Semuanya Baik

Semua Baik - PenulisHidupku.Com - 1


Terima kasih kepada grup Pelaku Firman atas kata – kata mutiaranya.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Ucapan Syukur

Ucapan Syukur - PenulisHidupku.Com - 1

Terimalah segala sesuatu yang ada pada diri kita saat ini dengan penuh ucapan syukur. Apa yang kita alami saat ini merupakan kehendak Allah atas kehidupan kita karena rencana Allah bukan rencana kita. Allah mempunyai pandangannya sendiri kepada hidup kita dan rencana Allah itu adalah rencana yang terbaik.

Saat anda dalam kesulitan, datanglah kepada Tuhan. Beseru-serulah kepada Tuhan dan percayalah bahwa kita mepunyai Allah yang lebih besar dari semua masalah yang ada di dalam kehidupan kita.


Terima kasih kepada grup Pelaku Firman atas renungan singkatnya.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

12 CIRI-CIRI SAHABAT SEJATI

Teman Baik - PenulisHidupku.Com - 11. Jika kau berbuat baik kepadanya maka ia akan melindungimu.

2. Jika kau merapatkan ikatan persahabatan dengannya maka ia akan membalas baik persahabatan itu.

3. Jika kau memerlukan pertolongan, maka ia akan membantu sesuai kemampuannya.

4. Jika kau menawarkan berbuat baik kepadanya, maka ia akan menyambut dengan baik.

5. Jika ia memperoleh suatu kebaikan darimu, maka ia akan menghargai kebaikan itu.

6. Jika ia melihat sesuatu yang tidak baik (cela) dari dirimu, maka ia akan berupaya menutupinya.

7. Jika kau meminta bantuan darinya maka ia akan mengusahakan dengan sungguh-sungguh­.

8. Jika kau berdiam diri (karena malu untuk meminta) maka ia akan menanyakan kesulitan yang kau hadapi.

9. Jika bencana datang menimpa dirimu maka ia akan berbuat sesuatu untuk meringankan kesusahanmu itu.

10. Jika kau berkata benar niscaya ia akan membenarkanmu.

11. Jika kau merencanakan sesuatu kebaikan maka dengan senang hati ia akan membantu rencana itu.

12. Jika kamu berdua sedang berbeda masalah/slisih faham, maka ia lebih senang mengalah untuk menjaga keutuhan persahabatan.

Semoga kita bisa jadi seorang sahabat seperti ciri-ciri di atas untuk sahabat-sahabat­kita Dan bisa mendapatkan sahabat baik selamanya dalam hidup bersaudara . . . Amin.


Terima kasih kepada grup Pelaku Firman atas artikelnya.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Kisah Anak Penyemir Sepatu

Anak Tukang Semir Sepatu - PenulisHidupku.Com - 1

Adalah seorang Bapak yang berprofesi sebagai pengusaha. Setiap hari Bapak ini harus menyeberang sungai dengan sebuah kapal kecil untuk menuju ke kantornya. Sebelum pergi, biasanya ia mampir di sebuah kedai yang letaknya tidak jauh dari pelabuhan itu untuk minum kopi. Di sekitar kedai itu ada beberapa anak kecil yang menawarkan jasa semir sepatu kepada pria-pria yang sedang duduk menikmati hangatnya kopi pagi.

Bapak ini pun memanggil seorang anak kecil untuk menyemir sepatunya. “Nak, mari datang kemari. Tolong semirkan sepatu Bapak ya?” Anak kecil itupun datang menghampiri Bapak ini dan dengan penuh semangat mulai menyemir sepatunya. Dari mata anak itu terpancar betapa senangnya ia melakukan pekerjaan itu untuk Bapak ini. Setelah selesai, sejumlah uangpun diberikan kepadanya, dan anak itu mengucapkan terima kasih.

Keesokan harinya, ketika Bapak ini baru saja turun dari kapal kecil yang ditumpanginya, dari kejauhan anak itu segera berlari mendapatkan Bapak ini. Dengan senang hati ia membantu membawa tas Bapak ini sampai ke kedai kopi. Sementara Bapak ini menikmati hangatnya kopi pagi, anak kecil itu menyemir sepatunya sampai mengkilap. Seperti biasanya, setelah anak itu selesai menyemir sepatu, Bapak ini kemudian memberikan sejumlah uang kepadanya.

Kejadian ini terus saja berulang sampai suatu pagi terjadi suatu hal yang tidak seperti biasanya. Pagi itu, ketika anak kecil ini melihat sang Bapak turun dari kapal, dengan sekuat tenaganya ia berlari mendapatkannya dan membawa tasnya sampai ke kedai kopi. Ia membuka sepatu Bapak ini dengan tangannya sendiri dan kemudian menyemir sepatunya sampai mengkilap. Dari sorot matanya yang polos, ia melakukannya dengan penuh antusias. Setelah selesai, Bapak ini kemudian mengeluarkan sejumlah uang dari kantongnya untuk memberikannya kepada anak itu. Tapi reaksinya sungguh berbeda. Anak itu menolak pemberian Bapak ini.

Bapak ini kaget. “Apa yang terjadi? Apa ia tidak membutuhkan uang?’, tanya Bapak itu dalam hatinya. Kemudian dengan lembut Bapak ini bertanya sambil menatap wajah anak itu, “Nak, kenapa kamu tidak mau mengambil uang ini? Apakah kamu tidak membutuhkannya?” Dengan mata berkaca-kaca anak kecil tersebut menjawab, “Pak, saya ini anak yatim piatu. Saya hidup di jalanan. Kedua orang tua saya sudah lama meninggal. Saya belum pernah merasakan bagaimana kasih sayang orang tua. Tetapi ketika kita pertama berjumpa dan Bapak memanggil saya dengan sebutan, “Nak, mari datang kemari’, sewaktu Bapak memanggil saya “Nak’, saya merasa seperti anak Bapak. Saya merasa memiliki ayah lagi. Oleh sebab itu saya tidak mau lagi mengambil uang yang Bapak berikan kepada saya. Mulai sekarang, tidak ada satupun yang tidak ingin saya buat bagi Bapak. Semuanya saya mau lakukan untuk menyenangkan hati Bapak.”

Kemudian sambil menangis, sambil memegang bahu anak itu dan memandang wajahnya, Bapak itu bertanya, “Nak, maukah mulai saat ini juga kamu tinggal bersama saya dan menjadi anak saya?” Sambil memeluk erat Bapak itu anak ini menjawab, “Ya, Pak. Saya mau!”

Bukankah demikian dengan kita? Ketika kita sebagai anak yang terhilang, Tuhan datang sebagai Bapa yang baik menghampiri dan memanggil kita, “Nak, mari datang kemari!” Saat suara itu memanggil, kita merasakan kembali kasih Bapa. Ketika kita merasakan kasihNya yang besar, kasih tanpa batas dan tanpa syarat itu, kasih Bapa itu pula yang dapat membuat kita berkata seperti anak kecil itu, “Mulai sekarang, tidak ada satupun yang tidak ingin saya buat bagi Bapak. Semuanya saya mau lakukan untuk menyenangkan hati Bapak.”

TUHAN YESUS Mengasihi & Memberkati sobat PELAKU FIRMAN semua…


Terima kasih kepada grup PELAKU FIRMAN atas renungannya yang sangat memberkati.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Share on Twitter