Kesaksian Victor Yue: Belajar Mengenai Besarnya Iman Melalui Hujan

Hujan - PenulisHidupku.Com - 1

Sore ini, saya bertemu dengan brother Victor Yue dan Ferry Chang di Hong Kong Cafe untuk berfellowship. Dan saya merasa diberkati oleh kesaksian yang dibagikan oleh brother Victor. Sedikit perkenalan mengenai brother Victor. Dia tahun ini (2013) berusia 74 tahun, dan kesaksian hidupnya begitu memberkati banyak orang. Bukan karena dia adalah orang yang sempurna dalam iman, pengharapan, dan kasih, melainkan karena dia begitu jujur dalam kelemahan serta kekurangan dia. Sehingga dalam keterbatasannya itulah dia memilih untuk hidup di dalam ketaatan akan Firman Tuhan. Jujur juga sudah beberapa kali Bapa di surga memakai brother Victor untuk mengajarkan dan menegur saya. Terkadang sampai telinga memerah hehehe. Banyak hal yang luar biasa saya pelajari dari kehidupan brother ini. Salah satunya adalah bagaimana dia merawat tubuhnya. Walaupun di usia yang cukup lanjut, dia tetap rajin ke gym untuk berolah raga setiap harinya sekitar 3 – 4 jam, karena dia percaya dengan badan yang sehat dia bisa memuliakan Bapa di surga.

Brother Victor juga memiliki iman yang menurut saya luar biasa sehubungan dengan hujan. Karena setiap kali langit mendung dan akan hujan, selalu saja Tuhan tidak pernah membiarkan dia kehujanan. Hal seperti ini pun pernah saya alami ketika saya naik sepeda dengan dia di East Coast. Saat itu langit sudah kelabu, namun dengan percaya diri brother Victor berkata “tenang, Tuhan tidak akan membiarkan kita para hambaNya kehujanan“. Dan benar saja, air setetes pun tidak turun. Ketika kita sampai di sebuah tempat berteduh, tiba – tiba hujan turun dengan derasnya. Menurut brother Victor, kejadian seperti ini sudah ia alami sejak ia muda. Bahwa Tuhan tidak membiarkan dia kehujanan sudah ia alami bertahun – tahun, dan itu sebabnya dia tidak pernah membawa payung. Langit boleh hujan deras, namun ketika dia memutuskan untuk pergi keluar, tiba – tiba hujan akan berhenti. Dan pernah juga dia berjalan di sebuah jalan, di mana di sisi jalanan yang lain hujan deras namun di bagian jalan yang ia pinjak tetap kering karena hujan tidak turun di sana.

Hari ini brother Victor bersaksi lagi mengenai kejadian yang berhubungan dengan hujan, yang juga baru saja ia alami siang tadi. Ketika dia akan pergi ke gym, langit sudah mendung dan dia berbisik kepada Tuhan “terima kasih Tuhan. Engkau sungguh baik. Mau hujan atau tidak itu tidak masalah bagiku. Aku tetap bersyukur kepadamu“. Saat brother victor masuk ke dalam bis, barulah hujan turun dengan derasnya. Dia kemudian berpikir kalau hujan terus – menerus seperti ini, mungkin dia harus terus melanjutkan perjalanan di bis tersebut sampai di daerah Changi. Tetapi ketika bis mendekati klub dimana gym-nya brother Victor berada, hujan kemudian berhenti. Seperti biasa brother Victor bersyukur dan bersuka cita atas kebaikan Tuhan. Karena sekali lagi Tuhan melindungi dia dari kehujanan. Saat itu brother Victor sempat berpikir betapa besarnya iman yang ia miliki.

Namun saat ia mulai berjalan mendekati klub gym, di sisi jalan yang lain dia melihat hujan mulai turun dengan derasnya dan menghampiri dia. Brother Victor pun bergegas berlari menuju ke klub tersebut. Sesampai ia di dalam klub hujan di luar turun begitu dengan derasnya. Saat itu Tuhan berbicara secara audible kepadanya “mengapa engkau lari bergegas – gegas ? bukankah engkau beriman dan percaya kepadaku ?”. Saat itu brother Victor merasa malu atas teguran dari Roh Kudus, dan dia meminta maaf. Brother Victor kemudian menjelaskan kepada saya bahwa Tuhan menyadarkan dia agar tidak sombong, dan betapa iman yang ia miliki masihlah kecil. Kalau dia percaya bahwa Tuhan akan melindungi dia dari basahnya hujan, walaupun dia melihat hujan datang harusnya dia tetap berjalan dengan tenang karena dia BERIMAN Tuhan tidak akan membiarkan dia kebasahan sebagaimana Dia selalu lakukan. Dan SEKALIPUN kalau dia harus kebasahan oleh karena hujan untuk pertama kalinya seharusnya dia rela membiarkan hal itu terjadi demi kesenangan Tuhan.

