Diary 10 Feb 2013 – Supper With My Brother

It has been a while since the last time I went out with my brother, Juni. Last night he asked me to go out to eat Abang Ade’s famous Indomie at Tomang. So we went there on a motorcycle, but sadly… they were closed hehehe. So we changed our direction to Mangga Besar… yeah… arguably the most happening place in Jakarta… especially at night. It is the equivalent of Geylang in Singapore but only much bigger hehehe. That place is the heaven for food… and ehem… you know… a different kind of pleasure. It is also the place you can get access to drugs in various night clubs, and illegal viagra hehehe. It is quite interesting.

My bro and I went there not to seek those kind of pleasure… but to satisfy our tummy. We went to a warung tenda (tent) where they sell nasi uduk. A kind of Indonesian Nasi Lemak… with interesting taste… but ridiculously cheap. Sounds to good to be true ? Well… the trade off is… hygiene is not really guaranteed… try at your own risk. There is a nearby hospital called Husada in case of emergency hehehe.

Ayam Bakar - Lalapan - Babat - Nasi Uduk Husada - PenulisHidupku.Com - 1

Nasi Uduk Tenda - Husada - PenulisHidupku.Com - 1

Petai - Nasi Uduk Tenda Husada - PenulisHidupku.Com - 1

I really enjoyed the food… and had a good time with my brother. We talked the most interesting and serious topic… which as usual is about GIRLS hahaha. I can’t imagine what life will be without them :-P. And the food was really good… it cost less than 60,000 rupiah (S$9) for both of us. The menu was: chicken, tofu, veggie, sambal, intestine, and petai… for each of us. The place is right infront of Husada hospital, beside the tent that sells snake meat.


Written by Handy on 10 Feb 2013.
To give comments, CLICK HERE

Diary 26 Agustus 2012 – Akhir Dari Liburan Gua Di Jakarta Bersama Dengan Keluarga Tercinta

My Family - Dudy Wijaya Ramli - Siauw Jenny Margaretha - Handy Tirta Saputra - Sanny Ayunda - Christine Ayunda - PenulisHidupku.Com - 1

Akhirnya setelah lebih dari seminggu, berakhir pula masa liburan gua di Jakarta bersama dengan keluarga. Ada begitu banyak kebaikan Tuhan yang gua alami, banyak hal yang diingatkan, dan juga banyak yang bisa gua bawa balik ke Singapura (selain kulit yang makin hitam dan perut yang makin buncit) :)ђέ‎:)ђέ«{^⌣^}»‎:)ђέђέ:).

Secara keseluruhan Tuhan mengajar dan mengingatkan gua mengenai makna keluarga, dimana sesungguhnya kekeluargaan itu berarti “saling menerima apa adanya”. Dan itulah yang sungguh – sungguh gua rasakan dari keluarga gua. Di sini gua bisa jadi diri gua apa adanya, bisa terbuka, bisa dikoreksi, dan dikasihi dengan tulus.

Secara singkat berikut adalah yang gua dapatkan:

1. Melalui nasihat dari bokap, Tuhan mengingatkan gua untuk “setia dalam perkara – perkara yang kecil”. Bokap beberapa kali bilang ke gua “tidak usah berpikiran yang muluk – muluk dahulu, tekuni dulu saja apa yang ada di tangan”. Seringkali gua meremehkan pekerjaan di kantor karena terlalu gampang. Sekarang gua mau berubah. Gua harus setia sama semua pekerjaan, bahkan pekerjaan yang paling sederhana pun. Gua mau bereskan semua pekerjaan dengan kualitas yang terbaik gua bisa beri.

2. Nyokap menasehati gua soal “integritas dan memegang janji”. Memang gua terlalu gampang memberikan janji dan akhirnya kewalahan sendiri memenuhinya. Dan selama beberapa hari terakhir ini di Jakarta gua berhati – hati dalam membuat janji. Gua berniat akan membereskan janji – janji yang sudah gua buat di Singapura. Ada banyak hutang janji dalam bentuk pelayanan. Biarlah gua bereskan dahulu dan di kemudian hari gua akan lebih bijak dalam menerima permintaan pelayanan. Di sisi lain gua juga butuh merawat dan menjaga diri sendiri… dan tidak hanya berfokus kepada orang lain.

3. Gua perhatikan bokap dan nyokap gua adalah pasangan yang super ideal (walaupun mungkin mereka tidak setuju sepenuhnya). Beberapa kali gua amati bokap nyokap itu pintar menjaga emosi pasangannya. Kalau bokap ngoceh, nyokap diam saja dan biarkan ego lelaki bokap dipuaskan hehehe. Kalau nyokap ngoceh, bokap ngedukung dia sambil nimbrungin ocehannya dan nyokap ngerasa ada yang mendukung :)ђέ‎:)ђέ«{^⌣^}»‎:)ђέђέ:). Belum tentu gua dan pasangan hidup gua bisa seperti mereka. Walau demikian ini adalah salah satu pelajaran yang akan gua bawa ke dalam pernikahan. Pernikahan bukan berarti tidak ada cek cok, tetapi bagaimana bisa menerima satu sama lain.

4. Dari cici gua belajar menjadi lebih sabar. Tidak mudah punya 2 anak yang kadang – kadang akur dan juga suka berantem. Gua mungkin gak bisa bertindak adil seperti cici gua. She really has done a great job with the kids, dan berkorban banyak demi keluarga. Bener – bener hebat deh. Walaupun kali ini gua gak menghabiskan waktu dengan adik gua Christine. Namun gua tahu dia semakin dewasa. Sekarang sudah jadi mami dari 2 orang anak, dia punya jiwa keibuan semakin besar. Dari cici dan adik, gua diingatkan bahwa sebagai keluarga kita mesti akur dan kompak.

5. Dari Juni gua belajar untuk selalu semangat dan berani bekerja keras. Saudara dan sohib gua yang satu ini emang rajin sekali… bangunnya pagi dan langsung sibuk bantu – bantu mami. Segala macam urusan renovasi dan perbaikan rumah (pertukangan, dsb-nya) dia tangani dengan begitu baiknya.

Gua sangat yakin sekarang bahwa segala macam pekerjaan Tuhan di bumi ini dimulai dari keluarga. Ini benar – benar mencelikkan mata gua, bahwa ternyata kita tidak perlu gerabak – gerubuk (super sibuk) melayani dan memenangkan jutaan jiwa untuk menyenangkan Dia. Cukup “dimulai” dengan “fokus” kepada keluarga saja dan mengasihi mereka dengan tulus sebagaimana Kristus mengasihi kita semua.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 26 Agustus 2012.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Diary 22 Agustus 2012 – Liburan di Pulau Ayer

Beristirahat di pulau Ayer - PenulisHidupku.Com - 1

Malam ini gua dan keluarga menginap di pulau Ayer. Desiran ombak yang menerpa tiang – tiang penyangga rumah di bawah gua, benar – benar mengajak jiwa gua untuk rileks dan menikmati tidur yang berkualitas. Pagi hari ini (22 Agustus 2012), pada pukul 1 pagi, dewi malam berbisik dan membangunkan gua. Walau pun hanya terlelap selama 2 jam, seluruh tubuh gua terasa sejuk dan segar sekali. Pagi ini popo (nenek) gua juga sudah terbangun. Dia sudah krasak – krusuk, sedikit berbenah, karena dia pikir sudah jam 4 pagi :). Gua kemudian ngetik – ngetik 2 draft artikel buat blog gua (penulishidupku.com) menggunakan blackberry sambil berbuang hajat dan merasakan getaran ombak di bokong gua :).

Ombak di Pulau Ayer - PenulisHidupku.Com - 1

Setelah itu gua ke balkoni dan ambil beberapa foto. Gua terkagum – kagum dengan gulungan ombak besar yang mengalir di bawah rumah. Roh Kudus berbisik kepada gua “lihatlah ombak tersebut, apakah kamu bisa membuatnya ?”. Gua hanya bisa berkata “tidak” di dalam hati. Dia kemudian melanjutkan “kalau begitu, mengapa kamu masih khawatir mengenai masa depanmu yang tidak serumit penciptaan ombak ini.” Saat itu gua sadar bahwa gua masih “kurang percaya”. Ada kalanya gua percaya namun beberapa waktu kemudian rasa percaya itu sepetinya terkikis dan larut. Pagi itu gua diingatkan bahwa Dia, Allah adalah Tuhan yang berkuasa, sempurna, dan tetap sama. Gua tidak lagi khawatir akan masa depan… paling tidak pada saat ini :).

Lagi asik – asik mengagumi air laut, tiba – tiba om Den menyapa gua dari belakang… bikin gua kaget :)ђέ‎:)ђέ«{^⌣^}»‎:)ђέђέ:). Kita pun memulai sesi memancing lagi dari balkoni. Tak lama kemudian nyokap bangun dan ikut bergabung. Pagi itu kita berpindah – pindah lokasi memancing, dari balkoni kemudian ke tempat pemancingan, lalu ke restoran dan dermaga. Popo bilang dia tahu dari nyokap kalau “si dia” sudah punya pacar dan menyarankan gua untuk cari yang lain. Gua cuma bisa terdiam saja dan tersenyum – senyum karena sulit sekali untuk dijelaskan mengapa gua mau sama “si dia”.

Matari Terbit - Sun Rise - Di Pulau Ayer - Handy Tirta Saputra - Fotografi Lee Xing Zhi - PenulisHidupku

Sekitar jam 4, gua kembali tidur :). Dan bangun pagi sekitar jam 6, buat melihat sun rise. Rada telat juga sih, karena matahari sudah jauh di atas horizon :)ђέ‎:)ђέ«{^⌣^}»‎:)ђέђέ:). Setelah memancing sesaat bersama nyokap, kita sekeluarga kemudian menikmati makan pagi bersama – sama.

Makan Pagi Bersama Keluarga - Di Pulau Ayer - PenulisHidupku.Com - 1

Setelah itu gua melanjutkan berenang bersama dengan Juni dan kedua keponakan gua. Sudah lama tidak berenang, ternyata gua cukup menikmati olahraga ini. Berenang bolak – balik beberapa lap, ternyata stamina gua boleh juga hehehe. Setelah selesai berenang gua kembali ke rumah untuk tidur siang sebentar.

Handy Tirta Saputra - Juni Yanto - Siauw Yuliana - Michie Kojima - Yoshika Kojima - Dudy Wijaya Ramli - PenulisHidupku.Com - 1

Siang harinya setelah kita check out, gua dan om Den menyempatkan diri memancing kembali di dermaga. Puji Tuhan walaupun terpanggang sinar matahari, gua berhasil mendapatkan 1 ikan hehehe, begitu pula dengan om Den.

Siauw Yuliana - Sanny Ayunda - Juni Yanto - Denny Karamoy - Memancing Di Pulau Ayer - PenulisHidupku.Com - 1

Denny Karamoy - PenulisHidupku.Com - 1

Dan sambil menunggu waktu pulang kita sekeluarga pun berkumpul kembali di tepi pantai sambil saling mengobrol, foto – foto, main catur, dan juga lari – larian (sama keponakan gua).

Istirahat di pinggir pantai pulau Ayer - PenulisHidupku.Com - 1

Handy Tirta Saputra - Siauw Yuliana - Main Catur Di Pulau Ayer - PenulisHidupku.Com - 1

Sore hari pukul 4 kita kembali lagi ke Marina Ancol. Air ombak lebih besar dari hari sebelumnya sehingga di kapal terasa sedikit naik turun. Sesampai di Ancol gua pun berpisah dengan popo, om Den, dan ie Aling.

Sesampai di rumah Juni sudah sibuk membersihkan ikan hasil tangkapan kita. Sementara gua bersama dengan keponakan menghabiskan waktu bersama sambil membaca buku “WHERE IS WALLY”. Secara keseluruhan gua bersyukur sekali atas liburan ke pulau kali ini. Semua berjalan begitu baik, dan dari sana kita ada rencana untuk kembali memancing di tengah laut tanggal 21 September 2012. Terima kasih Tuhan atas penyertaan dan berkatMu yang luar biasa.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 22 Agustus 2012.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Diary 21 Agustus 2012 – Berangkat Ke Pulau Ayer

Siauw Jenny Margaretha - Dudy Wijaya Ramli - Michie Kojima - Sanny Ayunda - Yoshika Kojima - PenulisHidupku.Com - 1

Hari ini (21 Agustus 2012) gua bersama dengan keluarga pergi ke pulau Ayer. Selain bonyok ada juga cici + 2 keponakan, Juni, ie ie + suami, dan popo (nenek) gua. Gua sangat menantikan perjalanan ini karena sudah lama gak pergi ke sana, dan juga karena gua ingin sekali menghabiskan waktu berkualitas bersama dengan keluarga. Seperti biasa yang suka mancing (nyokap, Juni, dan om Denny) sudah bangun pagi2 sekita jam 4 pagi untuk menyiapkan umpan (udang hidup), dsb. Terus terang gua sih tahunya beres aja. Semua perlengkapan gua sudah nyokap bereskan. Memang di keluarga kita nyokap adalah yang paling cekatan dan rajin :). Jam 7.30 kita sudah sampai di Marina dan sekitar sejam kemudian kita berangkat menuju pulau Ayer.

Michie Kojima - PenulisHidupku.Com - 1

Dalam Ferry Menuju Pulau Ayer - PenulisHidupku.Com - 1

Juni Yanto - Denny Karamoy - PenulisHidupku.Com - 1

Di dalam ferry gua duduk sama popo, dan sempat dikhotbahin olehnya agar cepetan dapetin jodoh dan buruan menikah :). Cici, nyokap, dan om Denny cuma bisa senyum – senyum ngelihat gua dikuliahin sama popo :). Sampai di pulau pukul 9 kita disambut oleh ci Utami, manager pulau, yang adalah teman dari bokap di ORARI (amatir radio). Karena waktu check in adalah pukul 2 siang, kita berteduh dahulu di sebuah pendopo terbuat dari kayu sambil menghadap ke pantai.

Kulit Kerang Di Pantai - Michie Kojima - Handy Tirta Saputra - Fotografi Lee Xing Zhi - PenulisHidupku.Com - 1b

Masing2 dari kita kemudian memulai aktifitas. Gua mulai dgn foto2 bersama dengan cici dan bokap. Keponakan gua main pelosotan dan ayunan. Nyokap, popo, dan ie ie ngobrol2 dengan ci Utami. Sementara Juni dan om Denny sudah berada di lokasi pemancingan. Setelah mengambil beberapa jepretan foto dan mendengarkan nyokap ngobrol, gua pun bergabung dengan Juni untuk mancing. Sambil menunggu pancingan gua disiapkan (karena masih baru) oleh Juni, puji Tuhan gua menangkap 2 ekor ikan :)ђέ‎:)ђέ«{^⌣^}»‎:)ђέђέ:).

3 Nelayan di Pulau Ayer - PenulisHidupku.Com - 1

Tangkapan Ikan di pulau Ayer - PenulisHidupku.com - 1

Juni Yanto - PenulisHidupku.Com - 1b

Denny Karamoy - PenulisHidupku.Com - 1

Dalam sesi mancing yang pertama popo gua yang kemudian juga ikutan, kembali melanjutkan sesi khotbahnya mengenai “buruan menikah” :)ђέ‎:)ђέ«{^⌣^}»‎:)ђέђέ:). Gua cuma bisa tersenyum dan mengangguk – angguk. Dia kemudian menggali – gali informasi mengenai “si dia”. Dan popo bilang “iya gak apa – apa, beda umur segitu. Asal anaknya baik, ga usah tunggu – tunggu. Minta mama kamu lamar”. Duh… I wish it is that simple :)ђέ‎:)ђέ«{^⌣^}»‎:)ђέђέ:). Sayangnya dlm sesi mancing itu popo tidak mendapatkan ikan satu pun… mungkin para ikan takut dikotbahin juga :)ђέ‎:)ђέ«{^⌣^}»‎:)ђέђέ:). Om Denny menggoda popo dengan bilang “mami sih belum mandi kembang kemarin” :). Matahari begitu terik, cuma gua gak merasa kepanasan mungkin karena konsentrasi ada di mata kail :). Setelah itu gua dan Juni berjalan mengelilingi pulau. Pulau Ayer tidak besar. Cukup 15 menit kita sudah berhasil melakukan satu putaran. Kalau naik sepeda tidak sampai 5 menit. Setelah itu kita semua makan siang karena waktu sudah menunjukkan pukul 1.30 siang.

Dermaga di Pulau Ayer - PenulisHidupku.Com - 1

Satu hal yg gua rasakan adalah pagi ini waktu berjalan begitu lamban. Buat gua jauh dari berbagai electronic gadget sepertinya membuat gua terpaksa untuk beradaptasi dan menikmati suasana sekitar. Mungkin itulah alasan waktu terasa lebih lama berputar. Namun gua begitu enjoy. Setelah lunch kita kemudian checkin kamar. Seperti biasa kamar kita terletak di atas air, sehingga kita bisa merasakan dan mendengar desiran ombak. Ada 2 connecting rooms, 2 toilet, 1 kulkas, 1 dispenser, 1 living room, dan 1 balkoni menghadap langsung ke laut.

Penginapan di Pulau Ayer - PenulisHidupku.Com - 1

Mami, om Denny, dan Juni (3 nelayan kita) pun mulai memancing lagi di balkoni. Gua pun mulai ikut2an. Setelah beberapa kali nyangkut di karang akhirnya gua berhasil mendapatkan 1 ikan krapu kecil yang kemudian kita lepas karena kasihan. Setelah itu kita kembali menuju ke fishing spot kita di balik pulau yang ada banyak ikan. Di sana gua, nyokap, om Den, dan Juni kembali beraksi. Total di sana gua menangkap 4 ikan. Dan 2 di antaranya gua lepas karena masih kecil. Waktu memancing gua merasa tarikan yg cukup kuat, namun waktu gua tarik terasa berat… gua pikir nyangkut ke karang lagi tapi nyokap teriak “terus tarik” dan gua menurut saja. Ternyata… dapat 1 krapu macan yg cukup besar :)ђέ‎:)ђέ«{^⌣^}»‎:)ђέђέ:).

Setelah mancing, gua pun kembali ke kamar. Sampai di sana popo lagi duduk – duduk di ruang tamu. Gua pun berbincang – bincang dengan dia dengan seru. Puji Tuhan gua tidak mendapatkan kotbah ketiga darinya :)ђέ‎:)ђέ«{^⌣^}»‎:)ђέђέ:). Popo dengan seru bercerita bagaimana dia menang lotre sebanyak 10 kali dalam beberapa bulan terakhir. Gua pun bilang ke popo untuk ikut ke gereja lagi bareng ie ie dan om Den. Dia hanya tertawa – tertawa saja dan gua masukin beberapa “nilai” dari Firman Tuhan, meskipun bahasanya berbeda. Popo gua ternyata khawatir sekali dgn kesehatan ie ie gua yg saat ini sedang menjalankan kemoterapi. Gua bilang ke popo mengenai beberapa tips dari dr. Elizabeth Subrata dan juga ayat Alkitab “Hati Yang Gembira Adalah Obat”. Sepanjang percakapan gua melihat mata popo gua merah. Gua percaya Roh Kudus bekerja.

Siauw Yuliana - PenulisHidupku.Com - 1

Tak lama ie ie gua datang ke kamar, dan sambil menikmati bakua bee cheng hiang, gua berbagi informasi mengenai khasiat buah lemon untuk menjadikan tubuh kita basa (alkali), dan cerita sedikit mengenai makanan – makanan yang harus dipantang (makanan dgn bahan pengawet, soft drink, sea food, dsb), yang juga membuat badan kita jadi asam. Dia kemudian mencatat apa yang gua katakan :). Setelah itu gua, cici, dan Juni pergi ke kolam renang. Sudah lama gua gak berenang. Terakhir berenang itu tahun kemarin bersama dengan seorang wanita bernama Sandra (bukan pacar). Dan sore ini puji Tuhan tidak ada banyak orang di kolam yang menyaksikan betapa seksinya perut 1 pack gua :)ђέ‎:)ђέ«{^⌣^}»‎:)ђέђέ:).

Handy Tirta Saputra - Juni Yanto - PenulisHidupku.Com - 1

Popo - PenulisHidupku.Com - 1Cici mengambil beberapa foto yang lucu saat gua dan Juni berenang. Dan setelah sore, gua dan Juni berjalan menuju kamar. Kita kemudian berbincang – bincang sedikit mengenai beberapa hal pribadi dan urusan kerjaan. Ada sesuatu yang gua rasakan di hati saat itu… dan gua percaya itu pun pekerjaan Roh Kudus. Setelah mandi, kita sekeluarga kemudian makan malam di restoran.

Malamnya gua bermain kartu setan dan kartu tepok bersama dengan keponakan, bokap, cici, dan Juni. Seru juga :)ђέ‎:)ђέ«{^⌣^}»‎:)ђέђέ:). Setelah itu gua, cici, dan Juni ngobrol – ngobrol sebentar sambil menghabiskan 3 botol bir :). Dan kemudian kita semua zzzz. Gua hanya bisa bersyukur kepada Tuhan atas hari yang begitu indah yang telah Ia berikan kepada gua sekeluarga.

Keluarga di Pulau Ayer - PenulisHidupku.Com - 1

Gua bukan orang yang sempurna dan ada begitu banyak kekurangan. Namun bersama dengan Dia, gua belajar menjalani hidup ini dengan tenang dan damai, penuh keyakinan bahwa Dia berkuasa dan memegang kendali. Hari ini adalah salah satunya. Terima kasih Tuhan :).


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 22 Agustus 2012.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.