Ketabahan Di Tengah Badai ~ Dibawakan Oleh Pdt. Philip Mantofa

philip-mantofa-penulishidupku-com-1

Belajar dari ketabahan rasul Paulus sehingga ia menerima mujizat dari Tuhan dan mujizat tersebut dapat dinikmati oleh banyak orang.


Segala hormat dan kemuliaan bagi Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
Terima kasih pastor Philip Mantofa atas videonya :-).
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter

Khotbah dari Pdt. Pengky Andu: Masalah Adalah Kesempatan

Pengky Andu - PenulisHidupku.Com - 1



Saya sangat diberkati oleh khotbah ini. Semoga kita semua bisa melihat masalah dari perspektif yang lain.


Segala hormat dan kemuliaan kepada Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
Terima kasih kepada pak Pengky, Youtube dan uploader atas audio pengajarannya.

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter

Badai Pasti Datang Dan Badai Pasti Berlalu

Bagi saudara – saudara di luar sana yang sedang mengalami masalah berat, saya mau katakan: SAUDARA TIDAK SENDIRIAN. Bacalah tulisan di bawah ini, dan saya berdoa semoga saudara menemukan kekuatan di dalam Dia.

Badai Kehidupan - PenulisHidupku.Com - 1

 


Dua macam dasar - Rumah Di Atas Pasir dan Rumah Di Atas Batu - PenulisHidupku.Com - 1

Matius 7:24-27 – “Setiap orang yang MENDENGAR PERKATAAN-KU INI DAN MELAKUKANNYA, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”


BAGIAN 1: TAMU YANG TIDAK DIUNDANG

Tuhan kita yang maha agung, maha kuasa, dan maha dahsyat tidak pernah sekalipun berjanji bahwa di dalam kehidupan ini anak – anakNya akan terbebas dari badai kehidupan. Masalah dan tantangan yang begitu berat (bahkan seringkali serasa di luar batas kemampuan kita) datang begitu saja di luar nalar, kemampuan prediksi, dan tanpa perlu kita undang (dibuat – buat). Kita juga mungkin tidak sepenuhnya mengerti MENGAPA INI TERJADI, dan BAGAIMANA JALAN KELUARNYA. Seperti mendengar petir menggelegar di siang bolong… DUAAARRRRRR… terkejutlah diri kita. Serasa tidak percaya… seperti mimpi tapi kok terasa nyata. Dada sesak, sulit bernafas, pedih, dan membuat kita panik. Begitulah kira – kira gambarannya.

Sebutlah namanya Lusi, seorang ibu rumah tangga sederhana, yang begitu mengasihi keluarganya, dan patut dijadikan teladan bagi banyak orang. Karena keluarganya yang begitu harmonis Lusi merasakan hidupnya seperti surga, walau hari demi hari harus dijalani dengan kesederhanaan. Suatu pagi yang begitu indah Lusi memberikan bekal kepada sang suami yang akan berangkat ke kantor, dan ketiga anaknya yang akan pergi ke sekolah. Seperti biasa sang suami dan ketiga anak mereka berbagi kendaraan… sebuah motor bebek sederhana yang sudah mereka pakai hampir 8 tahun terakhir. Seperti biasa sang suami mengecup dahi Lusi sebelum dia berangkat, dan anak – anak berpamitan kepadanya dengan memberikan pelukan hangat. Semua terasa indah… semua terasa normal… tidak ada yang patut dikuatirkan. Namun setengah jam kemudian Lusi mendapat kabar bahwa sang suami tercinta, dan ketiga buah hati mereka tewas seketika ketika motor yang mereka tunggangi tertabrak lalu tergilas truk kontener. Saat mendengar berita itu Lusi tak kuasa menahan diri dan langsung jatuh pingsan di tempat.

