahok keluar dari penjara nanti akan ada ribuan orang yang menyambut, dan pak Ahok akan menjadi lebih dahsyat lagi. Jangan pernah menyerah pak Ahok. 2 jempol, dan tetesan air mata tanda kagum saya berikan kepada pak Ahok. Kini saya tahu Indonesia punya orang hebat.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 27 Juni 2017.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter

Penjelasan Mengenai Kitab Ulangan 22:9

Kebun Anggur - PenulisHidupku.Com - 1

Ulangan 22 ayat 9 – “Janganlah kautaburi kebun anggurmu dengan dua jenis benih, supaya seluruh hasil benih yang kautaburkan dan hasil kebun anggurmu jangan (tidak boleh) menjadi milik tempat kudus (bahasa inggris: defiled / terjemahan ke bahasa Indonesia: tercemar)”.

Hal menarik dalam ayat ini adalah bagi orang Yahudi jika hasil panennya berasal dari 2 jenis benih maka hasil panennya harus dibakar (dihancurkan). Referensi: kanon Yahudi.

Seringkali petani menanam 2 jenis benih untuk memaksimalkan luas tanah yg ada. Tanaman anggur ditanam secara berbaris. Logikanya tempat kosong di antara tanaman anggur bisa dimanfaatkan untuk tanaman menjalar lainnya seperti kacang kacangan. Tetapi Tuhan melarang ini. Mengapa demikian ? Penjelasan logisnya adalah kalau ada tanaman lain maka tanaman anggur akan berebut unsur hara dengan tanaman lain tsb sehingga hasil anggurnya tidaklah maksimal dan tidak layak untuk digunakan (unfit to use). Jika tidak layak digunakan untuk manusia sudah pasti tidak layak untuk dipersembahkan kepada Tuhan.

Ini adalah hal penting untuk pembelajaran kita bahwa segala sesuatu yang tidak maksimal tidak layak untuk digunakan dan tidak layak untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Raja Daud mengerti hal ini dan ia hanya mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan. Ia adalah orang yang hidup di dalam spirit of excellence (roh keunggulan).

Oleh sebab itu spirit of excellence (roh keunggulan) juga berbicara mengenai purity (kemurnian). Ada banyak ajaran di dunia ini baik dari Firman Tuhan maupun ajaran moral dunia yang baik (contoh: zen, tao, confucius, dsb). Tetapi kalau semuanya kita campur adukan, hasilnya malah tidak maksimal dan tidak membantu kita hidup di dalam roh keunggulan (spirit of excellence).

Spirit of excellence hanya terdapat di dalam Firman Tuhan. Kita terkagum kagum melihat orang Yahudi menguasai dunia saat ini. Padahal kuncinya kita ketahui. Yakni kemurnian dalam menjalankan Taurat Tuhan.

Mazmur 1:1-3 “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah TAURAT TUHAN, dan yang MERENUNGKAN Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan tidak layu daunnya, APA SAJA YANG DIPERBUATNYA BERHASIL”.

Terlebih lagi para messianic jews dan kita semua Yahudi rohani yang dilayakan melalui iman kepada Yesus Kristus karena pemberitaan Injil dalam kuasa Roh Kudus, kita semua sudah diberi kuasa, dan kunci keberhasilan kita untuk hidup di dalam roh keunggulan (spirit of excellence) adalah membaca, merenungkan, melakukan, dan membagikan (M4) Firman Tuhan.

Tetap semangat teman – teman. Semakin kita baca Alkitab dan melakukan FirmanNya hidup kita PASTI BERUBAH JADI LEBIH BAIK.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra tanggal 27 Juni 2017.
Silahkan dibagikan dan disebarluaskan.
Segala hormat dan pujian bagi Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter