JANGAN CEPAT – CEPAT BERJANJI

Pidato - PenulisHidupku.Com - 1

“Janganlah terburu-buru dengan mulutmu, dan janganlah hatimu lekas-lekas mengeluarkan perkataan di hadapan Allah, karena Allah ada di sorga dan engkau di bumi; oleh sebab itu, biarlah perkataanmu sedikit” – (Pkb 5:1).

Ada yang terlalu banyak menghamburkan kata, sehingga dianggap kebanyakan omong kosong. Berbagai pemilihan kepala daerah dan calon legislatif terlalu sering memberi janji -janji muluk, orasi berapi-api yang menyatakan jika mereka terpilih, bukan saja rakyat daerah yang dipimpinnya, tapi seolah – olah dunia ini pun akan langsung makmur. Dan ketika mereka terpilih, janji hanyalah tinggal janji, karena tidak ada yang berubah secara substansial. Dlm kerohanian, ada banyak pula orang yang bernazar macam -macam agar doanya dikabulkan. Tapi begitu dikabulkan? jangankan melakukan nazarnya, berterimakasih pun lupa.

Salomo mengingatkan agar kita menjaga langkah, sikap, perbuatan, ucapan dan perkataan ketika kita menghampiri tahta Allah. Adalah lebih baik untuk mendengar apa kata Tuhan dalam doa – doa kita, daripada melemparkan segepok daftar permintaan pada Tuhan. Apalagi kalau pakai janji macam – macam. “kalau Tuhan kabulkan, aku akan begini, begitu…” terlalu banyak janji muluk, dan ketika saatnya tiba, janji – janji itu tidak ada satupun yang terpenuhi.

“Karena sebagaimana mimpi disebabkan oleh banyak kesibukan, demikian pula percakapan bodoh disebabkan oleh banyak perkataan.” – (Pkb 5:2).

Lalu dengarlah mengenai nazar:

“Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu. Lebih baik engkau tidak bernazar dari pada bernazar tetapi tidak menepatinya.” – (Pkb 5: 3-4).

Ketika kepada sesama manusia pun kita harus menjaga perkataan kita, lebih terutama lagi kita harus menjaga perkataan kepada Tuhan. Segala perkataan itu, sekecil apapun tetap harus dipertanggungjawabkan.

Tuhan mengingatkan demikian:

“Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.” –  (Mat 12:36-37).

Jika perkataan saja sudah begitu penting, lebih penting lagi sebuah janji, apalagi jika janji itu ditujukan pada Tuhan. Karena itu, hendaklah kita tidak mengumbar terlalu banyak perkataan dan permintaan dlm setiap doa kita. Latihlah diri agar bisa menjadi pendengar yang peka saat menghampiri Tuhan, karena Dia adalah Tuhan yang sgt mengetahui segala sesuatu yang kita butuhkan.

Seperti halnya prinsip berdoa yang diajarkan Tuhan :
“Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.” – (Mat 6:7), biarlah kata – kata kita sedikit agar kita bisa mendengar apa yang hendak Dia katakan dan tawarkan dlm keheningan.

Adalah lebih penting untuk mendengar perkataan Tuhan daripada menumpuk daftar permintaan.


Segala hormat pujian dan kemuliaan bagi Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus.
Terima kasih bro Mex Hien yang mengirimkan renungan ini.

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter

KASIH DAN KERINDUAN

Tuhan Yesus dan Domba Yang Hilang - PenulisHidupku.Com - 1

“Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.” – Yoh 6:65

Kasih dan kerinduan seharusnya menjadi dasar kita mencari Tuhan, bukan karena yang lain. Milikilah motivasi yang benar saat datang kepada Tuhan!

Miliki kerinduan seperti Daud: “Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?” – (Maz 42:2-3).

Biasanya 3 hal yang seringkali menjadi alasan kebanyakan orang datang kepada Yesus: masalah, berkat dan mujizat. Di masa-masa sukar sekarang ini, di mana banyak orang terhimpit masalah ekonomi, mereka berduyun – duyun mencari Tuhan: rajin mengikuti persekutuan di mana – mana, bahkan semangat ikut pelayanan. Itu bagus! Tapi yang disesalkan acapkali semangat dan kerajinan tersebut tidak bertahan lama, alias musiman. Setelah semua masalah beres, semangat dan kerajinan itu berangsur – angsur surut dan doanya pun tidak lagi menggebu. Apalagi kalau hidupnya sudah keberkatan, urusan rohani tidak lagi prioritas. Mereka hanya berminat mendengar khotbah – khotbah yang bertemakan berkat saja. Tuhan ingin para pengikutNya punya kesetiaan dan kesungguhan mengiring Dia di segala keadaan. Tuhan Yesus berkata, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” – (Mat 16:24). Siapakah kita?

Akhir – akhir ini banyak orang Kristen yang mundur dan akhirnya menjadi murtad karena mereka merasa bahwa hidup di luar Tuhan lebih menjanjikan daripada harus berjerih lelah mengikut Yesus. Mereka maunya yang enak – enak saja dan tidak mau membayar harga! Banyak hal yang membuat mereka meninggalkan Tuhan yaitu tergiur dengan apa yang dunia tawarkan: jodoh, harta kekayaan, jabatan dan sebagainya. Mengikut Tuhan berarti mengasihi Dia dan taat melakukan kehendakNya; mengikut Tuhan berarti siap meninggalkan kehidupan lama dengan segala konsekuensinya; mengikut Yesus juga berarti berkomitmen: sekali Yesus tetap yesus seumur hidup kita!

“Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.” – Yoh 6:66


Segala hormat pujian dan kemuliaan bagi Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus.
Terima kasih bro Mex Hien yang mengirimkan renungan ini.

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter

KETAHANAN

Pemenang Lomba Lari Maraton - PenulisHidupku.Com - 1

“Mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” – Yes 40:31

Seorang pelari jarak jauh yang sedang berlomba tidak hanya membutuhkan kekuatan untuk bisa menyelesaikan lombanya. Tetapi dia juga membutuhkan ketahanan agar bisa bertahan hingga garis akhir.

Ketika kita menanti – nantikan Tuhan, kita akan sanggup bertahan di dalam pergumulan berat yang kita alami dalam waktu yang panjang. Kita tidak akan menjadi lelah maupun lesu dalam pergumulan tersebut. Ketahanan yang luar biasa diberikan bagi kita yang senantiasa datang berserah kepadaNya.

Byk orang yang tidak tahan atas pencobaan yang mereka hadapi. Mereka mengeluh terhadap Tuhan oleh karena telah bertahun – tahun, belasan tahun, bahkan puluhan tahun, mereka alami pencobaan tersebut. Dan tidak sedikit juga yang pada akhirnya menyerah sebelum mereka meraih kemenangan.

Penantian kepada Tuhan membawa ketahanan bagi kita dalam menghadapi pencobaan. Tidak peduli berapa lama kita menjalani pergumulan, tetapi bersama Yesus maka kita akan sanggup bertahan di dalam pencobaan tersebut. Dan pada akhirnya Dia akan memberikan kemenangan bagi kita.

“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.” – 2 Tim 4:7


Segala hormat pujian dan kemuliaan bagi Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus.
Terima kasih bro Mex Hien yang mengirimkan renungan ini.

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter

TERUS BELAJAR DAN BERLATIH

Sepak Bola - PenulisHidupku.Com - 1

Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah.” Tit 3:14.

Sebuah lukisan berasal sebuah kanvas kosong yang nantinya akan terus berisi dengan coretan – coretan sehingga menghasilkan karya seni yang indah. Seperti itu pula kita manusia yang pada akhirnya akan terbentuk sesuai dengan “coretan – coretan” apa yang menghiasi kanvas hidup kita. Yang jelas hidup butuh proses belajar yang tidak ada habisnya. Jika kita berhenti belajar maka kita pun berhenti bertumbuh. Bahkan ada yang mengatakan bahwa ketika kita berhenti belajar maka kehidupan pun berhenti sampai disitu. Tidak peduli orang sepintar apapun, ia tidak akan bertambah baik apabila berhenti untuk belajar. Selalu ada hal – hal baru untuk kita pelajari, berbagai karya – karya inovatif terus berkembang lewat orang – orang yang selalu mau belajar. Tuhan memberikan kita kemampuan berpikir, Tuhan memberikan otak untuk diisi terus dengan hal – hal yang baik, otak yang kapasitasnya begitu luar biasa yang mampu menampung jauh di atas komputer yang kita gunakan sehari – sehari dan alangkah sayangnya jika semua itu tidak pernah atau jarang dipakai. Yang pasti, hidup adalah sebuah proses dimana belajar merupakan hal mutlak yang hrs terus kita kembangkan selama kita masih berkesempatan untuk berjalan di dalamnya.

Beribadah pun memerlukan proses. Kita tidak bisa berharap Tuhan langsung menyetel roh kita untuk menjadi roh yang taat dlm sekejap mata. Allah sanggup melakukan itu, tapi itu tidak mendidik. Melalui serangkaian peristiwa, kejadian dan sebagainya, baik yang indah maupun lewat penderitaan dan kesulitan, Tuhan siap memberi pelajaran bagi kita untuk lebih dekat lagi kepadaNya. “Latihlah dirimu beribadah.”(1 Tim 4:7b). Jika sebuah latihan badani alias olahraga saja penting untuk menjaga kebugaran kita, dan itupun lewat sebuah proses, apalagi sebuah ibadah yang akan berguna jauh lbh byk. “Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.” (1 Tim 4:8).

Jadi Badani /Jasmani dan Rohani hrs sama sering di latih biar tidak sakit dan menurun kondisinya. Perlu pemeliharaan yang berkesinambungan. TERUSLAH BELAJAR DALAM SEGALA HAL.


Segala hormat pujian dan kemuliaan bagi Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus.
Terima kasih kepada bro Mex Hien yang mengirimkan renungan ini.

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter