Meminjam Sepatu Orang Lain

Sepatu - PenulisHidupku.com - 1

Beberapa minggu terakhir ini saya belajar banyak hal mengenai EMPATI, BERSABAR, dan MENDENGARKAN orang lain baik di dalam lingkungan keluarga, pergaulan, pekerjaan, dan persekutuan. Terkadang tidak mudah, apalagi bila orang yang kita hadapi sedang tinggi emosinya atau pun sedang down. Saat seperti itulah saya diingatkan dalam perenungan bahwa saya harus tetap bersabar dalam mengasihi mereka, tetap tulus tanpa pamrih, dan kasih yang sejati tidak pernah dipaksakan. Ada satu konsep bagus dari empati yang kerap kali kita dengar yakni MEMINJAM SEPATU ORANG LAIN.

Artinya kalau kita berdiri di posisi orang tersebut, apakah yang akan kita lakukan ? Untuk itu kita tidak bisa mengesampingkan masa lalu orang yang kita hadapi. Itu sebabnya juga kita tidak boleh cepat menghakimi orang lain (walaupun godaannya besar), dan haruslah kita BERSABAR UNTUK MEMAHAMI mereka dengan BANYAK MENDENGAR. Saya berkesimpulan dari setiap mereka yang saya dengarkan bahwa kalau saya berdiri di posisi mereka mungkin saya juga akan bereaksi dengan hal yang sama kalau tidak lebih buruk.

Ternyata setiap dari mereka berbuat TERBAIK SEJAUH YANG MEREKA MENGERTI, dengan SEBISA MEREKA menggunakan SEGALA YANG MEREKA MILIKI. Banyak dari mereka memendam sakit hati dan begitu asing dengan bahasa kasih yang saya mengerti. Karenanya saya tidak bisa dan memaksakan cara pandang saya kepada mereka. Setelah saya memahami mereka, barulah saya bawa mereka dalam doa kepada Tuhan. Kalau kita merendahkan hati kita di hadapan Tuhan, pasti solusi Dia berikan, dan tinggal saya sampaikan saja kepada orang tersebut.

Tetapi keinginan untuk berubah itu datangnya dari orang yang kita tolong. Dan kalau pun dia bisa berubah, yang berjasa besar adalah Tuhan dan diri orang yang bersangkutan. Bagaimana dengan kita ? Hadiah kita yang terbesar bukanlah dalam bentuk apresiasi dari orang yang telah kita bantu, melainkan ketika Tuhan berbisik kepada kita “selamat ya, kerja yang bagus“. Menjadi partner kerja Tuhan di dalam kehidupan sehari – hari adalah sesuatu yang luar biasa. Karenanya mari kita mulai memperhatikan orang di sekitar kita tanpa perduli perbedaan agama, status ekonomi, pendidikan, ras, dan hal lainnya. Atau paling tidak mari mulai dari lingkungan keluarga kita terlebih dahulu.

Tidak semua sepatu yang kita temui bermerk mahal dan dalam kondisi bagus. Terkadang di dalam sepasang sepatu usang yang berlubang terdapat butiran kerikil kecil yang menyakitkan telapak kaki ketika kita berjalan, dan itulah cara yang Tuhan berikan agar kita bisa memahami penderitaan orang lain tanpa harus melaluinya sendirian. Dengan kasih yang Tuhan berikan mari kita mematahkan keinginan untuk menghakimi orang lain, dan mulai MEMINJAM SEPATU MEREKA sehingga kita bisa menjadi PERPANJANGAN TANGANNYA.

Selamat beraktivitas dan Tuhan memberkati 🙂


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 29 Juli 2014, 9:54 WIB.
Segala hormat dan kemuliaan bagi Tuhan. Silahkan disebarluaskan karena gak ada hak cipta.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Domba – DombaKu Akan Mendengar SuaraKu

Domba Domba - PenulisHidupku.Com - 1

Yohanes 10:27 – “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.”

Saudara – saudari terkasih di dalam Kristus,

Begitu banyak pengikut Kristus tidak yakin kepada kemampuan mereka untuk mendengarkan atau mengenal suara-Nya. Mereka selalu merasa takut bahwa mereka tidak mampu menangkap ketika Roh Tuhan berbicara kepada mereka.