Saya terdiam sejenak dan menyadari bahwa iman saya secara pribadi pun masih jauh dari standard tersebut. Semakin seseorang berjalan menuju keserupaan pada pribadi Kristus semakin besar pula iman, pengharapan, dan kasihnya. Namun semakin pula Tuhan bukakan standard ukuran yang baru agar kita tidak pernah merasa sombong. Seakan – akan langit – langit akan batas keimanan saya ditambahkan lagi ketinggiannya sehingga menjadikan iman yang saya miliki saat ini terlihat begitu kecil. Dan saya bersyukur atas betapa berhikmatnya Bapa di surga sehingga saya, dan para anakNya yang lain terus – menerus memacu diri kita untuk terus menerus menuju kepada kesempurnaan di dalam karakter dan pribadi Kristus.

Alkitab mengajarkan dalam Ibrani 11:1 mengenai definisi iman. Dikatakan “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan, dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat“. Dengan kata lain IMAN = PERCAYA TANPA BERGANTUNG PADA KONDISI. Sekalipun hal tersebut tidak masuk akal dan logika, tetapi kalau kita percaya maka kita dikatakan memiliki iman. Tuhan Yesus mengatakan di dalam Matius 17:20 mengenai iman sebesar biji sesawi yang bisa memindahkan gunung. Walaupun secara logika itu tidak mungkin gunung berpindah dengan perkataan manusia saja, Tuhan Yesus mengatakan bahwa hal tersebut adalah mungkin ketika kita BERIMAN, ketika kita PERCAYA TANPA BEGANTUNG PADA KONDISI.

Melalui kesaksian brother Victor hari ini saya diingatkan mengenai beberapa hal:

1. Mudah bagi kita berkata soal iman. Namun prakteknya terkadang tidak semudah teori atau apa yang kita pikirkan. Seringakali kita membatasi iman kita dengan membuat batas – batas teritori dimana kita bisa mengaplikasikan iman. Contohnya kita baru beriman ketika kita menghadapi masalah, atau mengharapkan sesuatu. Justru sebagai anak – anakNya, kita harus beriman setiap waktu dan dalam setiap aspek kehidupan kita. Bahkan dalam hal yang kecil seperti dalam kesaksian ini soal hujan kita terus harus beriman kepadaNya.

2. Kita tidak bisa merasa puas diri dan cukup akan impartasi karakter Kristus. Iman dan karakter Kristus lainnya akan terus – menerus Tuhan bangun di dalam diri kita. Begitu kita beres satu tingkat, dengan cepatNya dia akan buka tingkat baru untuk kita daki. Di saat kita merasa sudah cukup, Dia akan bukakan lagi dimensi dan ukuran baru sehingga kita terus merasa rendah hati.

Saya ingin mengajak saudara sekalian untuk merenung mengenai iman saudara kepada Tuhan kita. Apakah ada area – area dimana saudara belum sepenuhnya percaya (BERIMAN) kepadaNya. Atau apakah saudara merasakan stagnan (tidak ada perkembangan) dalam kehidupan rohani saudara. Mari saudara BERDOA agar Roh Kudus membimbing saudara dalam pertumbuhan iman, dan mulai mempraktekan iman, sehingga Bapa di surga semakin disenangkan serta dimuliakan melalui kehidupan saudara.


Tulisan ini ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 19 Oktober 2013.
Terima kasih kepada brother Victor Yue atas kesaksiannya.
Silahkan disebarluaskan, tidak ada hak ciptanya. Semua buat kemuliaan Allah Bapa, Tuhan Yesus Kristus, dan Allah Roh Kudus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.

 

Narrow Gate

Shalom Brothers n Sisters,TheWay2

JESUS call us to enter the ‘narrow gate’. Not many choose to go on this path.

The path is not attractive, the way is hard and seems not so rewarding. Yet this is the path that leads to eternal life. It is not easy for anyone to be different from the majority. When Noah and his family remained obedience to GOD, they were only 8 of them. The rest laughed and mocked them.

But when the flood came, it was death for the majority and life for the 8. We can see that it is dangerous to just follow the majority blindly. JESUS says in John 10:9 “I am the gate; whoever enters through me will be saved. He will come in and go out, and find pasture”.

The path that leads us to JESUS is one that has true freedom (come in and go out), and also that is fruitful (find pasture). To ensure we are on this path, we have to make decisions guided by GOD’s WORD (Psalm 119:11 – YOUR WORD I have hidden in my heart, that I might not sin against YOU; V105 – YOUR WORD is a lamp to my feet and a light to my path).

