Diary 20 Feb 2013 – Sebuah Godaan dan Pilihan

Pembimbing Rohani - PenulisHidupku.Com - 1

Sore hari ini gua dihadapkan pada beberapa pilihan. Yang pertama ci Mulya ngajakin gua untuk ikut kebaktian di hotel Marriot. Yang kedua pembimbing rohani gua, brother Victor Yue, ngajakin gua ketemuan untuk fellowship dan bicarakan beberapa urusan bisnis dia. Yang ketiga, seorang teman dari Ukraina, bernama Kateryna, yang juga sedang mengambil Master of Business Administration (MBA) di Singapura, ngajakin gua ketemuan jam 8.30 malam. Jam 5.30 sore gua putuskan untuk bertemu dengan brother Victor dan Kateryna, karenanya gua kasih tau ke ci Mulya melalui BBM bahwa gua gak bisa hadir ke kebaktian.

Mulya: Han,,, nanti malam datang ibadah ya han. Thanks.
Gua: Ci aku mesti ketemu victor. Dia ada urusan penting.
Mulya: Ok han,,, gak apa. Tp kalo urusan nya perlu di doain, cc doain ya han.
Gua: Iya ci. Urusan bisnis. Bisnisnya dia.
Mulya: Amin,,,, pasti berhasil didalam Dia han. Kuasa nya yang memimpin handi sampe berhasil. Amin.

Wah cici gua yang satu ini… walaupun bawel, ramai, dan seru… tapi asli… hatinya baaaaaaeeeeek pisan sama gua. Gua bersyukur banget punya cici rohani kayak begini, yang begitu baiknya suka masakin gua rendang yang enaknya bukan maeeeen (asli… ueanaaaak banget… dan juga gratissss) hehehe.

Jadi tadi gua bikin janji jam 6 dengan brother Victor dan jam 8.30 dengan Kateryna. Dikarenakan suatu hal, gua telat bertemu dengan brother Victor… telatnya gak tanggung – tanggung lagi… 40 menit. Tapi gua dah kasih tau beberapa kali ke dia bahwa gua akan telat. Lebih luar biasanya… ini brother baeeeeeeeek bangettttt sama gua. Dia sabarnya luar biasa, dan waktu ketemu dengan dia… dia menyambut gua dengan penuh kehangatan. Dia bilang ke gua “ayo pilih, mau makan apa”. Seperti biasa brother yang satu ini suka banget cukongin gua makan malam, dan sama dia gua sih gak pernah malu – malu. Gua memutuskan untuk makan di grandma.

Seperti biasa kita saling bersaksi dan kesaksian kita itu apa adanya (baik yang baik maupun yang buruk)… pokoknya bener – bener telanjang bulat deh, blak – blakan, dan tanpa sensor. Dan kita saling memahami dan mendoakan satu sama lain, karena dengan saling mengakui kesalahan dan dosa itu, kita akan menjadi sembuh (di Alkitab ada ayatnya). Gua juga kagum sama brother yang satu ini karena dia begitu sabar sama gua yang seringkali cuekin dia baik sengaja maupun tidak sengaja… terutama ketika dia telpon gua gak jawab atau pas dia telpon gua bilang gua lagi sibuk dan bakal telpon dia balik… tapi guanya lupa telpon balik. Tetapi selalu saja dia tersenyum sama gua… seakan – akan memaklumi gua apa adanya.

Tadi kita berbincang – bincang juga mengenai pelayanan Full Gospel, gereja, dan membahas beberapa ayat Alkitab (ini bukan bible study loh… cara kita lebih keren hehehe dan gak menarik perhatian orang). Gua juga cerita soal blog gua dan bagaimana gua nulis beberapa craps di sini hehehe. Kita ketawa – ketiwi bersama dan sesekali brother Victor menasehati gua dalam beberapa hal. Gua bersyukur sekali bisa memiliki brother seperti ini. Pukul menunjukkan 8, dan gua menerima sms dari Kateryna. Gua pun berkorespondensi dengan dia sesaat.

Kateryna: why dont we meet for coffee. I am inviting.
Gua: sure coffee is nice. I am already at raffless city.
Kateryna: do you want only cofee or maybe some desert as well ?
Gua: just coffee will do, because I am getting fat right now and I have skin alergy now. 8.30 pm rafless city confirm ya ?
Kateryna: OK! I was referring more ME being your desert ! do you want to have some fun after the coffee ?
(Gua terus terang kaget… selama ini kita cuma temenan biasa. Dan gua jawab dia dengan bercanda).
Gua: hahaha… I will try Kateryna cheese cake next time. I am not having good apetite today.
Kateryna: maybe you want to see my gorgeous girlfriend instead tonight ? she is busty, athletic with strong legs and nice perky bottom. Valentyna is her name babe.
Gua: hahaha… not tonight.
Kateryna: you dont know what you are missing baby! my girlfriend is hot. She likes play a lot.
Gua: I know… but I really don’t want.

Karena gua menggeleng – geleng kepala, brother Victor tanya ke gua ada apa. Gua tunjukin ke dia soal sms dari Kateryna, dan brother Victor tersenyum. Dia tanya ke gua “so are you going to meet her later ?”. Gua bilang ke bro Victor “of course not. this is temptation”. Dan brother Victor berkata “good good” sambil mengangguk – angguk. Terus terang Kateryna yang gua kenal itu tidak seperti begitu, memang secara fisik… badannya seksi banget, dan wajahnya sensual mirip angelina jolie… kalau gua anak nakal… ini mah sama aja dapat durian jatuh. Tapi gua rasa mungkin dia lagi mabuk jadi sms-nya ngaco.

Setelah selesai pertemuan dengan brother Victor jam 10 tadi, gua mikirin kembali soal Kateryna dan sambil pulang tiba – tiba gua mendengar suara yang jelas berkata begini:
Aku sedang mempersiapkan pasangan hidupmu. Dia yang akan menemanimu ketika engkau sakit. Dia yang akan menghiburmu ketika engkau susah. Dia akan selalu berserta denganmu walaupun di dalam masalah – masalah yang sulit. Aku hanya memberikan yang terbaik bagimu. Sekarang wanita – wanita itu yang menggodamu… apakah menurutmu mereka benar – benar mengasihimu apa adanya ? Apakah mereka cuma mau senang – senang sementara saja ?” Ada rasa damai yang luar biasa di hati… seakan – akan semua keraguan lenyap. Gua bersyukur memiliki Tuhan yang amat luar biasa. Terpujilah namaNya.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 20 Feb 2013.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Anak Tuhan Mau Menerima Nasihat

Nasihat - PenulisHidupku.Com - 1Amsal 12:1 – “Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan; tetapi siapa membenci teguran, adalah dungu”.

Kadang – kadang kita semua memerlukan teguran dan perbaikan. Orang yang sombong tidak senang bila dikoreksi. Tetapi seorang yang rendah hati akan dengan tulus menerima kritikan, serta menarik manfaat daripadanya.


Terima kasih kepada ci Mulya dan grup Penuh Kasih atas renungannya.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Video “Behind The Scenes” – Persiapan Natal NDFI – (24 Desember 2011)

Sebelum mainkan video ini, silahkan dinyalakan terlebih dahulu speaker anda. Dan supaya tidak tersendat – sendat video streamingnya harap diikuti petunjuk cara pakai berikut ini (maklum filenya gede… over 300 mB dan aku pakai media player gratisan hehehe) :).

Video ini kubuat untuk kenang – kenangan pelayanan persiapan Natal 2011 di gereja NDFI. Semoga berkesan juga bagi brothers dan sisters yang lainnya. Kalau ingin download dan simpan video ini silahkan klik DI SINI

Sambil nunggu video loading bisa dibaca dahulu kesan dan pesanku mengenai persiapan natal gereja NDFI 2011 yah 🙂


Aku bersyukur sekali bisa terlibat di dalam persiapan acara natal NDFI bersama brothers dan sisters yang luar biasa. Terus terang itu adalah yang pertama kalinya bagiku untuk membantu koordinir sebuah acara natal. Walaupun aku pernah menjadi seorang project manager, ternyata di dalam pelayanan ada banyak sekali perbedaan, yang mengharuskan aku untuk belajar lagi. Puji Tuhan atas brothers dan sisters yang ikut membantu persiapan dan juga terima kasih kepada pastor Stefanus yang sudah memberikan kepercayaan kepada kita semua.