Mereka tidak menyadari bahwa mendengarkan suara Roh Tuhan adalah sebuah hak istimewa yang Alkitab katakan menjadi milik dari setiap pengikut Kristus (Roma 8:14 – “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah adalah anak Allah.”) Yang harus kita semua lakukan adalah mempergunakan hak istimewa tersebut untuk menerimanya berdasarkan iman, dan memposisikan diri kita dalam posisi untuk mendengar.

Lain kali si iblis mencoba mengatakan kepada anda bahwa anda tidak dapat mendengarkan suara Tuhan, ingatlah akan ayat itu. Itu adalah sebuah janji dari Tuhan kepada setiap dari kita pada hari ini. Roh Tuhan tidak pernah memimpin kita bertentangan dengan Firman-Nya (Yohanes 16:13 – “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran, sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.”). Jadi kalau kita tidak akrab dengan apa yang Alkitab katakan, kita akan sangat kesulitan untuk melihat / mendengar pimpinanNya.

Akrabi lah suara Tuhan dengan merenungkan dan mempelajari Firman-Nya. Ikutilah instruksi Tuhan kepada Yoshua dalam Yoshua 1:8 – “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung“. Bertindaklah sesuai dengan apa yang kita temukan di dalam FirmanNya, tidak hanya ketika itu mudah atau kita dalam mood yang baik, tetapi lakukanlah itu semua SETIAP WAKTU. Taatlah juga di dalam hal – hal yang terkecil yang Tuhan katakan di Alkitab.

Ketaatan terhadap FirmanNya yang berkelanjutan akan membawa kita semua kepada kedewasaan dan menyesuaikan telinga rohani kita kepada suara Roh Tuhan. Anda akan mampu mengenal suaraNya sejelas anda mengenali suara kawan baik anda.

Jadi, daripada berangan – angan, mulailah mengharapkan untuk bisa mendengar daripada Nya. Kemudian pertajamlah telinga rohani anda dengan menghabiskan waktu di dalam FirmanNya.


Terima kasih kepada Victor Yue atas renungannya.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Mendengar… Tetapi Tidak Mendengar

Mendengar

Seringkali saya merasa bukanlah seorang pendengar yang baik. Di tengah – tengah kesibukan pekerjaan di kantor, dimana saya harus bisa multi tasking, tidak sedikit pula kolega kerja yang harus berkomunikasi dan membutuhkan nasihat dari saya. Ketika mereka berbicara dengan saya, seringkali saya memotong apa yang mereka coba utarakan dan langsung memberikan sebuah jawaban. Dan tidak sedikit pula… jawaban yang saya berikan sebenarnya meleset dari apa yang mereka tanya.

Saya: “I know what you mean John. So you have to do A, B, C, and D”
John: “Sorry Handy. You get me wrong… what I mean is…”

Biasanya setelah itu barulah saya mendengarkan mereka dengan lebih seksama dan juga memperhatikan gerakan tubuh (body language) untuk menangkap juga hal – hal yang tersirat.

Pagi ini saya diingatkan bahwa dalam hubungan saya dengan Tuhan seringkali juga begitu. Kita sibuk dengan kegiatan kita dan tidak bisa duduk diam untuk mendengarkan Tuhan berbicara kepada kita secara pribadi. Bahkan yang lebih kurang ajarnya seringpula Tuhan kita potong “Iya Tuhan… cukup… yang ini saya tahu. Maksud Tuhan kan begini… A, B, C , D”.

Kalau kita perhatikan orang – orang yang sukses di Alkitab seperti Abraham, Musa, Elia, dan banyak yang lainnya. Mereka adalah orang – orang yang memilih untuk mendengarkan Tuhan dan tidak merasa sok tahu. Itulah sebabnya mereka bisa menjadi orang – orang yang berhasil dan namanya ditulis di dalam sejarah Alkitab. Yuk mari hari ini bersama dengan saya, kita semakin belajar SABAR MENDENGARKAN SUARA TUHAN MAUPUN SESAMA KITA. Tuhan Yesus memberkati !


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra – Jan 2012
Dalam renungan pagi 29 Januari 2012
Tidak ada hak cipta – silahkan dikopi dan disebarluaskan
Hormat dan kemuliaan hanya bagi Dia, Tuhan Yesus Kristus

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.