Nabi Ayub - PenulisHidupku.Com - 1Masalah seberat itu bisa menimpa kita semua bila Tuhan ijinkan. Perbuatan baik, kekudusan, dan kesalehan kita pribadi tidak akan membuat kita terhindar dari badai kehidupan. Suatu waktu ada orang yang paling saleh di jamannya, yang hidupnya begitu taat dan menyenangkan hati Tuhan. Ayub namanya, dan kisah hidupnya ditulis di dalam Alkitab. Dikisahkan Ayub mengalami badai kehidupan raksasa dimana permasalahan berat datang bersamaan sekaligus, sehingga dalam waktu sekejab seluruh kehidupannya terasa runtuh hancur berkeping – keping. Dalam sekejab seorang HERO kembali menjadi ZERO.

Beberapa murid Yesus adalah nelayan kawakan. Mereka terbiasa mengendalikan perahu di atas danau. Namun hari itu Tuhan Yesus meminta mereka bertolak ke seberang, dan Tuhan Yesus tertidur dengan pulasnya. Walau ada Yesus di tengah – tengah mereka, masalah besar yang mengancam jiwa tetap menampakan diri tanpa perlu mereka undang. Mereka gunakan seluruh keahlian mereka dalam mengemudikan perahu sebagai nelayan, tetapi badai yang begitu kuat terus menghajar perahu mereka, sehingga mereka sangat yakin dan berkesimpulan bahwa mereka akan segera mati. Hal ini sungguh menarik, mengapa orang – orang yang setia dalam pelayanan bersama Yesus pun DIIJINKAN MENGALAMI BADAI.

Tuhan Yesus tertidur di tengah badai - Penulishidupku.com - 1

Sekali lagi Tuhan tidak pernah berjanji matahari akan bersinar dengan indahnya setiap hari. Ada kalanya kita bangun pagi disambut oleh awan yang mendung. Ada kalanya kicau burung yang indah tidak terdengar, bahkan dengan susah payah kita harus berdiri di atas kedua kaki kita sendiri. Tuhan katakan dalam Matius 7:24-27 bahwa KEMUDIAN TURUNLAH HUJAN… dan datanglah banjir. Saudara… hujan adalah bagian dari kehidupan kita. Kita tidak bisa mencegah hujan untuk turun bila memang sudah saatnya dia untuk turun. Hujan terkadang dapat menyebabkan banjir dan ketika hujan disertai dengan angin kuat itulah yang kita sebut dengan badai (hurricane). Kita tidak bisa mengendalikan badai semau kita, bahkan sebaliknya ketika badai datang menerpa, kitalah yang seakan – akan dikendalikan oleh kekuatan alam ini.


BAGIAN 2: BADAI PASTI DATANG

Badai Hurricane - PenulisHidupku.Com - 1Banyak dari kita suka dengan idealisme dan pemikiran positif. Seandainya mungkin kita mengharapkan langit kehidupan yang selalu cerah berhiaskan pelangi indah. Namun dari realita, dan hikmat melalui Firman Tuhan, kita bisa menyimpulkan bahwa BADAI PASTI DATANG. Permasalahannya cuma kapan tanggal mainnya, durasi, dan skala kedahsyatannya.

Kesadaran inilah yang perlu kita tanamkan sedini mungkin ke dalam benak kita. Badai kehidupan tidak pandang bulu. Kita bisa diterpa dan dihajar kapan saja. Pemahaman ini jugalah yang menjadikan kita mudah mengucap syukur bila kehidupan kita saat ini tidak di dalam goncangan badai, dan membuat kita selalu berjaga – jaga (bersiap diri).

Yang kedua, kita harus ingat bahwa sebelum badai kehidupan menerpa kita, mereka harus bersujud, dan meminta persetujuan kepada Tuhan. Tiada badai yang terjadi di luar kendali Tuhan. Tidak ada badai yang muncul tanpa seijin dan sepengetahuan Tuhan.

Kalau begitu MENGAPA BADAI TERJADI DI DALAM HIDUP KITA ?

