PERBEDAAN ANTARA PERCAYA DAN IMAN

PERCAYA DAN BERIMAN - PENULISHIDUPKU.COM - 1

Di dalam artikel sebelumnya kita sudah membahas 2 macam percaya yakni BELIEVE dan TRUST. Bagi yang belum sempat membacanya bisa membacanya terlebih dahulu di link di bawah ini:

PERCAYA: BELIEVE ATAU TRUST ?

Kali ini kita akan membahas perbedaan antara kata percaya dan iman. Jika kita perhatikan percaya (believe / trust) adalah kata kerja, sementara iman (faith) adalah kata benda. Untuk membuat suatu perbandingan maka kita perlu menyetarakan kedua jenis kata tersebut.

Kata benda dari percaya believe adalah kepercayaan (belief). Dan kata benda dari percaya trust adalah kepercayaan (trust) (tetap sama).

Kepercayaan (belief) adalah rasa yakin yang diperoleh dari perkataan / pernyataan orang lain, atau pun hasil dari pemahaman kita.

Kepercayaan (trust) adalah rasa yakin terhadap kemampuan pihak lain sehingga kita siap menanggung apa pun resikonya; dan rasa yakin ini seringkali disertai dengan tindakan.

Lalu bagaimana dengan iman (faith) ? Mari kita lihat beberapa ayat soal iman untuk mendukung pelajaran kita hari ini:

1. Definisi iman: “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan, dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat” – (Ibrani 11:1).

2. Pentingnya iman: “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia” – (Ibrani 11:6).

3. Cara mendapatkan iman: “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus” – (Roma 10:17).

4. Tidak semua pemilik iman melakukan follow up tindakan: “Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati” – (Yakobus 12:7).

HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN (BELIEF) DAN IMAN (FAITH)

Iman adalah kepercayaan (belief) yang diperoleh dari pendengaran akan Firman Kristus; sifatnya BUTA (tidak harus melihat lebih dahulu); dan berkembang menjadi KEPASTIAN.

Jadi hubungan antara iiman (faith) dan belief: iman adalah perpanjangan dari kepercayaan / rasa percaya (belief) yang menjadi KEPASTIAN.

Jika ada satu kata yang tepat untuk menggantikan iman adalah KEPASTIAN (certainty). Untuk itu kita perlu sadari bahwa ketika kita bicara soal kepastian, nilai kemungkinan (probabilitas) nya adalah 100%. Jadi iman itu harus percaya penuh 100% bahwa Tuhan PASTI memberikan apa yang kita harapkan, dan Tuhan TIDAK MUNGKIN GAGAL memberikannya .

“Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan [iman], kamu akan menerimanya” – (Yohanes 15:7)

“Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu TELAH MENERIMANYA [kepastian] , maka hal itu akan diberikan kepadamu” – (Markus 11:24)

Dengan pemahaman baru ini saya tantang saudara untuk membaca kembali setiap ayat di Alkitab yang ada kata iman-nya, dan saudara pasti akan terkagum – kagum.

Jadi apa artinya kita bisa minta kepada Tuhan apa saja seenaknya lalu Tuhan pasti memberikannya kepada kita ? Tentu tidak.

Ingat bahwa iman bersumber dari Firman Kristus. Mendengarkan dan memahami Firman Kristus ini membuat kita mengenal pribadi Yesus sehingga kita tahu persis sifat Allah. Pemahaman akan sifat Allah inilah yang memberikan kita pemahaman apa yang Allah suka, dan apa yang tidak Allah suka. Kita juga memahami posisi kita sebagai ciptaan (yang menyembah), dan Allah sebagai Tuhan (yang disembah). Pemahaman posisi ini juga yang menyadarkan kita untuk tidak kurang ajar sama Tuhan. Jadi ingatlah kita tidak bisa berdoa memaksa Tuhan melakukan sesuatu yang Dia benci (ini namanya mencobai Tuhan). Kalau kita berani melakukan itu, artinya Firman Kristus belum tertanam di dalam diri kita.

“Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu” – (Yakobus 4:3)

Tentunya ketika kita masih bayi rohani kita banyak melakukan trial and error (coba coba) dalam doa kita sambil meraba raba dalam pengenalan akan Tuhan. Tetapi ketika kita mulai bertumbuh secara rohani melalui FirmanNya, kita mulai meminta apa yang Allah suka, karena apa yang Allah suka bukan hanya baik bagi kita tetapi juga sempurna bagi kita.

