HUBUNGAN GEREJA DENGAN PIKIRAN (KEJIWAAN) BAWAH SADAR MANUSIA DAN APAKAH HIPNOSIS SERTA VISUALISASI ITU ALKITABIAH ?

Inception - PenulisHidupku.Com - 1.jpg

A. PENDAHULUAN

Masih ingatkah saudara dengan film berjudul “INCEPTION“, yang diputar di bioskop pada tahun 2010 dan diperankan oleh aktor ternama Leornado DiCaprio ? Bagi saya film itu sangat berkesan dan merupakan salah satu karya terbaik dalam industri perfilman Hollywood. Sisi paling menariknya adalah mengenai IDE FILM tersebut. Dimana idenya adalah sebuah IDE. Sehingga menjadikan film ini adalah ide di dalam ide (semoga tidak membuat saudara bingung hehehe). Ide utama film itu adalah kita bisa memasukan ide ke dalam pikiran bawah sadar seseorang sehingga mereka terprogram untuk bertindak sesuai dengan ide yang ditanamkan tersebut.

Hari ini saya membaca beberapa artikel mengenai program hipnosis, dan program visualisasi untuk menurunkan berat badan. Karena ya… saat tulisan ini saya buat (2 Juli 2019) bobot saya masih tetap di angka 78 kilogram. Padahal bulan Oktober 2018 yang lalu saya sudah sempat menyentuh angka 76.7 kilogram. Artikel tersebut menuliskan bahwa program hipnosis dan visualiasi memegang peranan penting dalam membantu kita menurunkan berat badan atau sebenarnya UNTUK MERAIH APA SAJA YANG KITA TARGETKAN.

Bagaimana penjelasan ilmiahnya ?

Saya akan mulai dengan program hipnosis. Dalam program ini kita butuh bantuan dari pakarnya. Caranya seperti yang kita lihat di televisi dan film. Saya tidak akan masuk detail ke sana. Program hipnosis bisa membantu kita menemukan akar permasalahan yang terletak di dalam pikiran bawah sadar kita. Entah itu trauma, persepsi diri yang salah, dan sebagainya. Pelarian dari masalah tersebut akan berunjung pada tindakan yang salah. Anthony Robbins menyebutnya sebagai SABOTASE TERHADAP DIRI SENDIRI. Hasilnya adalah apa pun yang kita lakukan cenderung tidak membawa hasil yang maksimal atau kita malah terus menerus gagal. Contoh: seseorang yang diejek oleh teman – temannya sejak kecil bahwa dia “jelek” bisa saja lari ke makanan dan kecanduan makan sehingga mengalami obesitas parah. Program hipnosis membantu kita mengidentifikasi masalahnya, dan memasukan ide baru yang membangun. PERKATAAN POSITIF DIGUNAKAN UNTUK MENGOBATI LUKA DI DALAM. Dan menurut artikel yang saya baca… ternyata program ini cukup manjur.

Jika program hipnosis membantu memperbaiki pikiran bawah sadar atas hal hal yang telah terjadi di masa lalu, maka program visualisasi melakukan pendekatan yang berbeda. Dalam program visualiasi, kita diminta tidak lagi mempermasalahkan apa yang telah terjadi di masa lalu. Bahkan kita diminta untuk MENGAMPUNI DIRI KITA SENDIRI. Dan yang terpenting adalah fokus kepada masa depan. Yang kedua, program visualisasi mengharuskan kita untuk MEMBAYANGKAN KONDISI KITA DI MASA DEPAN KETIKA TARGET KITA SUDAH TERCAPAI. Program sederhana ini banyak digunakan oleh orang – orang sukses. Karena inti dari visualisasi ini adalah UNTUK MEMOTIVASI KITA AGAR TERUS MELAKUKAN TINDAKAN. Logisnya kalau seseorang terus aktif melakukan tindakan maka secara statistik peluang dia untuk berhasil menjadi meningkat.

2 program di atas yakni hipnosis dan visualisasi jika dipadukan sangatlah luar biasa. Ini adalah teknik atau pun alat, yang bisa digunakan oleh orang mana pun terlepas dari keyakinan dan kepercayaan masing masing.

Sekarang saya ingin masuk ke segi rohani nya, dan seperti biasa saya tidak mau mengomentari agama lain. Saya akan fokus kepada pandangan gereja Kristiani pada umumnya terhadap pikiran bawah sadar manusia.

B. PANDANGAN GEREJA MENGENAI PIKIRAN BAWAH SADAR SECARA UMUMNYA

Sampai hari ini banyak gereja yang belum mengakui bahkan malah mengabaikan peran pikiran bawah sadar. Tanpa mempelajari dan menggalinya lebih dalam, tidak sedikit gereja atau para hamba Tuhan yang mengatakan segala sesuatu yang berhubungan dengan pikiran bawah sadar itu adalah SESAT. Mereka lebih suka menyudutkan masalah – masalah manusia sebagai masalah roh. Contoh: kebiasaan berzinah itu karena ada roh perzinahan, kecanduan mencuri itu karena ada roh mencuri, dsb. Walau memang ada masalah masalah yang berhubungan dengan roh seperti kerasukan, sesungguhnya tidak benar kalau semuanya adalah masalah roh. Ada banyak masalah yang dialami oleh jemaat sebenarnya adalah masalah kebiasaan (habit) dan itu adalah masalah kejiwaan. Selama gereja menutup mata terhadap hal – hal kejiwaan maka gereja belum bisa efektif melayani kebutuhan jemaat.

Kita tahu bahwa manusia terdiri dari tubuh, jiwa, dan roh. Tubuh adalah daging (jasmani) kita. Tanpa jiwa dan roh, kita tidak lebih dari tanaman (itu sebabnya orang yang terbaring di Rumah Sakit dalam kondisi tanpa respons disebut “vegetable state”). Tanpa roh, kita juga tidak beda dengan binatang. Jiwa dan roh inilah yang membuat manusia berbeda dengan mahluk hidup lainnya.

Roh adalah esensi ilahi yang menjembatani hubungan kita dengan Tuhan. Dikatakan pada dasarnya roh itu PENURUT.

Matius 26:41 – “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: ROH MEMANG PENURUT, tetapi daging lemah.”

Jadi tanpa intervensi dari kita, roh kita pasti memihak kepada hal – hal yang benar dan mulia seperti yang Tuhan mau. Ada manusia yang rohnya tertidur, dan ada juga yang rohnya hidup. Bagi mereka yang telah berhubungan dengan TUHAN YANG BENAR, maka rohnya hidup. Tetapi hari ini kita tidak akan banyak bicara soal roh.

Yang jadi permasalahan di dalam kita sejak manusia jatuh ke dalam dosa hingga sekarang adalah di sisi KEHENDAK (HAK MEMILIH). Dan aspek ini ada di dalam jiwa manusia, yang secara strukturnya lebih kompleks daripada tubuh dan roh. Sedikit menyimpang sebentar ya… pohon pengetahuan mengenai yang baik dan jahat di tanam Eden itu diciptakan untuk berhubungan dengan kejiwaan manusia, yang sebenarnya agak paradoks. Karena dengan melanggar Firman Tuhan melalui kehendak bebasnya barulah manusia mengetahui apa yang baik dan jahat. Jadi dengan kata lain sebelum ada pelanggaran belum ada kejahatan pada waktu itu, dan cuma ada satu pilihan berbuat jahat yakni dengan melanggar satu satunya larangan Tuhan. Pelanggaran demi pelanggaran (dosa demi dosa) terus turun temurun menjadikan kecenderungan manusia menuju ke arah kejahatan. Setiap hari kita dihadapkan pada PILIHAN dan KEPUTUSAN. Ini adalah aspek kejiwaaan kita. Kembali lagi ke jiwa. Jadi apa itu jiwa ? Jiwa = kehendak + pikiran + perasaaan + karakter + kebiasaan. Dan jiwa itu dibagi jadi 2: yakni sadar, dan bawah sadar.

Kalau kita semua mau membuka hati dan pikiran kita terhadap bimbingan Roh Kudus, maka kita akan melihat persepsi Alkitab mengenai kejiwaan bawah sadar.

C. CONTOH MENGENAI HAL KEJIWAAN BAWAH SADAR DI DALAM ALKITAB

Bukti dari jiwa bawah sadar itu ada salah satunya adalah mimpi. Alkitab mengakui mimpi, maka Alkitab pasti juga mengakui jiwa atau pikiran bawah sadar.

Contoh yang kedua adalah iman. Kita akan lihat apakah iman itu bagian dari roh atau bagian dari kejiwaan kita.

Ibrani 11:1 – “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat”.

IMAN = KEPASTIAN. Kalau iman adalah bagian dari roh maka semua orang yang rohnya hidup pasti beriman karena pada dasarnya roh adalah penurut. Nyatanya tidak semua orang beriman (walau sudah hidup kembali rohnya), karena ternyata untuk beriman itu juga adalah suatu pilihan, artinya kita bisa memilih untuk berpegang pada yang pasti atau tidak. Karena iman mengandung komponen kehendak maka iman adalah bagian dari kejiwaan. Lalu selanjutnya iman itu bagian kejiwaan yang mana ? Yang sadar atau yang bawah sadar ?

Orang yang beriman tidak ragu sedikit pun, karena dia memegang suatu kepastian yang kokoh, dan iman itu adalah hal yang spontan, tidak perlu dipikirkan dan dipertimbangkan secara mendalam. Contohnya adalah orang – orang yang disembuhkan oleh Tuhan Yesus di dalam kisah di Alkitab. Banyak dari mereka memilih spontan percaya, dan mereka disembuhkan.

Lukas 17: 19 – “Lalu Ia (Yesus) berkata kepada orang itu: ‘Berdirilah dan pergilah, IMANMU TELAH MENYELAMATKAN ENGKAU”.

Hari ini saya tidak akan mengupas hal ini lebih dalam karena cukup panjang. Semoga dalam kesempatan berikutnya saya bisa uraikan lebih detail. Tetapi intinya adalah:

IMAN (kepada Tuhan) dibangun melalui pendengaran dan ketaatan (JIWA SADAR KITA) akan Firman Tuhan, dan disimpan di dalam JIWA BAWAH SADAR KITA.

D. FAKTOR PEMBENTUK KEJIWAAN BAWAH SADAR VERSI ILMIAH

Menurut para ilmuan kejiwaan bawah sadar kita dibangun oleh kejiwaan sadar kita. Panca indera kita adalah input masuknya persepsi yang digunakan untuk memprogram kejiwaan bawah sadar kita. Itu sebabnya kenapa doa itu sebaiknya tutup mata, yakni selain tidak terganggu dan bisa fokus, pikiran dan kejiwaan sadar kita sedang terhubung dengan kejiwaan bawah sadar dan juga dengan roh kita. Kejiwaan bawah sadar bisa terbentuk melalui: INPUT, VISUALIASI, AFIRMASI, dan REPETISI.