BADAI KEHIDUPAN ADALAH UJIAN (ATAU PENCOBAAN) BAGI KITA

Firman Tuhan mengatakan bahwa pekerjaan setiap orang pada akhirnya akan diuji (1 Korintus 3). Segala sesuatu yang dibangun harus diuji. Bahtera Nuh setelah memakan waktu pembangunan yang begitu lama, pada akhirnya pun harus diuji di medan yang sesungguhnya ketika air bah datang melanda bumi. Tanpa air bah… tanpa adanya permasalahan… tanpa adanya badai kehidupan… bahtera yang dibuat Nuh tidak memiliki tujuan.

Begitu juga kehidupan kita perlu diuji, termasuk juga iman kita perlu diuji. Akan ada suatu ujian akhir yang menentukan kehidupan kekal dan kebinasaan kekal. Itu adalah ujian yang paling penting dari semua ujian yang pernah ada. Sebelum kita mengalami ujian kelulusan itu, ada baiknya kita diuji dengan ulangan harian, dengan ujian kecil, sehingga menyadari kita apakah kita sanggup dan siap berdiri menghadapi ujian akhir nanti.

Melalui ujian, tantangan, masalah, dan badai kehidupan ini lah kita bisa mengenal siapa diri kita sesungguhnya. The REAL US (diri kita yang sesungguhnya) akan muncul ketika kita berada di dalam tekanan dan masalah. Ketika semua atribut diri kita dipreteli, apa sih yang tersisa dari kita ? Apakah masih tersisa iman, pengharapan, dan kasih kita kepada Tuhan ? Coba kita lihat Ayub. Siapa sih Ayub itu ? Orang banyak bilang oh dia itu seorang pengusaha kaya raya. Ok, mari sang badai rampas seluruh kekayaannya. Tanpa kekayaan siapakah Ayub itu ? Tetangganya masih bilang oh dia juga seorang ayah yang begitu baik. Ok, mari sang badai bunuh dengan keji seluruh anak – anaknya. Tanpa anak, tanpa kekayaan, siapakah Ayub itu ? Istri dan kawan – kawannya masih bilang oh Ayub juga masih tetap mengasihi Tuhan. Ok, mari sang badai kupasi seluruh kulitnya dan hajar dia dengan penyakit berbau busuk. Tanpa kekayaan, tanpa anak, dengan tubuh dengan derita penyakit tak tersembuhkan… siapakah Ayub itu ? Sang badai terdiam… dan dengan kagum dia berkata “Oh… Ayub tetap mengasihi Tuhan”. Inilah jati diri Ayub sesungguhnya… orang yang mengutamakan Tuhan di atas segala – galanya. Ayub berdiri di atas dasar yang tidak pernah tergoyahkan. Tuhanlah sumber kekuatan Ayub.

BADAI KEHIDUPAN SEBAGAI INSTRUMEN MANIFESTASI KEDAHSYATAN TUHAN

Alkitab mencatat bahwa agar kedahsyatan Tuhan dapat terlaksana, harus ada MASALAH. Beberapa contohnya:

Kisah terbelahnya laut Terberau dimulai dengan kondisi bangsa Israel terpojok, terdesak, berdiri di antara tentara Mesir dan laut yang terbentang luas di hadapan mereka.

Kisah janda di Sarfat dimulai dengan kekeringan tanpa hujan kurang lebih 2 tahun.

Di antara sungai Yordan dan tanah perjanjian ada tembok Yerikho.

Di antara destiny seorang gembala domba, dan destiny seorang raja ada seorang raksasa bernama Goliath.

Sebelum lahirnya Simson terlebih dahulu ada bangsa Filistin yang suka cari gara – gara.

Mujizat pertama yang Tuhan Yesus lakukan (air menjadi anggur) dimulai ketika pesta pernikahan kehabisan anggur.

Sebelum Injil tersebar luas ke bangsa – bangsa, para rasul harus mengalami banyak penderitaan dan aniaya berat.