Dan inilah kunci dari kepastian kita bahwa doa kita pasti dikabulkan: melalui Firman Kristus kita semakin mengetahui pribadi sang pemberi, dan memiliki pengalaman pribadi bersama denganNya, apa yang kita minta otomatis hanya yang Dia suka. Marilah kita baca ayat pendukung ini:

“Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya” – (Yohanes 15:7).

Maksud dari firman Tuhan tinggal di dalam kita adalah BUKAN SEKEDAR PERNAH MEMBACA ALKITAB, tetapi MENGHIDUPI FIRMAN TUHAN SETIAP SAAT (MERENUNGKAN DAN MELAKUKAN FIRMAN TUHAN) SEPERTI TUHAN YESUS. Dan hanya dengan cara inilah kita dikatakan bersatu dengan Tuhan Yesus.

Jadi iman adalah KEPASTIAN bahwa Allah akan melakukan apa yang kita harapkan bagi kita. Saya berikan ilustrasi iman itu seperti saudara memenangkan undian lotere. Ketika saudara lihat di koran bahwa saudara adalah pemenangnya, dapat dipastikan bahwa hadiahnya adalah milik saudara. Yang perlu saudara lakukan adalah mengklaimnya, artinya saudara perlu datang ke kantor pemberi lotere tersebut untuk mengambil hadiahnya. Kegiatan untuk pergi ke kantor lotere itulah tindakannya / perbuatan sebagai follow up dari kepastian. Betapa bodohnya bila saudara memenangkan lotere tetapi tidak mengambil tindakan untuk pergi ke kantor dan tidak mengklaim hadiahnya. Itu sama saja dengan saudara tidak mendapatkan apa – apa.

Sekarang mari kita baca ayat di bawah ini.

“Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?” – (Yakobus 2:20).

“Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati” – (Yakobus 12:7).

“Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna” – (Yakobus 2:22).

Jika kita sudah dapat kepastian maka kita harus melakukan perbuatan supaya kita mendapatkan keuntungannya.

Sebelumnya kita sudah bandingkan KEPERCAYAAN (BELIEF) dan IMAN (FAITH). Lalu bagaimana perbedaan antara KEPERCAYAAN (TRUST) dan IMAN (FAITH).

PERBANDINGAN ANTARA KEPERCAYAAN (TRUST) DAN IMAN (FAITH)

Iman tidak pernah mempertimbangkan faktor gagal, karena adanya kepastian / keyakinan penuh (100%). Orang yang beriman seringkali terdengar / terlihat keras kepala atau bodoh karena mereka sangat bergantung kepada kekuatan Tuhan.

“supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah” – (1 Kor 2:5).

Iman (faith):

  • Yakin pasti, tidak mungkin gagal.
  • 100% percaya penuh bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.

Kepercayaan (trust):

  • Tetap yakin walau ada resiko gagal.
  • Walau apa yang diharapkan tidak terjadi, tetap setia dan bergantung kepada Tuhan.

Iman dan kepercayaan trust adalah 2 hal yang berbeda, walau bedanya sangat tipis. Keduanya perlu kita miliki dalam pertumbuhan rohani kita agar kita menjadi dewasa dan serupa dengan Tuhan Yesus.

Semoga artikel ini menjadi suatu masukan yang berharga bagi saudara sekalian. Tuhan Yesus memberkati.


Segala hormat dan pujian bagi Allah Bapa, Allah Putera, dan Allah Roh Kudus.
Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 24 Agustus 2017.
Silahkan dikopi dan disebarluaskan. Tidak ada hak cipta.

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter

HAL BERDOA – Oleh Pdt. Beny Santoso

Berdoa - PenulisHidupku.Com - 1

CATATAN:

Doa dinyatakan secara pribadi antara kita dengan Tuhan.
Jangan kita berdoa untuk mendapat perhatian orang lain / dilihat orang lain.
Jangan kita berdoa sehingga menyinggung atau mengganggu orang lain yang tidak seiman dengan kita.
Doa bukan soal bagusnya perkataan tetapi soal bobotnya (IMAN).

Hana berdoa untuk mempermuliakan nama Tuhan walau dia berdoa tanpa bersuara. Yang penting adalah hati peluh kesah yang dicurahkan dan diarahkan kepada Tuhan.
Berdoa tidak perlu / tidak harus tutup mata.
Berdoa adalah mencurahkan isi hati kepada Tuhan.
Yang penting dalam doa adalah IMAN. Kita harus yakin bahwa Allah itu ada dan Dia mampu mengadakan apa yang tidak ada. Allah mampu memberi apa yang kita minta. Allah itu maha kuasa.

Ada doa yang dijawab, ada doa yang ditunda jawabannya, dan ada doa yang tidak dijawab (ditolak).
Ada doa yang ditolak Tuhan, karena Tuhan tahu apa yang kita minta malah merusak hidup kita.
Untuk doa yang ditunda, Tuhan tahu kita belum siap dan Tuhan tahu kapan waktunya yang sempurna untuk doa itu dijawab.
Hal untuk menjawab doa adalah haknya Tuhan. Jangan memaksa Tuhan untuk memberi.

Doa orang yang benar (dibenarkan oleh Tuhan dan hidup di dalam Firman) pasti didengar oleh Tuhan. Perlunya kita meminta pengampunan terlebih dahulu.
Ketika berdoa kita terfokus hanya kepada Tuhan.
Allah pasti berikan permintaan kita dalam doa bila itu sesuai dengan kehendakNya.
Percaya hanya kepada Allah saja, dan tidak percaya / beribadah kepada tuhan yang lain.
Berdoa tanpa iman tidak tertuju kepada Allah.


Segala hormat pujian dan kemuliaan bagi Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus.
Terima kasih kepada almarhum pdt Beny Santoso, YouTube dan uploadernya atas video khotbah di atas.

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter

Perlombaan Iman

Perlombaan Lari - Penulishidupku.com - 1

Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita – Ibrani 12:1.

Manusia sekarang ini berlomba-lomba menjadi yang terbaik baik dari segi prestasi maupun kekuasaan dan harta kekayaan. Ada suatu kebanggan apabila kita bisa mencapai apa yang kita ingini, demikian juga bagi anak-anak kita, pada umumnya kita selalu mendorong bahkan memaksa anak-anak kita agar menjadi anak yang pandai dan ujung-ujungnya berhasil dalam hidup yang diukur dari kekayaan dan kepandaiannya

Firman Tuhan mengajarkan kepada kita bahwa dalam hidup ini ada hal yang lebih penting dari hal-hal tersebut yaitu iman, kita seringkali lupa untuk mengajarkan anak-anak kita untuk hidup dalam iman, kita tidak mengajarkan anak-anak kita agar imannya bertumbuh selaras dengan pertambahan usianya. Disamping itu, sebagai umat tebusan Kristus kita ini adalah peserta perlombaan iman untuk memperoleh hadiah yaitu mahkota kehidupan. Dalam perlombaan iman yang dinilai adalah bukannya berapa banyak harta atau prestasi yang kita raih, tetapi apakah kita mampu menjadi pemenang dalam ujian, pencobaan dan rintangan

Untuk memenangkan perlombaan iman kita perlu meminta kekuatan dari Tuhan sendiri dan kita harus fokus memandang hanya kepada-Nya, Alkitab berkata: ” Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan.

Selain itu, untuk memenangkan perlombaan iman, kita harus menanggalkan semua beban dan dosa, dosa adalah perintang utama untuk meraih kemenangan. Beban dapat berupa kekecewaan, kepahitan, penyesalan yang mendalam, putus asa dan untuk mencapai garis akhir tidak mungkin seorang pelari membawa beban yang berat, seorang pelari akan menanggalkan semua beban yang ada agar dia bisa memperoleh kemenangan.

Tuhan Yesus memberkati !


Segala hormat dan kemuliaan bagi Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
Terima kasih kepada saudari Widya Helen untuk renungannya.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Level Iman – Oleh Pendeta Petrus Agung


Petrus Agung Purnomo - PenulisHidupku.Com - 2


Segala hormat dan pujian bagi Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
Terima kasih kepada pak Petrus Agung, uploader, dan YouTube atas audio sermon-nya.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.