Secara keseluruhan persiapan acara Natal memakan waktu kurang lebih 1.5 bulan. Ada beberapa item yang mau kita masukan ke dalam acara Natal kita, yakni: drama, dance, candle light, video klip pelayanan NDFI, dekorasi, dan konsumsi.

Persiapan Drama

Untuk drama kita mengalami kendala dalam pembentukan tim karena anak muda di gereja NDFI benar – benar terbatas. Puji Tuhan, beberapa anak muda mulai volunteer seperti Jason, David, Vili, Lukas, dan Novi. Aku salut sekali dengan mereka karena mereka mengakui tidak memiliki pengalaman main drama namun demi pelayanan mereka tetap percaya diri bahwa mereka will do well. Aku masih ingat awalnya di bangku food court 313 Jason menunjukan sebuah klip dari YouTube berjudul “Lifehouse Everything Skit”.

Klip itulah yang ingin kita contoh untuk pertunjukan drama. Durasinya cepat hanya 5.5 menit dan bagusnya adalah tidak perlu hafalkan dialog. Namun banyak sekali gerakan yang harus diingat dan masalah “timing” benar – benar penting. Kita semua juga tidak ada yang memiliki background nari maupun koreografi… namun ternyata David dan Jason memiliki bakat koreografi yang bagus. Puji Tuhan tak lama setelah itu, satu anggota lagi bergabung yakni brother Philip yang bener – bener humble dan luar biasa kocaknya hehehe. Awalnya kita sepakat memilih cici Lulut untuk jadi pemeran utama… namun sayangnya cici Lulut sudah tidak merasa muda lagi (sengaja nyinggung nih ci hehehe), sehingga kita pusing mencari calon pengganti yang bersedia didorong2, dipukul2, ditarik2, dibejek2, dan diinjek2 hehehe. Puji Tuhan setelah melalui beberapa proses akhirnya saudari Laura bersedia dijadikan korban hehehe.

Latihan awal drama kita lakukan di gereja NDFI Aljuneid. Awalnya kita mencoba menghafalkan gerakan yang ada dan menguasai timing.  Di latihan yang kedua kita mulai berdoa  sebelum dan sesudah latihan. Sungguh luar biasa… justru dari doa itu kita jadi semakin erat satu sama lain sebagai saudara – saudari seiman. Di latihan – latihan berikutnya kita mulai memasuki proses penjiwaan karakter masing – masing. Laura sebagai pemeran utama harus bisa menguasai beberapa penjiwaan emosi, David sebagai Tuhan Yesus harus tampil penuh kasih, Philip sebagai casanova harus tampil jadi cowok playboy, Lukas… gak perlu diapa – apakan memang sudah pas jadi rentenir … hahaha kidding bro, Novi harus menjiwai seorang pemabuk, Jason harus menunjukan rasa seorang drug addict, dan Vili yang menjadi devil harus menggoda pemeran utama untuk bunuh diri.

Akhirnya semua anggota drama juga harus MAIN FISIK. Terutama ketika dorong – dorong dan tarik – menarik… benar – benar menguras energi… sungguh aku salut. Tetapi dari itu semua yang membuat aku salut sama mereka adalah mereka semua rela berkorban demi pelayanan ini. Laura selalu minta feedback kepadaku mengenai peran-nya dan aku tahu di rumah dia terus – menerus latihan penjiwaan. Belum lagi untuk latihan kita baik di Aljuneid maupun di Mandarin Orchard… semua mengorbankan waktu mereka. Mereka semua tetap bela – belain latihan walaupun ada yang sudah capek pulang dari kantor, ada yang lagi persiapan ujian, ada yang harus mengorbankan waktu pacaran (hehehe u know who I am talking abt), ada yang sambil ngurus ijin kerja, ada yang sambil persiapan musik untuk MKIS, dan lain sebagainya. Belum lagi beberapa kali sebelum latihan hujan mengguyur kota Singapur dengan derasnya… but still… mereka semua dengan setia hadir dalam latihan… benar – benar membuatku salut. Tak lupa dengan ci Mulya dan brother Sigar yang benar – benar supportif… terutama bihun goreng dan Mac D delivery-nya hehehe.

Di samping itu dari persiapan drama ini, aku jadi kenal dengan setiap individu anggota drama lebih dalam lagi. Di luar latihan hampir setiap dari mereka sharing kehidupan mereka denganku. I really feel honoured dan bersyukur sama Tuhan untuk bisa ditempatkan di posisi itu untuk juga bisa memberkati mereka. Ternyata it is not just about a drama… so many things happened behind the scenes 🙂

Persiapan Dance

Ci Mulya ada usul untuk menyumbangkan tarian cha cha. Kebetulan kawan dekatku Victor adalah seorang mantan guru dansa. Akhirnya mereka aku temukan dan mereka mulai latihan. Langkah awal kita adalah memilih lagu natal dengan irama cha – cha.

Setelah kita dapatkan lagunya kemudian Victor menghitung jumlah “step”-nya. Dari sana mereka terus latihan.

Di minggu terakhir sebelum perayaan Natal ada sedikit masalah di mana ci Mulya baru recover dari diare dan Victor harus memperbaiki dapurnya yang rusak. Jadi mereka bergantung kepada gladi resik pada hari H-nya.

Persiapan Kotbah + Praise and Worship

Jason, David, dan Lukas in charge di bagian musik. Pada hari Natalnya ci Lulut dan Lukas yang akan menjadi worship leader. Tim musik sudah memilih lagu – lagu yang akan dibawakan dari jauh – jauh hari. Di awal Desember kita mendapat kabar gembira dari pak Stefanus yang mengatakan bahwa Jefri S Tjandra bersedia hadir di acara Natal kita dan memberikan kesaksian pujian. Sementara khotbah akan dibawakan oleh pak Stefanus Wijaya.

Persiapan Poster Dan Flyers

Puji Tuhan atas bantuan dari David dan Jason. Aku ikut membantu mebagikan flyers ke apartment – apartment di Lucky Plaza dan Resto Surabaya

Persiapan Candle Light + Dekor

Kita menggunakan glow stick yang aku beli di mustafa… not bad… $1.50 dollar dapat 15 buah. Kita beli 210 glow sticks. Untuk dekor saudara Sigar menyumbangkan pohon natal dan untuk pernak pernik ruangan David yang membelinya.

Persiapan Konsumsi

Puji syukur kepada ko Aling pemilik Resto Surabaya yang bersedia mendukung acara natal gereja NDFI. Beliau menyumbang ayam penyet untuk acara natal jemaat Sabah Serawak dan memberikan harga khusus untuk makanan dalam perayaan natal NDFI tanggal 24 Desember 2011. Sementara itu ibu Rudy yang membiayai semua dana konsumsinya.

Persiapan Video Klip

Ada 2 macam video klip yakni klip mengenai pelayanan NDFI dan ucapan selamat Natal dari para sahabat – sahabat NDFI. Untuk klip yang pertama aku mengunjungi beberapa rumah sakit di Singapura ketika cuti. Puji syukur kepada ko Jerry, ko Herman, ko Heru, dan saudari Carrine yang menemaniku selama beberapa hari. Dan juga kepada sahabat – sahabat yang berjuang keras di rumah sakit. Sungguh aku belajar mengenai makna hidup dari kunjungan tersebut. Klipnya nanti bisa dilihat di sini: http://www.facebook.com/photo.php?v=10150443356188231

Untuk klip ucapan selamat Natal, aku bersyukur atas bantuan brother Jerry beserta keluarga, ko Heru, Kimsan, pak Stefanus, Ie Ie Asiu, Ibu Rudy, Christian beserta istri, ci Yetty, ci Mulya, dan beberapa orang lainnya. Klipnya bisa dilihat di sini: http://www.facebook.com/photo.php?v=10150441642418231

Persiapan Pada Hari H

Tanggal 24 Desember 2011 pagi, pukul 11 kita semua sudah berkumpul di Hotel Mandarin untuk memulai dekor dan memasang alat musik. Satu – persatu anak – anak tim drama mulai bermunculan… dan ada yang bawa body guard segala hehehe.

Ketika setup alat musik aku baru tahu bahwa selama ini Jason, David, Lukas, dan anak – anak Sabah setiap minggunya harus bongkar pasang alat – alat musik sendiri. Mereka harus datang pagi – pagi dan pulang paling akhir… ini adalah pelayanan mereka di balik layar yang tidak banyak orang tahu… wow sungguh luar biasa.

Kita kemudian mencoba ngetes sound system dan video klip. Sound system sempat ngadat… yang bikin aku dug – dugan tapi puji Tuhan akhirnya bisa beres juga. Kemudian kita latihan gladi resik drama, musik, dan dansa. Di tengah – tengahnya puji Tuhan mami dan papiku juga turut terlibat membantu. Mamiku bantu menjahit kostumnya David (Tuhan Yesus), dia juga pergi ke Daiso untuk beli peniti hehehe. Ketika jam 3, kita baru dapat kabar kalau Haidin bakalan telat dan dia tidak membawa suntikan yg akan kita pakai untuk drama. Aku kemudian bergegas ke Ngee Ann City untuk beli peralatannya bersama dengan Rio. Setelah dari sana jam 4 lewat kita pergi ke Resto Surabaya untuk ambil makanan.

Jefri S Tjandra

Sempet bikin dag – dig – dug, karena pukul 4.30 Jefri S Tjandra masih mau nyari makanan di Takashimaya… sudah terbayang di kepalaku betapa panik dan repotnya Novi nanti karena dia yang ngatur slide musik dan kita tidak tahu sama sekali nanti Jefri mau nyanyi apa :). Ternyata memang Jefri dan timnya benar – benar professional… mereka sudah siapin semuanya… jadi kita biarkan dia take over seluruh acaranya. Jam 5:15 akhirnya aku baru sampai kembali di hotel Mandarin untuk memulai acara Natal.

Selama acara natal berlangsung… aku dan Rio sibuk nyala matikan lampu dan bekerjasama dengan tim ushers yang dipimpin oleh ci Mulya. Sempet aku jantungan lagi ketika pistol-nya Vili hilang… ternyata dimainkan oleh Jojo dan berhasil diketemukan di bawah bangku hehehe.Puji syukur walau ada sedikit kekurangan di sini situ… secara keseluruhan semua berjalan lancar. Aku juga bangga sekali dengan papiku yang dengan sukarelanya membantu mendokumentasikan seluruh acara Natal.

Itulah rangkaian beberapa peristiwa yang terjadi di belakang layar. Pada akhirnya itu semua bukan mengenai kita, bukan mengenai pendeta kita, bukan mengenai gereja kita, tetapi SEMUANYA ADALAH MENGENAI DIA TUHAN KITA YESUS KRISTUS… PADA HARI ULANG TAHUNNYA KITA BERIKAN YANG TERBAIK.


Secara pribadi bagiku moment paling berharga di dalam pelayanan ini adalah MOMENT MOMENT DI BALIK LAYAR. Justru yang tidak kelihatan oleh jemaat dan orang banyak, di situlah aku menemukan arti pelayanan yang sesungguhnya. Jason, David, Lukas, Novi, Vili, Philip, Ci Mulya, Victor, Sigar, dan Haidin… thank you so much… you all are the best 🙂

Jangan lupa lihat video yang di atas (behind the scene). Dan sekali lagi kalau ingin download dan simpan video ini silahkan klik DI SINI


Kemuliaan hanya bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus, yang luar biasa
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.