INPUT berbicara informasi apa yang sering kita masukan ke dalam pikiran kita. Ada istilah GARBAGE IN GARBAGE OUT. Kalau informasi yang dimasukan adalah informasi yang merusak maka kejiwaan bawah sadar kita juga akan jadi rusak. Dan sebaliknya jika informasi yang dimasukan adalah informasi yang membangun maka kejiwaan bawah sadar kita juga akan sehat dan terbangun.

VISUALISASI berbicara mengenai membayangkan apa yang akan terjadi di masa depan. Sebelumnya sudah dijelaskan di atas.

AFIRMASI adalah penekanan, dan penekanan ini ada aspek emosinya. Sesuatu yang kita katakan dengan penekanan emosi akan terekam di dalam kejiwaan bawah sadar kita. Contoh: pernyataan SAYA TIDAK PERNAH AKAN AMPUNI DIA (dengan emosi geram dan nada tinggi)… hasilnya kita akan sangat sulit mengampuni. Contoh lain: pernyataan PAPA SAYANG KAMU (dengan lembut dan kasih)… hasilnya kita akan semakin mengasihi anak kita.

REPETISI adalah pengulangan baik perkataan maupun pikiran. Apa yang terus kita ulang ulang akan masuk ke dalam kejiwaan bawah sadar kita.

E. MEMBENTUK JIWA BAWAH SADAR KITA MENURUT ALKITAB

Alkitab sebagai pedoman kita memiliki banyak sekali referensi terhadap jiwa bawah sadar. Salah satunya berbicara khusus mengenai bagaimana kita bisa membentuk jiwa bawah sadar kita seturut dengan cara dan kehendak Tuhan.

Mazmur 1:1-3 – “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang MERENUNGKAN TAURAT ITU SIANG DAN MALAM. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran airm yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.”

PERENUNGAN INI SEBENARNYA ADALAH: INPUT YANG SEHAT + VISUALIASI + AFIRMASI + REPETISI. Saya tidak akan masuk terlalu detail, tetapi secara singkat penjelasannya itu ilmiah. Dan di sini kita melihat kalau kejiwaan bawah sadar kita diisi dengan Firman Tuhan maka hasilnya luar biasa: APA SAJA YANG DIPERBUATNYA BERHASIL.

“FIRMAN TUHAN + VISUALISASI + AFIRMASI + REPETISI = KEBERHASILAN”

Begitu juga di dalam berdoa, kita dihimbau untuk mendoakan firman Tuhan yang adalah input yang benar, sebaiknya memejamkan mata (biar fokus kepada apa yang kita doakan dan bisa melakukan visualisasi). Dikatakan juga berdoa harus dari dalam hati, sikap yang benar, dan jika perlu dengan perasaan kita… ini adalah afirmasi. Dan Tuhan Yesus juga mengajarkan bahwa doa yang sempurna adalah doa Bapa Kami. Pengulangan doa Bapa Kami adalah bagian dari repetisi. Jadi DALAM BERDOA PUN SELAIN KITA SEDANG BERHUBUNGAN DENGAN TUHAN MELALUI ROH, KITA JUGA SEDANG MEMBANGUN IMAN YANG TERSIMPAN DI JIWA BAWAH SADAR KITA.

E. JIWA BAWAH SADAR MANUSIA DAN IBADAH DALAM GEREJA

Sesungguhnya dalam praktek ibadah dalam gereja, entah sadar atau tidak sadar, banyak aspek yang dilakukan untuk masuk ke dalam kejiwaan bawah sadar jemaat. Beberapa di antaranya:

1. Khotbah (Firman Tuhan) pengajaran: sebenarnya kita sedang dimasuki IDE yang sesuai dengan kehendak Tuhan ke dalam pikiran kita. Tentunya pikiran sadar kita berfungsi sebagai penjaga gerbangnya. Logika dan pengalaman kita masih tetap bermain. Tetapi ketika kita mengangguk tanda setuju atau pun mengatakan AMIN terhadap Firman tersebut… maka kita membuka pintu jiwa bawah sadar kita untuk dimasuki Firman Tuhan. Karenanya kita jangan pernah mengejek gereja yang fokus ke pengajaran, atau bersifat apologetik. Mereka bertugas meruntuhkan tembok tembok penghalang (konsep dan logika pikiran sadar kita), dan mereka pun dipakai oleh Tuhan luar biasa untuk memperkuat iman kita.

2. Pujian, dan penyembahan: sebenarnya ini juga adalah bagian dari HYPNOSIS. Dimana kita dibuat dalam keadaan rileks. Kata kata dan alunan lagu tersebut akan masuk langsung ke jiwa bawah sadar kita. Karenanya jangan mengejek gereja yang suka akan pujian dan penyembahan. Pujian dan penyembahan sama khasiatnya dengan Firman Tuhan selama yang dinyanyikan itu sesuai dengan Firman Tuhan.

3. Humor: dalam khotbah humor diberikan supaya jemaat tidak mengantuk, dan bisa rileks. Ini tujuannya supaya Firman (tonjokan sesungguhnya) bisa masuk ke dalam kejiwaan bawah sadar kita. Karenanya jangan mengejek gereja atau hamba Tuhan yang suka melucu di atas mimbar. Selama ada Firman yang disampaikan dan ada penekanan terhadap Firman, humor tersebut malah bekhasiat.

4. Motivasi: ada khotbah yang selain berbicara mengenai Firman Tuhan, juga dimasukan komponen motivasi dan humor. Coba deh perhatikan pasti ada kata kata “saudara bisa bayangkan…”. Nah ini sebenarnya adalah bagian dari VISUALIASI. Saat dimotivasi dan visualisasi… keluar dari gereja kita jadi semangat untuk melakukan Firman Tuhan. Karenanya jangan mengejek gereja yang khotbahnya ada banyak kata – kata motivasi. Selama dasarnya adalah Firman Tuhan mereka perlu kita dukung.

5. Altar call, penumpangan tangan, dan minyak urapan: gereja karismatik biasanya mempraktekan ini. Di sini ada 2 aspek yakni manifestasi kuasa Tuhan yang memang sedang bekerja, dan orang yang dilayani juga dikuatkan jiwa bawah sadarnya. Sehingga apa pun permasalahannya pikiran bawah sadarnya mengambil informasi bahwa dia sudah dijamah Tuhan dan apa pun masalahnya sudah Tuhan jawab. Sekali lagi ini adalah iman, dan iman disimpan di jiwa bawah sadar manusia. Karenanya jangan menghina gereja yang melalukan altar call, penumpangan tangan, dan minyak urapan. Karena mereka dipakai Tuhan untuk melayani jemaat.

Mungkin ada yang bertanya, bagaimana dengan bahasa roh (bahasa lidah), apakah itu bagian dari jiwa bawah sadar ? Jawabannya bukan. Bahasa roh adalah bagian dari roh, sesuai dengan namanya sehingga secara manusiawi kita tidak mengerti maknanya kecuali Roh Kudus sendiri memberikan kita karunia untuk mengartikan.

Kembali lagi ke jiwa bawah sadar. Melalui contoh di atas, jelas bahwa selama ini gereja sudah melakukan hal – hal yang bertujuan untuk memasukan Firman Tuhan ke kejiwaan bawah sadar jemaat. Ironisnya banyak gereja melakukan ini tanpa sadar (benar benar di bawah sadar hehehe). Lalu apa yang masih kurang ?

Gereja KURANG MENGAKUI PERAN JIWA BAWAH SADAR MANUSIA, KETIMBANG ROH. Untuk itu mari kita membaca tulisan dari Paulus. Dia pernah menuliskan sesuatu yang menarik mengenai pertentangan di dalam dirinya, antara batin (roh), yang dia kehendaki (jiwa sadar), dan suatu hukum lain (jiwa bawah sadar).

Roma 7:19, 22-23 – “sebab bukan apa yang aku (Paulus) kehendaki (JIWA SADAR), yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki (JIWA BAWAH SADAR), yaitu yang jahat, yang aku perbuat. Sebab di dalam batinku (ROH) aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota – anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota – anggota tubuhku (JIWA BAWAH SADAR)”

Secara ilmiah para ilmuan mengatakan bahwa jiwa bawah sadar itu jauh lebih kuat daripada jiwa sadar kita. Persis seperti yang Paulus tuliskan di atas. Melalui tulisan itu Paulus mengakui adanya sebuah hukum di dalam dirinya (kejiwaan bawah sadar). Sama seperti Paulus, setelah kita sebagai gereja mengakui adanya kejiwaan bawah sadar dan betapa besar perannya, maka apa yang harus kita lakukan ?

Dan Paulus melanjutkan…

Roma 7:24 – “Aku, manusia celaka ! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini ? Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita”

Kunci kemenangan terhadap kekuatan jiwa bawah sadar kita adalah Yesus Kristus. Siapakah Yesus Kristus itu ?

Yesus Kristus = Allah Bapa = Roh Kudus = Firman Tuhan. Kuncinya adalah kita perlu miliki hubungan intim dengan Tuhan, dan kita perlu melakukan Firman Tuhan.

Jadi yang dipermasalahkan harusnya bukan mengenai soal jiwa bawah sadarnya. Tetapi yang dipermasalahkan adalah APA YANG HARUS DIMASUKAN KE DALAM JIWA BAWAH SADAR KITA.

“Yang harus dimasukan ke dalam jiwa bawah sadar kita adalah FIRMAN TUHAN”

Sekali lagi kita ulangi rumusnya:

“FIRMAN TUHAN + VISUALISASI + AFIRMASI + REPETISI = HIDUP YANG BERKEMENANGAN”

F. GEREJA PERLU TERUS BELAJAR

Ilmu kejiwaan / psikologis adalah cabang ilmu pengetahuan yang Tuhan ciptakan. Saya sangat meyakini gereja perlu mengikuti perkembangan jaman dari segi CARA, sambil tetap berpegang teguh pada ESENSI (DASAR FIRMAN YANG KUAT).

Untuk itu menurut saya gereja boleh terbuka kepada teknik – teknis seperti hipnosis, dan visualisasi selama dilakukan untuk tujuan yang benar, dan sesuai dengan Firman Tuhan. Anggap saja ini sebagai alat yang dapat digunakan oleh para konselor gereja, guru sekolah minggu, pembina cell group, dan lainnya, untuk melayani jemaat Tuhan.

G. KESIMPULAN

1. Gereja perlu mengakui peran kejiwaan bawah sadar manusia. Banyak masalah yang berhubungan dengan kecanduan atau keterikatan adalah masalah kejiwaan dan bukan masalah roh.

2. Gereja bisa terbuka kepada cara – cara yang baru, tanpa meninggalkan PRINSIP FIRMAN TUHAN. Tujuannya agar jemaat dapat dilayani dengan baik dan efektif.

Segala hormat dan pujian bagi Tuhan Yesus. Silahkan disebar luaskan karena tidak ada hak cipta. Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 2 Juli 2019.

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter

HIDUP YANG BERDAMPAK – Oleh Dr. Karta

Berdampak Menolong - PenulisHidupku.Com - 1

Lewat berbagai pengalaman hidup,TUHAN mau menjadikan hidup kita berdampak terhadap keluarga, teman bergaul, teman bisnis, teman segereja serta pekerjaan TUHAN dimanapun kita berada.

JOY : JESUS first, Others second, You the last ; YESUS yang pertama kita dahulukan, lalu orang lain, baru diri kita sendiri.

Ada 7 syarat supaya hidup kita berdampak :

1. Kita harus siap kehilangan segalanya demi YESUS; Karena…barang siapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan mperolehnya.

2. Kita harus siap menjadi prajurit KRISTUS; bermental pahlawan demi orang lain tanpa pandang perbedaan, tidak mengutamakan kepentingan sesaat, dan memerangi penghulu – penghulu serta penguasa di udara (iblis). Ingatlah kita tidak memerangi orang lain.

3. Kita harus siap menjunjung nilai – nilai kehidupan yg berbeda. Dunia menyebut orang berhasil ketika segala impiannya tercapai; sedangkan kita yang percaya disebut berhasil ketika segala rancangan TUHAN bagi hidup kita tergenapi. Dunia berbahagia ketika kita menerima, sedangkan kita yang percaya lebih berbahagia memberi daripada menerima.

4. Kita harus siap tidak menoleh ke belakang. Hari kemarin tinggal sejarah, darimana kita bisa menarik pelajaran. Hari ini adalah hari perjuangan, hari untuk bekerja dengan sebaik mungkin sesanggup kita, hari untuk menabur, demi hari esok yang cemerlang; kita percaya bahwa orang – orang yang menabur dengan mencucurkan air mata akan menuai dengan bersorak sorai.

5. Kita harus siap membuang segala asumsi dan praduga yang negatif. Saya punya TUHAN yang membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Seberat apa pun masalah yang kita alami sekarang, pasti ujung – ujungnya mendatangkan kebaikan bagi saya.

6. Kita harus siap mentaati FirmanNya dalam segala situasi, entah myenangkan atau tidak menyenangkan. Taat berarti hidup di dalam kehendak ALLAH & memposisikan diri untuk menerima berkat – berkatNya.

7. Kita harus siap untuk setia & bertahan sampai akhir, baik sebagai pasangan hidup; sebagai pemimpin atau sebagai pelayan TUHAN; sebab orang yang bertahan sampai pada kesudahannya yang akan selamat.

Maju terus ! Jangan menyerah.

Dr Karta


Segala hormat dan pujian bagi Allah Bapa, Allah Putera, dan Allah Roh Kudus.
Terima kasih kepada Dr. Karta atas resep obat rohani dan kejiwaannya.

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter

PERBEDAAN ANTARA PERCAYA DAN IMAN

PERCAYA DAN BERIMAN - PENULISHIDUPKU.COM - 1

Di dalam artikel sebelumnya kita sudah membahas 2 macam percaya yakni BELIEVE dan TRUST. Bagi yang belum sempat membacanya bisa membacanya terlebih dahulu di link di bawah ini:

PERCAYA: BELIEVE ATAU TRUST ?

Kali ini kita akan membahas perbedaan antara kata percaya dan iman. Jika kita perhatikan percaya (believe / trust) adalah kata kerja, sementara iman (faith) adalah kata benda. Untuk membuat suatu perbandingan maka kita perlu menyetarakan kedua jenis kata tersebut.

Kata benda dari percaya believe adalah kepercayaan (belief). Dan kata benda dari percaya trust adalah kepercayaan (trust) (tetap sama).

Kepercayaan (belief) adalah rasa yakin yang diperoleh dari perkataan / pernyataan orang lain, atau pun hasil dari pemahaman kita.

Kepercayaan (trust) adalah rasa yakin terhadap kemampuan pihak lain sehingga kita siap menanggung apa pun resikonya; dan rasa yakin ini seringkali disertai dengan tindakan.

Lalu bagaimana dengan iman (faith) ? Mari kita lihat beberapa ayat soal iman untuk mendukung pelajaran kita hari ini:

1. Definisi iman: “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan, dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat” – (Ibrani 11:1).

2. Pentingnya iman: “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia” – (Ibrani 11:6).

3. Cara mendapatkan iman: “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus” – (Roma 10:17).

4. Tidak semua pemilik iman melakukan follow up tindakan: “Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati” – (Yakobus 12:7).

HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN (BELIEF) DAN IMAN (FAITH)

Iman adalah kepercayaan (belief) yang diperoleh dari pendengaran akan Firman Kristus; sifatnya BUTA (tidak harus melihat lebih dahulu); dan berkembang menjadi KEPASTIAN.

Jadi hubungan antara iiman (faith) dan belief: iman adalah perpanjangan dari kepercayaan / rasa percaya (belief) yang menjadi KEPASTIAN.

Jika ada satu kata yang tepat untuk menggantikan iman adalah KEPASTIAN (certainty). Untuk itu kita perlu sadari bahwa ketika kita bicara soal kepastian, nilai kemungkinan (probabilitas) nya adalah 100%. Jadi iman itu harus percaya penuh 100% bahwa Tuhan PASTI memberikan apa yang kita harapkan, dan Tuhan TIDAK MUNGKIN GAGAL memberikannya .

“Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan [iman], kamu akan menerimanya” – (Yohanes 15:7)

“Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu TELAH MENERIMANYA [kepastian] , maka hal itu akan diberikan kepadamu” – (Markus 11:24)

Dengan pemahaman baru ini saya tantang saudara untuk membaca kembali setiap ayat di Alkitab yang ada kata iman-nya, dan saudara pasti akan terkagum – kagum.

Jadi apa artinya kita bisa minta kepada Tuhan apa saja seenaknya lalu Tuhan pasti memberikannya kepada kita ? Tentu tidak.

Ingat bahwa iman bersumber dari Firman Kristus. Mendengarkan dan memahami Firman Kristus ini membuat kita mengenal pribadi Yesus sehingga kita tahu persis sifat Allah. Pemahaman akan sifat Allah inilah yang memberikan kita pemahaman apa yang Allah suka, dan apa yang tidak Allah suka. Kita juga memahami posisi kita sebagai ciptaan (yang menyembah), dan Allah sebagai Tuhan (yang disembah). Pemahaman posisi ini juga yang menyadarkan kita untuk tidak kurang ajar sama Tuhan. Jadi ingatlah kita tidak bisa berdoa memaksa Tuhan melakukan sesuatu yang Dia benci (ini namanya mencobai Tuhan). Kalau kita berani melakukan itu, artinya Firman Kristus belum tertanam di dalam diri kita.

“Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu” – (Yakobus 4:3)

Tentunya ketika kita masih bayi rohani kita banyak melakukan trial and error (coba coba) dalam doa kita sambil meraba raba dalam pengenalan akan Tuhan. Tetapi ketika kita mulai bertumbuh secara rohani melalui FirmanNya, kita mulai meminta apa yang Allah suka, karena apa yang Allah suka bukan hanya baik bagi kita tetapi juga sempurna bagi kita.

Dan inilah kunci dari kepastian kita bahwa doa kita pasti dikabulkan: melalui Firman Kristus kita semakin mengetahui pribadi sang pemberi, dan memiliki pengalaman pribadi bersama denganNya, apa yang kita minta otomatis hanya yang Dia suka. Marilah kita baca ayat pendukung ini:

“Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya” – (Yohanes 15:7).

Maksud dari firman Tuhan tinggal di dalam kita adalah BUKAN SEKEDAR PERNAH MEMBACA ALKITAB, tetapi MENGHIDUPI FIRMAN TUHAN SETIAP SAAT (MERENUNGKAN DAN MELAKUKAN FIRMAN TUHAN) SEPERTI TUHAN YESUS. Dan hanya dengan cara inilah kita dikatakan bersatu dengan Tuhan Yesus.

Jadi iman adalah KEPASTIAN bahwa Allah akan melakukan apa yang kita harapkan bagi kita. Saya berikan ilustrasi iman itu seperti saudara memenangkan undian lotere. Ketika saudara lihat di koran bahwa saudara adalah pemenangnya, dapat dipastikan bahwa hadiahnya adalah milik saudara. Yang perlu saudara lakukan adalah mengklaimnya, artinya saudara perlu datang ke kantor pemberi lotere tersebut untuk mengambil hadiahnya. Kegiatan untuk pergi ke kantor lotere itulah tindakannya / perbuatan sebagai follow up dari kepastian. Betapa bodohnya bila saudara memenangkan lotere tetapi tidak mengambil tindakan untuk pergi ke kantor dan tidak mengklaim hadiahnya. Itu sama saja dengan saudara tidak mendapatkan apa – apa.

Sekarang mari kita baca ayat di bawah ini.

“Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?” – (Yakobus 2:20).

“Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati” – (Yakobus 12:7).

“Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna” – (Yakobus 2:22).

Jika kita sudah dapat kepastian maka kita harus melakukan perbuatan supaya kita mendapatkan keuntungannya.

Sebelumnya kita sudah bandingkan KEPERCAYAAN (BELIEF) dan IMAN (FAITH). Lalu bagaimana perbedaan antara KEPERCAYAAN (TRUST) dan IMAN (FAITH).

PERBANDINGAN ANTARA KEPERCAYAAN (TRUST) DAN IMAN (FAITH)

Iman tidak pernah mempertimbangkan faktor gagal, karena adanya kepastian / keyakinan penuh (100%). Orang yang beriman seringkali terdengar / terlihat keras kepala atau bodoh karena mereka sangat bergantung kepada kekuatan Tuhan.

“supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah” – (1 Kor 2:5).

Iman (faith):

  • Yakin pasti, tidak mungkin gagal.
  • 100% percaya penuh bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.

Kepercayaan (trust):

  • Tetap yakin walau ada resiko gagal.
  • Walau apa yang diharapkan tidak terjadi, tetap setia dan bergantung kepada Tuhan.

Iman dan kepercayaan trust adalah 2 hal yang berbeda, walau bedanya sangat tipis. Keduanya perlu kita miliki dalam pertumbuhan rohani kita agar kita menjadi dewasa dan serupa dengan Tuhan Yesus.

Semoga artikel ini menjadi suatu masukan yang berharga bagi saudara sekalian. Tuhan Yesus memberkati.


Segala hormat dan pujian bagi Allah Bapa, Allah Putera, dan Allah Roh Kudus.
Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 24 Agustus 2017.
Silahkan dikopi dan disebarluaskan. Tidak ada hak cipta.

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter

PERCAYA: BELIEVE ATAU TRUST ?

Di dalam bahasa Inggris ada 2 macam kata percaya, yakni BELIEVE dan TRUST. Sepintas arti keduanya nampak serupa, tetapi bila kita cermati maknanya, ternyata ada perbedaan. Agar lebih mudah menyelaminya, saya akan memberikan sebuah ilustrasi.

Berjalan di Atas Tali - PenulisHidupku.Com - 1

Bayangkan saudara sedang menghadiri sebuah pertunjukan sirkus. Di sana ada seorang pemain akrobat yang ahli berjalan di atas sebuah tali. Dan pada malam itu dia akan memamerkan kembali keahliannya. Sebelum mulai, ia bertanya kepada para penonton “dengan pengalaman saya di bidang ini selama 25 tahun, percayakah saudara bahwa saya bisa melalui tali ini dan sampai di ujung sana dengan selamat ?”. Jika saudara percaya bahwa pemain akrobat itu bisa melakukan atraksinya dengan baik dan selamat, maka yang saudara lakukan itu yang disebut sebagai percaya BELIEVE.

Selanjutnya pemain akrobat itu bertanya kembali “jika para hadirin percaya kepada saya, saya meminta salah satu dari kalian untuk duduk di atas pundak saya, dan kita berdua akan melewati tali ini sampai di ujung”. Jika saudara masih percaya kepada kemampuan sang pemain akrobat, dan memutuskan untuk berani berpartisipasi dengannya, maka itu yang disebut sebagai percaya TRUST.

Dari penjelasan contoh di atas, kita bisa melihat ada perbedaan antara BELIEVE dan TRUST. Pada hari ini saya tidak akan mengupas semuanya, tetapi akan menunjukan saja beberapa point pentingnya.

  1. BELIEVE itu cukup percaya kepada perkataan orang lain atau hasil dari pemahaman kita sendiri, dan TRUST itu percaya yang seringkali diikuti dengan tindakan.Percaya Trust - PenulisHidupku.Com - 1
  2. TRUST memiliki faktor resiko dan konsekuensi lebih tinggi daripada BELIEVE. TRUST seringkali membuat diri kita berada di posisi rentan, dan orang yang kita percayai bisa saja melukai atau merugikan kita. Contoh: seseorang sedang kesulitan keuangan. Temannya yang pertama BELIEVE atas kondisinya dan menunjukan rasa prihatin. Temannya yang kedua meminjamkan uangnya kepadanya dan TRUST bahwa orang itu akan mengembalikannya suatu hari nanti.

Kira – kira menurut saudara, di dunia ini dalam hubungannya dengan Tuhan Yesus, mana yang lebih banyak ? mereka yang percaya BELIEVE atau mereka percaya TRUST ? Mari kita simak secara singkat orang – orang yang mengikuti Yesus 2000 tahun yang lalu. Ketika Yesus mengajar ada ribuan orang yang datang dan mengikuti dia (BELIEVE). Dari ribuan orang tersebut ada puluhan orang yang menjadi muridNya setia menemani, mengikuti, dan melayani (BELIEVE). Lalu dari puluhan murid itu dia memiliki 12 murid yang bergaul sangat dekat denganNya (BELIEVE). Dari 12 murid itu ada 3 orang yang benar – benar masuk di dalam ring (lingkaran) 1 Nya (BELIEVE). Dari 3 murid itu hanya 1 orang yang setia menemani Yesus sampai di kayu salib tanpa menghiraukan keselamatan dirinya sendiri (TRUST).

Yesus dan Yohanes - PenulisHidupku.Com - 1

Pada zaman Tuhan Yesus melayani di bumi sudah membuktikan bahwa lebih banyak orang yang percaya BELIEVE daripada yang percaya TRUST. Mari kita perhatikan kisah – kisah lainnya di Alkitab soal TRUST kepada Tuhan dan BELIEVE kepada Tuhan dalam kaitannya dengan manifestasi kuasa Tuhan.

  1. Bangsa Israel percaya BELIEVE mengenai Yahweh sebagai satu – satunya Tuhan Allah yang mereka sembah, dan juga sudah mengalami mujizat Tuhan yang luar biasa (10 tulah di Mesir, air laut terbelah, tiang api, tiang awan, mana dari langit, dll). Suatu hari Tuhan memerintahkan mereka untuk menyerang Kanaan. Lalu bagaimana respon mereka ? Mereka berkata “tunggu dulu… sebaiknya kita kirim dulu pengintai”. Ketika mereka memutuskan untuk mengirim pengintai ini sama sekali bertentangan dengan esensi percaya TRUST. Dan hasilnya adalah bangsa Israel muter – muter di padang gurun selama 40 tahun.
  2. Kisah Abraham mempersembahkan Ishak -> TRUST kepada Tuhan.Abraham dan Ishak - PenulisHidupku.Com - 1
  3. Kisah Yakub menemui Esau -> TRUST kepada Tuhan.
  4. Kisah Gideon berperang dengan 300 tentara saja -> TRUST kepada Tuhan.
  5. Kisah Daud melawan Goliath -> TRUST kepada Tuhan.Daud Melawan Goliath - PenulisHidupku.Com - 1
  6. Kisah Daniel di gua singa -> TRUST kepada Tuhan.
  7. Kisah Sadarkh, Mesakh, dan Abednego di perapian -> TRUST kepada Tuhan.
  8. Kisah Ester menghadapi raja Ahasiweros -> TRUST kepada Tuhan.
  9. Kisah Yesus menyuruh orang lumpuh untuk bangkit dan berjalan -> TRUST kepada Tuhan.
  10. Kisah Petrus berjalan di atas air -> TRUST kepada Tuhan.
  11. Kisah Yesus menghadapi salib dan berdoa di taman Getsemani -> TRUST kepada Tuhan.
  12. Dan masih banyak lainnya.

Kedahsyatan Tuhan justru dimanifestasikan melalui percaya TRUST, bukan sekedar percaya BELIEVE.

Jejak Di Atas Pasir - PenulisHidupku.Com - 1

Saya ingat pernah menerima email soal puisi “JEJAK DI ATAS PASIR”. Dalam puisi itu penulis menggambarkan perjalanannya bersama dengan Tuhan di dalam musim kehidupannya. Dalam sebagian besar hidupnya dia melihat ada 2 pasang jejak telapak kaki, tetapi ketika dia menengok ke belakang dan melihat lembah dan tempat – tempat yang sukar, dia hanya melihat 1 pasang jejak telapak kaki. Dia kemudian bertanya kepada Tuhan “mengapa justru di situasi tersulit Engkau meninggalkan aku sendiran?”. Lalu Tuhan menjawab “AnakKu, Aku selalu ada bersama denganmu. Justru di dalam situasi sulit itu Aku sedang menggendongmu”.

Puisi itu mengingatkan saya apa yang harus saya perbuat ketika saya sedang digendong . Kembali lagi ke percaya TRUST. Ketika kita berada di atas pundak sang ahli sirkus ilahi yang berjalan di atas tali, kita hanya perlu BERDIAM (BE STILL). Kata diam di sini bukan berarti pasif secara fisik dan harafiah, kata diam yang dimaksud di sini adalah suasana hati yang tenang karena sadar Tuhan sedang menggendong kita.

Di dalam hidup ini kita seringkali diperhadapkan dengan tempat – tempat yang perlu kita sebrangi agar mencapai tujuan (destiny) yang Tuhan tetapkan. Dan terkadang sarana yang digunakan itu adalah SHORT CUT (JALAN PINTAS), yang terlihat hanya seperti seutas tali. Kita memiliki pilihan untuk menolak untuk menyeberang dan diam di tempat kita berada, selamanya tidak sampai kepada tujuan hidup kita. Atau jika kita memutuskan untuk mengambil resiko, dengan 2 pilihan lagi di tangan yakni: mau berjalan dengan kekuatan sendiri (walau tidak ada pengalaman sama sekali) atau memilih digendong oleh seseorang yang ahli. Dua duanya sama sama terlihat seram bukan ?

Saya pribadi pernah berkali – kali berjalan dengan kekuatan sendiri mencoba menyeberangi tali – tali seperti itu kemudian jatuh. Hasilnya sangat menyakitkan. Saya kini sadar bahwa untuk sampai kepada destiny yang Tuhan telah tetapkan, saya tidak bisa lagi bergantung atau mengandalkan kekuatan sendiri. Solusi terbaik sebenarnya adalah digendong oleh Tuhan dan mempercayakan diri saya ke dalam pemeliharaan Tuhan. Itulah percaya TRUST.

TRUST tumbuh dari RELATIONSHIP (hubungan). Dan relationship tumbuh dari pengenalan. Itu sebabnya saya terus menerus menggali, mengenal, dan mengalami Tuhan. Karena Tuhan begitu dalam untuk diselami, dan kita tidak akan pernah habis mengenal Dia. Semakin kita mengenal Dia semakin kita diangkat ke dimensi pengalaman yang lebih lagi. Lalu bagaimana caranya untuk bisa kenal Tuhan ? Tidak ada cara lain kecuali kembali lagi ke hal yang dasar. Ya betul, mengenal Tuhan bukanlah hal yang rumit, jika tidak hanya orang – orang pintar saja dong yang bisa kenal Tuhan.

Rumus Percaya Trust - PenulisHidupku.Com - 1

Untuk mengenal Tuhan kita harus kembali kepada FirmanNya. Tuhan sudah membeberkan semua rahasia kepribadianNya di sana. Baca, renungkan, dan mintalah bantuan Roh Kudus untuk mengalami kuasaNya. TRUST yang dibangun secara konsisten akan membentuk kita, dan kita tidak perlu takut lagi terhadap goncangan dan rintangan. Dengan TRUST kepada Tuhan yang benar (Tuhan Yesus), kita bisa mengklaim setiap janji janji Tuhan dan dimampukan untuk hidup sesuai kebenaranNya.

Artikel lanjutan:
PERBEDAAN ANTARA PERCAYA DAN IMAN


Segala hormat dan pujian bagi Allah Bapa, Allah Putera, dan Allah Roh Kudus.
Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 14 Agustus 2017.
Silahkan dikopi dan disebarluaskan. Tidak ada hak cipta.

Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter