Diary 28 Juli 2012 – Wisata Kuliner Bersama Patrick dan Om Wally Jozef

Tugu Peringatan Bom Bali 12 Oktober 2002 - PenulisHidupku.Com - 1Pagi ini (28 Juli 2012) dari pantai Kuta gua kembali menuju ke hotel di jalan Legian karena brother Patrick ternyata sudah sampai di sana. Senang sekali bisa bertemu dengan brother yang satu ini dan rencananya hari ini kita akan mengadakan wisata kuliner… yey ! Kita kemudian berhenti sejenak di tugu peringatan bom Bali yang pertama yang ternyata letaknya hanya 100 meter dari hotel dimana gua menginap. Bro Patrick menjelaskan kepada gua tempat dimana bom meledak yang sekarang ini menjadi lapangan parkir, dan membawa gua melihat nama – nama orang yang tewas di sana. Ternyata mayoritas berasal dari negara Australia. Gua bersyukur bahwa lembaran gelap tersebut telah berlalu, namun kita tidak bisa kehilangan kewaspadaan. Semangat terorisme dan pemecah belah tetap bisa menyusupi bangsa Indonesia.

Nama Nama Koraban Bom Bali 2002 - PenulisHidupku.Com - 1

Gua berdoa agar keluarga korban yang ditinggalkan baik di bom pertama maupun yang kedua sudah mengalami pemulihan sepenuhnya. Biar kasih Yesus menghiburkan dan membalut setiap hati yang terluka. Dari sana kita kemudian makan nasi ayam dan tempatnya cukup unik karena bentuknya lesehan seperti di jawa Tengah dan di bawah kita adalah kolam ikan. Makanannya juga enak banget, dan bener – bener recommended deh. Sambil makan gua ngobrol – ngobrol dengan brother Patrick dan gua mendengarkan ceritanya bagaimana dia kenal dengan istrinya. Gua juga sharing kepada brother Patrick mengenai pergumulan gua dengan “si dia”. Brother Patrick mendengarkan dengan perhatian penuh dan dia bertanya “orangnya tahu kalau mas Handy suka sama dia ?” Gua hanya bisa menggeleng – geleng.

Nasi Ayam - Kuliner Di Bali - PenulisHidupku.Com - 1

Dengan bijaksana brother Patrick memberikan gua nasehat untuk mencoba mengungkapkan perasaan gua kepada si dia. Walau pun dia sudah memiliki pacar, paling tidak dia tahu perasaan gua, demikian intinya yang brother Patrick sampaikan. Gua sedikit mendesah namun juga gua mencoba menyakinkan diri untuk mengambil tindakan tersebut sekembalinya gua ke Singapura. Dari sana kita kemudian pergi mengunjungi monumen perjuangan rakyat Bali. Di tempat itu ada beberapa turis dari Korea dan bagi gua bangunannya masih lebih bagus daripada monas hehehe.

Monumen Perjuangan Rakyat Bali - PenulisHidupku.Com - 2

Monumen Perjuangan Rakyat Bali - PenulisHidupku.Com - 3Di dalam monumen itu kita naik sampai ke atas… wuih capek juga karena mesti naik tangga putar. Sampai di atas gua dan Patrick mengambil beberapa foto. Brother Patrick juga kasih tau dimana letak kantor Gubernur, tempat perjuangan rakyat Bali, dan juga gereja Katolik yang memiliki artistektur khas Bali. Kita bercakap – cakap mengenai hari – hari besar di Bali seperti pagar besi, dimana umat Hindu mendoakan barang – barang mereka yang terbuat dari besi. Sungguh hal yang cukup menarik dan dari sana gua baru sadar ternyata anak sekolah di Bali memiliki lebih banyak hari libur daripada propinsi – propinsi lainnya di Indonesia :). Juga terlihat saat ini adalah musim bermain layangan dan banyak layangan besar yang menghiasi angkasa pada siang ini.

Babi Guling - Wisata Kuliner Di Bali - PenulisHidupku.Com - 2Setelah puas foto – foto di sana gua dan brother Patrick kemudian melanjutkan wisata kuliner kita hehehe… mangsa kita berikutnya adalah babi guling khas Bali… hmmm. Dan memang babi guling di sana itu enak banget. Sambil menikmati makanan gua dan Patrick kembali ngobrol – ngobrol. Dia bercerita mengenai pamannya yang begitu ia kasihi dan rindukan yang meninggal beberapa tahun yang lalu. Sampai hari ini dia masih tetap merasakan kehilangan. Gua kemudian berbagi beberapa kesaksian dan juga menjelaskan sedikit mengenai blog ini (penulishidupku.com).

Babi Guling - Wisata Kuliner Di Bali - PenulisHidupku.Com - 1

Brother Patrick mengingatkan gua untuk membelikan oleh – oleh buat “si dia” dan gua menurut. Dan setelah itu kita sampai di satu toko yang besar, 2 tingkat dan isinya segala macam barang – barang cindera mata. Sebagian besar adalah barang – barang ukiran dan lukisan sih. Dan gua membeli kalung pergelangan tangan dari kayu dengan nama yang dibakar. Brother Patrick yang nawar dengan tukangnya dan dia memang jago nawar hehehe. Selain buat diri gua, gua beli 6 buah kalung lagi. 3 untuk teman gua lelaki dan 3 untuk teman gua yang perempuan.

Kalung Pergelangan Tangan Dari Kayu - Bali - PenulisHidupku.Com - 1

Setelah selesai belanja… guess what ? Kita melanjutkan kembali hunting kuliner kita. Kali ini gua akan mencoba sate penyu, yang dijual di pinggiran jalan. Sambil duduk di emperan jalan, gua dan bro Patrick menikmati sate daging dan darah penyu tersebut… wuiihh enak banget. Rasanya manis sesuai banget dengan selera gua, dan amat sangat murah, asalkan tidak risih dengan serangan pasukan udara (lalat) saja. Bersama dengan kita juga ada sepasang suami istri dari Singapura yang makan di sana… hmm well done Singaporean :).

Sate Penyu - Wisata Kuliner di Bali - PenulisHidupku.Com - 1

Sate Penyu - Wisata Kuliner di Bali - PenulisHidupku.Com - 2

Sate Penyu - Wisata Kuliner di Bali - PenulisHidupku.Com - 3

Sore Di Pantai Kuta - PenulisHidupku.Com - 1Dari sana, brother Patrick kemudian nge-drop gua di pantai Kuta karena gua mau berfoto – foto sebentar. Di sana gua merasa tenang sekali, ada banyak turis dari berbagai macam negara berada di sana untuk menikmati sunset. Gua melihat keluarga – keluarga saling bencengkrama dan juga melihat pasangan – pasangan muda saling berpelukan dan berfoto. Gua cuma bisa bersyukur karena gua bisa menikmati keindahan di pantai pada sore ini.

Penyertaan Tuhan begitu luar biasa, dan seminggu terakhir ini gua merasa amat sangat diberkati sekali. Gua berjanji bahwa gua tidak akan merasa sedih lagi dan akan bersikap positif menghadapi mada depan bersama dengan Dia. Gua percaya Tuhan sudah menyediakan hanya yang terbaik bagi gua dan pada saatNya segala sesuatu akan menjadi indah.

Gang di Kuta Bali - PenulisHidupku.com - 1Gua kemudian kembali ke hotel gua di jalan Legian, tapi kali ini gua mengambil rute yang berbeda dengan melalui gang – gang kecil. Gua melihat banyak turis – turis bule pun kembali ke hotel mereka setelah seharian mereka berjemur di pantai. Sempat juga tersesat berkali – kali hehehe, dan sesampai di Legian berkali – kali didekati oleh orang – orang yang entah kalau tidak menawarkan jasa money changer, ya menawarkan wanita atau pijat.

Gua bersyukur gua gak butuh gituan dan sesampai di hotel, ternyata om Wally sudah menunggu di lobby. Setelah beres – beres sebentar, gua dan om Wally kemudian pergi keluar untuk makan malam.

Warung Made - Bali - PenulisHidupku.Com - 1Kita pergi ke sebuah tempat makan yang bernama Warung Made dan sepertinya 70% dari orang yang makan di sana adalah orang – orang Barat. Suasananya enak dan makanannya juga tidak mahal. Hampir sama dengan harga food court di Singapura deh.  Sambil makan seperti biasa gua berbincang banyak hal dengan om Wally. Dan tidak lupa om Wally bertanya mengenai “si dia”. Gua menjawab apa adanya bahwa gua belum sempat bicara dengan “si dia” karena dianya sibuk selama sebulan terakhir dengan kegiatannya.

Om Wally seperti biasa dengan sabarnya menasihati gua agar jangan menunda – nunda lagi. Gua bersyukur atas perhatiannya yang begitu baik kepada gua. Kita juga saling sharing mengenai pelayanan Full Gospel dan Gideon. Om Wally ternyata akan pergi pelayanan lagi dari awal sampai pertengahan Agustus 2012. Gua benar – benar salut bahwa dia memang pekerja keras bukan hanya dalam bisnis tetapi juga di dalam pelayanan. Mumpung masih diberikan kekuatan fisik dan mampu untuk berpergian, maka digunakan untuk melayani Tuhan demikian tambahnya.

Setelah selesai dinner gua diantar kembali ke hotel. Gua berterima kasih atas pelayanan dan keramahtamahan dari om Wally beserta Patrick yang begitu baik kepada gua selama beberapa hari gua menetap di Bali. Keesokan harinya gua akan kembali ke Singapura dan pasti gua akan balik lagi ke Bali dalam waktu dekat ini.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 9 Agustus 2012.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Diary 25 Juli 2012 – Makan Malam Bersama Dengan Om Wally, Patrick, Dan Teeban

Teeban - Garuda Wisnu Kencana - GWK - PenulisHidupku.Com - 1

Ketika gua meninggalkan acara FGBMFI di GWK, gua baru sadar ternyata sudah ada 5 missed calls dari om Wally. Karena suara dari acara cukup bising tadinya tidak kedengaran. Ternyata Patrick dan Teeban sudah menunggu gua di depan, dan kita bertiga merasa senang sekali bisa bertemu kembali di Bali. Gua dalam hati tahu bahwa kita akan menikmati kebersamaan kita di sana. Teeban kemudian mengambil beberapa foto di GWK, karena itu juga adalah yang pertama kalinya dia ke sana. Apalagi dia juga beragama Hindu, jadi dia tahu siapa itu dewa Wisnu dan bisa menghargainya.

Tak lama gua bertemu dengan om Wally, salah satu pembimbing rohani gua, di lapangan parkir. Senang sekali bertemu dengan beliau. Baru saja seminggu sebelumnya beliau ada di Singapura untuk urusan bisnis. Kita kemudian menuju tempat makan malam kita, yakni di Jimbaran yang terkenal untuk makan sea food dengan pemandangan yang indah di pantai. Di sana ada banyak restoran dan untung saja kita pergi ke sana bersama dengan om Wally. Restoran yang kita pilih adalah restoran yang kedua di sebelah kanan dari papan nama di bawah ini. Harganya pas dan makanannya enak.

Teeban - Wally Jozef - Handy Tirta Saputra - PenulisHidupku.com - 1
Jimbaran - PenulisHidupku.Com - 1

Kita makan tanpa sendok dan garpu… dah lama gak makan seperti ini hihihi :). Dan sea foodnya enak banget… mungkin juga karena gua dah laper hehehe. Sambil makan seperti biasa kita berbincang – bincang mengenai bisnis dan juga pelayanan. Gua membagikan apa yang sudah gua dapatkan dari konvensi dunia Full Gospel pada hari pertama itu.

Teeban - Patrick Jozef - Wally Jozef - Jimbaran - PenulisHidupku.Com - 1

Kemudian om Wally juga menyampaikan bahwa uang yang gua berikan untuk ibu Indri sudah diserahkan kepada beliau dan uangnya akan digunakan untuk membayar guru datang ke perkampungan mereka untuk mengajarkan anak – anak di sana secara percuma. Gua bersyukur uang tersebut tertabur di lahan yang subur. Kemudian gua juga berbincang – bincang dengan ibu Indri sebentar melalui telepon dan bisa mendengar secara pribadai betapa tulusnya ibu ini dalam melayani Tuhan. Kisah mengenai ibu Indri bisa dibaca di tulisan: DI SINI.

Handy Tirta Saputra - Teeban - Jimbaran - PenulisHidupku.Com - 1

Setelah itu om Wally mengantarkan gua kembali ke hotel (Swissbell Hotel Bay View) dan gua bersyukur sekali kepada Tuhan buat hari dan malam yang menyenangkan. Terpujilah namaNya !


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 6 Agustus 2012.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Sebuah Kesaksian Mengenai Pelayanan Sederhana Namun Dengan Kasih Yang Besar

Bunda Theresa - PenulisHidupku.Com - 1Ibu Theresa pernah berkata bahwa LEBIH PENTING melakukan PEKERJAAN KECIL DENGAN KASIH YANG BESAR, dibandingkan melakukan pekerjaan besar dengan kasih yang kecil. Tadi siang saya menemani om Wally yang baru kembali dari pelayanan di berbagai daerah di Indonesia, dan beliau membagikan kepada saya sebuah kesaksian mengenai pelayanan dari seorang hamba Tuhan yang begitu sederhana namun penuh dengan kasih. Semoga kesaksian ini menjadi berkat bagi kita semua.

Ada seorang ibu yang tinggal di daerah Jawa Barat. Indri adalah namanya dan  dia terpanggil untuk melayani sekelompok orang – orang yang miskin, minim, dan seringkali dipandang hina oleh banyak masyarakat di sekitarnya. Banyak dari mereka belum pernah mendengar maupun mengenal siapa itu Tuhan Yesus. Dan dengan penuh kasih ibu Indri melayani full time dengan tujuan untuk memperkenalkan cinta kasih Allah kepada mereka. Tidak seperti hamba – hamba Tuhan kebanyakan lainnya yang penuh dengan karisma ketika berbicara di atas mimbar, ibu Indri membagikan Firman Tuhan dengan cara yang begitu sederhana dan menggunakan perbendaharaan kata – kata yang begitu polos. Dia pun tidak suka berbicara sambil berdiri di depan. Dia lebih suka berbicara sambil duduk bersama dengan jemaat dan melayani mereka satu persatu dari hati ke hati. Itulah sebabnya jemaat yang dliayani merasakan kasih Tuhan yang luar biasa dan mereka bisa menangkap Firman Tuhan yang dibagikan. Puji Tuhan sekarang jemaat yang ibu Indri layani berjumlah 60 orang. Dan minggu yang lalu (dari saat tulisan ini dibuat) ada 5 orang yang dibabtis.

Ibu Indri bukanlah orang yang kaya raya. Ia hanya seorang ibu yang sangat sederhana. Namun hatinya penuh dengan belas kasihan, dan kasih yang begitu lugu bagi jiwa – jiwa tersebut. Itu sebabnya seluruh uang pribadi yang ia miliki, dipakainya untuk pelayanan. Namun karena keterbatasan dana, ia tidak bisa mengadakan ibadah setiap minggu. Terkadang satu bulang sekali, dan terkadang 2 minggu sekali. Ibadahnya pun sangat sederhana. Tidak ada alat musik di sana, dan mereka bergiliran pindah dari rumah ke rumah. Karena faktor kemiskinan, sebagian besar dari jemaat di sana tidak mampu membeli Alkitab, namun begitu haus akan Firman Tuhan. Banyak dari mereka memohon kepadanya “tolong ibu… sempatkan minggu ini kita beribadah, kita hanya mau mendengar satu ayat saja dari ibu”. Dan jiwa – jiwa yang haus dan lapar akan kebenaran Firman Tuhan itulah yang terus menerus memacu pelayanan ibu Indri.

Kaum Miskin Di Indonesia - PenulisHidupku.Com - 2Jemaat yang dilayani oleh ibu Indri adalah sebuah komunitas yang sangat kecil dan dari segi finansial terus terang mereka tidak bisa membantu ibu Indri karena banyak dari mereka masih terus – menerus berjuang mempertahankan hidup dari hari ke hari. Walaupun tidak ada dukungan dana dari jemaat, semangat ibu Indri sama sekali tidak mengecil, malahan terus membuatnya semakin semangat untuk melayani Tuhan dan menyelesaikan panggilannya. Puji Tuhan ibu Indri sering dipanggil oleh beberapa gereja untuk membagikan kesaksian hidupnya dan biasanya setelah kebaktian ia mendapatkan persembahan kasih. Namun uang itu tidak ia nikmati sendiri. Sebagian besar ia tabung dengan sabar dan ia gunakan untuk membantu jemaatnya untuk keluar dari garis kemiskinan.

Uang tersebut digunakan olehnya untuk menyicil pembuatan gerobak. Karena terbatasnya dana, satu gerobak bisa memakan waktu sampai 3 bulan untuk selesai. Kadang – kadang ia hanya sanggup membeli roda nya terlebih dahulu, bulan depannya  ia menyicil untuk membeli kayunya, dan seterusnya. Setelah gerobak yang sangat sederhana itu selesai, gerobak itu kemudian diserahkan kepada jemaatnya yang membutuhkan SECARA PERCUMA. Ibu Indri juga melatih mereka untuk membuat dan memasak mie. Dengan cara itu ibu Indri mengajarkan jemaatnya untuk berdagang mie keliling, dengan harapan mereka bisa mendapatkan penghasilan dan kehidupan yang lebih layak.

Gerobak Mie Ayam - PenulisHidupku.Com - 1

Nasi Bungkus - Penulis Hidupku.Com - 1Suatu hari ibu Indri merasakan adanya kerinduan yang besar di hatinya ingin memberkati setiap anggota jemaatnya dengan nasi bungkus seharga 10,000 rupiah/bungkus.  Padahal saat itu ia sama sekali tidak memiliki uang, dan ia hanya bisa terus – menerus berdoa kepada Tuhan. Setelah beberapa waktu dan melalui banyak jerih payah, akhirnya ibu Indri berhasil mengumpulkan uang untuk membelikan mereka nasi bungkus.  Suatu hari setelah selesai kebaktian, ia membagikannya kepada para jemaatnya. Dan mereka menerima dan menikmatinya dengan suka cita. Sebuah makanan yang sederhana. Nasi bungkus seharga 10 ribu rupiah. Namun itu membuat hati ibu Indri begitu puas dan bersuka cita.

Menangis - PenulisHidupku.Com - 1Setelah selesai makan, ada seorang ibu dan anaknya menghampiri ibu Indri dan berkata kepadanya “Terima kasih ibu atas makanannya. Tuhan begitu baik dan memberkati ibu. Sudah 2 hari kami berdua belum makan karena di rumah kami sudah tidak memiliki apa – apa lagi”. Pada hari itu sang ibu dan anak berbagi satu nasi bungkus , dan satunya lagi mereka simpan untuk keesokan harinya. Ibu Indri merasa begitu terharu dan mulai mengerti mengapa Tuhan menaruh kerinduan di dalam hatinya untuk membelikan nasi bungkus bagi jemaat ini. Itulah sebabnya terkadang ibu Indri merasa sedih jika melihat orang menghambur – hamburkan uang mereka, karena ada banyak saudara – saudari yang begitu kekurangan… bahkan untuk makan saja begitu sulit.

Handphone - PenulisHidupku.Com - 1Suatu waktu ada seorang ibu ingin melahirkan dan ia tidak punya uang sama sekali. Ibu Indri bergegas mengantarkan ibu tersebut ke rumah sakit dan tetap bersedia menolong padahal saat itu ia sendiri juga tidak punya uang sama sekali. Sampai di rumah sakit ibu Indri hanya bisa berdoa “Tuhan, aku tidak punya uang sama sekali. Bahkan untuk membayar biaya parkir kendaraan saja saya tidak punya. Sekarang saya rindu ingin menolong ibu ini melahirkan. Tuhan saya relakan handphone saya ini untuk dijual. Tolong Tuhan kirim orang yang bersedia untuk membelinya”. Singkat cerita ibu Indri mengalami mujizat yang luar biasa, tiba – tiba ada orang menelpon dia dan memberikan bantuan untuk membayar biaya rumah sakit. Handphone nya tidak harus dijual. Ketika ia sampai ke lapangan parkir, dia masih tidak memiliki uang parkir. Tiba – tiba ada orang yang Tuhan kirim untuk membayarkan uang parkir bagi ibu Indri. Sampai ke hal yang paling kecil pun, Tuhan mencukupi kebutuhan hambaNya.

Setelah mendengarkan kesaksian tersebut dari om Wally, saya cuma berbisik dalam hati bahwa ternyata masih ada yah orang – orang yang dengan tulus melayani apa adanya dan memberikan segalanya bagi mereka yang dipandang hina maupun diremehkan oleh masyarakat. Saya jadi teringat dengan perkataan pak Felix Lo bahwa hati Tuhan dekat dengan mereka – mereka yang miskin dan tertindas. Itu sebabnya ketika kita melayani mereka, kita juga sedang melayani Tuhan kita di surga.

Matius 25:40 – “Dan Raja (Tuhan) itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

Matius 25:45 – “Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang TIDAK kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu TIDAK melakukannya juga untuk Aku.”

Yesus bersama Orang Miskin - PenulisHidupku.Com - 2

Saya merasakan bahwa membantu pelayanan ibu Indri adalah ladang yang subur. Bersama dengan om Wally, saya sedang memulai menabur di sini. Bukan jumlahnya yang penting, dan Tuhan lebih memperhatikan kerinduan hati kita untuk bersedia memberkati. Bagi saudara – saudari yang terbeban ingin membantu juga bisa menghubungi saya, nanti saya mintakan nomor telepon ibu Indri dan saudara / saudari bisa menghubungi beliau secara langsung.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 18 Juli 2012.
Terima kasih kepada om Wally atas sharingnya.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Diary 2 Juli 2012 – Dukungan Dari Pembimbing Rohani, Om Wally

Dukungan Bantuan - PenulisHidupku.Com - 1

Semalam ketika gua makan malam sehabis pulang kantor di POMO, om Wally telepon ke iPhone. Senang sekali bisa berbincang – bincang dengan pembimbing rohani gua yang satu ini. Ternyata sudah beberapa hari om Wally berusaha menghubungi gua, namun karena black berry gua sedang bermasalah, itu tidak nyambung – nyambung hehehe. Seperti biasa om Wally menanyakan gimana kabar gua, dan seperti biasa gua bisa cerita banyak hal kepada beliau.

Kemudian kita berbicara mengenai beberapa proyek yang kita garap bersama. Puji Tuhan ada sedikit kemajuan dan gua merasa banget bahwa Tuhan sedang membawa gua naik ke level berikutnya secara finansial. Setelah itu om berkata ke gua “om dengar mas Handy kemarin ini berkotbah di sebuah gereja”. Dan gua bilang ke om Wali iya dan gua ceritakan gua sharing firman Tuhan di gerejanya pak Felix.

Om Wally terdengar begitu senang bahwa gua belajar membagikan Firman dan dengan semangatnya om Wali ngajakin gua untuk pelayanan bareng nanti di bulan Oktober 2012 dan Maret 2013. Kedua – duanya itu di luar Singapura. Gua merasa senang dan terharu sekali karena gua merasakan kasih dari pembimbing gua yang satu ini. Gua hanya bisa bersyukur bahwa Tuhan memilih dia menjadi pembimbing rohani gua.

Terus tak lupa, om juga menanyakan kabar soal “si dia”. Gua bilang ke om, karena kemarin – kemarin ini “si dia” sedang sibuk maka gua gak mau ganggu konsentrasinya. Terus sekarang dia sedang berada di luar kota. Gua bilang ke om “nanti kalau dia balik saya akan bicara dengannya”. Dan om Wally hanya tertawa dan berkata dia akan terus mendoakan gua.

Puji Tuhan atas orang – orang yang mengelilingi hidup gua. Puji Tuhan gua tidak pernah sendiri. Tuhan memakai orang lain untuk memberkati gua. Terpujilah nama Tuhan Yesus Kristus.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra tanggal 3 Juli 2012.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.