It should also be one that is out of conviction and not convenience (Matt. 7:13-14 “Enter by the narrow gate; for wide is the gate and broad is the way that leads to destruction, and there are many who go in by it. Because narrow is the gate and difficult is the way which leads to life, and there are few who find it).


Thank you to brother Victor Yue and sister Esther for sharing this wonderful words of God.
Source: CLICK HERE
To give comments, CLICK HERE
Please share it with others by clicking the social media links below.

Marriage Expectations

Pernikahan Bahagia - PenulisHidupku.Com - 2

Hope deferred makes the heart sick, but desire fulfilled is a tree of life. PROVERBS 13:12

We all come into marriage with a full yardstick of expectations—what love looks like, what our roles will be, what we’ll do on weekends, where we’ll go for Christmas. But over the years, that yardstick starts getting snapped off an inch or two at a time, until we’re left holding something a whole lot shorter than what we brought with us.

This leads to what I call the Unmet Expectation Syndrome. And every time it happens, the natural reaction is to go from disappointment to hurt to anger and finally to punishment—making your spouse pay for not living up to your expectations.

Here are four better ways to deal with these unmet expectations:

1. Love and forgive. Because you vowed before GOD to remain committed to each other, you must both own up to your failures and responsibilities. Your marriage will never outgrow its need for massive doses of forgiveness.

2. Communicate and seek to understand each other. Expectations must be managed, and the best way to do that is to keep the communication lines open. Clarify your needs and expectations. Don’t leave each other guessing.

3. Develop GOD’s perspective. Your spouse will never be able to meet the needs in your life that can only be met by GOD alone. Let HIM be your sufficiency.

4. Don’t throw away the yardstick. Don’t give up on your dreams. Even though expectations sometimes tend to be out of step with reality, GOD doesn’t want you to live with just a few inches of the yardstick. Keep high hopes and expectations in your marriage, work toward them in a healthy way, and give thanks to GOD as HE fulfils your true and deepest desires . . .both through HIM and through each other.

Dear Brothers and Sisters,

I encourage you to think of one or two examples of expectations you brought into your marriage—and how your spouse has exceeded them. And pray to GOD for clear enough vision to see what each other truly needs and desires, and for you to have the will and desire to meet the ones you can with joy and selflessness.


Thank you to brother Victor for the reflection.
All glory belong to God.
To give comment, CLICK HERE

Diary 20 Feb 2013 – Sebuah Godaan dan Pilihan

Pembimbing Rohani - PenulisHidupku.Com - 1

Sore hari ini gua dihadapkan pada beberapa pilihan. Yang pertama ci Mulya ngajakin gua untuk ikut kebaktian di hotel Marriot. Yang kedua pembimbing rohani gua, brother Victor Yue, ngajakin gua ketemuan untuk fellowship dan bicarakan beberapa urusan bisnis dia. Yang ketiga, seorang teman dari Ukraina, bernama Kateryna, yang juga sedang mengambil Master of Business Administration (MBA) di Singapura, ngajakin gua ketemuan jam 8.30 malam. Jam 5.30 sore gua putuskan untuk bertemu dengan brother Victor dan Kateryna, karenanya gua kasih tau ke ci Mulya melalui BBM bahwa gua gak bisa hadir ke kebaktian.

Mulya: Han,,, nanti malam datang ibadah ya han. Thanks.
Gua: Ci aku mesti ketemu victor. Dia ada urusan penting.
Mulya: Ok han,,, gak apa. Tp kalo urusan nya perlu di doain, cc doain ya han.
Gua: Iya ci. Urusan bisnis. Bisnisnya dia.
Mulya: Amin,,,, pasti berhasil didalam Dia han. Kuasa nya yang memimpin handi sampe berhasil. Amin.

Wah cici gua yang satu ini… walaupun bawel, ramai, dan seru… tapi asli… hatinya baaaaaaeeeeek pisan sama gua. Gua bersyukur banget punya cici rohani kayak begini, yang begitu baiknya suka masakin gua rendang yang enaknya bukan maeeeen (asli… ueanaaaak banget… dan juga gratissss) hehehe.

Jadi tadi gua bikin janji jam 6 dengan brother Victor dan jam 8.30 dengan Kateryna. Dikarenakan suatu hal, gua telat bertemu dengan brother Victor… telatnya gak tanggung – tanggung lagi… 40 menit. Tapi gua dah kasih tau beberapa kali ke dia bahwa gua akan telat. Lebih luar biasanya… ini brother baeeeeeeeek bangettttt sama gua. Dia sabarnya luar biasa, dan waktu ketemu dengan dia… dia menyambut gua dengan penuh kehangatan. Dia bilang ke gua “ayo pilih, mau makan apa”. Seperti biasa brother yang satu ini suka banget cukongin gua makan malam, dan sama dia gua sih gak pernah malu – malu. Gua memutuskan untuk makan di grandma.

Seperti biasa kita saling bersaksi dan kesaksian kita itu apa adanya (baik yang baik maupun yang buruk)… pokoknya bener – bener telanjang bulat deh, blak – blakan, dan tanpa sensor. Dan kita saling memahami dan mendoakan satu sama lain, karena dengan saling mengakui kesalahan dan dosa itu, kita akan menjadi sembuh (di Alkitab ada ayatnya). Gua juga kagum sama brother yang satu ini karena dia begitu sabar sama gua yang seringkali cuekin dia baik sengaja maupun tidak sengaja… terutama ketika dia telpon gua gak jawab atau pas dia telpon gua bilang gua lagi sibuk dan bakal telpon dia balik… tapi guanya lupa telpon balik. Tetapi selalu saja dia tersenyum sama gua… seakan – akan memaklumi gua apa adanya.

Tadi kita berbincang – bincang juga mengenai pelayanan Full Gospel, gereja, dan membahas beberapa ayat Alkitab (ini bukan bible study loh… cara kita lebih keren hehehe dan gak menarik perhatian orang). Gua juga cerita soal blog gua dan bagaimana gua nulis beberapa craps di sini hehehe. Kita ketawa – ketiwi bersama dan sesekali brother Victor menasehati gua dalam beberapa hal. Gua bersyukur sekali bisa memiliki brother seperti ini. Pukul menunjukkan 8, dan gua menerima sms dari Kateryna. Gua pun berkorespondensi dengan dia sesaat.

Kateryna: why dont we meet for coffee. I am inviting.
Gua: sure coffee is nice. I am already at raffless city.
Kateryna: do you want only cofee or maybe some desert as well ?
Gua: just coffee will do, because I am getting fat right now and I have skin alergy now. 8.30 pm rafless city confirm ya ?
Kateryna: OK! I was referring more ME being your desert ! do you want to have some fun after the coffee ?
(Gua terus terang kaget… selama ini kita cuma temenan biasa. Dan gua jawab dia dengan bercanda).
Gua: hahaha… I will try Kateryna cheese cake next time. I am not having good apetite today.
Kateryna: maybe you want to see my gorgeous girlfriend instead tonight ? she is busty, athletic with strong legs and nice perky bottom. Valentyna is her name babe.
Gua: hahaha… not tonight.
Kateryna: you dont know what you are missing baby! my girlfriend is hot. She likes play a lot.
Gua: I know… but I really don’t want.

Karena gua menggeleng – geleng kepala, brother Victor tanya ke gua ada apa. Gua tunjukin ke dia soal sms dari Kateryna, dan brother Victor tersenyum. Dia tanya ke gua “so are you going to meet her later ?”. Gua bilang ke bro Victor “of course not. this is temptation”. Dan brother Victor berkata “good good” sambil mengangguk – angguk. Terus terang Kateryna yang gua kenal itu tidak seperti begitu, memang secara fisik… badannya seksi banget, dan wajahnya sensual mirip angelina jolie… kalau gua anak nakal… ini mah sama aja dapat durian jatuh. Tapi gua rasa mungkin dia lagi mabuk jadi sms-nya ngaco.

Setelah selesai pertemuan dengan brother Victor jam 10 tadi, gua mikirin kembali soal Kateryna dan sambil pulang tiba – tiba gua mendengar suara yang jelas berkata begini:
Aku sedang mempersiapkan pasangan hidupmu. Dia yang akan menemanimu ketika engkau sakit. Dia yang akan menghiburmu ketika engkau susah. Dia akan selalu berserta denganmu walaupun di dalam masalah – masalah yang sulit. Aku hanya memberikan yang terbaik bagimu. Sekarang wanita – wanita itu yang menggodamu… apakah menurutmu mereka benar – benar mengasihimu apa adanya ? Apakah mereka cuma mau senang – senang sementara saja ?” Ada rasa damai yang luar biasa di hati… seakan – akan semua keraguan lenyap. Gua bersyukur memiliki Tuhan yang amat luar biasa. Terpujilah namaNya.


Ditulis oleh Handy Tirta Saputra pada tanggal 20 Feb 2013.
Segala hormat, pujian, dan kemuliaan bagi Dia, Tuhan kita Yesus Kristus.
Untuk memberikan komentar, kritik, maupun saran atas tulisan ini silahkan klik DI SINI.

Jika saudara diberkati dengan tulisan ini, mohon dibantu untuk membagikannya kepada orang lain dengan cara mengklik FACEBOOK, TWITTER, atau media lainnya di bawah ini.