Tuhan Punya Rencana Yang Sangat Besar Bagi Papua

Malam tadi (26 Nov 2014) saya berbincang – bincang dengan seorang hamba Tuhan bernama bapak Freddy Rumy mengenai Papua, wilayah yang begitu istimewa dan kaya. Sungguh di sana yang namanya emas sampai menggunung, dan sudah berpuluh – puluh tahun dieksploitasi oleh bangsa asing tapi sampai hari ini belum habis – habis juga. Dan ternyata yang digali barulah satu gunung dari sekian banyak gunung yang ada di sana. Kawan saya Hendra Gunawan juga menambahkan bahwa ada satu sungai di sana yang memiliki potensi dibangunnya PLTA yang bisa menghasilkan energi listrik untuk mencukupi beberapa negara (bukan hanya Indonesia).

Freddy Rumy - PenulisHidupku.Com - 1Di dalam perbincangan itu pak Freddy menyampaikan bahwa dia terpanggil untuk kembali ke Papua untuk melayani. Sebagai seorang putra daerah, beliau diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk membuka sekolah, dan juga diberikan tawaran untuk menjadi calon bupati di salah satu daerah. Bukanlah suatu kebetulan juga bahwa Tuhan juga sedang menggalakkan berbagai macam pelayanan yang melakukan penetrasi jauh ke dalam kehidupan masyarakat seperti yang dilakukan oleh bapak Daniel Alexander melalui pelayanan sekolah gratis. Pelayanan seperti inilah yang membuka jalan bagi peluang – peluang pelayanan lainnya di masa mendatang.

Daniel Alexander - Pelayanan Pendidikan di Papua - Penulishidupku.com - 1

Bukan juga suatu kebetulah bahwa Tuhan mengirimkan banyak hamba – hambaNya dari berbagai belahan dunia untuk datang dan melayani di Papua. Seperti ibu Suzette Hattingh dan bapak Jim Yost yang mencurahkan hati serta hidup mereka di sana.

Tidak terhitung begitu banyaknya pendoa syafaat yang terus – menerus berdoa bagi suatu kebangunan baik fisik maupun rohani terjadi atas Papua. Dahulu memang banyak pelayanan terlihat terpecah – pecah dan berdiri sendiri sendiri. Tetapi sejah World Prayer Assembly tahun 2012, telah terciptalah suatu kesatuan dalam tubuh Kristus, sehingga kita semua mendapatkan pertajaman visi dan mendapatkan titik temu tujuan yang sama.

World Prayer Assembly 2012 Indonesia - PenulisHidupku.Com - 1

Masyarakat Papua - PenulisHidupku.Com - 1Saya percaya bahwa sumber daya yang terbesar di Papua itu bukanlah kekayaan alamnya yang melimpah, melainkan sumber daya manusianya. Mereka yang sama dengan kita diciptakan segambar dan serupa dengan Allah. Potensi yang begitu luar biasa, dengan akhlak serta moral yang begitu polos belum terkontaminasi, pasti dapat dipakai luar biasa oleh Tuhan sehingga membuat seluruh dunia terheran – heran. Banyak Putra Putri Papua yang mengharumkan nama daerah dan juga nama negara melalui prestasi mereka yang gemilang juga diakui oleh dunia internasional. Dari tanah Papua pula terlahir para hamba negara yang mengisi kursi kementrian dan juga posisi kepemimpinan yang menentukan arah haluan negara kita yang tercinta ini.

Pola Pikir - Mindset - PenulisHidupku.Com - 1Lebih dari transformasi kepemerintahan, lebih dari transformasi kesejahteraan, lebih dari transformasi ekonomi, lebih dari transformasi sosio budaya… yang menurut saya terpenting adalah dimulai terlebih dahulu dengan transformasi pola pikir. Yang termudah adalah mendefinisikan apa yang bisa dilakukan dan tidak bisa dilakukan. Kalau selama ini lebih banyak tidak bisa daripada bisanya, harapan saya adalah akan terjadi sebaliknya. Kita akan bisa bila kita ada kemauan. Kemauan yang bagaimana ? Kemauan yang merindukan adanya suatu perubahan menuju tujuan yang lebih baik.

Saya percaya Tuhan memakai pemerintah yang memimpin Indonesia saat ini menuju ke arah yang sesuai dengan isi hatiNya Tuhan. Pola pikir yang diubahkan tidak bisa menjadi barang simpanan pribadi, tetapi harus dibagikan sehingga terjadi pemerataan. Itu menjadi tanggung jawab setiap dari kita yang mencintai Indonesia. Bila berhasil dilakukan ini hasilnya luar biasa dahsyat. Tidak hanya memberkati kehidupan bermasyarakat di Papua, maupun kehidupan bernegara di Indonesia, tetapi juga memberkati dunia. Saya yakin Papua juga memiliki peran yang penting dalam pemenuhan misi Kerajaan Allah yang hari – hari ini semakin banyak dikumandangkan oleh banyak hambaNya.

Ladang Tuhan Yang Menguning - PenulisHidupku.Com - 1

Kita pun perlu berhikmat, bahwa perubahan pola pikir tidak sama dengan perubahan agama. Saya sama sekali tidak berbicara mengenai Kristenisasi karena itu berada di dalam dimensi agama. Apa yang saya harapkan dan doakan melebihi itu. Saya rindu melihat terlaksananya keinginan serta rencana Tuhan di Papua. Sehingga apa yang Tuhan mau akan termanifestasi di dalam semua aspek kehidupan di Papua. Mata dan hati Tuhan juga tertuju kepada penduduk Papua. Tuhan begitu mengasihi setiap dari mereka, dan Dia punya rencana yang sangat besar bagi Papua.

Mari kita mendoakan Papua. Mari kita berperan aktif. Mari kita arahkan hati dan pikiran kita kepada Tuhan untuk saudara – saudari kita di sana. Tuhan akan terus bangun kebersamaan dan persaudaraan kita, sehingga di dalam kesatuan inilah Tuhan menggenapi setiap rencanaNya bagi Indonesia. Tuhan Yesus memberkati.

Peta Papua - PenulisHidupku.Com - 1


Segala hormat dan kemuliaan bagi Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus.
Terima kasih kepada bapak Freddy Rumy, Hendra Gunawan, Samuel Suryo, dan Dendy Zefanya atas diskusinya.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.
Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Kesaksian Saya: “The Dream Catcher (Penangkap Impian)”

Dream Catcher - Penangkap Mimpi - PenulisHidupku.Com - 1

Hari itu hari Jumat, 4 Januari 2012, pukul sembilan lewat waktu Singapura. Saya baru saja mendarat di bandara Changi, dan seperti biasa di otak saya sudah terbentuk rencana – rencana mengenai apa yang harus saya kerjakan selanjutnya. Secara sederhana saya harus bergegas pulang ke rumah pada malam hari itu, dan kemudian bertemu dengan salah satu pembimbing rohani saya, ko Hendra Gunawan (papanya Jessica Tabitha) untuk membahas beberapa urusan bisnis.

Malam itu saya keluar dari salah satu gate C, di Terminal 1. Ketika saya berjalan di travelator, tiba – tiba Roh Kudus berbicara “pergi ke Terminal 2”. Saya kemudian menjawab “malas ah, aku juga lagi buru – buru mau ketemu ko Hendra nih Tuhan”. Tapi Roh Kudus kemudian mengulang perkataan yang sama. Saya pun dengan merasa terpaksa menurut juga. Masalahnya Terminal 2 itu jauh dari posisi saya berada, butuh sekitar 15 menit lebih untuk jalan kaki menuju kesana.

Peta Changi Airport Transit Terminal - PenulisHidupku.Com - 1

Sambil berjalan saya pun mulai bercakap – cakap dengan Roh Kudus. Saya tanya sama Tuhan apa sih maunya Dia. Ketika melewati imigrasi check point Terminal 1, Roh Kudus berkata dengan sangat jelas “Kamu akan bertemu dengan seseorang dan melalui dia, Aku akan berbicara kepadamu. Cukup dengan melihatnya saja kamu akan mengerti apa maksudnya”. Saya kemudian terdiam dan merasa khawatir… saya khawatir kalau saya gak mendapatkan sesuai dengan apa yang Ia katakan dan saya akan kecewa jadinya.

Roh Kudus kemudian berkata “kamu akan bertemu dengan seorang anak lelaki mengenakan baju berwarna merah dan kulitnya berwarna coklat. Melalui dia Aku akan berbicara secara khusus kepadamu”. Saya kemudian bertanya “Tuhan… apakah perlu aku bicara dengan anak ini ? Apakah ada pesan yang Engkau ingin aku sampaikan ?” Dan Dia menjawab “tidak perlu. Engkau hanya perlu memperhatikan saja… Aku yang ingin berbicara kepadamu”.

Sambil berjalan saya pun bicara sama Tuhan. “Tuhan… kalau mau bicara dengan saya… sekarang ini saja… ngapain tunggu – tunggu nanti”. Dan luar biasanya… Tuhan tidak marah loh dengan perkataan saya seperti itu. Kemudian saya katakan dalam hati “Tuhan aku ini kan bukan orang yang baik – baik amat… masih banyak salah… masih banyak dosa…”. Dia kemudian berbisik “masuk ke toilet kedua dari sini”. Saya pun menurut dan berkata kepadaNya dalam hati “tahu aja aku butuh pipis”. Di dalam toilet ketika saya pipis saya memejamkan mata (karena lega…).

Eh tiba – tiba saya melihat suatu tempat dan ada seorang anak lelaki remaja berada di sana. Tempat itu sepertinya ada di airport Changi. Saat itu saya gak mengerti dan saya pikir ah cuma bayangan biasa aja. Setelah dari toilet saya merasa sangat gak pantas banget bisa berbicara langsung sama Tuhan. Sambil duduk di deretan gate E, saya bilang “Tuhan ampuni dosaku… aku bukan orang yang pantas dan baik”. Setelah itu saya berjalan di travelator dan Tuhan bicara dengan sangat luar biasa.

Dia berbicara seperti seorang teman dengan gaya bicara bukan seperti orang yang agung. Dari sana saya menyadari bahwa Dia sangat sangat penuh kasih dan sangat – sangat luar biasa. Dia berbicara dengan leluasa dan wah keren banget deh. Dia bilang “seandainya saja yah semua orang mendengarkan perkataanKu, maka seisi dunia ini akan damai”. Kemudian dia berkata “Segala sesuatu ditentukan olehKu. Pada waktuKu segala sesuatu akan digenapi”.

Setelah itu saya sampai di terminal 2. Saya berhenti sejenak dan tanya Tuhan… “ini tempat begini besar… gimana saya bisa menemukan itu anak ?” Kemudian Tuhan berbisik “kacamata”… dan saya kemudian berjalan lurus dan menemukan dua toko kacamata. Kemudian Tuhan bilang tadi di toilet saya melihat suatu tempat di Changi Airport… dan saya disuruh mencari tempat tersebut. Saya merasa begitu excited dan kemudian setelah beberapa menit saya menemukan tempat yang tadi saya lihat di dalam toilet.

Tempat itu adalah tangga escalator menuju imigrasi arrival Terminal 2. Ketika saya berada di tempat tersebut saya kemudian melihat ke sekeliling saya apakah ada anak lelaki berkulit coklat dan memakai baju merah. Saya kemudian melihat ada seorang anak India pakai baju merah dan saya menghampiri dia. Ketika saya berjalan menuju ke sana saya tanya sama Tuhan “ini dia anaknya Tuhan ?” Dan ketika saya sudah dekat, Tuhan bilang “bukan dia”. Saya kemudian mulai mencari – cari lagi. Tiba – tiba mata saya menangkap sebuah obyek merah.

Seorang anak lelaki kecil sedang lari – larian dan dia mengenakan baju merah. Saya tanya sama Tuhan “ini dia orangnya ?” Namun Tuhan tidak menjawab… saya pun mengejar anak tersebut. Dia lari – larian dan dia menaiki travelator menuju deretan gate F.. dia semakin menjauh dari saya. Saya terpaksa setengah berlari dan sambil berjalan mendekati dia saya bertanya banyak pertanyaan sama Tuhan… tapi tak satu pun dijawab. Anak itu berada 20 meter di depan saya. Sambil saya berjalan mendekat… semakin saya bertanya “Tuhan Engkau bilang sekali aku melihat dia aku akan langsung mengerti… tapi saat ini aku gak ngerti apa – apa”.

Kemudian saya perhatikan di belakang baju dia sepertinya ada tanda salib kuning. Saya kemudian mendekati dia sambil penasaran… kemudian ketika semakin dekat… ternyata bukanlah salib… melainkan gambar sebuah pesawat. Dan pesawat itu pesawat yang sangat unik… dan saat itu juga saya mengerti… hanya Tuhan saja yang bisa melakukan itu. Ketika saya masih TKK, setiap kali saya masuk ke kelas kita harus memindahkan gambar yang dicetak di atas potongan kayu. Gambar itu kemudian digantung sebagai tanda absensi. Dari sana para guru tau siapa yang masuk dan yang tidak, dari gantungan kayu bergambar.

Pesawat Cessna - PenulisHidupku.Com - 1

Nah kayu saya bergambar pesawat terbang berwarna merah dan putih. Bagi saya pesawat memiliki makna yang sangat khusus. Ketika kecil saya bilang sama teman – teman saya mau terbang ke angkasa ketika saya memainkan kayu bergambar saya. Di rumah papi juga pernah menggambar sebuah pesawat Boeing 747 dan sewaktu saya mendengarkan penjelasan papi, saya berangan – angan ingin terbang. Karenanya bagi saya pesawat itu selalu diasosiasikan dengan sebuah IMPIAN. Ketika saya remaja… saya juga memiliki sebuah mimpi menjadi seorang pengusaha sukses, kaya raya, dan saya akan sering traveling business trip menggunakan pesawat. Ketika saya kuliah banyak jam juga saya habiskan di viewing mall di bandara… entah kenapa saya suka duduk – duduk di sana… merenungkan impian saya.

Pada malam itu, ketika saya melihat gambar pesawat di baju si anak.. saya langsung mengerti… walaupun saat itu Tuhan tidak berbicara apa – apa. Tuhan mengerti akan IMPIAN saya. Dia tahu dan Dia sudah MENANGKAP IMiPIAN saya. Kemudian Dia berkata… “jangan takut, jangan lelah, jangan cemas… Aku sedang mengusahakan impianmu. Pada waktuKu setiap dari impianmu akan menjadi kenyataan”. Saya merasa begitu terharu dan kagum… sAampai mata mulai berair.

Dan saya bilang “Ampuni aku Tuhan… Aku selalu mengecewakanMu”. Tetapi dengan luar biasa dan sampai hari ini saya tidak bisa habis pikir, Tuhan berkata “Engkau tidak pernah mengecewakanKu, karena engkau selalu kembali kepadaKu”. Wow… saya begitu kagum denganNya. Dia kemudian berkata “jadilah orang yang baik… dan jangan pernah berhenti memberkati orang lain”. Itu adalah akhir dari percakapan pada malam hari itu… suatu perjumpaan dengan Tuhan penulis hidup saya dan Dia berkata “DIA MENGERTI DAN DIA PERDULI kepada diri kita dan segala impian kita“.

Tuhan yang sama juga mengerti dan perduli kepada anda. Terpujilah namaNya selalu dan selama – lamanya.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 8 Januari 2012.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Diary 15 Desember 2012 – Belajar Dari Oma Lily

Hadiah Natal - PenulisHidupku.Com - 2

Hari ini perkumpulan Full Gospel Businesmen Fellowship International (FGBMFI) chapter Lucky Plaza Singapura mengadakan kunjungan Rumah Sakit di Mount Elizabeth Hospital. Jam 10 lewat kita semua sudah tiba di Resto Surabaya untuk membungkus kado – kado. Dan setelah makan siang kita pun berangkat ke Mount E. Bersama dengan gua adalah Ferry, Firmansyah, Frado, Ci Yetti, ko Hendra, ci Mulya, dan ci Esther. Setiba di mount E kita pergi ke lantai 9, dan pasien yang kita kunjungi pertama kali adalah seorang wanita tua bernama oma Lily.

Oma Lily berusia 85 tahun dan dia menderita penyakit Parkinson. Kata keponakannya yang menjaga di sana, oma Lily tidak bisa mengenali orang – orang yang mengunjungi dia. Secara sepintas oma Lily tidak beda dengan kebanyakan pasien lainnya, terbaring di atas ranjang dan hidungnya dimasuki dengan selang. Namun ketika wanita yang menjagai oma Lily mulai bercerita… baru terbukalah siapa pribadi oma Lily sesungguhnya dan membuat gua belajar sesuatu dari beliau.

Oma Lily sudah menikah selama 60 tahun dengan suaminya. Dalam foto yang diambil kurang dari setahun, terlihat sang suami masih segar bugar walaupun sudah berusia 86 tahun. Dengan mesra dia mencium Oma Lily yang saat itu sudah duduk di kursi roda. Walaupun sudah 60 tahun menikah mereka masih terlihat begitu mesra dan saling mengasihi. Bahkan sebelum oma Lily sakit, setiap hari oma Lily tidak akan makan malam tanpa suaminya. Dan setiap hari dia melayani dengan memilih dan mengambilkan makanan untuk suaminya.

Sekarang ini begitu banyak teman – teman gua baik di kantor maupun di luar kantor yang sudah cerai, padahal mereka menikah belum sampai 7 tahun. Untuk bisa mendapatkan pasangan hidup yang bisa setia seperti yang dialami oma Lily dan suaminya ternyata tidaklah mudah untuk konteks sekarang ini. Walau demikian gua berdoa dan terinspirasi untuk menjalani pernikahan dengan pasangan hidup gua sama seperti oma Lily, yakni saling melayani dan mengasihi karena suami / istri kita adalah bagian diri kita sendiri yang telah dipersatukan oleh Tuhan.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 15 Desember 2012.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Kesaksian Gua: Tuhan Atur Semua Ketika Kita Mengutamakan Dia

Salib - PenulisHidupku.Com - 1Semalam gua berbincang – bincang dengan ko Hendra di Kimsia Court mengenai hal kekuatiran. Gua sharing ke dia bahwa gua ada beban pikiran dimana beberapa laporan penting harus gua submit kepada customer dan gua takut mengecewakan mereka karena mereka begitu baik sama gua. Ko Hendra mengingatkan bahwa gua gak perlu khawatir, karena Roh Kudus akan memampukan kita di saat kita membutuhkan bantuan, dan asalkan hati kita selaras dengan Dia pasti semuanya Dia yang tanggung. Semalam setelah sampai di rumah, gua sama sekali tidak melanjutkan buat laporan, waktu yang ada gua pakai untuk bersaat teduh selama 2 jam (dari jam 12 malam sampai jam 2 pagi). Dan seperti biasa gua saat teduh selalu di luar rumah… jalan2 sambil mendengarkan iPhone.

Gua memutuskan bahwa bertemu secara pribadi dengan Tuhan lebih penting dari apa pun, termasuk di dalamnya adalah laporan yang harus gua submit ke customer hari ini. Dan gua menikmati sekali saat teduh kemarin malam di mana Tuhan berbicara secara khusus kepada gua mengenai kebenaran (righteousness) dan hikmat (wisdom). Pagi ini gua memulai hari dengan suka cita. Sampai di kantor, gua siap – siap membuat laporan yang customer minta. Itu adalah sebuah laporan yang panjang dan rumit, dan deadlinenya jam 12 siang dan 4 sore. Gua memutuskan untuk gak pusingin soal betapa sulitnya laporan tersebut, karena kalau bener – bener mau pake logika, satu laporan saja bisa memakan waktu seharian. Entah kenapa ada damai sejahtera di dalam hati gua. Tiba – tiba gua mendapat telepon bahwa dua – duanya customer tersebut membatalkan meeting pada hari ini. Meeting diganti ke hari Senin dan hari Selasa. Puji Tuhan… jadi gua masih ada waktu untuk mempersiapkan laporan dengan baik.

Laporan - PenulisHidupku.Com - 1Namun gua sempat tergoda untuk menunda – nunda pekerjaan atau membereskan laporan ini dengan kualitas minim supaya sekedar beres saja. Tetapi entah kenapa Roh Kudus terus menerus mengingatkan untuk setia kepada perkara – perkara yang kecil, dan harus menyelesaikan semua dengan spirit of excellence. Akhirnya gua memutuskan untuk menyelesaikan setiap dari pekerjaan tersebut dengan kualitas terbaik yang bisa gua berikan. Puji Tuhan sekitar jam 3 sore, kedua laporan yang rumit dan bikin gua pusing tersebut akhirnya beres juga. Gua berikan usaha dan kemampuan gua yang terbaik, dan di dalam hati gua merasa puas sekali.

Hari ini gua belajar bahwa ketika kita mengutamakan Tuhan dalam segala hal, tidak ada lagi satu hal pun yang perlu kita kuatirkan. Tuhan kita bukan Tuhan yang mati, yang tidak bisa mendengar maupun melihat… Tuhan kita hidup dan memiliki hati yang besar. Ketika kita mencari hatiNya… maka kebutuhan kita dalam bentuk apa pun juga akan Ia cukupi, dan bahkan sampai berlebihan. Yang kedua gua belajar bahwa sebagai anak Tuhan kita harus terus – menerus meningkatkan standar kualitas. Sehingga dengan demikian melalui kita dunia bisa melihat bahwa Allah yang kita sembah juga adalah Allah yang sangat berkualitas. Demikianlah kesaksian gua. Tuhan Yesus memberkati 🙂


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 20 Juli 2012.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.