BUSINESS PARTNERSHIP WITH GOD

Business Partnership - PenulisHidupku.Com - 1

I have been very interested with the topic of business partnership with God, and I had the privilege to share about this topic in some of the FGBMFI dinner meeting in Jakarta. I have just found this video, and it blessed me as it confirms the Biblical principles I received. So I think why not sharing it in this blog with the others.


All glory to God the Father, the Son, and Holy Spirit.
Thank you so much to the Mike Healy, and YouTube for the fantastic video.
To give comments,CLICK HERE

Salah Gak Sih Menjadi Miskin Atau Menjadi Terlalu Kaya ?

Orang Kaya dan Orang Miskin - PenulisHidupku.Com - 1Apakah baik jika kita miskin ? Dan apakah baik bila kita terlalu kaya ? Mari kita definisikan bahwa miskin itu artinya kekurangan, dan kaya itu kelebihan. Standard miskin dan kaya setiap orang itu berbeda, karena definisi “cukup” dari setiap orang itu juga berbeda. Orang yang terbiasa dalam hidup susah mendapatkan makanan… bisa saja menganggap orang dengan tabungan 10 juta rupiah itu sudah kaya. Sementara seorang konglomerat kalau tiba – tiba harta kekayaannya ludes dan hanya tersisa 10 juta rupiah di tabungannya… bisa saja mengganggap dirinya miskin. Dari 2 skenario ini jumlah nominalnya sama yakni 10 juta rupiah, namun reaksi manusiawinya berbeda. Itu sebabnya definisi kelebihan, kekurangan, dan cukup seseorang berbeda – beda dan tidak bisa dipatokan kepada sebuah nilai yang baku. Rasa cukup disesuaikan dengan kebutuhan masing – masing. Seorang presiden sebuah negara tentunya belum merasa cukup bila belum memiliki sebuah mobil. Sementara orang yang tinggal di dalam pedalaman Papua merasa sangat cukup dengan jalan kaki ke mana – mana.

Amsal 30:8-9 menuliskan “… Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku”. Salah satu penulis Amsal yang berhikmat ini meminta KECUKUPAN. Saya tekankan lagi cukup itu untuk setiap orang berbeda ya. Kemudian idola kita Tuhan Yesus Kristus juga mengajarkan melalui doa Bapa kami “…berilah kami makanan SECUKUPNYA”. Kita berdoa kepada Bapa minta kecukupan akan segala kebutuhan kita. Jadi apakah salah memiliki sebuah pesawat pribadi ? Tentu tidaklah salah, asalkan itu menjadi sebuah kebutuhan kita, karena kita tahu sifat Bapa di surga yang selalu mencukupi setiap kebutuhan kita.

Jadi seharusnya saya minta kebutuhan saya ditambah dong ? Ini baru setengah betul. Kita melihat bahwa kebutuhan seseorang akan bertambah seiring dengan meningkatnya tanggung jawab. Jadi kalau mau tambah banyak kebutuhan harusnya minta ditambah tanggung jawabnya dong ? Ini masih tiga perempat betul hehehe… karena pertanyaan berikutnya adalah tanggung jawab di bidang apa. Kita tahu bahwa tujuan kita hidup adalah untuk menyenangkan hati Bapa, dan kita lihat bahwa pelayanan Tuhan Yesus Kristus di duni ini adalah memberitakan Kerajaan Allah. Jadi kalau saudara dan saya mau efektif meningkat kebutuhannya, maka saudara dan saya haruslah berdoa meminta diberikan tanggung jawab untuk memperluas Kerajaan Allah. Saya percaya mujizat dan terobosan akan terjadi. Yuk kita kerjakan bersama – sama. Tuhan Yesus memberkati.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 18 Mei 2013.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

Manusia Bisa Berubah Karena Uang

Uang - PenulisHidupku.Com - 1

Selama seminggu terakhir ini saya banyak merenung mengenai uang… sambil menunggu gajian tiba hehehe. Sosilogi mengatakan bahwa uang membentuk demografi manusia di dalam masyarakat. Secara psikologis, uang dalam bentuk surplus maupun saving memberikan jaminan maupun asuransi, sesuai dengan pribahasa “sedia payung sebelum hujan”. Tetapi juga tidak kalah menariknya, saya perhatikan bagaimana uang mempengaruhi emosi dan cara pandang kita terhadap diri sendiri. Seseorang pernah berkata “saya minder sekali bertemu dengan bapak itu karena saya cuma seorang buruh miskin”. Seseorang yang lebih berada berkata “kepala dia aja bisa gua beli”.

Alkitab mengajarkan bahwa sebagai orang – orang yang telah ditebus oleh darah Yesus Kristus, kita memiliki status sebagai anak – anak Allah (Galatia 4:1-11). Alkitab tidak mengatakan bahwa status seseorang ditentukan oleh seberapa banyak atau seberapa kurangnya harta maupun uang yang kita miliki. Karenanya sekalipun seseorang hidup dalam serba kekurangan, namun bila ia hidup di dalam kebenaran Firman Tuhan maka ia harus berjalan sama tegaknya dengan orang – orang yang hidup dalam kelimpahan… atas dasar iman bahwa ia juga adalah anak – anak Allah, sang pencipta dunia ini, raja di atas segala raja, pemilik seluruh kekayaan di dunia ini.

Saya berdoa:
1. Agar ada kelegaan di dalam hati kita semua, bahwa tak perduli keadaan sosial dan ekonomi kita pada saat ini, kita tetap adalah anak – anak Allah. Dan orangtua mana yang tidak akan menolong anak – anaknya jika mereka memiliki sebuah kebutuhan ?
2. Jangan biarkan uang merubah diri kita. Pegangan maupun jaminan kita bukanlah kepada uang, sebuah benda mati, yang tidak ada artinya lagi ketika kita mati. Pegangan dan jaminan kita adalah iman kepada Yesus Kristus, suatu hal yang kekal selama – lamanya.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 18 Mei 2013.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.