PEMERINTAH RI AKAN GENJOT PENERIMAAN PAJAK TAHUN 2018

Perpajakan Indonesia 2018 - PenulisHidupku.Com - 1

Negara kita sedang terus membangun, dan untuk itu dibutuhkan dana yang besar. Salah satu pendapatan utama pemerintah adalah melalui pajak. Berbicara mengenai pajak seringkali kita menyinggung mengenai masalah KERELAAN. Apakah kita rela untuk membayarkan sebagian dari hasil jerih payah kita kepada pemerintah ?

Bang Aming penjual bakso gerobak di Jelambar berkata “Kalau ada hasil pembangunannya boleh lah kita bayar itu pajak. Tapi kalau duitnya dikorup buat apa kita bikin mereka gendut ?”.

Bagi kita umat Kristiani berbicara mengenai pajak agak mirip mirip berbicara mengenai perpuluhan (mengembalikan 10% pendapatan kita untuk keperluan rumah Tuhan). Kalau di Alkitab berbicara mengenai perpuluhan jelas ada ayat jaminanNya.

Mal 3:10 – “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan UJILAH AKU, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.”

Kata UJILAH AKU itu memberikan kita suatu kepastian bahwa untuk masalah perpuluhan kita berurusan langsung dengan Tuhan dan bukan dengan institusi gereja atau pun organisasi pelayanan. Sehingga untuk perpuluhan orang biasanya LEBIH RELA untuk memberi, apalagi dijanjikan berkat. Lalu bagaimana dengan pajak ? Kalau kita gali ternyata ada ayat di Alkitab juga berbicara mengenai pajak.

Roma 13:7 – “Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.”

Sekali lagi kita tersandung dengan masalah kerelaan. Apakah kita rela membayarkan pajak kepada pemerintah. Emangnya siapa itu pemerintah ? Ternyata Alkitab memposisikan pemerintah itu dengan posisi yang sangat terhormat.

Roma 13:4 – “Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat.”

Mari kita renungkan sesaat. Wow… pemerintah adalah hamba Allah. Saya ulangi lagi PEMERINTAH = HAMBA ALLAH. Tuhan sudah memberikan pemerintah WEWENANG UNTUK MEMBALASKAN MURKA ALLAH KEPADA MEREKA YANG BERBUAT JAHAT. Dan kalau kita teliti banyak aturan – aturan negara di dunia ini memiliki bobot moralitas yang tidak jauh berbeda dengan hukumNya Tuhan.

Aturan main yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai hamba Tuhan adalah kita harus membayar pajak. Karena pajak akan digunakan untuk membangun dan memajukan negara. Ketika negara maju dan sejahtera, kita pun akan ikut menjadi lebih sejahtera. Tuhan memberkati sebuah bangsa dan negara melalui tangan pemerintah juga. Jika kita melawan pemerintah maka kita melawan Tuhan.

Kini kembali lagi kepada kerelaan. Saya akui awalnya saya pribadi juga gak rela. Tapi sebagai anak Tuhan ketika ada pertempuran di batin mengenai kerelaan, kita bisa mengalahkannya dengan ketaatan. Dan ketaatan / penundukan / menurut itu adalah sifat dari Roh. Karenanya untuk bisa taat dan rela kita butuh bantuan dari Roh Kudus.

Roma 13:5 – “Sebab itu perlu kita menaklukkan diri, bukan saja oleh karena kemurkaan Allah, tetapi juga oleh karena suara hati kita.”

Saya percaya setiap anak Tuhan yang dipenuhi oleh Firman Allah dan Roh Kudus suara hatinya akan berkata “MARI KITA BAYAR PAJAK, MARI KITA BANGUN NEGARA INDONESIA. INDONESIA JAYA MENJADI MERCUSUAR MENERANGI DUNIA“.

Kalau kita bisa taat kepada Tuhan yang tidak kelihatan soal membayar perpuluhan, harusnya kita juga bisa membayar pajak kepada pemerintah yang jelas – jelas kelihatan. Saya percaya orang yang terbiasa membayar perpuluhan pasti juga taat pajak. Dan ada korelasi di antara keduanya. Tapi ini topik mungkin untuk pembahasan di lain waktu.

Sebagai penutup dan agar tersenyum sedikit. Katanya dirjen pajak: “YESUS JUGA BAYAR PAJAK” 😀

YESUS JUGA BAYAR PAJAK - PENULISHIDUPKU.COM - 1


Segala hormat dan pujian bagi Allah Bapa, Allah Putera, dan Allah Roh Kudus.
Terima kasih kepada pak CW atas info beritanya

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter

Tuhan Mengajar Kita Untuk Taat Kepada Pemerintah

Bacaan: Roma 13:1-7
Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. (Roma 13:1)

Siap aturan yang dikeluarkan pemerintah selalu mengundang pro dan kontra. Bukan hanya di negara kita, melainkan juga di negara-negara lain, dan hal itu bahkan sudah terjadi sejak zaman Rasul Paulus. Bagaimana seorang pengikut Kristus harus bersikap?

Bacaan kita hari ini mengingatkan dua hal penting. Pertama, pemerintah ada karena perkenan Allah (ayat 1). Entah mereka baik atau buruk, Tuhanlah yang mengizinkan mereka berkuasa. Kepada Pilatus yang menyalibkan-Nya, Yesus berkata: “Engkau tidak mempunyai kuasa apa pun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas” (Yohanes 19:11). Kita tunduk pada pemerintah, bukan berdasarkan baik tidaknya mereka, tetapi karena kita menghormati Allah yang menetapkan mereka.

Yang kedua, karena pemerintah ditetapkan oleh Allah, maka otoritas tertinggi ada di tangan Allah. Pemerintah yang memimpin menurut cara Allah akan memimpin dengan adil (ayat 3). Jika perintah mereka berlawanan dengan firman Tuhan, yang mutlak harus ditaati adalah Tuhan. Beberapa contoh sikap dalam Alkitab: dua bidan di Mesir yang tidak menaati Firaun; Daniel yang melanggar titah Raja Darius, Petrus dan Yohanes yang menolak perintah mahkamah agama. Mereka tidak kasar berontak, tetapi dengan jelas dan tegas menyampaikan kebenaran apa pun risikonya.

Apakah selama ini perkataan dan perbuatan kita mencerminkan bahwa kita menghormati dan menaati pemerintah kita? Ingatlah, kita menaati mereka karena kita menghormati Tuhan. Apakah kita juga peka melihat adanya kebijakan-kebijakan yang tidak sesuai firman Tuhan? Orang-orang kristiani perlu dengan kasih dan keberanian menunjukkan bahwa kita lebih taat pada Tuhan daripada manusia. –LAN
——————————————————————
HORMATI TUHAN DENGAN MENAATI PEMERINTAH
DAN MENGINGATKAN MEREKA KETIKA MENYIMPANG DARI ATURAN-NYA.
——————————————————————


Terima kasih kepada Alkitabku dan Yayasan Gloria atas renungannya.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Mengapa Kita Sebagai Warga Negara Harus Menaati Pemerintah

Gedung MPR DPR - PenulisHidupku.Com - 1

Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. (Roma 13:1)

Setiap aturan yang dikeluarkan pemerintah selalu mengundang pro dan kontra. Bukan hanya di negara kita, melainkan juga di negara-negara lain, dan hal itu bahkan sudah terjadi sejak zaman Rasul Paulus. Bagaimana seorang pengikut Kristus harus bersikap?

Bacaan kita hari ini mengingatkan dua hal penting. Pertama, pemerintah ada karena perkenan Allah (ayat 1). Entah mereka baik atau buruk, Tuhanlah yang mengizinkan mereka berkuasa. Kepada Pilatus yang menyalibkan-Nya, Yesus berkata: “Engkau tidak mempunyai kuasa apa pun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas” (Yohanes 19:11). Kita tunduk pada pemerintah, bukan berdasarkan baik tidaknya mereka, tetapi karena kita menghormati Allah yang menetapkan mereka. Yang kedua, karena pemerintah ditetapkan oleh Allah, maka otoritas tertinggi ada di tangan Allah.

Pemerintah yang memimpin menurut cara Allah akan memimpin dengan adil (ayat 3). Jika perintah mereka berlawanan dengan firman Tuhan, yang mutlak harus ditaati adalah Tuhan. Beberapa contoh sikap dalam Alkitab: dua bidan di Mesir yang tidak menaati Firaun; Daniel yang melanggar titah Raja Darius, Petrus dan Yohanes yang menolak perintah mahkamah agama. Mereka tidak kasar berontak, tetapi dengan jelas dan tegas menyampaikan kebenaran apa pun risikonya.

Apakah selama ini perkataan dan perbuatan kita mencerminkan bahwa kita menghormati dan menaati pemerintah kita? Ingatlah, kita menaati mereka karena kita menghormati Tuhan. Apakah kita juga peka melihat adanya kebijakan-kebijakan yang tidak sesuai firman Tuhan? Orang-orang kristiani perlu dengan kasih dan keberanian menunjukkan bahwa kita lebih taat pada Tuhan daripada manusia. –LAN


Terima kasih kepada yayasan Gloria atas renungannya.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.