Tanpa terbiasa mendengar Firman Tuhan, dan tanpa terbiasa melakukan Firman Tuhan… kita malah akan terbiasa bergantung kepada kemampuan kita sendiri. Kekuatan kita tidak bisa melawan badai yang begitu besar. CELAKALAH mereka mengandalkan kekuatannya sendiri dan berada di luar firman Tuhan… karena pasti hebatlah kerusakan yang ditimbulkan di dalam hidup mereka. Tetapi bagi mereka yang bersedia untuk taat (walau tidak mungkin bisa sempurna), ada kasih sayang Bapa, yang memampukan mereka untuk melalui itu semua.

Mazmur 103:13 – “Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia”

Firman Tuhan - PenulisHidupku.Com - 1Hanya mereka yang beridiri di atas dasar yang kuatlah yang siap menghadapi badai. Matius 7:24-27 mengatakan MEREKA YANG MENDENGARKAN FIRMAN TUHAN DAN MELAKUKANNYA, adalah mereka yang pasti bertahan dan pasti keluar sebagai pemenang.


BAGIAN 3: BERADA DI TENGAH BADAI

Tuhan dengan kasih sayangNya yang melimpah, dan hikmatNya yang tiada tara, sangat mengetahui dan memahami batas (limit) kemampuan kita. Dia tahu kadar (skala) badai yang pas untuk kita. Puji Tuhan bagi anak – anakNya ada suatu penghiburan walau di tengah badai pencobaan sekalipun.

1 Korintus 10:13 – “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai IA AKAN MEMBERIKAN KEPADAMU JALAN KELUAR, sehingga kamu dapat menanggungnya.”

Jalan keluar ada di tangan Tuhan ! Inilah kesempatan kita untuk bergantung kepada kekuatanNya yang melampaui akal budi kita. Dalam hal seperti inilah kita dapat berkata:

Filipi 4:13 – “Segala perkara dapat kutanggung di dalam DIA YANG MEMBERI KEKUATAN KEPADAKU.”

Semakin besar badai kehidupan, semakin besar permasalahan kita, semakin kita merasa tidak berdaya. Ingatlah…

CUKUPLAH KASIH KARUNIA TUHAN BAGIKU, sebab justru dalam kelamahanku lah Kuasa Tuhan menjadi sempurna – (2 Korintus 12:9a).

Pertolongan Tuhan Yesus Yang Memampukan - PenulisHidupku.Com - 1

Wow… di dalam badai kehidupanlah kasih karunia Tuhan dan kuasa Tuhan dinyatakan. Bukan kekudusan kita, bukan kebenaran pribadi kita… semata – mata kasih karunia dan kuasa Tuhanlah yang memampukan kita.

Para ilmuan yang mempelajari badai (hurricane), menemukan bahwa epicenter (tengah – tengah) badai adalah tempat dimana tekanan udara begitu tenang, sungguh kontras dengan daerah pinggiran badai yang begitu bergejolak. Begitu pula ketika mengalami badai kehidupan… kita tetap beraktivitas seperti biasa, jangan mencoba lari ke sana kemari, tetap jalani prosesnya namun kita tahu betul kita tidak lagi bergantung pada kekuatan diri kita sendiri. Di dalam badai kita belajar mengandalkan Tuhan sepenuhnya. Menghadapi badai bersamaNya akan menumbuhkan KEINTIMAN yang TIDAK AKAN PERNAH BISA diperoleh dengan cara yang lain.

Di dalam badai kita belajar menenangkan jiwa kita dengan berdiam di dalam hadiratNya.

Mazmur 62:2-3 – “HANYA DEKAT ALLAH SAJA AKU TENANG, dari pada-Nyalah keselamatanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah”.

Tenanglah Jiwaku - PenulisHidupku.Com - 1

Ketika malaikat maut datang menghampiri seluruh daratan Mesir, mereka melewati orang Israel yang rumahnya diberikan olesan darah domba (bukti mereka percaya Firman dan melakukan Firman). Dan di dalam rumah mereka masing – masing, mereka semua tetap tenang. Dengarkan lagu ini yang begitu menguatkan. Jika kita berada di dalam badai, tetaplah tenang, dan bergantung sama Tuhan. Ingatlah janji – janji Tuhan, dan kuatkanlah jiwa saudara !

Di dalam badai ini pun Tuhan membentuk kita. Dalam situasi sulit kita belajar tetap konsisten mengucap syukur.

1 Tesalonika 5:18 – “MENGUCAP SYUKURLAH DALAM SEGALA HAL, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. “

Mengucap Syukur Dalam Segala Hal - PenulisHidupku.com - 1

Di tengah badai… ucapan syukur kita menjadi KORBAN SYUKUR.

Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah-gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan. Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! ~ Mazmur 42:4-5

Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi! ~ Mazmur 50:14

Korban syukur kita sewaktu di tengah badai memuliakan nama Tuhan, bahkan kita juga diberikan kemampuan untuk tetap menjadi saluran berkat bagi orang lain.

Ibrani 13:15-16 – “Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu UCAPAN BIBIR YANG MEMULIAKAN NAMA-NYA. Dan janganlah kamu lupa BERBUAT BAIK DAN MEMBERI BANTUAN, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.”

Setelah melalui badai kehidupan, janji Tuhan bagi kita yang hidup di dalam FirmanNya adalah kita akan menjadi semakin kuat, semakin murni, dan akan diberikan kemuliaan bersama dengan Yesus.

1 Petrus 1:5-7 – “Yaitu kamu, yang DIPELIHARA DALAM KEKUATAN ALLAH karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir. BERGEMBIRALAH akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk MEMBUKTIKAN KEMURNIAN IMANMU–yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api –sehingga kamu MEMPEROLEH PUJI-PUJIAN DAN KEMULIAAN DAN KEHORMATAN pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.”

Di tengah badai kehidupanlah Tuhan akan menunjukan kebesaran dan kemaha dahsyatan-Nya. Semakin besar masalah… semakin besar kedahsyatan Tuhan dinyatakan kepada anak – anakNya yang hidup di dalam FirmanNya. Sehingga kita semua semakin kagum… dan dapat bersaksi dengan yakin “kini aku semakin mengenal Allah, dan kini aku semakin mengalami Allah”.

Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, DENGAN SEGENAP HATIKU, DAN MEMULIAKAN NAMA-MU UNTUK SELAMA-LAMANYA; sebab kasih setia-Mu besar atas aku, dan Engkau telah melepaskan nyawaku dari dunia orang mati yang paling bawah. ~ Mazmur 86:12-13

Dari itu semua dapatlah kita simpulkan bahwa badai kehidupan adalah komponen mutlak yang harus terjadi dalam pertumbuhan iman setiap orang percaya !


BAGIAN 4: NAMUN BADAI JUGA PASTI BERLALU

Sehebat – hebatnya suatu badai, selalu ada kesudahannya. Dan inilah saatnya kita melihat hasil dari proses yang kita alami.

  • Apakah hidup kita menjadi semakin kacau balau ? —> rumah rubuh dan hebatlah kerusakannya.
  • Apakah kita tetap tetap bertahan dan semakin mengenal Allah ? —> rumah tetap kokoh berdiri.

Ucapan Syukur - PenulisHidupku.Com - 1

Akhir dari suatu badai mengingatkan kepada kita bahwa Allah itu kasih. WaktuNya Tuhan selalu tepat, dan caraNya selalu yang terbaik. Setelah air bah memenuhi bumi, Allah berjanji tidak lagi akan menghukum manusia dengan cara seperti itu selama – lamanya. Seperti Nuh, mari kita jangan lupa mempersembahkan syukur atas kebaikanNya, dan dengan seijin Tuhan proses sudah selesai. Saat itulah dapat kita mengerti apa yang dimaksud oleh para pemazmur.

Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku. ~ Mazmur 118:21

Allahku Engkau, aku hendak bersyukur kepada-Mu, Allahku, aku hendak meninggikan Engkau. Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. ~ Mazmur 118:28-29

Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya! Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun. ~ Mazmur 100:4-5


BAGIAN 5: PENGHARGAAN & INTROSPEKSI

Langit yang cerah - PenulisHidupku.com - 1

Bagi mereka yang lulus ujian (atau pencobaan) ini, akan ada hadiah besar menanti mereka. Alkitab mencatat Ayub mendapatkan berkat porsi ganda atas apa yang telah hilang sebelumnya, dan sisa hidupnya dikaruniakan kedamaian yang menghapuskan seluruh dukanya.

Setelah surut air bah, Allah menyatakan kasih setiaNya kepada Nuh. Melalui garis keturunannya lah bumi akan dipenuhi. Dan Tuhan memberkati usaha Nuh. Ia menjadi pengusaha anggur pertama di dalam sejarah manusia.

Setelah setia dan melalui proses sekitar 15 tahun dari sumur hingga ke penjara, Yusuf akhirnya diangkat menjadi orang kedua paling berkuasa di tanah Mesir. Bahkan seluruh Mesir berada di bawah kendalinya.

Daud diangkat menjadi raja atas Israel dan Yehuda setelah mengalami proses pelarian bertahun – tahun dari Saul dan para pengikutnya.

Setelah melalui dapur api, dan gua singa, Sadrakh, Mesakh, Abednego, dan Daniel semakin diberikan kepercayaan dan semakin dipermuliakan oleh rajanya.

Ketaatan Tuhan Yesus - PenulisHidupku.Com - 1Raja dari segala raja, Tuhan dari segala Tuhan pun merasakan pencobaan dalam hidupNya. Pencobaan terbesar adalah agar Dia lari dari destiny-nya untuk mati terpaku di atas kayu salib. Tetapi Dia tetap taat dan menang… namaNya berkuasa, dan dipermuliakan selama – lamanya !

Apa pun kondisi kita, masa setelah badai berlalu adalah saat yang paling baik bagi kita untuk melakukan interospeksi diri. Apa yang kita dapatkan mengenai diri kita sendiri dan apa yang kita dapatkan mengenai Tuhan. Dan jadikan momentum ini sebagai wake up call kalau ada area yang perlu kita tingkatkan lagi.

Pengalaman kita di tengah badai juga bisa menjadi kesaksian yang memberkati orang lain. Karenanya janganlah tunda – tunda untuk bersaksi, dan menjadi saluran berkat, sehingga nama Tuhan semakin dimuliakan.


BAGIAN 6: TIDAK PERLU PUSINGIN SOAL BADAINYA

Ingatlah di dalam proses pendewasaan menuju standard menjadi mempelai Kristus memerlukan banyak persiapan, banyak berjaga – jaga, banyak pembenahan, dan banyak pemurnian. Jangan mau terus – menerus jadi bayi rohani. Kita harus bertumbuh, kita harus berbuah, dan kita harus ambil bagian aktif di dalam kerajaanNya.

Seperti yang dijelaskan di atas, badai kehidupan adalah alatNya Tuhan, dan karenanya tidak perlu kita takutkan, dan jangan dipusingin. Hanya Tuhan yang tahu kapan dan bagaimana badai itu akan terjadi.

Yang pasti badai kehidupan pasti terjadi, dan badai kehidupan juga pasti akan berakhir. Suatu siklus yang mungkin bisa terjadi beberapa kali dalam kehidupan kita. Tergantung kepada kita di antara awal dan akhir badai mau mengisinya dengan KEKALAHAN atau KEMENANGAN.

Fokus kita bukan kepada badainya melainkan kepada PERSIAPAN KITA. Apa sih yang perlu kita siapkan ?


BAGIAN 7: SIAPKAN PAYUNG SEBELUM HUJAN, BENAHI HIDUP SEBELUM MENGALAMI BADAI

Sedia Payung Sebelum Hujan - PenulisHidupku.Com - 1Jawaban dari persiapan yang perlu kita lakukan kembali lagi di dalam Matius 7:24-27, yakni:

  • MENDENGAR Firman Tuhan.
  • MELAKUKAN Firman Tuhan.

