Ketabahan Di Tengah Badai ~ Dibawakan Oleh Pdt. Philip Mantofa

philip-mantofa-penulishidupku-com-1

Belajar dari ketabahan rasul Paulus sehingga ia menerima mujizat dari Tuhan dan mujizat tersebut dapat dinikmati oleh banyak orang.


Segala hormat dan kemuliaan bagi Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
Terima kasih pastor Philip Mantofa atas videonya :-).
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter

Doa Yang Didengar – Oleh Philip Mantofa


Philip Mantofa - PenulisHidupku.Com - 1


Terima kasih kepada pak Philip Mantofa, conelo1985, dan YouTube atas audio khotbahnya.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Kutipan Kotbah Pastor Philip Mantofa: 7 Check List Untuk Memilih Pasangan Hidup

Pasangan Hidup - PenulisHidupku.Com - 1

1. Komitmen Untuk Bertumbuh Secara Pribadi Di Dalam Kristus.

Otomatis yang non Kristiani, sudah tidak masuk hitungan lagi. Masing-masing dari kita diharapkan punya komitmen bertumbuh secara pribadi, bukan bersama di dalam Yesus. Karena kalau setiap pribadi tidak punya komitmen untuk bertumbuh secara pribadi, maka saat mereka menikah nanti, akan banyak masalah dalam kerohanian mereka, kalau tidak gagal, kerohanian mereka akan saling bergantung. Sedangkan kalau setiap mereka punya komitmen untuk bertumbuh secara pribadi dalam Yesus, maka mereka akan saling support dan menguatkan di saat yang satu lemah, bukannya justru jatuh bersama.

Filipi 2:12 mengatakan bahwa “Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir”. Posisi/jabatan seseorang di gereja tidaklah menentukan, karena seringkali jemaat banyak yang mengejar WL nya saja, sehingga banyak yang single. Padahal belum tentu WL itu yang terbaik untuk kita. Justru mungkin orang yang terbaik buat kita sedang berada di samping kita, cuma mungkin dia bukan berada dalam pelayanan yang kelihatan di panggung, namun dia adalah orang yang bertumbuh dalam Tuhan.

Seorang WL seberapapun dia diurapi belum tentu cocok untuk jadi suami atau istri kita, karena urapan itu datangnya dari Tuhan, namun karakter itu datangnya dari kemauan dan keputusan kita masing-masing. Carilah orang yang “GROWING in God” bukan “GLOWING in God”

2. Visi Hidupnya Menyenangkan Tuhan

Filipi 1:21-22a mengatakan “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.”

Visi hidupnya menyenangkan Tuhan. Orang itu hidupnya produktif, punya visi yang jelas, tahu kemana ia harus pergi, dan punya tujuan untuk/di dalam Tuhan. Menyenangkan Tuhan adalah visi hidupnya dan Tuhan senang dengan visi hidupnya.

3. Jujur

Luk 16:10 mengatakan bahwa, ” Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Hati orang ini tulus, bukan berarti bodoh dan mudah dibodohi. Tapi kita bisa lihat orang ini punya hati yang tulus. Meskipun kadang ia bisa berbuat salah, namun ia menyesal dan ia punya keinginan untuk hidup benar

4. Dewasa dan Tanggung Jawab

1 Kor 13:11 mengatakan bahwa, “Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.”

Dewasa tidak hanya berbicara tentang umur meskipun umur itu penting. Ada orang yang sudah berumur 35 tahun namun masih belum mau bekerja. Kenali pandangan dan cara hidupnya, maka dari itu penting sekali untuk kita berteman dekat lebih dahulu. Lihat bagaimana cara dia bergaul. Gentle atau tidak bagi yang lelaki. Noble atau tidak kalau itu wanita. Akan sangat repot sekali kalau kita menikah dengan orang yang belum dewasa dan tidak bertanggung jawab.

5. Gambaran Diri yang Baik

Mat 22:39 mengatakan bahwa, “Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Mengasihi diri sendiri bukan berarti sama dengan mengasihani diri sendiri. Orang yang mengasihi diri sendiri tahu bagaimana caranya ia merawat dirinya sendiri.

Kamarnya tidak seperti kapal pecah, bukan berarti juga kamarnya harus kayak kamar hotel yang baru dibersihkan. Tapi orang ini tahu cara merawat kamarnya supaya kelihatan rapi dan bersih. Apa jadinya kalau kita menikah dengan orang yang merawat diri sendirinya saja dia belum bisa?

6. Sikapnya Positif Terhadap Hidup

Flp 4:4 mengatakan bahwa, “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!” Ia mempunyai sikap hidup yang positif terhadap hidup. Tidak sedikit-sedikit mengomel. Menyalahkan diri sendiri. Sedikit-sedikit menggerutu. Memang kadang-kadang kita sering melihat calon pasangan kita gagal, tapi bukan berarti kita harus menghapus dari “daftar” kita. Mungkin karena habis ditipu orang, ia jadi marah besar. Tapi yang harus kita lihat adalah, itu adalah sikapnya saat ia lagi “tidak normal”, lain cerita kalau memang marah-marah dan engomel itu adalah “normalnya” dia. Maka dari itu, pertemanan sebelum pacaran itu sangat penting.

7. Jatuh Cinta

Kidung Agung 8:5-7 mengatakan bahwa, “Siapakah dia yang muncul dari padang gurun, yang bersandar pada kekasihnya? — Di bawah pohon apel kubangunkan engkau, di sanalah ibumu telah mengandung engkau, di sanalah ia mengandung dan melahirkan engkau. Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina.”

Cinta itu sangat perlu, meskipun check list 1-6 terpenuhi tapi apa jadinya kalau kita menikah dengan orang yang tidak kita cintai dan setiap hari sampai seumur hidup kita, kita harus hidup dengannya. Selain gagal, kita juga sedang bermain dengan pencobaan moral yang besar dalam hidup kita, yaitu selingkuh. Dan akibatnya akan semakin fatal karena akan beresiko pada keselamatan pribadi kita. Ada baiknya kalau kita menikah dengan best friend kita. Best friend tidak sama dengan old friend. Best friend juga bukan berarti kita harus mengetahui lebih banyak dari old friend nya.

Best friend bicara tentang ikatan friendship yang terbentuk, bicara tentang rasa saling menghormati satu sama lain, saling menerima, dan saling percaya. Kalau masalah pengetahuan akan masing-masing pribadi, saya percaya seiring dengan berjalannya waktu, kita juga akan tahu banyak tentang dia.

Milikilah dulu hubungan persahabatan yang sehat dengan si dia. Dukung dia dalam pertumbuhannya, baik rohani maupun karakternya. Jangan tumbuhkan cinta sbelum waktunya karena salah satu buah Roh adalah juga pengendalian diri. Kenalilah dulu dan beri dia kesempatan untuk bertumbuh karena itu akan sangat berdampak bukan hanya untuk kebaikan kita namun juga untuk kebaikannya sendiri.

Jangan campurkan antara kasih dan cinta. Jangan juga campurkan komitmen kita dengan Tuhan dan gereja, dengan cinta. Karena seringkali orang yang cintanya ditolak, ia langsung mundur dari Tuhan dan pindah gereja.


Terima kasih kepada pastor Philip Mantofa atas kutipan kotbahnya.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Roh Kudus Sahabatku Yang Memberikan Mujizat Kesembuhan – Oleh Ps. Philip Mantofa, BRE

Philip Mantofa - PenulisHidupku.Com - 1“Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.” – (Yohanes 16:7)

Siapakah Roh Kudus itu? Apakah Ia masih dicurahkan di zaman sekarang, dan bukan hanya di zaman Kisah Para Rasul? Apakah Ia sama pentingnya dengan Allah Bapa dan Allah Putera, yaitu Yesus Kristus yang mati di atas kayu salib? Mungkin, secara diam-diam, kita sering bertanya di dalam hati pertanyaan-pertanyaan seputar Allah Roh Kudus. Ayat yang tertulis di atas menjawab semua pertanyaan kita tentang Roh Kudus. Yesus mengajarkan murid-muridNya bahwa Roh Kudus sangatlah penting bagi mereka hingga Anak Allah harus pergi meninggalkan mereka demi agar Roh Kudus datang. Bagi saya, Roh Kudus adalah Sahabat yang paling saya cintai!

Saya telah menyaksikan dengan mata saya sendiri bagaimana orang sakit langsung disembuhkan secara ajaib di dalam hadirat Roh Kudus. Ia mengisi dan memenuhi setiap kekosongan jiwa mereka dengan pengharapan dan sukacita. Tidaklah heran jika mereka yang sakit disembuhkan dari stroke, gangguan jiwa, dan penyakit lainnya. Saya telah melihat bagaimana seorang wanita yang berusia 31 tahun, yang lumpuh sejak lahir, tiba-tiba berdiri di atas kedua kakinya dan berjalan untuk pertama kalinya! Seorang bapak, yang ketika datang terbaring lemah di atas tilamnya, pulang ke rumah sambil menggotong tilamnya sendiri. Sungguh peristiwa yang mencengangkan! Mujizat yang pernah kita baca di dalam firman Tuhan masih terjadi hari ini di dalam hadirat Roh Kudus!

Bagi Anda yang sedang mengharapkan mujizat kesembuhan terjadi dalam hidup Anda, inilah cara Anda bersekutu dengan Roh Kudus, Sahabat Anda:

1. Berdoa dengan iman
Berdoalah dengan sebuah iman bahwa Sahabat kita pasti mendengar doa-doa kita. Ketika kita berdoa dengan penuh kebulatan hati, Ia menganggap doa-doa kita dengan serius. Kesungguhan doa kita dapat mengaktifkan kuasa Roh Kudus untuk bekerja. Doa yang seperti ini sangat berkuasa hingga sanggup mengikat roh-roh jahat dan sakit-penyakit serta melepaskan kuasa mujizat. Prinsip dalam berdoa adalah jika kita setengah percaya, tidak akan ada jawaban! Percaya secara total adalah mutlak agar kuasa Tuhan dinyatakan.

2. Membayar harga lebih lewat berpuasa
Rahasia untuk mengalami kuasa Roh Kudus yang lebih besar adalah dengan berdoa sambil berpuasa. Lewat berpuasa, kita ingin menyatakan kepada Roh Kudus bahwa kita membutuhkanNya lebih daripada tubuh kita membutuhkan makanan. Berpuasa bukanlah tidak makan roti, melainkan menyerahkan hak-hak pribadi dan kesenangan kita kepadaNya. Pastilah kuasaNya akan mengalir secara dahsyat atas kita.

Sungguh, doa-doa Anda akan dijawab dengan cara yang ajaib karena Roh Kudus adalah Sahabat yang peduli dengan keadaan Anda! Dan Ia berkuasa untuk mengubah sakit-penyakit Anda menjadi kesaksian kesembuhan!

“Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.”
(Roma 5:5)


Terima kasih kepada bapak Philip Mantofa dari gereja Mawar Sharon atas firmanNya.
Artikel ini pernah dimuat di dalam tabloid SOS (Sahabat Orang Sakit) edisi perdana.

Segala hormat, pujian, dan kemuliaan hanya bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.