Sangat sederhana sekali saudara. Rahasia untuk menang menghadapi badai terletak pada FIRMAN TUHAN. Ayo kita semakin tingkatkan keseriusan dan apresiasi kita terhadap Firman Tuhan. Lakukan Firman Tuhan setiap hari, karena dengan cara itulah hidup kita dibenahi. Dengan cara itulah hidup kita disembuhkan dan dipulihkan. Ketika kita tertanam kuat, kita tidak perlu takut menghadapi badai kehidupan. Walau kanan kiri kita rebah… kita akan selamat bahkan kita akan beroleh kemenangan serta kemuliaan.

Menghadapi Badai Bersama Yesus - PenulisHidupku.Com - 1Saya tantang setiap dari saudara untuk berkomitmen melakukan 2 hal sederhana ini. Saudara pasti bisa melakukannya kalau saudara bergantung kepada kuat kuasa Roh Kudus.

Saya berdoa setiap dari kita akan tetap kuat, bahkan lulus menjadi pemenang ketika Tuhan ijinkan badai kehidupan melanda kita. Pada akhirnya semuanya kembali kepada hormat dan kemuliaan Tuhan kita. Amin.


Segala hormat dan kemuliaan bagi Tuhan kita: Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
Tulisan ini ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 6 April 2016. Tidak ada hak cipta silahkan disebarluaskan sebebas – bebasnya untuk kemuliaan Tuhan.

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter

Di Dalam Kendali Tuhan

Tidak ada yang di luar kendali jika berada di dalam kendali Tuhan - PenulisHidupku.Com - 1a


Terima kasih kepada Pastor Kong Hee atas tweetnya.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Tersenyum Di Tengah Badai

Badai Kehidupan - PenulisHidupku.Com - 2

Hidup adalah suatu anugerah yang luar biasa. Suka dan duka datang silih berganti, memberikan seribu satu warna dan rasa. Mudah bagiku untuk menghadapi masa – masa indah yang penuh dengan kemenangan dan suka cita. Namun mampukah aku menghadapi hari – hari suram yang seringkali datang menyapa tanpa diundang ? Di dalamnya terdapat kesusahan yang begitu mencekik dan menghimpit, sehingga serasa nafas kehidupan tersedot keluar meninggalkan ragaku. Walau demikian aku berseru kepada jiwaku bahwa sekalipun badai kehidupan menggoncang tanpa akhir, Tuhan Allahku tetap memegang kendali. Ia tidak akan mengijinkan datangnya penderitaan yang melewati kemampuanku. Bahkan Ia tidak akan  pernah berlambat – lambat datang untuk menyelamatkan ketika aku berseru kepadaNya memohon pertolongan. Itu semua karena Tuhan Allahku adalah sumber KASIH, dimana semua bentuk kasih yang aku kenal berasal daripadaNya.

Jauh sebelum aku dilahirkan, ketika masih di dalam kandungan bunda Dia telah memanggil namaku, dan membisikkan tujuan hidupku. Di dalam dunia ini aku belajar memandang ke atas untuk semakin mengenal diri Tuhanku, sambil pula melihat ke bawah untuk membentuk karakter yang tertanam di dalam diri. Di dalam diri Tuhan aku menemukan kepenuhan kasih yang tidak terbatas, dan tidak dapat ditakar. Luas dan dalamnya alam semesta dapat diukur, namun kasih Tuhan kepada ciptaanNya tidak berujung, dan tidak pernah ketemu dasarnya. Karena panjang sabarNya, Dia mengundang segenap umat manusia untuk datang mendekat kepadaNya. Dan setiap kali aku mendekat dan melekatkan hatiku kepadaNya, aku BERTAMBAH MENGERTI SEDIKIT LEBIH BANYAK mengenai kasihNya yang maha ajaib. Secara perlahan namun pasti, aku merasakan perubahan di dalam hati maupun akal budi, sehingga menjadi semakin serupa dengan perasaan dan pemikiranNya yang begitu mulia.

Namun perubahan karakter di dalam diri perlu diuji. Aku tidak akan mengerti siapa diriku sebenarnya sebelum memasuki masa krisis. Badai kehidupan menghadap diri kepada Tuhan yang agung, dan berkata kepadaNya “dengan seijinMu, hari ini anakmu akan aku uji”. Tuhan memberikan persetujuanNya, dan sang badai masuk ke dalam hidupku untuk mengacau balau. Sesaat aku kehilangan haluan dan pandanganku buyar. Sempat aku tersandung, dan terpuruk. Semakin aku mengandalkan kekuatanku, semakin parah sang badai menghajar diriku. Sampai saatnya dimana aku tidak lagi berdaya, barulah aku teringat akan janjiNya “carilah Aku maka engkau akan menemukanku, berserulah kepadaKu maka Aku akan menjawabmu”. Lalu aku berseru kepadaNya dengan penuh kepasrahan, dan aku mendengar suatu jawaban dariNya “Aku berada di sini bersama engkau. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu… tidak ada satu pun yang bisa memisahkan engkau daripadaKu”.

Perjumpaan dengan Tuhan Allahku memberikanku kekuatan baru dan hikmat untuk melangkah. Aku pun mulai kembali berjalan di dalam ketaatan. Walau demikian… badai sepertinya masih belum reda sedikit pun, namun aku terus berusaha maksimal dan selalu berfokus kepada diriNya. Aku terus terbenam di dalam kasihNya, dan aku menemukan suka cita di dalam RohNya. KasihNya lebih dari cukup bagiku dan mampu menghapuskan segala keraguan yang ada. Di tengah badai yang terus bergelora, aku menemukan kedamaian dan keamanan. Tuhan Allahku turut hadir bersama denganku di tengah badai. Saat aku memandang Ia berada begitu dekat denganku dalam situasi yang kelam itu, aku BISA TERSENYUM DI TENGAH BADAI. Aku tidak perduli dengan masalah dan kesusahanku… aku hanya terus melangkah dalam ketaatan dan menikmati kasihNya.

Setiap kali aku melangkah, imanku diperbesar dan kekuatanku bertambah. Aku mulai berseru kepada diri dan masa depanku “sekalipun badai tidak akan pernah berhenti, aku akan terus mengasihi Tuhan Allahku dengan segenap hidupku”. Saat bahasa hati diucapkan antara pencipta dan ciptaanNya… seluruh dunia terdiam dan semua kekuatan alam semesta tertegun. Tuhan Allahku kemudian berseru dengan agungNya “ujian bagi anak Ku sudah selesai”. Badai pun segera bersujud di hadapanNya, dan berkata “keinginanMu adalah perintah bagiku”. Kemudian ia melepaskan diriku dari cengkraman mautnya sambil perlahan – lahan mengundurkan diri. Tiba – tiba aku merasakan sesuatu yang indah muncul di dalam hati. Rohku SEMAKIN MENGENAL ROHNYA, dan semakin peka dengan suaraNya. Tuhan tersenyum melihatku dan membawa diriku ke hadapan sebuah cermin. “Lihatlah dirimu di dalam cermin” demikian kataNya. Aku pun menurut dan melihat di dalam cermin nampak wujudku sedikit bertambah semakin menyerupai diriNya. Dia berkata dengan lembutnya “engkau berada di dalamKu, dan menjadi semakin serupa denganKu”. Aku hanya mengangguk – angguk sambil terkagum – kagum.

Tuhan kemudian menjelaskan “Aku bisa menggunakan badai kehidupan untuk mendatangkan kebaikan bagimu yang mengasihiku”. Aku pun belajar betapa kecilnya diriku, yang seringkali mengeluh ini dan itu ketika berada di dalam pergumulan. Kini kutahu bahwa badai kehidupan bukan lagi sesuatu yang perlu ditakuti atau dihindari. Bersama dengan bimbingan Roh Allahku aku akan terus mengejar kasihNya dan berjalan di dalam ketaatan. Tuhan Allahku memegang kendali di dalam segala hal dan kuyakin segala sesuatu akan indah pada waktunya. Terpujilah nama Tuhan Allah selama – lamanya.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra.
Tidak ada hak cipta. Silahkan disebarluaskan.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter